Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Kecepatan Pengujian Terhadap Hasil Uji Tarik Pelat Baja Y Djoko Setiyarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2011): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v7i2.1346

Abstract

Kegiatan eksperimental uji tarik merupakan salah satu bagian dari kegiatan penelitian yang wajibdilakukan untuk mengetahui properti material. Tulisan berikut tidak hanya memaparkan hasil ujitarik pelat baja, namun juga membahas masalah jenis dan besaran kecepatan pengujian yangkadang harus diambil keputusan penggunaanya sebelum eksperimental dilakukan. Diketahuibahwa hasil eksperimental yang menggunakan kecepatan pengujian load control dan displacementcontrol adalah berbeda, meskipun besaran nilai properti yang dihasilkan hampir sama.
Perilaku Sambungan Sekrup (Self Drilling Screw) pada Sambungan Momen Sebidang untuk Struktur Baja Ringan Y Djoko Setiyarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v8i1.1353

Abstract

Penggunaan sekrup sebagai pengencang sambungan momen pada struktur baja ringan umum dilakukan terutama untuk konstruksi atap. Berbeda dengan baut, mekanisme tumpu pada sekrup dapat disertai pula dengan mekanisme tarik yang menyebabkan sekrup tertarik keluar (pull-out) dari bidang sambungan, mengingat sekrup tidak menggunakan mur. Analisis desain yang disertai dengan kegiatan eksperimental berikut akan memaparkan tentang perilaku dan bentuk kehancuran (failure mode) pada sambungan momen struktur baja ringan yang menggunakan sekrup. Hasil eksperimental menunjukkan bahwa sebagian besar sekrup mengalami rotasi dan tertarik keluar bidang sambungan (pull-out) sehingga dapat menurunkan kekuatan sambungan. Diketahui pula bahwa sekrup yang memiliki eksentrisitas besar terhadap pusat sambungan dan berlokasi dekat dengan beban, akan berpotensi putus akibat besarnya gaya geser yang diterima.
Evaluasi Kinerja Pelat Ferosemen Berlapis Seng Sebagai Inovasi Material Pelat Lantai Bangunan Bertingkat Setiyarto, Y Djoko
Jurnal Tekno Insentif Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Tekno Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jti.v19i2.1707

Abstract

Abstrak Konstruksi pelat beton konvensional umumnya memerlukan bekisting yang bersifat sementara, waktu yang tidak singkat dan menghasilkan limbah. Dalam konteks kebutuhan konstruksi yang lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan, konstruksi pelat lantai membutuhkan inovasi material struktural yang dapat mengintegrasikan fungsi bekisting dan struktur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja mekanik dari pelat ferosemen berlapis seng, sehingga dapat diketahui potensinya sebagai bekisting permanen. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental yang dilanjutkan dengan kegiatan uji coba konstruksi pada rumah bertingkat. Benda uji pelat ferosemen berlapis seng dibuat dengan ukuran panjang 55 cm, lebar 20 cm, tinggi 4 cm, dan menggunakan mortar dengan perbandingan semen-pasir sebesar 1:3. Dari pengujian lentur, diperoleh hasil pelat ferosemen berlapis seng dapat dibebani hingga 365 kgf dengan lendutan sebesar 0,65 mm. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat memberikan kontribusi inovasi material pelat lantai yang efisien dan ramah lingkungan. Kata kunci: bekisting permanen, ferosemen berlapis seng, mortar, pelat lantai Abstract Conventional concrete slab construction generally requires temporary formwork, is time-consuming, and produces waste. In the context of faster, more efficient, and environmentally friendly construction needs, construction floor slabs require structural innovation materials that can integrate the functions of formwork and structure. The purpose of this study was to evaluate the mechanical performance of zinc-coated ferrocement plates, so that their potential as permanent formwork can be known. This study uses an experimental approach followed by construction trial activities in a multi-storey house. The zinc-coated ferrocement plate test specimens were made with a length of 55 cm, a width of 20 cm, a height of 4 cm, and using mortar with a cement-sand ratio of 1:3. From the flexural test, the results showed that the zinc-coated ferrocement plate could be loaded up to 365 kgf with a deflection of 0.65 mm. The results of this study are expected to be useful in contributing to innovations in efficient and environmentally friendly floor slab materials. Keywords: permanent formwork, zinc coated ferrocement, mortar, floor plate
Effect of Rebound Hammer Test Point Location on the Variability and Accuracy of Concrete Compressive Strength Estimation Setiyarto, Y Djoko; Mustopa, Muhammad Pramudita
Journal of Civil Engineering and Planning (JCEP) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Sarjana Teknik Sipil Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jcep.v6i2.11902

