Khairul Anami
Chemistry Department, Faculty Of Sciences And Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : JURNAL KIMIA SAINS DAN APLIKASI

Total Phenolic and Coumarin Content, Antioxidant Activity of Leaves, Fruits, and Stem Barks of Grey Mangrove (Avicennia marina) Alik Kandhita Febriani; Ismiyarto Ismiyarto; Khairul Anam
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 23, No 2 (2020): Volume 23 Issue 2 Year 2020
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2204.839 KB) | DOI: 10.14710/jksa.23.2.34-38

Abstract

Avicennia marina is one of the mangrove species used for traditional medicines. The leaves, fruits, and stem barks of A. marina are used for treating skin diseases. The stem barks are used for rheumatism, smallpox, and ulcers. The extract of A. marina was also reported to have antioxidant activity and indicates the presence of alkaloid, saponin, flavonoid, tannin, sterol/triterpenoid, and coumarin. However, the comparison of the antioxidant activity of leaves, fruits, and stem barks is not evaluated yet. The purpose of this study is to compare the antioxidant activity, total phenolic and coumarin content of leaves, fruits, and stem barks of A. marina. The antioxidant activity was determined using DPPH radical scavenging assay and was evaluated by spectrophotometric method at 515 nm. Quercetin was used for comparison. The fruits had the highest antioxidant activity with an IC50 value of 85.246 ppm, followed by stem barks and leaves with IC50 of 205.281 ppm and 307.037 ppm, respectively. Although the antioxidant activity of A. marina fruits was far from quercetin (IC50 of 3.789 ppm), it still categorized as a strong antioxidant. The strong antioxidant activity of fruits was followed by higher total phenolic and coumarin content than the stem barks and leaves part. Total phenolic and coumarin content of fruits were 49.119 mg GAE/ g and 8.894 x 10-3 mg CE/g, respectively. The leaves part had total coumarin content of 8.418 x 10-3 mg CE/g, but it had low IC50. It may be caused by the other secondary metabolite compounds that could reduce the antioxidant activity of coumarin.
Penentuan Total Kadar Fenol dari Daun Kersen Segar, Kering dan Rontok (Muntingia calabura L.) serta Uji Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH Jaka Dwi Pamungkas; Khairul Anam; Dewi Kusrini
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 1 (2016): Volume 19 Issue 1 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.751 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.1.15-20

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan total kadar fenol dari daun kersen segar, kering, dan rontok (Muntingia calabura L.) serta uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi kandungan senyawa kimia, total kadar fenol, dan Aktivitas antioksidan (IC50) dari daun kersen segar, kering, dan rontok. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penentuan total kadar fenol dengan metode Folin-Ciocalteu dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Tahapan penelitian ini meliputi tiga tahap, tahap pertama yaitu ekstrasi untuk mendapatkan ekstak etanol pekat. Tahap kedua analisis secara kuanlitatif dengan menggunakan KLT serta uji skrining fitokimia. Tahap terakhir analisis secara kuantitatif yakni dengan menghitungkan kadar total fenol dan uji antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen yang didapat dari daun segar sebanyak 1,231%, daun kering sebanyak 0,772% dan daun rontok sebanyak 1,05%. Hasil uji skrining fitokimia kandungan dalam daun kersen adalah alkaloid, flavoloid, tanin, saponin, dan steroid/terpenoid. Kadar total fenol dari ekstrak daun kersen segar, kering dan rontok masing – masing 6 mg ekivalen asam galat/g sampel, 14 mg ekivalen asam galat/g sampel, dan 12 mg ekivalen asam galat/g sampel. Uji aktivitas antioksidan IC50 yang diperoleh dari daun kersen segar, kering, dan rontok masing – masing mengandung IC50 sebesar -291187,5 mg/L -48958,9 mg/L dan -235305,6 mg/L.
Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase dan Identifikasi Senyawa dalam Fraksi Aktif Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Irma Yunitasari; Agustina L. N. Aminin; Khairul Anam
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 18, No 3 (2015): Volume 18 Issue 3 Year 2015
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.977 KB) | DOI: 10.14710/jksa.18.3.110-115

