Rachmad Cahyadi
Universitas Dr. Soetomo Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Description of Meeting Blood Needs in Negative Rhesus Patients At dr. Zainoel Abidin Aceh Rachmad Cahyadi; Zuriana Zuriana
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.516

Abstract

The fulfillment of blood needs in Rhesus negative patients based on the blood group that is fulfilled is blood type O as much as 42 blood bags (30.8%) and those that are not met blood group AB are 25 bags of blood (18.3%). Fulfillment of blood needs in Rhesus negative patients based on Rhesus that is fulfilled is Rhesus positive as much as 14,000 blood bags (100%) and those that are not met Rhesus negative are as many as 73 blood bags (53.6 5). Fulfillment of blood needs in Rhesus negative patients based on the inpatient room 26 bags of blood (19.1%) were fulfilled in the midwifery inpatient room and 42 bags of blood (30.8%) were not fulfilled.The study shows that the fulfillment of blood needs in Rhesus negative patients is smaller than what is fulfilled at UTD dr. Zainoel Abidin Aceh Hospital in September 2019-April 2020
Sosialisasi Vaksin Covid-19 Kepada Tenaga Kesehatan Pelayanan Darah di UTD PMI Kota Surabaya Tahun 2020 Sasi Widuri; Rachmad Cahyadi; Renata Primasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.277

Abstract

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Tujuan utama pemberian vaksin COVID-19 adalah membantu tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap virus penyebab COVID-19 tanpa harus terserang penyakit terlebih dahulu. Setelah mendapatkan vaksin, tubuh membutuhkan waktu beberapa minggu untuk memproduksi limfosit-T dan limfosit-B. Oleh karena itu, selama waktu ini, seseorang tetap memiliki peluang untuk tertular virus penyebab COVID-19, karena vaksin tidak mempunyai cukup waktu untuk memberikan perlindungan.Terkadang proses pembentukan kekebalan tubuh setelah vaksinasi juga dapat menimbulkan gejala, seperti demam. Gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan
Sosialisasi dan Pendampingan Penanganan Hematoma Pada Pedonor Darah Di UTD PMI Kota Surabaya Tahun 2019 Putu Ayu Dhana Reswari; Rachmad Cahyadi; Taufik Wijaya
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.278

Abstract

Proses pengambilan darah terkadang dapat mengalami reaksi samping selama atau setelah donor darah. Resiko terjadinya hematoma data terjadi pada donor setelah proses pengambilan darah. Hematoma termasuk salah satu reaksi samping yang dapat terjadi pasca pengambilan darah donor. Sehingga diperlukan penjelasan atau informasi terkait kejadian hematoma pasca pengambilan darah donor. Hematoma merupakan kumpulan darah abnormal di luar pembuluh darah, yang dapat terjadi karena dinding pembuluh darah (arteri, vena atau pembuluh darah kecil yaitu kapiler) rusak, sehingga muncul kebocoran darah ke dalam jaringan. Hematoma dapat menyebabkan pembengkakan yang signifikan. Darah yang keluar dari pembuluh darah akan mengiritasi jaringan sekitarnya sehingga menyebabkan gejala dari peradangan seperti rasa sakit atau nyeri, bengkak dan kemerahan. Kejadian Hematoma dapat terjadi kurang lebih 22% dari total reaksi samping pada proses pengambilan darah donor. Tujuan dari kegiatan ini adalah pendampingan bagi pedonor yang mengalami reaksi samping terjadinya hematoma akibat donor darah yaitu pada proses pengambilan darah donor. Bagi pedonor yang mengalami reaksi samping harus mendapatkan edukasi yang tepat terkait reaksi yang dapat terjadi akibat donor darah. Apabila pedonor tidak mendapatkan edukasi yang tepat dikhawatirkan akan takut untuk mendonorkan darahnya kembali, sehingga penanganan reaksi samping donor darah haruslah tepat supaya donor tidak merasa takut untuk donor darah kembali
Sosialisasi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Di Desa Jukong Labang Kabupaten Bangkalan Tahun 2020 Rachmad Cahyadi; Hasdianah Hasan Rohan; Ryan Rahmad Yuanda
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.279

Abstract

Masyarakat desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki hak untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Pada masyarakat desa dan anak usia dini umumya tidak terlalu peduli tentang bagaimana pentingnya menjaga Kesehatan, dan kurangnya pengetahuan tentang bagaimana pentingnya donor darah rutin. Pada anak usia dini yang seharusnya sudah mempunyai bekal untuk menanamkan sifat kesukarelaan untuk membantu sesama dalam hal donor darah, justru mereka tidak mengathui hal tersebut. Pada lansia yang seharusnya ketat dalam menjaga kadar gula, kolesterol dan asam uratnya, tetapi mereka acuh dengan hal tersebut karena dianggap sepele. Padahal akan berakibat fatal jika lansia tidak menjaganya yang akan menimbulkan penyakit diabtes, serta kadar asam urat dan kolesterol yang tinggi. Kegiatan sosialisasi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis program pengabdian masyarakat ini bekerja sama dengan puskesmas sukolilo. Untuk menyadarkan anak usia dini maka dilakukan sosialisasi tentang donor darah, serta manfaat dan persyaratan ketika akan melakukan donor darah di UTD. Pada lansia akan dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis untuk gula darah, asam urat serta kolesterol. Dan menyadarkan masyarakat desa tentang pentingnya menjaga pola makan agar terhindar dari penyakit yang fatal