Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

E EFEKTIFITAS KARBON AKTIF TONGKOL JAGUNG TERHADAP KADAR pH, TSS DAN TDS PADA LIMBAH CAIR PT PERTA SAMTAN GAS Amiliza Miarti; Reva Sari Anike
Jurnal Teknik Patra Akademika Vol 13 No 01 (2022): Jurnal Teknik Patra Akademika
Publisher : Politeknik Akamigas Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.779 KB) | DOI: 10.52506/jtpa.v13i01.139

Abstract

Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia selain gandum dan padi. Jagung menghasilkan limbah padat berupa daun jagung dan tongkol jagung. Pada tongkol jagung dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan karbon aktif untuk meningkatkan nilai ekonomis dari tongkol jagung. Pada tongkol jagung terdapat kandungan selulosa 41% dan hemiselulosa 36%. Pada Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan karbon aktif serta proses aktivasi dan efektifitas karbon aktif tongkol jagung untuk mengelolah limbah cair PT Perta Samtan Gas terhadap kadar pH, TSS, dan TDS. Pembuatan karbon aktif mempunyai tiga proses yaitu proses dehidrasi, karbonisasi, dan aktivasi. Bahan kimia yang digunakan untuk aktivasi karbon aktif yaitu H2SO4 1 M, pada proses karbonisasi pada suhu 500°C selama 30 menit. Karbon aktif diuji karakteristiknya seperti kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan kadar iodin. Karbon aktif kemudian diuji dengan limbah cair PT Perta Samtan Gas menggunakan variasi sebanyak 0,5 g; 1,0 g; 1,5 g dan variasi waktu kontak perendaman 30 menit dan 60 menit. Hasil yang optimal diperoleh pada variasi massa karbon aktif 1.5 gr dan waktu perendaman 60 menit. Efektifitas yang mampu dihasilkan dari pengujian limbah cair tersebut adalah pH sebesar 13,46% terjadi perubahan pH dari 5,2 menjadi 5,9, Nilai TSS sebesar 82,45% yaitu penurunan dari 718 mg/L menjadi 126 mg/l dan Nilai TDS sebesar 87,33%, yaitu penurunan dari 884 mg/l menjadi 112 mg/l. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karbon aktif yang dibuat dari tongkol jagung efektif digunakan pada pengolahan limbah cair dengan adanya penurunan nilai pH,TSS dan TDS.
KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ANALISA KADAR BIURET, KADAR NITROGEN, DAN KADAR OIL PADA PUPUK UREA DI LABORATORIUM KONTROL PRODUKSI PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG Amiliza Miarti; Leni Legasari
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 3: November 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i3.4023

Abstract

Urea(NH)2CO merupakan senyawa organic yang terdiri dari unsur karbon hydrogen, oksigen, dan nitrogen, berbentuk butiran berwarna putih serta sedikit berbau NH3,. Biuret merupakan senyawa dengan dua ikatan peptide yang berupa pemanasan dua molekul urea dengan rumus C5H5N3O2, uji biuret didalam urea dengan menggunakan spektrofotometri Uv-Vis dengan rentang panjang gelombang 555nm. Nitrogen merupakan salah satu unsur hara dalam tanah yang sangat berperan dalam merangsang pertumbuhan dan memberi warna hijau pada daun, uji kadar nitrogen dilakukan untuk mengetahui berapa banyak kadar nitrogen yang ada dalam urea dengan menggunakan metode kjeldahl melauli tiga tahapan. Oil merupakan minyak yang terkandung didalam pupuk urea, pengujian kadar ini dilakukan untuk metode gravimetri. Untuk mengetahui nilai benar dari tiga parameter tersebut dilakukan ketidakpastian pengukuran. Ketidakpastian pengukuran dilakukan dalam beberapa tahapan seperti menentukan model matematis dari pengukuran, mengidentifikasi sumber sumber ketidakpastian. Mengevaluasi ketidakpastian, menghitung ketidakpastian dari sumber sumber dan menentukan ketidakpastian diperluas pada tingkat kepercayaan 95% serta penentuan presisi dan akurasi. Dari hasil perhitungan ketga parameter untuk kadar biuret diperoleh (0,52±0,06)% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan nilai ketidakpastian sebesar ±0,06% maka rentang ukurnya adalah (0,46-0,58)%. Untuk kadar nitrogen diperoleh (46,34±0,14)% pada tingkat kepercayaan 95%, dengan nilai ketidakpastian sebesar ±0,14% maka rentang ukurnya adalah (42,2-46,48)%. Sementara kadar Oil diperoleh (5,5±1) ppm pada tingkat kepercayaan 95%, dengan nilai ketidakpastian sebesar ±1ppm maka rentang ukurnya adalah (4,5-6,5) ppm.
THE EFFECT OF UTILIZATION OF ACTIVATED CARBON FROM RUBBER SEED SHELLS AND COAGULANTS FROM KEPOK BANANA PEELS IN WELL WATER OF KENTEN LAUT RESIDENCE TOWARDS PARAMETER Ph, TSS, TDS AND TURBIDITY Amiliza Miarti; Isdaryanto Iskandar
International Journal of Social Science Vol. 2 No. 4: December 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v2i4.4242

