Renata Primasari
Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effectiveness Of The Apheresis Method On The Quality Of Trombosit Concentrat At UTD PMI Surabaya Renata Primasari; Wahyu Wirahmayati
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.511

Abstract

Apheresis is obtained from one donor, donors are connected to a machine that can clean up blood and only take platelets. The remaining cells and blood plasma are then returned to the donor's body. The purpose of this study was to determine the effectiveness of apheresis methods on the quality of blood products in UTD PMI Surabaya. This type of research uses a post test only control design, which was conducted on November 1st, 2019 - March 30th, 2020 with a sample of 50 TC Apheresis and 50 TC conventional. The quality of blood products carried out by the apheresis method at UTD PMI Surabaya has met the quality standards that have been tested. While the quality of blood products that do not use the Apheresis method at UTD PMI Surabaya, there are 2 samples that do not meet the standards, 48 ​​other samples have met the standards
Pendampingan Donor Darah Pada Masyarakat “Menjaga Ketersediaan Stok Darah Saat Ramadhan” Di UTD PMI Kabupaten Sidoarjo Tahun 2020 Renata Primasari; Hasdianah Hasan Rohan; Vina Yuniarti
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.274

Abstract

Stok darah mengalami penurunan sampai dengan 30% di Kabupaten Sidoarjo. Kekurangan ketersediaan darah menjadi masalah yang belum pernah selesai di Indonesia. Kebutuhan ketersediaan darah di Indonesia mengalami penurunan 1,3 juta kantong darah pertahun. Kurangnya ketersediaan darah ini ternyata merupakan permasalahan medis di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia. Berdasarkan masalah tersebut, maka Palang Merah Indonesia melaksanakan beberapa macam upaya untuk meningkatkan jumlah stok darah selama periode bulan Ramadhan. Penurunan stok darah terjadi karena jumlah permintaan kantong darah yang semakin tinggi di Indonesia dan jumlah pendonor darah mengalami penurunan yang dratis sehingga tidak adanya pendistribusian darah yang baik kepada Rumah Sakit yang membutuhkan suplay darah. Masalah ini harus segera diatasi sehingga tidak akan sangat berdampak buruk kepada kebutuhan seseorang akan darah. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam upaya meningkatkan stok ketersediaan darah di bulan Ramadhan dengan mengadakan pendampingan donor darah pada masyarakat untuk menjaga ketersediaan stok darah saat ramadhan di UTD PMI Kabupaten Sidoarjo Tahun 2020 yang dilaksanakan setiap hari selama bulan Ramadhan mulai 24 April – 23 Mei 2020 pada pukul 08.00 – 21.00 WIB yang bekerjasama dengan UTD PMI Kabupaten Sidoarjo, diperoleh darah yang cukup signifikan dan menambah stok persediaan darah di UTD PMI Kabupaten Sidoarjo
Pendampingan Pedonor Baru di Unit Tranfusi Darah Palang Merah Indonesia Kota Surabaya Tahun 2020 Moh Rifai; Yustisia Amalia; Renata Primasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.276

Abstract

Donor Darah adalah kegiatan atau proses pengambilan darah dalam volume tertentu dari seorang donor, yang nantinya digunakan untuk transfusi darah bagi mereka yang membutuhkan. Donor darah adalah tindakan mulia karena setetes darah bisa sangat bermaaat bagi yang membutuhkan. Pedonor darah adalah orang yang menyumbangkan darah atau komponennya kepada pasien untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Donor baru adalah calon donor yang belum pernah melakukan donor darah dan mempunyai keinginan untuk melakukan donor darah. Setiap Unit Transfusi Darah (UTD) memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketersediaan darah di wilayah kerjanya atau jejaring. Ketersediaan darah sangat tergantung kepada kemauan dan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela dan teratur. Untuk mencapai hal tersebut UTD perlu melakukan kegiatan rekrutmen donor yang meliputi upaya sosialisasi dan kampanye donor darah sukarela, pengerahan donor serta pelestarian donor. Pengabdian Masyarakat ini adalah dengan mengadakan pendampingan pendonor baru di UTD PMI Kota Surabaya. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah : (a) Untuk memberikan pendampingan untuk pedonor baru, (b) Untuk mengedukasi calon pedonor agar memahami persyaratan untuk melakukan donor darah, (c) Untuk memberikan rasa nyaman pada saat melakukan proses pendaftaran donor sampai proses pengambilan darah donor. Luaran yang diharapkan dari pengabdian masyarakat dengan mengadakan pendampingan pada donor baru adalah Calon pedonor terutama donor baru memahami persyaratan donor darah dan Calon pedonor terutama donor baru mengerti dan memahami prosedur melakukan donor darah, sehingga tidak takut untuk mendonorkan darahnya
Sosialisasi Vaksin Covid-19 Kepada Tenaga Kesehatan Pelayanan Darah di UTD PMI Kota Surabaya Tahun 2020 Sasi Widuri; Rachmad Cahyadi; Renata Primasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.277

Abstract

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Tujuan utama pemberian vaksin COVID-19 adalah membantu tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap virus penyebab COVID-19 tanpa harus terserang penyakit terlebih dahulu. Setelah mendapatkan vaksin, tubuh membutuhkan waktu beberapa minggu untuk memproduksi limfosit-T dan limfosit-B. Oleh karena itu, selama waktu ini, seseorang tetap memiliki peluang untuk tertular virus penyebab COVID-19, karena vaksin tidak mempunyai cukup waktu untuk memberikan perlindungan.Terkadang proses pembentukan kekebalan tubuh setelah vaksinasi juga dapat menimbulkan gejala, seperti demam. Gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan