Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PERSONAL MASTERY INDUSTRI BATIK DI JAWA TENGAH Septina Dwi Retnandari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN 2018 BUKU II
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/semnas.v0i0.3566

Abstract

Penelitian mengenai personal mastery di industri batik di Jawa Tengah dilakukan mengingat industri batik mengalami kemajuan yang sangat pesat serta menghadpi persaingan yang amat ketat, juga karena usaha batik sangat dekat dengan proses penguasaan diri. Perjalanan usaha industri batik memakan waktu tidak pendek dan butuh untuk banyak belajar dan diterapkan di dalamnya. Tujuan dari penelitian adalah mengungkap permasalahan, upaya pencapaian dan potensi pada personal mastery yang terjadi di industri batik di Jawa Tengah. Tipe penelitian adalah deskripsi  analitis. Penentuan sampel dengan cara purposive random sampling Responden yang menjadi sumber informasi berjumlah 92 pemilik industri batik yang ada di kota Solo, Pekalongan dan Salatiga. Metode pengumpulan datanya adalah observasi, interview atau wawancara dan kuesioner dengan analisa data kualitatif. Kesimpulan permasalahn personal mastery di industri batik adalah datang dari budaya Jawa yang dimiliki oleh pelaku industri maupun pengrajin batik, sedangkan upaya yang dilakukan adalah kebutuhan untuk m
Influence of Product Innovation And Business Management on the Welfare of the Fishing Community (Studi Kasus di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak) Rinto Armoko; Septina Dwi Retnandari
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 6 No. 2 (2020)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.866 KB) | DOI: 10.52492/jmp.v6i2.23