Abstract

Water is basic necessity in our daily life. But in fact, the water sources used by surrounding communities in Kenten Laut residence’s wells are still murky and still do not meet the standard specifications for drinking water. This study aims to determine the effectiveness of using activated carbon from rubber shells and optimal coagulation from kepok banana peels in improving the water quality of residence’s wells by using the parameters of pH, TSS, TDS and turbidity. Based on the research which has been conducted, the optimum effectiveness that could be used to increase pH value with dose of 0.1 grams was the coagulants from kepok banana peels of 7.08, while the activated carbon results were close to alkaline. Meanwhile, for other parameters, the optimum effectiveness for improving the water is the dose of 0.5 grams of rubber seed shell activated carbon, it could reduce TSS up to 90.66%, TDS 91.04% and turbidity 97.37%. Meanwhile, by using coagulant from kepok banana peels the effectiveness was only TSS 73.33%, TDS 40.29% and turbidity 68.86%.
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN ANALISA AMINE CONTENT MENGGUNAKAN METODE KARL FISCHER PT. TITIS SAMPURNA LPG PRABUMULIH amiliza miarti
Jurnal Redoks Vol. 7 No. 2 (2022): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v7i2.9536

Abstract

Methyldiethanolamine (MDEA) atau yang sering disebut amine memiliki rumus CH3N(C2H4OH)2 adalah suatu cairan kimia yang ketika dicampurkan dengan 50 % air mempunyai kemampuan untuk menyerap CO2 dari suatu stream gas dan dapat dilepas kembali dengan memanaskan sampai di atas suhu penguapan air. Amine yang banyak mengandung CO2 disebut rich amine. Richamine dipanaskan dengan tujuan untuk menghilangkan CO2 yang kemudian disebut dengan lean amine. Pengujian pada amine content ini yaitu menggunakan metode Karl Fischer Ucarsol Mettler Toledo volumetri dengan larutan HCl 1 N sebagai titran. Metode ini sangat banyak memiliki kelebihan dibandingkan metode titrasi yang lainnya. Untuk mengetahui antara nilai benar yang sesungguhnya maka dilakukan uji ketidakpastian terhadap nilai yang ada pada saat pengujian. Uji ketidakpastian dilakukan sesuai dengan ringkasan estimasi yang telah ditetapkan pada tingkat kepercayaan 95 % . Dari hasil perhitungan ketidakpastian pengukuran bahwa amine content yang didapatkan pada lean amine sebesar (32,6 ± 1,43) % pada tingkat kepercayaan 95 % dengan rentang (31,17 – 34,03) %, sedangkan pada rich amine sebesar (32,6 ± 1,54) % pada tingkat kepercayaan 95% dengan rentang (31,06 – 34,14) %. Dimana dapat dikatakan bahwa nilai presisinya jelek karena > 2 %, sedangkan untuk nilai akurasinya baik karena nilai thitung < ttabel.Kata Kunci: Amine Content, Karl Fischer, Nilai Presisi
DETERMINATION OF OPTIMUM DOSE OF MIXING WASTEWATER WWTP (WAST WATER TREATMENT PLANT) WITH HOT WATER PRODUCTION LEMATANG RIVER AS OF PARAMETERS PH, CONDUCTIVITY, TURBIDITY, AND SILICA USE COAGULANT PAC IN PT.X Amiliza Miarti
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 7: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v2i7.5383

