Desi Safriana
Program Studi Arsitektur, Fakultas Sains & Teknologi, UIN Ar-Raniry

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Rumoh: Journal of Architecture

KONSEP PENATAAN KAWASAN PUSAT KOTA LAMA BANDA ACEH: Studi Kasus: Pasar Aceh dan Peunayong Desi Safriana
Rumoh Vol. 8 No. 16 (2018): Desember
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.465 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v8i16.52

Abstract

Kota Banda Aceh adalah salah satu daerah yang sangat rentan terhadap bencana, terutama   gempa   bumi, tsunami   dan   banjir.   Setelah   bencana   besar   yang menerjang kawasan ini pada tahun 2014, pemerintah   bersama dengan   pihak International NonGovernmental Organisation (INGO) telah melakukan pembangunan kembali kota ini terutama di pusat kota lama Pasar Aceh dan Peunayong. Program revitalisasi sangat diperlukan karena daerah ini dianggap sebagai kawasan pusat perdagangan kota Banda Aceh yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Aceh. Pemerintah Kota Banda Aceh telah melaksanakan beberapa program pembangunan untuk mengembangkan kembali kedua   wilayah   inti   ini   dan   daerah   tepi   sungai   di   sekitar   kawasan   ini. Namun, masih   terdapat   beberapa   kendala   dalam   pelaksanaan    program revitalisasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan- permasalahan tersebut melalui observasi lapangan dan wawancara dengan dinas   terkait.   Metode   kualitatif   dilaksanakan   dengan   menganalisis   secara deskriptif temuan di   lapangan. Berdasarkan pengamatan penulis di lapangan dan hasil wawancara dengan dinas terkait, didapatkan bahwa kawasan Pasar Aceh dan Peunayong ini sangat semrawut dan macet. Jalur pedestrian disalahgunakan oleh Pedagang Kaki  Lima (PKL) sebagai  tempat  berdagang,  system  drainase  yang tersumbat  serta  kurangnya  koordinasi  antar  dinas  terkait  dalam  pelaksanaan proyek di kawasan ini. Oleh karena itu kawasan ini perlu direvitalisasi kembali dengan mengadopsi konsep desain revitalisasi dan mensinergikan beberapa program pembangunan yang dilaksanakan oleh beberapa dinas terkait, serta melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan revitalisasi ini. Beberapa konsep perancangan meliputi perencanaan jalur pedestrian yang dapat memudahkan akses bagi     pengguna Pasar Aceh dan Paunayong. Kemudian penataan jalur pedestrian di sekitar tepian sungai Peunayong untuk mengoptimalisasi potensi wisata di kawasan tersebut. Selanjutnya strategi revitalisasi yang dapat mengakomodir kebutuhan  pengguna  seperti  relokasi  para  PKL  ke  pasar  induk  yang  ada disekitar lokasi, membuka akses pejalan kaki di titik-titik tertertu dan pembuatan Standar Operasional Procedures (SOP) untuk dinas-dinas terkait dalam melaksanakan   proyek   di   kawasan   ini.   Diharapkan   penelitian   ini   dapat memberikan kontribusi dan dukungan kepada pemerintah untuk merealisasikan upaya revitalisasi di kawasan Pasar Aceh dan Peunayong sebagai Kawasan Pusat Bisnis Kota Banda Aceh.
REVITALISASI TAMAN KOTA SIGLI SEBAGAI RUANG PUBLIK YANG BERNUANSA ISLAMI Desi Safriana
Rumoh Vol. 11 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2739.667 KB) | DOI: 10.37598/rumoh.v11i1.134

Abstract

Keberadaan taman kota merupakan hal yang sangat penting dalam perancangan kota. Selain berfungsi sebagai fasilitas publik, taman kota juga sangat penting keberadaannya jika ditinjau dari berbagai aspek. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Provinsi Aceh, setiap Kabupaten/Kota harus memiliki kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 30%. Penelitian ini mengambil tempat di Kota Sigli yang merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia. Pemerintah Kota Sigli saat sekarang ini sedang melakukan pembangunan di berbagai sisi, salah satunya adalah pembangunan taman kota sebagai fasilitas ruang terbuka hijau dan ruang publik. Taman Kota yang berada di jalan Merdeka, tepatnya di tepian sungai Sigli ini sangat berpotensi untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan akan ruang terbuka atau sarana publik. Namun berdasarkan pengamatan penulis di lokasi, taman kota ini terlihat sepi dari pengunjung, kurang terawat dan disalahgunakan sebagai tempat pembuangan sampah. Hal ini tentunya sangat merugikan bagi masyarakat dan lingkungan, mengingat taman kota ini merupakan fasilitas publik yang harus dioptimalkan dengan baik. Untuk meningkatkan kunjungan dan pemanfaatan Taman Kota Sigli ini maka di perlukan tindakan untuk perubahan atau melakukan revitalisasi. Untuk mengetahui tindakan apa yang mesti dilakukan, maka diperlukan identifikasi persepsi masyarakat kota Sigli mengenai taman tersebut. Untuk itu maka dilakukan penelitian ini guna terciptanya taman pusat kota yang representative bernuansa Islami sebagai bagian ruang publik pusat Kota Sigli. Berdasarkan temuan penelitian, telah direncanakan penataan ulang Taman Kota Sigli yang representative dan bernuansa Islami. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi Pemerintah dan masyarakat Kota Sigli.