Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Digitalisasi UKM: Solusi Menjalankan Bisnis di Era Normal Baru Covid-19 Erna Lovita; Preztika Ayu Ardheta; Gatot Prabantoro; Uun Sunarsih; Dahlifah Dahlifah; Maya Mustika; Nursanita Nasution
PROGRESIF: Jurnal Pengabdian Komunitas Pendidikan Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Bagian Pengelolaan Jurnal dan Penerbitan - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta (BPJP - STEI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.765 KB) | DOI: 10.36406/progresif.v2i1.552

Abstract

Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu untuk menjawab kebutuhan para pelaku UMKM di era normal baru Covid-19, yaitu digitalisasi pengelolaan keuangan dan komunikasi bisnis usahanya. Sasaran kegiatan workshop yaitu pelaku UMKM di wilayah kampus STIE Indonesia di Rawamangun, meliputi mahasiswa STIE Indonesia dan masyarakat umum yang memiliki usaha. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah workshop yang diselenggarakan secara online dengan fasilitas Google Meet. Digitalisasi pengelolaan keuangan menggunakan Aplikasi Buku Kas dan Google My Business untuk komunikasi bisnisnya. Sosialisasi memberikan kesadaran kepada pelaku UKM akan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan keuangan dan komunikasi bisnis di era normal baru Covid-19, sehingga dapat meningkatkan kinerja usaha UMKM.
Utilizing Organizational Culture to Form User Compliance through Systems Development Muhamad Rezza Vahlevy; Irvan Noormansyah; Erna Lovita
International Journal of Religious and Cultural Studies Vol 5 No 1 (2023): International Journal of Religious and Cultural Studies (April 2023- September 20
Publisher : Yayasan Rumah Peneleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34199/ijracs.2023.04.07

Abstract

This study aims to reveal how organizational culture forms users compliance of internal control systems through the development of accounting information systems. An ethnomethodological approach as a form of qualitative research method was employed. The results show that the development of accounting information systems in companies is coercive, so system users must take the initiative to find out what changes exist during development process. The separation of duties is one of the changes that occurs in the structure in the finance department which is enough to help the company in maintaining company assets and avoiding human error and fraud.
Studi Etnometodelogi: Tata Kelola dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Keuangan Apartemen Gading Icon Erita Oktasari; Erna Lovita; Ririn Widyastuti Wulaningsih
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i4.23994

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui makna dari penerapan tata kelola dengan memanfaatkan informasi teknologi dalam pengelolaan keuangan organisasi nirlaba pada Perhimpunan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Gading Icon. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dan data primer dan menggunakan data kualitatif dengan pendekatan etnometodologi yang pengumpulan datanya dilakukan dengan empat orang informan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Tahap analisis dalam penelitian ini adalah percakapan (cerita) individu sehari-hari sebagai data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P3SRS merupakan organisasi nirlaba yang fokus memberikan layanan keuangan kepada anggotanya, menjamin transparansi dan akuntabilitas, serta mengedepankan prinsip tata kelola yang baik. Penting bagi organisasi untuk memiliki sistem pengelolaan keuangan yang baik, yang mencakup transparansi,akuntabilitas,tanggung jawab, independensi, dan pengetahuan/keadilan. Serta penggunaan teknologi dalam pengelolaan keuangan sangat penting bagi organisasi untuk memberikan layanan yang efektif kepada anggotanya, menjamin stabilitas keuangan yang tepat. P3SRS menggunakan aplikasi seperti MOaja, Propertek dan Akurat untuk mengelola transaksi keuangan, termasuk pengecekan saldo, memastikan pelaporan keuangan yang baik, dan memberikan laporan keuangan yang akurat. Kesimpulan organisasi harus memperhatikan nilai sosial daripada hanya pengelolaan uang. P3SRS bertujuan untuk mengelola dan mengendalikan aset keuangan, mengelola utang, mengelola kontrak, mengendalikan dan mengelola keuangan, serta menyediakan laporan keuangan
Studi Etnometodelogi: Tata Kelola dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengelolaan Keuangan Apartemen Gading Icon Erita Oktasari; Erna Lovita; Ririn Widyastuti Wulaningsih
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 9 No 4 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v9i4.23994