Abstract

Rosela merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes melitus (DM), dalam terapi DM dapat dilakukan dengan menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fraksi aktif dari ekstrak bunga rosella yang berpotensi sebagai inhibitor α-glukosidase dan mengidentifikasi jenis senyawa dalam fraksi aktif tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi menggunakan pelarut metanol-HCl 0,1%, dilanjutkan fraksinasi secara kromatografi kolom dengan fasa diam sephadex LH-20 dan fasa gerak air-metanol fraksi A (100:0), fraksi B (75:25), fraksi C (50:50), fraksi D (25:75), fraksi E (0:100), dan uji aktivitas inhibisi α-glukosidase fraksi bunga rosella. Identifikasi senyawa aktif yang memberikan nilai aktivitas penghambatan α-glukosidase paling tinggi dengan KLT dan penampak bercak (AlCl3, uap amoniak dan FeCl3), penentuan kadar relatif (%) komponen dari fraksi aktif dengan TLC scanner, dan karakterisasi senyawa utama dalam fraksi aktif menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Hasil penelitian menunjukan bahwa fraksi C (50:50) merupakan fraksi aktif yang memberikan nilai aktivitas inhibisi α-glukosidase paling tinggi (31,163 %) pada konsentrasi 1000 ppm, dan senyawa utama dalam fraksi C adalah 3,3’,4’-trihidroksiflavon dan 5,7,3’,4’-tetrahidroksiflavon dengan masing-masing kadar relatif 23,33% dan 24,52 %.
Identifikasi Kandungan Kimia dan Uji Aktivitas Antimikroba Kulit Durian (Durio zibethinus Murr.) Eka Vany Anggraeni; Khairul Anam
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 3 (2016): Volume 19 Issue 3 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.544 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.3.87-93

Abstract

Ekstraksi, fraksinasi, uji aktivitas antimikroba dengan metode difusi agar serta identifikasi kandungan kimia dari fraksi aktif dari kulit durian (Durio zibethinus Murr.) telah dilakukan. Dari maserasi dari kulit durian (Durio zibethinus Murr) yang dilakukan menggunakan pelarut etanol 96%, diperoleh ekstrak etanol kulit durian. Kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi dengan pelarut n-heksana, kloroform, etil asetat, dan metanol sehingga diperoleh masing-masing fraksi n-heksana, kloroform, etil asetat, dan metanol. Dari ekstrak dan fraksi kulit durian, kemudian dilakukan uji aktivitas antimikroba, hingga diperoleh fraksi teraktif adalah fraksi etil asetat. Identifikasi kandungan kimia dalam fraksi aktif etil asetat kulit durian dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis preparatif. Sedangkan uji kemurnian isolat  dianalisis menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis dan didapatkan isolat E.2.2.2. Isolat berbentuk serbuk putih dan karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan panjang gelombang maksimum 205 nm, 236 nm, dan 270-300 nm. Analisis dengan spektofotometer FTIR menunjukkan adanya gugus O-H, =C-H aromatik, C=C aromatik, substitusi aromatik, C=O asam karboksilat, C=C alkena dan C-O eter. Sedangkan Analisis Kromatografi Lapis Tipis dengan pembanding senyawa standar asam fenolat, diduga bahwa isolat E.2.2.2 adalah asam ferulat.
Potensi Antimikosis Beberapa Tumbuhan Obat Indonesia Dewi Kusrini; Khairul Anam; Bambang Cahyono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 9, No 3 (2006): Volume 9 Issue 3 Year 2006
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.742 KB) | DOI: 10.14710/jksa.9.3.69-73