Abstract

Water rivers Lematang commonly used by the community to meet the needs of households and industry around the region . The industry that uses Lematang river water is PLTU as its raw material for production . Apart from that, PLTU also produces liquid waste. The liquid waste comes from ( wast water treatment plant ) which can still be utilized because it has a turbidity value that is still below the max 5 NTU and the pH is still between 6 to 9 . Regarding this,power plant power plant Banjarsari apply the principles of waste control carefully and integrated namely Systems Wastewater Treatment ( Waste Water Treatment Plant ) . In the processing process, it acts as a purifier for a mixture of Lemaang river water and wastewater. Menggunakan coagulant (Poly Aluminum cloride) so it can be reused as water the additional production. The results showed that the mixture of lematang river water with waste water (wast water treatment plant) was 60% : 40% , this indicates the use of the optimum dose as production water. waste water can be used as additional water to be used as production water because the pH value is 7.65; conductivity 187.6; turbidity 4.45; and silica 1.92 . Based on the results of research by utilizing river water and waste water the most effective is the dose ratio of 60%: 40% .
PENURUNAN KADAR BESI (Fe) DENGAN SISTEM AERASI DAN FILTRASI PADA AIR SUMUR GALI Amiliza Miarti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 10: Maret 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i10.5382

Abstract

Pengadaan air bersih di Indonesia khususnya untuk skala yang besar masih terpusat didaerah perkotaan, dan dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) kota yang bersangkutan. Namun demikian secara nasional jumlahnya masih relatif kecil dan dapat dikatakan belum mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar besi (Fe) dengan sistem aerasi dan filtrasi pada air sumur gali. Penelitian untuk mengetahui kadar besi dengan sistem aerasi dan filtrasi pada air sumur gali dengan desain pre-pos Test atau melakukan uji pada air baku dan air hasil pengolahan. Dalam proses penelitian akan dilakukan replikasi atau pengulangan proses pengolahan hingga media filter mencapai titik jenuh. Penurunan kadar besi (Fe) setelah perlakuan Aerasi dapat menurunkan kadar besi (Fe) hingga mencapai persentase Penurunan sebesar 66,7%. Dan hasil yang diperoleh telah sesuai persyaratan yang telah di tentukan sesuai Permenkes RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990, yaitu 1.0 mg/l.
ANALISIS KADAR FOSFAT PADA AIR SUNGAI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS leni legasari; Noviarni Noviarni; Fitria Wijayanti; Mesi Oktaria; Amiliza Miarti
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v6i2.1227

Abstract

Sungai merupakan sumber alam yang memiliki peran penting bagi kehidupan ekosistem lingkungan. Perubahan kondisi air sungai banyak dipengaruhi oleh adanya aktivitas manusia di sekitarnya. Aktivitas pertanian, industri, dan rumah tangga memberikan dampak negatif terhadap perubahan kualitas air sungai. Air sungai menjadi tercemar oleh banyaknya limbah domestik, limbah sisa industri dan limbah sisa pupuk pertanian yang memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan. Air yang baik dan layak digunakan memiliki banyak parameter salah satunya memiliki kadar fosfat di bawah 0,2 mg/L. Sampel air sungai diambil dari sungai di wilayah Sumatera Selatan. Analisis kadar fosfat pada sampel air sungai yang diujikan di laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumatera Selatan. Pada penelitian ini analisis kadar fosfat menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan panjang gelombang 880nm. Pengujian kadar fosfat dilakukan untuk mengetahui adanya tingkat pencemaran sungai oleh fosfat yang disebabkan oleh limbah domestik dan industri. Dari hasil pengukuran diketahui kadar fosfat dari 4 sampel sebesar 0,08 mg/L, 0,13 mg/L, 1,12 mg/L, dan 6,25 mg/L. Pada sampel 1 dan 2 memenuhi syarat baku mutu air kelas satu, sedangkan sampel 3 dan 4 tidak memenuhi syarat baku mutu. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan beberapa daerah air sungainya sudah tercemar dan ada yang masih layak digunakan sebagai air minum.
Analisis Kadar Kalsium Oksida (CaO) Pada Batu Karang Di Pulau Kelagian Kecil Lampung Komis; legasari, leni; Amiliza Miarti; Tantri Oktari; Yuni Melwani
Jurnal Redoks Vol. 9 No. 2 (2024): REDOKS JULI - DESEMBER
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v9i2.14774