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui makna dari penerapan tata kelola dengan memanfaatkan informasi teknologi dalam pengelolaan keuangan organisasi nirlaba pada Perhimpunan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) Apartemen Gading Icon. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dan data primer dan menggunakan data kualitatif dengan pendekatan etnometodologi yang pengumpulan datanya dilakukan dengan empat orang informan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Tahap analisis dalam penelitian ini adalah percakapan (cerita) individu sehari-hari sebagai data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P3SRS merupakan organisasi nirlaba yang fokus memberikan layanan keuangan kepada anggotanya, menjamin transparansi dan akuntabilitas, serta mengedepankan prinsip tata kelola yang baik. Penting bagi organisasi untuk memiliki sistem pengelolaan keuangan yang baik, yang mencakup transparansi,akuntabilitas,tanggung jawab, independensi, dan pengetahuan/keadilan. Serta penggunaan teknologi dalam pengelolaan keuangan sangat penting bagi organisasi untuk memberikan layanan yang efektif kepada anggotanya, menjamin stabilitas keuangan yang tepat. P3SRS menggunakan aplikasi seperti MOaja, Propertek dan Akurat untuk mengelola transaksi keuangan, termasuk pengecekan saldo, memastikan pelaporan keuangan yang baik, dan memberikan laporan keuangan yang akurat. Kesimpulan organisasi harus memperhatikan nilai sosial daripada hanya pengelolaan uang. P3SRS bertujuan untuk mengelola dan mengendalikan aset keuangan, mengelola utang, mengelola kontrak, mengendalikan dan mengelola keuangan, serta menyediakan laporan keuangan
E-Purchasing dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah- Studi Etnometodologi di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Arief Suryadi; Erna Lovita; Uun Sunarsih
Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajemen Dan Akuntansi Medan Januari 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Kharizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jumansi.v8i1.7728

Abstract

Latar belakang: Pengadaan barang dan jasa pemerintah memiliki tingkat risiko penyimpangan yang tinggi seiring dengan besarnya anggaran dan kompleksitas proses yang dijalankan. Penerapan e-Purchasing melalui katalog elektronik dikembangkan sebagai bagian dari reformasi pengadaan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas, serta menekan peluang terjadinya fraud. Namun demikian, efektivitas e-Purchasing tidak hanya ditentukan oleh sistem digital, melainkan juga oleh praktik, interpretasi, dan perilaku para pelaku pengadaan dalam konteks kerja sehari-hari di instansi pemerintah, termasuk di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnometodologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi terbatas, serta telaah dokumen pengadaan di lingkungan LPSK. Informan dipilih secara purposive yang melibatkan pejabat pengadaan, user pengadaan, penyedia barang/jasa (UMKM), auditor internal, dan pihak regulator. Analisis data dilakukan secara induktif melalui pengelompokan tema-tema yang berkaitan dengan praktik e-Purchasing, transparansi, akuntabilitas, serta dinamika perilaku pelaku pengadaan dalam perspektif Fraud Triangle. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-Purchasing di LPSK secara administratif mampu meningkatkan transparansi dan memperkuat pengendalian pengadaan melalui keterlacakan transaksi dan standarisasi harga. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan e-Purchasing masih diwarnai oleh tekanan organisasi, keterbatasan operasional, serta rasionalisasi tindakan pelaku pengadaan. E-Purchasing efektif menekan unsur opportunity dalam Fraud Triangle, tetapi unsur pressure dan rationalization tetap muncul dalam pengambilan keputusan pengadaan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas e-Purchasing tidak semata-mata ditentukan oleh sistem digital, melainkan sangat bergantung pada kapasitas sumber daya manusia, integritas aktor, dan konsistensi pengawasan internal. E-Purchasing perlu dipahami sebagai praktik sosial yang dijalankan dalam konteks organisasi tertentu. Oleh karena itu, penguatan tata kelola pengadaan memerlukan integrasi antara teknologi, peningkatan kompetensi pelaku pengadaan, serta penguatan budaya integritas untuk mendukung pencegahan fraud secara berkelanjutan