Abstract

Concrete compressive strength is a fundamental parameter for evaluating the performance of concrete structures. Although destructive testing using a Compression Testing Machine (CTM) is considered the most accurate method, its limited applicability to existing structures has led to the use of non-destructive methods, such as the rebound hammer test. However, rebound hammer results often deviate from CTM measurements, raising concerns regarding their reliability. This study examines the impact of rebound hammer test point location on the variability and accuracy of estimated concrete compressive strength, and assesses its agreement with destructive test results. A quantitative laboratory experimental program was conducted using concrete with a target strength of 15 MPa. Five cylindrical and five cubic specimens were tested at 28 days. Rebound hammer tests were performed on top, bottom, and side surfaces in accordance with ASTM C805, followed by destructive compressive strength testing using CTM based on ASTM C39. The results show that test point location systematically influences rebound hammer outcomes. Bottom test points produce the highest estimated strengths and the largest deviations from CTM results, whereas top test points yield the closest agreement with actual compressive strength. The findings confirm that rebound hammer accuracy is position-dependent and should be explicitly considered in concrete strength evaluation.
PENGARUH NATRIUM SILIKAT PADA BETON PCC DENGAN PENAMBAHAN ARANG 2% TERHADAP KUAT TEKAN DAN POROSITAS Fikri Fauzi Nur Alam; Muhammad Sihab; Y Djoko Setiyarto
CRANE: Civil Engineering Research Journal Vol 7 No 1 (2026): CRANE - APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/crane.v7i1.19638

Abstract

The use of sustainable materials in concrete is important to reduce dependence on conventional constituents without compromising material performance. This study investigated the effect of biochar and sodium silicate (Na₂SiO₃) on the compressive strength and porosity of Portland Composite Cement (PCC) concrete. The objective was to analyze the influence of 2% biochar and sodium silicate contents of 5%, 10%, and 15%, and to determine the optimum sodium silicate dosage. An experimental laboratory method was employed using cylindrical specimens measuring 150 × 300 mm. Compressive strength was tested at 7, 14, and 28 days, while porosity was measured at 28 days. The results showed that 5% sodium silicate provided the best performance, with a 28-day compressive strength of 16.49 MPa and the lowest porosity of 1.48%. The addition of 2% biochar alone was not sufficient to improve the 28-day compressive strength. Therefore, 5% sodium silicate was identified as the optimal dosage for producing PCC concrete with a denser internal structure and competitive mechanical performance.
Evaluasi Perilaku Tarik Pelat Baja Ringan melalui Pendekatan Eksperimental dan Simulasi Finite Element Method (FEM) Y Djoko setiyarto
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.2300

Abstract

Accurate strain measurement is a crucial aspect of material tensile testing because it directly affects the determination of mechanical properties such as the modulus of elasticity and yield stress. In laboratory practice, strain measurement often relies solely on displacement records from the Universal Testing Machine (UTM), although such measurements are potentially affected by grip slip and deformation of the clamping system. This study evaluates the tensile behavior of lightweight steel plates through an experimental approach focusing on the comparison of strain measurement accuracy using three methods: the UTM, strain gauges, and displacement transducers (LVDT). Tensile test specimens were taken from lipped channel profiles with thicknesses of 1.5 mm and 2 mm, and then tested in accordance with ASTM A370 standards. The test results show that the strain recorded by the UTM was significantly greater than the strain measured using strain gauges and transducers, particularly during the plastic phase, due to the accumulation of slip at the grips. The strain differences could reach more than 20 times at certain stress levels, potentially leading to misinterpretation of the material’s tensile behavior. Strain gauges provided accurate strain measurements during the elastic phase, while transducers were capable of recording strain up to near-fracture conditions. The findings of this study confirm that the use of additional instruments is essential to obtain representative stress–strain curves and to improve the reliability of tensile test results for lightweight steel plates in structural engineering applications.
Analisis Eksperimental Kontribusi Adhesive terhadap Perilaku Sambungan Hybrid Self-Drilling Screw pada Baja Ringan Canai Dingin Y Djoko Setiyarto
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol. 9 No. 01 (2026): JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v9i01.6296