Abstract

This research, which is based on the findings of fishermen welfare problems in Bedono Village, Sayung District, Demak Regency, aims to determine the effect of product innovation and business management on the welfare of fishing communities. Determination of the sample using proportional random sampling method with a sample of 37 people. The hypothesis was tested using Multiple Linear Regression analysis, t test and mediation test with the help of the SPSS version 24.0 program. The data used in this study are primary data and the instrument is a questionnaire. The results showed that product innovation had no effect on the welfare of fishermen and business management had no effect on the welfare of fishermen either. Product innovation and business management have no effect on the welfare of fishermen. Suggestions in this study include increasing fishermen's knowledge and skills by providing coaching and courses. To improve physical health, there are needs to built more adequate health facilities and to make socialization program on adequate physical and environmental health from village officials.
Studi Evaluasi Kinerja Asosiasi Perempuan Pelaut di Indonesia Septina Dwi Retnandari; Endra Winarni
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang diajukan pada penelitian mengenai  Studi Evaluasi Kinerja Asosiasi Perempuan Pelaut di Indonesia adalah 1) Asosiasi perempuan pelaut di Indonesia tidak menjaring anggota lembaga secara profesional, 2)Asosiasi perempuan pelaut di Indonesia tidak memiliki anggota yang berkompeten dalam urusan kepalutan dan 3)Perempuan pelaut belum tertarik untuk bergabung pada asosiasi. Permasalahan tersebut mengarahkan penelitian pada pertanyaan mengenai: Apakah perempuan pelaut memiliki motivasi untuk menjawab berbagai permasalahan perempuan pelaut Indonesia melalui pembentukan asosiasi? Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan tipe deskripsi analitis melalui penggambaran obyek penelitian untuk dianalisa dan dicari model pengembangan atas obyek penelitian. Metode ini bisa dipakai untuk diterapkan dalam penelitian tentang evaluasi organisasi sekaligus mengenai perubahan organisasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perempuan pelaut di Indonesia. Sementara cara penentuan sampel yang dipakai adalah purposive sampling dan penetapan responden berikutnya dengan metode snowball. Ada 3 metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara kepada sumber data primer serta studi pustaka lewat artikel dan berita yang diperoleh dari brosur, barang cetakan, majalah, internet dan lain-lain. Analisa data yang dipakai adalah analisa kualitatif Kesimpulan yang diperoleh adalah asosiasi perempuan pelaut belum bisa dikatakan sebagai sebuah organisasi yang hidup karena asosiasi masih rendah dalam : 1) menerapkan misi dan visinya, 2) mengelola, mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan dan potensi orang-orangnya secara maksimal pada tingkat individu, kelompok, maupun organisasi, 3) merencanakan dan mengelola kemitraan eksternal dan sumber-sumber internalnya untuk mendukung kebijakan dan strateginya, dan proses operasinya yang efektif, dan 4) dalam pola kelola asosiasi untuk mendukung kebijakan dan strategi asosiasi. Rekomendasi yang disampaikan adalah 1) Asosiasi perempuan pelaut di Indonesia sebaiknya mulai berbenah diri mengembangkan lembaga, mulai dari kelembagaan dan keanggotaan. Dengan adanya penguatan asosiasi maka asosiasi memiliki bargaining position dengan pemerintah atau pihak lain untuk perbaikan posisi dan kondisi pelaut, 2) Asosiasi perempuan pelaut di Indonesia perlu membuka diri dan berjejaring dengan lembaga terkait, selain perusahaan pelayaran juga kelompok serikat buruh, asosiasi pengacara, lembaga pendidikan yang menawarkan jasa pengembangan profesionalitas pelaut.
Manajemen Pengetahuan pada Bisnis Batik di Jawa Tengah Septina Dwi Retnandari
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pengetahuan sebagai proses menciptakan, berbagi dan menggunakan serta mengelola pengetahuan dan informasi pada sebuah organisasi. Berbagi pengetahuan merupakan cara untuk memudahkan terbentuknya organisasi pembelajar. Penelitian mengenai praktik manajemen pengetahuan yang ada pada bisnis batik di Jawa Tengah berangkat dari masalah bahwa pembatik di Jawa Tengah terancam daya bertahannya dengan batik dari luar Jawa Tengah bahkan dengan batik dari manca negara. Ada indikasi kurang terurusnya pengetahuan membatik yang benar dan trampil yang mengakibatkan semakin menurunnya profesionalitas pembatik. Responden yang diambil pada penelitian ini sejumlah 60 pembatik yang ada di kota Solo, Salatiga, Pati, Pekalongan dan Semarang. Penelitian yang dilakukan termasuk tipe penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data wawancara dan focused group discussion dan dengan teknik analisa kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah para pembatik memiliki rasa tanggungjawab pada upaya penciptaan dan berbagi pengetahuan, namun masih buruk dalam hal mengelola pengetahuan.
Uji Beda Sebelum dan Sesudah Penerapan Sistem Baru Pada Pelayanan Jasa Bongkar Muat Barang di Pt. Samudra Indah Sejahtera Semarang Retno Anggoro; Septina Dwi Retnandari; Endra Winarni
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the difference between before and after the implementation of the new system in loading and unloading services at PT. Samudra Indah Sejahtera Semarang. The new system implemented in the company is inaportnet system. It would find out whether there are developments in the quantity and quality of the number of customers and services by the company. Sample from this study is consumers owned by PT. Samudra Indah Sejahtera as many as 25 companies. The results were analyzed statistically to look for the differences between the condition. This quantitative research used non-parametric test for two two independent samples, using the Kolmogorov Smirnov Test formula. The finding is there is no difference between before and after the implementation of a new system. It means that the implementation of a new system does not have a significant effect on services provided related to reliability factors. The application of a new system does not significantly affect the service provided in factors of responsiveness, assurance, and empathy.
Bentuk dan Model Pembelajaran Berwawasan Wirausaha di Lembaga Pendidikan Maritim Septina Dwi Retnandari
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai edu-preneurship di Polimarin ini berlatar belakang adanya keinginan untuk membentuk jiwa wirausaha baik di diri mahasiswa maupun dosen. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan diskusi terbatas dengan mahasiswa dan stakeholder; dan pengisian kuesioner oleh dosen. Beberapa factor yang dibahas adalah perencanaan mengajar dan implementasinya. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan dengan analisa data kualitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa di lembaga pendidikan maritim yang mahasiswanya penuh dengan aktivitas baik di intra maupun ekstra kurikulum, membutuhkan model dan bentuk belajar yang berbeda dengan lembaga pendidikan lain. Kehidupan di asrama dan banyaknya aktivitas, terlebih pendidikan di sebuah politeknik maritim lah yang menjadi alasan terjadinya perbedaan cara mengajar dosen. Jiwa wirausaha yang diterapkan oleh mahasiswa dan dosen di sekolah maritim adalah kreatif, inovatif, berorientasi pada hasil, berani, refleksi diri, produktif, tidak mudah menyerah dan berorientasi pada dpenyelesaian masalah.
Organisasi Pembelajar Pada Pengusaha Batik di Jawa Tengah Septina Dwi Retnandari; Fitri Suprapti
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research on the 'Learning Organization' will answer the question: What is the description of organizational learning 'in the batik business in Central Java? This study uses a type of analytical description research. The   population is all batik business in all cities in Central Java. The method to determine sample is purposive random sampling. It appointed batik entrepreneurs in the cities of Solo, Salatiga and Pekalongan as respondents. Determination of research locations is that they represented the development of batik in Central Java and was based on the specific problems of each city. Data collection methods are observation, interview and questionnaire. The method of data analysis is qualitative method. Learning organization consist of personal mastery, mental models, shared vision, team learning, systemic thinking. Learning organization will have advantages and disadvantages when it is applied by batik entrepreneurs in Central Java. From research findings, it can be concluded that learning organizations in Central Java can be expected to develop with a number of conditions. Learning organization will develop if it comes from business owners together with its aim to build efficient business processes and the need for innovation and creativity; and learning organization will increase if it is supported by the government and batik business associations together with its aim to increase regional income.
Peningkatan Ketrampilan Siswa Sekolah Dasar Dengan Pemanfaatan Limbah Kertas Di Era Pandemik Mahsunah E Rahayuningsih; Masriah; Septina Dwi Retnandari; Christine Widi Lestari
Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2023): Randang Tana - Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jrt.v6i2.1487