Abstract

Batu karang memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO3) tinggi mencapai 95% yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium oksida. Kalsium Oksida (CaO) dapat diperoleh dari CaCO3 melalui reaksi dekomposisi pada suhu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kadar CaO pada batu karang dan mengetahui karakteristik gugus fungsi CaO pada batu karang. Batu karang yang telah dihaluskan dikalsinasi pada suhu 700°C selama 2 jam, kemudian dikarakterisasi menggunakan spektrofotometer FTIR. Hasil penelitian menunjukkan kadar CaO dari ketiga sampel yaitu 11,1552%; 10,5504 % dan 8,5568 %, dan hasil analisis karakterisasi menggunakan FT-IR menunjukkan adanya gugus fungsi CaO pada ketiga sampel yang berada didekat daerah sidik jari, yaitu pada bilangan gelombang 871 cm-1; 866 cm-1 dan 871 cm-1.
PENYULUHAN BAHAYA ZAT PENGAWET PADA PENGRAJIN MAKANAN DI DESA SUKADAMAI KABUPATEN BANYUASIN SUMATERA SELATAN Pratiwi, Indah; Miarti, Amiliza; Setiorini, Indah Agus; Paisal, Paisal
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i2.582

Abstract

Peningkatan penggunaan bahan pengawet ini tidak jarang menimbulkan permasalahan, antara lain pemakaian dosis yang tidak sesuai dengan standar yang telah ditentukan dan penggunaan bahan-bahan pengawet terntentu tidak pada tempat yang sesuai. Hal ini akan berdampak secara tidak langsung pada kesehatan masyarakat pengguna atau yang mengkonsumsi makanan maupun minuman yang telah mengandung bahan pengawet. Bahan pengawet merupakan salah satu dari bahan aditif yang secara sengaja ditambahkan kedalam makanan atau minuman supaya tahan lama. Di Desa Sukadamai Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan sangat berpotensi memproduksi jajanan pasar karena daerah ini merupakan daerah agraris yang menyumbangkan hasil pertanian cukup besar seperti: padi, jagung, lada, sayur mayur dan lain-lain. Banyak masyarakat mengolah hasil pertanian mereka menjadi makanan jajanan pasar misal: ketan menjadi rangginan, jagung menjadi marning, singkong menjadi opak dan klanting serta berbagai jenis krupuk dan keripik, makanan dikemas dengan berbagai warna yang menarik. Penyuluhan ini dilakukan guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat pengguna bahan pengawet serta proses pembuatan pengawet alami pada makanan dan minuman pada masyarakat Desa Sukadamai Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan dalam pengolahan makanan dan minuman tentang bagaimana mengunakan bahan pengawet secara tepat melalui kegiatan penyuluhan, sehingga diharapkan dapat meningkakan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran pengguna bahan pengawet dan secara tidak langsung juga dapat berpengaruh pada kesehatan dan perekonomian masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan dan proses pembuatan bahan pengawet alami.
Thermoplastic Elastomers of Polystyrene-Based Reinforced with Natural Rubber and Carbon Filler from Oil Palm Empty Fruit Bunches Indah Agus Setiorini; Achmad Faisal Faputri; Rahma Nuryanti; Amiliza Miarti; Muhammad Rasyad Hilmi; Hasrinah Hasbullah
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 9 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v9i1.23348.15-25

Abstract

Polystyrene (PS) has limited resistance to extreme temperatures, often becoming soft, brittle, and losing its elasticity. To address these limitations, the material was modified by adding Natural Rubber (NR) and oil palm empty fruit bunch (OPEFB) carbon filler. Therefore, this research aimed to modify the surface of PS by adding NR and OPEFB carbon filler, followed by analysis of the resulting morphology, thermal stability, and enthalpy change (ΔH) of the composites. The polystyrene grafting with maleic anhydride (PS-g-MA) was carried out at 75 °C for 10 minutes. The composition variations of PS-g-MA/NR/OPEFB carbon filler were (30:65:5) wt%, (30:60:10) wt%, (30:55:15) wt%, (30:50:20) wt%, and (30:45:25) wt%. The highest thermal stability (T5%) was achieved with 10% filler at 363°C. However, morphological analysis showed that increasing the filler content to 20% provides an optimal point in balancing interfacial interaction (maximum adhesion) and phase dispersion, with a ΔH value of -27.86 J/g.