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kontribusi efektif adhesive terhadap perilaku sambungan hybrid self-drilling screw (SDS) pada baja ringan canai dingin. Kajian ini penting karena kapasitas sambungan hybrid tidak tepat apabila diasumsikan sebagai penjumlahan langsung antara kapasitas sekrup dan adhesive, sementara mekanisme transfer beban berlangsung secara bertahap. Pengujian eksperimental dilakukan menggunakan Universal Testing Machine terhadap lima variasi sambungan, yaitu 1 SDS, 2 SDS, adhesive saja, 1 SDS + adhesive, dan 2 SDS + adhesive, dengan tiga spesimen untuk setiap variasi. Material yang digunakan adalah baja ringan G550 tebal 0,75 mm, SDS berdiameter 4,8 mm, dan epoxy adhesive. Parameter yang dianalisis meliputi beban maksimum, kontribusi adhesive, dan mekanisme keruntuhan. Hasil menunjukkan bahwa adhesive meningkatkan beban maksimum sambungan 1 SDS dari 3683,33 N menjadi 8883,33 N, dengan kontribusi efektif sebesar 5200,00 N dan fraksi sebesar 0,58. Pada sambungan 2 SDS, beban maksimum meningkat dari 8000,67 N menjadi 9663,00 N, dengan kontribusi 1662,33 N dan fraksi 0,17. Keruntuhan hybrid diawali oleh kegagalan friksi adhesive, kemudian dilanjutkan oleh tilting, hole bearing, dan pull-over sekrup. Temuan ini menunjukkan bahwa adhesive efektif dalam menahan slip awal dan meningkatkan kapasitas, tetapi kontribusinya tidak linier terhadap jumlah sekrup.
Studi Eksperimental Awal Pengaruh Polypropylene Fiber terhadap Kuat Tekan Mortar Geopolimer Berbasis Fly Ash PLTU Paiton pada Curing Suhu Ruang Keisya Nairazzahra Abduloh; Gischa Sandrina Aulia; Hadian Nana Saputra; Muhammad Ardha Irhamna; Irham Budi Bekti; Y Djoko Setiyarto
JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA Vol. 9 No. 01 (2026): JURNAL MOMEN TEKNIK SIPIL SURYAKANCANA
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmts.v9i01.6348

Abstract

Mortar geopolimer berbasis fly ash merupakan material alternatif yang berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap semen Portland. Namun, penerapan curing suhu ruang menghadapi tantangan karena reaksi geopolimerisasi berlangsung lambat dan dapat menghasilkan void serta retak mikro pada matriks. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh awal penambahan polypropylene fiber terhadap kuat tekan mortar geopolimer berbasis fly ash PLTU Paiton pada kondisi curing suhu ruang. Penelitian dilakukan eksperimental dengan dua variasi campuran, yaitu mortar tanpa polypropylene fiber dan mortar dengan penambahan 1% polypropylene fiber terhadap volume fly ash. Aktivator alkali digunakan terdiri atas NaOH 12 M dan Na₂SiO₃ dengan rasio massa 1 : 2,5. Pengujian meliputi karakterisasi X-Ray Fluorescence, kuat tekan umur 7 dan 28 hari, serta pengamatan mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscopy. Hasil XRF menunjukkan fly ash memiliki total SiO₂ + Al₂O₃ + Fe₂O₃ sebesar 74,80% dan CaO sebesar 12,20%, sehingga memenuhi karakteristik fly ash tipe F. Pada umur 28 hari, mortar dengan 1% polypropylene fiber mencapai kuat tekan 46,5 MPa, lebih tinggi dibandingkan mortar kontrol sebesar 30,0 MPa. Hasil SEM menunjukkan adanya unreacted fly ash, void, dan microcrack pada umur 7 hari, menandakan proses geopolimerisasi masih berkembang. Studi awal ini menunjukkan bahwa polypropylene fiber berpotensi meningkatkan kuat tekan mortar geopolimer pada curing suhu ruang.
TINJAUAN KEKUATAN BATAS LELEH LOKAL PADA BADAN BALOK BAJA WF Y Djoko Setiyarto; Keisya Nairazzahra Abduloh
CRANE: Civil Engineering Research Journal Vol 6 No 1 (2025): CRANE
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/crane.v6i1.15677

Abstract

Menurut AISC, kekuatan batas leleh lokal badan pada balok WF yang diakibatkan beban terpusat, dipengaruhi oleh panjang tumpu N dari pelat landasan, bukan lebar B. Beban terpusat tersebut didistribusikan ke badan balok dengan asumsi kemiringan sebesar 1: 2.5. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kemungkinan lebar pelat landasan B berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan leleh lokal badan, serta asumsi kemiringan distribusi beban 1: 2.5 dapat dioptimalkan lebih lanjut. Metode penelitian dilakukan secara simulasi numerik dengan menggunakan software analisis elemen hingga (FEA), yang memodelkan baja WF di bawah pelat landasan sebagai elemen solid. Hasil FEA menunjukkan bahwa lebar B berpengaruh terhadap kekuatan leleh lokal badan, tetapi tidak signifikan. Distribusi beban juga dapat diusulkan dengan kemiringan 1:3.