Abstract

Telah ditelaah potensi antimikosis tumbuhan Annona squamosa L (srikaya), Phylantus Acidus (L) Skeels (ceremai), and Phaleria Macrocarpa [Scheff] Boerl. (mahkota dewa) terhadap mikosis Candida Albicans. Ekstrak etanol srikaya mempunyai aktivitas tertinggi, setara dengan aktivitas 11.566,11 μg ketokenazol, dan ekstra etanol mahkota dewa setara dengan 2.344,46 g ketokenazol.
Pemanjangan Sistem Terkonjugasi Sinamaldehid dan Uji Aktivitas sebagai Bahan Aktif Tabir Surya Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Ismiyarto Ismiyarto; Khairul Anam
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 7, No 1 (2004): Volume 7 Issue 1 Year 2004
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.81 KB) | DOI: 10.14710/jksa.7.1.22-27

Abstract

Telah dilakukan pemanjangan sistem terkonjugasi sinamaldehid dengan reaksi aldol kondensasi. Penelitian ini diawali dengan mengisolasi sinamaldehid dari minyak kayu manis menggunakan pelarut natrium bisulfit. Selanjutnya sinamaldehid direaksikan dengan asetofenon melalui reaksi kondensasi. Analisis struktur senyawa hasil menggunakan spektrometer UV-Vis dan spektrometer infra merah, selanjutnya penentuan SPF dari produk yang dihasilkan dilakukan dengan mengukur absorbansinya terhadap sinar UV.Sinamaldehid didapatkan sebagai cairan jernih kekuningan dengan kemurnian 99,87% dan rendemen 82,00%. Senyawa hasil kondensasi didapatkan sebagai padatan berwarna kuning dengan titik lebur 540C, rendemen 72,21%. Analisis dengan spektometer UV-Vis memberikan serapan pada 312 nm dan 224 nm, sedangkan dengan IR mempunyai pita pada 1676,0 cm-1 (-C=O), 1604 cm-1 (–C=C-), 3028 (=C-H), dan 1575 cm- (cincin aromatis). Sinamaldehid mampu memberikan perlindungan SPF maksimum pada konsentrasi 10 g/mL, sedangkan senyawa hasil reaksi mampu memberikan perlindungan maksimum pada konsentrasi 6 g/mL.
Identifikasi dan Kuantifikasi Antosianin dari Fraksi Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L) dan Pemanfaatannya sebagai Zat Warna Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Mitha Dea Anggistia; Hendri Widiyandari; Khairul Anam
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 19, No 2 (2016): Volume 19 Issue 2 Year 2016
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.472 KB) | DOI: 10.14710/jksa.19.2.50-57

Abstract

Identifikasi antosianin dari fraksi bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L.) dan pemanfaatannya sebagai zat warna dye-sensitized solar cell (DSSC) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi kadar antosianin dari fraksi bunga rosela dan menentukan hubungan kadar antosianin terhadap efisiensi sel pada DSSC. Metode yang digunakan adalah (i) ekstraksi antosianin dengan maserasi, (ii) fraksinasi ekstrak antosianin secara kromatografi kolom dengan fasa gerak air-metanol (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100) dan fasa diam sephadex LH-20, (iii) identifikasi senyawa antosianin dengan KLT dan penampak bercak (AlCl3 dan uap amoniak), (iv) kuantifikasi kadar antosianin, (v)  aplikasi zat warna antosianin ke DSSC dan (vi) karakterisasi senyawa antosianin pada fraksi yang memiliki performansi DSSC paling tinggi menggunakan spektroskopi UV-Vis dan IR. Hasil penelitian menunjukan kadar relatif antosianin mempengaruhi nilai efisiensi sel surya DSSC. Semakin besar kadar relatif antosianin maka nilai efisiensi sel surya semakin tinggi. Fraksi 1 menunjukkan nilai kadar relatif antosianin 3,56% dan nilai efisiensi sel surya yaitu 1,014 x 10-4%, sedangkan fraksi 2 menunjukkan nilai kadar relatif antosianin 40,29% dan nilai efisiensi sel surya fraksi 2 yaitu 6,59 x 10-4 %.
Isolasi Senyawa Triterpenoid dari Daun Ketapang Kencana (Terminalia Muelleri Benth) dan Uji Aktivitas Sitotoksik dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Veronika Adelina Hartini; Khairul Anam; Bambang Cahyono
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 15, No 2 (2012): Volume 15 Issue 2 Year 2012
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.879 KB) | DOI: 10.14710/jksa.15.2.47-52

