Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Relationship Between Knowledge Levels Donors Age 17-30 Years Old And Routine Blood Donation At UTD PMI Surabaya Sasi Widuri
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.512

Abstract

The sampling technique in this study is Simple Random Sampling. From the routine results on 80 respondents showed that there were 36 respondents (45%) did blood donor routines and as many as 44 respondents (55%) did not do blood donor routines at UTD PMI Surabaya and from the Chi Square test using SPSS obtained a correlation coefficient value of 0.649 because Asymp.sig value 0.649> 0.05, so based on the research hypothesis it can be concluded that if the p value α (0.05) then Ho is rejected and Ha is accepted, which means there is no significant relationship between the level of knowledge of donors aged 17 - 30 years with routine blood donor at UTD PMI Surabaya in this study. That there is no significant relationship between the level of knowledge of donors aged 17 - 30 years with the routine blood donor at UTD PMI Surabaya in this study
Kegiatan Donor Darah di Kecamatan Jambangan Kota Surabaya Tahun 2018 Titis Julia Candra; Sasi Widuri; Wiwid Samsulhadi
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.273

Abstract

Ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah PMI Kota Surabaya setiap harinya sangat tergantung dari kesadaran masyarakat yang dengan sukarela meluangkan waktunya untuk menyumbangkan darahnya secara rutin dan berkala karena dorongan kemanusiaan. Dengan adanya kegiatan donor darah yang secara rutin ini akan membuat stok darah selalu stabil dan dapat memenuhi kebutuhan darah untuk Rumah sakit. Sebaiknya kegiatan kegiatan jemput bola atau kegiatan donor darah dengan lokasi yang dekat dengan masyarakat dapat rutin diadakan, karena kalau hanya menunggu masyarakat datang untuk mendonorkan darahnya di PMI, maka kebutuhan darah tidak akan terpenuhi, sehingga sangat dibutuhkan kegiatan kegiatan jemput bola seperti ini untuk lebih meningkatkan jumlah masyarakat yang bersedia mendonorkan darahnya. Pengabdian masyarakat ini juga melakukan jemput bola langsung ke masyarakat yaitu di Kecamayan Jambangan Kota Surabaya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan tentang persyaratan donor darah di kecamatan jambangan dan Melaksanakan kegiatan donor darah agar masyarakat tidak terlalu jauh untuk melakukan donor darah, sehingga luaran yang diharapkan yaitu memberikan memotivasi untuk mendonorkan darah kepada masyarakat dan menjaga stok darah di UTD PMI Kota Surabaya supaya selalu stabil untuk bisa memenuhi kebutuhan darah di Rumah sakit
Pendampingan Informasi Pentingnya Donor Darah Untuk Pendonor Di UTD PMI Kabupaten Sidoarjo Tahun 2020 Yustisia Amalia; Sasi Widuri; Wiwid Samsulhadi
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.275

Abstract

Bagi pasien dengan kondisi kesehatan tertentu, donor darah bisa membantu menyelamatkan hidup mereka. Namun, sebenarnya tidak hanya untuk penerimanya. Ada berbagai manfaat donor darah yang dapat menunjang kesehatan tubuh untuk pendonor. Pada pendonor darah, akan diambil sekitar 480 ml darah dari dalam tubuhnya. Setelah diperiksa dan diuji keamanannya, darah tersebut kemudian akan diberikan kepada pasien yang membutuhkan. Kondisi yang sangat membutuhkan donor darah, antara lain adalah kecelakaan, transplantasi organ, atau memiliki penyakit seperti kanker, anemia, penyakit sel sabit, dan hemofilia. Donor darah bukan hanya bermanfaat bagi pasien atau penerima darah, sang donor atau pemberi darah pun turut mendapat manfaat donor darah.Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan informasi yang harus diterima oleh pendonor darah ditengah pandemi covid-19 dan sebagai upaya membantu ketersediaan stok darah di Kabupaten Sidoarjo. Selain itu tujuan lainnya adalah sebagai upaya mendorong peningkatan kepedulian semua elemen masyarakat dalam kegiatan sosial ditengah masa pandemi covid-19. Bentuk kegiatan merupakan kegiatan donor darah. Peserta donor darah yang berpartisipasi dari berbagai pihak. Secara umum pelaksanaan kegiatan donor darah Pendampingan Informasi Untuk Pendonor di UTD PMI Kabupaten Sidoarjo terlaksana sesuai rencana dan berjalan dengan lancar. Terlaksananya kegiatan tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, baik para peserta donor darah, UTD PMI Kabupaten Sidoarjo, panitia dari mahasiswa Universitas Dr. Soetomo Surabaya. Semoga kegiatan sosial donor darah dapat pula terlaksana di masa yang akan datang sebagai wadah sosial untuk kemanusiaan
Sosialisasi Vaksin Covid-19 Kepada Tenaga Kesehatan Pelayanan Darah di UTD PMI Kota Surabaya Tahun 2020 Sasi Widuri; Rachmad Cahyadi; Renata Primasari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.277

Abstract

Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Tujuan utama pemberian vaksin COVID-19 adalah membantu tubuh untuk mengembangkan kekebalan terhadap virus penyebab COVID-19 tanpa harus terserang penyakit terlebih dahulu. Setelah mendapatkan vaksin, tubuh membutuhkan waktu beberapa minggu untuk memproduksi limfosit-T dan limfosit-B. Oleh karena itu, selama waktu ini, seseorang tetap memiliki peluang untuk tertular virus penyebab COVID-19, karena vaksin tidak mempunyai cukup waktu untuk memberikan perlindungan.Terkadang proses pembentukan kekebalan tubuh setelah vaksinasi juga dapat menimbulkan gejala, seperti demam. Gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun kekebalan