Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS) Budi Setiawan; Hasrullah; Feriansyah
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi November
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.379 KB) | DOI: 10.51510/agregat.v1i2.538

Abstract

Bangunan gedung negara sebagai salah satu aset negara yang mempunyai nilai strategis sebagai tempat penyelenggaraan negara perlu memperhatikan pengelolaan dan pemeliharaan bangunan pasca konstruksi sebagai bagian terpenting di dalam penyelenggaraan bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan suatu penilaian indeks kerusakan pada Bangunan Gedung dan menentukan urutan prioritas penanganan pemeliharaan bangunan yang mengalami kerusakan dengan penerapan prosedur Analytical Hierarchy Process (AHP), sekaligus menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB). Dari hasil penilaian kondisi fisik Gedung Kantor Kelurahan Karang Rejo Kota Tarakan, terlihat bahwa kondisi kerusakan yang terjadi pada bangunan dengan skala kerusakan 11,5 masih dinyatakan baik hanya terjadi kerusakan kecil yang tidak mengurangi nilai keamanan gedung meskipun sudah ada kerusakan yang terjadi. Dari hasil perhitungan prioritas dalam pemeliharan bangunan dengan menggabungkan hasil dari 5 responden terhadap semua kriteria Indeks Kondisi, Biaya, dan Umur Layan Komponen diperoleh urutan prioritas yakni elemen cat dinding menjadi prioritas yang utama dengan nilai bobot 21,2%, kemudian Plafon Gypsum menjadi prioritas ke-2 dengan nilai bobot 19,7%, Plafon Tripleks menjadi prioritas ke-3 dengan nilai bobot 15,4%, daun pintu menjadi prioritas ke-4 dengan nilai bobot 15,4%, kemudian pintu kaca, listplafon, kunci tanam, handle pintu, dan lampu  menjadi prioritas ke-5, ke-6, ke-7, ke-8, ke-9, dengan masing-masing bobot 12,9%, 6%, 3,4%, 3%, dan 3%. Dalam penanganan pemeliharaan bangunan gedung Kantor Kelurahan Karang Rejo  diperlukan biaya untuk memperbaiki kerusakan yang telah terjadi dalam kurun waktu 4 tahun adalah sebesar Rp. 9.277.703,00. (Sembilan Juta Dua Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Tuju Ratus Tiga Rupiah).
Kajian Penerapan Laboratory Safety Pada Di Lingkungan Universitas Borneo Tarakan Budi Setiawan; Alfika Henny Barocah
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i1.40

Abstract

The large number of accidents occurring in laboratories is a strong warning for universities to pay more attention to the health and safety of users in laboratories. The University of Borneo Tarakan is one of the universities that has many active laboratories in use. In an effort to minimize work risks that occur in the laboratory, implementation is needed for laboratory safety. The aim of the research is to assess the level of knowledge of students and lecturers at the University of Borneo Tarakan about laboratory safety, and assess the level of implementation laboratory safety in a laboratory at the University of Borneo, Tarakan. This research uses a descriptive method with a quantitative approach. Based on the results of the analysis of the level of knowledge of Borneo Tarakan University students about laboratory safety amounting to 89.26% in the very good category and the level of lecturer knowledge was 89.57% in the very good category. Implementation level laboratory safety in the laboratory at the University of Borneo Tarakan according to students was 58.13% in the medium category and the level of application according to lecturers was 52.43% in the medium category. Meanwhile, the level of implementation laboratory safety in the laboratory at the University of Borneo, Tarakan, according to all respondents, was 61.40% in the good category.