Abstract

Ketapang kencana (Terminalia muelleri Benth.) merupakan salah satu tumbuhan berbunga dari suku Combretaceae. Suku ini telah banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk antibakteri, antifungi, dan antivirus. Akan tetapi, penggunaan T. muelleri sebagai obat tradisional belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa triterpenoid dan aktivitas sitotoksik pada T. muelleri. Penelitian dibagi menjadi tiga tahap yaitu isolasi senyawa triterpenoid dengan cara ekstraksi, diikuti fraksinasi secara ekstraksi cair-cair, pemisahan komponen senyawa dengan kromatografi cair vakum (KCV) dan pemurnian menggunakan KLT. Karakterisasi senyawa murni hasil isolasi dengan spektrometer FTIR, UV-Vis, dan GCMS. Uji aktivitas sitotoksik dilakukan terhadap ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat, dan fraksi metanol-air dengan metode BSLT. Isolat yang diperoleh berupa padatan berwarna putih dengan rendemen 0,28% (b/b). Karakterisasi isolat dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya serapan pada 204 nm yang merupakan cut off pelarut. Berdasarkan spektrogram FTIR menunjukkan adanya gugus –OH, C=C, C=O, -CH3 dan –CH2. Sedangkan spektrogram MS menunjukkan bahwa isolat memiliki bobot molekul 577 g/mol dan memiliki pola fragmentasi mirip senyawa lupeol (SI=88%). Hasil uji aktivitas sitotoksik menunjukkan ekstrak etanol dan fraksi n-heksana bersifat tidak toksik sedangkan fraksi etil asetat dan fraksi metanol-air memiliki sifat sedikit toksik dengan harga LC50 berturut-turut 100 ppm dan 78,735 ppm.
Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Aktif Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dan Uji Aktivitas Larvasida terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti Ika Pratiwi Khosimah Adinata; Khairul Anam; Dewi Kusrini
Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi Vol 16, No 2 (2013): Volume 16 Issue 2 Year 2013
Publisher : Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.728 KB) | DOI: 10.14710/jksa.16.2.42-45

Abstract

Identifikasi senyawa metabolit sekunder fraksi aktif daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) dan uji aktivitas larvasida terhadapl nyamuk Aedes aegypti telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.) sebagai larvasida nyamuk Aedes aegypti serta mengisolasi dan mengidentifikasi jenis senyawa larvasida yang terkandung dalam ekstrak daun jarak pagar (Jatropha curcas L.). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Ekstrak kental etanol dipartisi berturut-turut dengan n-heksana dan etil asetat. Dari hasil uji aktifitas larvasida terhadap fraksi n-heksana, etil asetat dan air diperoleh bahwa fraksi etil asetat memiliki aktifitas paling tinggi dengan nilai LC50 0,11%. Fraksi etil asetat kemudian difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum sebanyak dua kali hingga diperoleh isolat aktif (fraksi EG3). Isolat fraksi aktif diduga mengandung asam fenolat yang menyerap sinar UV-Vis pada λmax 227 nm dan 251 nm. Hasil analisis ini diperkuat dengan analisis spektrum inframerah yang menunjukkan adanya gugus fungsi O-H ulur, C-H aromatik ulur dan C=C aromatik yang menandakan adanya senyawa fenol. Adanya gugus fungsi C=O, C-O dari asam karboksilat dan benzen tersubstitusi menandakan adanya asam karboksilat, di mana gugus fungsi yang dimiliki isolat identik dengan gugus fungsi asam fenolat secara umum.