Abstract

The 2020 community service project, which took place in Gajahmungkur, Semarang, had as its focus on paper waste processing among schoolchildren. By deploying numerous lecturers at the Indonesian State Maritime Polytechnic, it is expected that school pupils who are dissatisfied with online learning activities will be provided with a training program to produce paper flowers from waste disposal. The instructors have come up with a plan to encourage primary school children to create handicrafts like colorful, appealing paper flowers out of discarded paper. This approach was chosen to lessen the negative effects of waste and enhance environmental hygiene while also diverting activities that are less beneficial for students, such using devices for gaming and watching less instructive shows. Ten elementary school kids in Bendan Dhuwur, Gajahmungkur, Semarang are the audience target for this community service activity. In conclusion, by taking part in this program, kids can transform their pointless activities into innovative, creative ones. Utilizing paper trash can also improve the environment's cleanliness and comfort. The benefits of this volunteer work were that the elementary school student was amused and was able to redirect his addiction to gadgets amid a pandemic.
Model Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jawa Tengah Septina Dwi Retnandari; Susanti; Masriah
Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset sosial humaniora, dan Pendidikan
Publisher : LPPM Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/soshumdik.v2i1.1035

Abstract

Penelitian mengenai Model Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jawa Tengah berawal dari data makin buruknya kondisi warga PMKS terutama di masa covid corona di tahun 2019. Kebutuhan untuk menghasilkan model penanganan berbeda di tiap daerah. Melalui FGD didiskusikan mengenai SWOT dan model penanganan PMKS. Kelemahan fakir miskin adalah sulit membebaskan dari budaya miskin serta senantiasa mempunyai ‘no freedom for poor’. Potensi anak balita terlantar adalah jika mereka ada di panti karena mereka lebih mudah dikontrol. Kendala anak balita terlantar adalah banyak yang belum terjangkau oleh layanan sosial anak. Kelemahan anak terlantar adalah berperilaku anormatif, acuh, pencuriga pada orang yang bukan dari kelompoknya dan susah diatur, liar, reaktif, sensitif dan bebas melakukan apa saja seperti seksualitas. Kelemahan lanjut usia adalah sedikitnya lapangan pekerjaan yang sesuai bagi lansia yang berpotensi secara fisik. Kendala gelandangan adalah adanya warga yang mengajak meng ’gepeng’ di kota. Potensi disabilitas adalah masih memiliki motivasi bertanggungjawab secara mandiri. Kelemahan anak jalanan adalah rentan terhadap eksploitasi ekonomi, kekerasan fisik, sosial dan seks. Model yang dipilih adalah model ‘self advocacy and empowering, model ‘Community Based Information Network’, dan model Public Partnership Centre . Proses penanganan PMKS dengan cara rehabilitasi, advokasi/konsultasi, bimbingan sosial dan psikologi sosial.