Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Recommendations on Flood Management at Cengkareng Drain Estuary in Enhancing Estuary Resilience to Compound Hazard Hastomo, Athena; Anggraheni, Evi; Prasetyo, Adi; Sutjiningsih, Dwita
CSID Journal of Infrastructure Development Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta's coastal region, characterized by dense settlements and industrial zones, faces significant flood risks due to land subsidence and rising sea levels, exacerbated by human activities and climate change. This study evaluates the effectiveness of the National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) project, which proposes embankments along Jakarta's coast for enhanced flood resilience. Focusing on the Cengkareng Drain estuary, two-dimensional HEC-RAS simulations were employed. This study incorporates various factors such as precipitation, tides, waves, rising sea levels, and land subsidence to model extreme flood scenarios. The analysis reveals key strategies to improve flood management. Firstly, introducing new pumping stations and augmenting existing ones can reduce inundation by 43.16% under present conditions and significantly up to 53.16% by 2050. Secondly, regular dredging to sustain channel capacity is crucial. Additionally, mitigating local land subsidence through stringent law enforcement and heightened public awareness is vital for long-term flood control. These findings offer actionable insights into advancing Jakarta's flood management strategies in the face of evolving environmental challenges.
Impact Analysis of Land Use Changes on Inundation Map In The Ciliwung River Watershed Zein, Muhammad Raihan Arkan Abiyan; Anggraheni, Evi; Yahya, Dadang Muhamad
CSID Journal of Infrastructure Development Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid population growth in Indonesia’s DKI Jakarta Province has escalated the demand for housing, increasing built-up land at the expense of green open spaces, known as Ruang Terbuka Hijau (RTH). This shift has significantly reduced the land available for water infiltration, resulting in increased runoff and flow discharge, particularly in the Ciliwung River Watershed. This research aims to map inundation in the Ciliwung River Watershed, which is attributable to land cover changes from 1990 to 2022. The study examines flood flow discharge and inundation patterns by utilizing HEC-HMS 4.10 for hydrological modeling and HEC-RAS 6.1 for 1D and 2D hydraulic models. Boundary conditions were based on recorded flood flow discharge at the Manggarai Water Gate and Katulampa Dam, combined with historical rainfall data, to represent watershed conditions accurately. Applying 1D and 2D models provides a detailed visualization of inundation changes over time. Findings reveal that identical rainfall events result in varying flood flow discharges and inundation extents due to different land covers. The Kinematic Wave routing method demonstrated high accuracy, with Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) and regression coefficient values of 0.93 and 0.99, respectively. The study concludes that flow discharge and inundation areas increase with the Curve Number (CN) value. Furthermore, the magnitude of rainfall return periods significantly influences discharge volumes and inundation depths, with areas experiencing 0 – 0.3 meters of flooding predominant in the Ciliwung watershed.
Analisis Penerapan Kolam Retensi Sebagai Upaya Penanganan Banjir dengan Model 2-Dimensi Martua, Daniel; Sutjiningsih, Dwita; Anggraheni, Evi; Hamid, Nurul
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5 No 4 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Departemen Teknik Sipil ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Cipinang merupakan salah satu sungai yang mengalir pada wilayah Provinsi DKI Jakarta. Hampir setiap tahunnya Sungai Cipinang mengalami banjir dan luapan dari banjir tersebut menggenangi beberapa wilayah di DAS Cipinang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis terhadap genangan banjir yang terjadi pada wilayah studi baik dari segi luas dan dampak yang diberikan terhadap masyarakat dalam DAS Cipinang. Banjir yang terjadi pada DAS Cipinang disebabkan oleh kondisi DAS Cipinang yang telah mengalami perubahan dari tahun ke tahun serta kondisi dari Sungai Cipinang yang sudah tidak dapat melalukan debit hasil dari hujan dengan periode ulang yang sesuai dengan desain rencana dari Sungai Cipinang yaitu 50 tahunan. Luas genangan yang muncul akibat hujan tersebut kurang lebih 9% dari luas keseluruhan DAS. Untuk melakukan pemetaan genangan digunakan bantuan aplikasi Arc-GIS sebagai aplikasi analisis spasial, HEC-HMS sebagai aplikasi analisis hidrologi yang akan menghasilkan hidrograf banjir, dan HEC-RAS sebagai aplikasi analisis hidrolika yang akan menyimulasikan aliran serta menghasilkan peta genangan banjir 2-Dimensi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terkait salah satu upaya penanganan banjir pada DAS Cipinang berupa pembangunan kolam retensi berjumlah 16 buah kolam yang dapat menurunkan luas genangan yang terjadi sebesar 6% serta mengurangi kedalaman sebesar 20 cm dan durasi debit puncak yang terjadi.
Evaluation of the Effectiveness of the Ameroro Dam in Mitigating Flood Risk within the Ameroro River Basin Muh. Rivan Saranani; Evi Anggraheni
Acitya Wisesa: Journal of Multidisciplinary Research Vol. 5 Issue 1 (2026)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jmr.v5i1.971

Abstract

Recurrent flooding in the Ameroro Watershed, Konawe Regency, Southeast Sulawesi, Indonesia, has historically inundated between 1,500 and 2,000 hectares of downstream agricultural land and residential settlements, driven by peak discharges exceeding 400 m³/s that surpass the natural conveyance capacity of the Ameroro River. This study evaluates the flood risk reduction effectiveness of Ameroro Dam, a National Strategic Project with a total reservoir storage capacity of 101.92 million m³, through an integrated hydrological and hydraulic modeling framework. Hydrological modeling was performed using HEC-HMS, applying the SCS Curve Number method for rainfall loss estimation and the SCS Unit Hydrograph for runoff transformation across design return periods of 2, 5, 10, 25, 50, and 100 years. Hydraulic simulation was conducted using HEC-RAS two-dimensional unsteady flow analysis to produce spatially distributed inundation depth and flow velocity maps for pre-dam and post-dam conditions. Flood risk was subsequently quantified using the composite index framework prescribed by Indonesian National Disaster Management Authority Regulation No. 2 of 2012. Based on the dam’s as-built design specifications, the reservoir is projected to attenuate peak flood discharge by approximately 584 m³/s, representing a 66% reduction at the 100-year return period. Analysis of the risk framework further indicates that downstream sub-districts with high social vulnerability are likely to retain medium risk classifications under regulated discharge conditions, demonstrating that structural measures alone are insufficient. A combined structural and non-structural mitigation strategy is recommended to achieve acceptable residual risk levels across the downstream reach.
Evaluasi Efektifitas Saluran pada Sistem Polder Kamal Jakarta Utara Menggunakan HEC-HMS Evy Mutri Listyaningtyas; Evi Anggraheni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5790

Abstract

Jakarta merupakan kota metropolitan sekaligus pusat pemerintahan Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berada pada kawasan dataran rendah, sehingga memiliki tingkat kerentanan banjir/genangan cukup tinggi. Untuk mengatasi permasalahan banjir di wilayah Jakarta yang tidak dapat mengalirkan air secara gravitasi, sistem polder merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan banjir yang terjadi. Salah satu polder penting di kawasan Jakarta Utara adalah Polder Kamal, yang berfungsi melindungi area permukiman dan infrastruktur di sekitarnya dari ancaman genangan dan banjir serta pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kapasitas saluran eksisting pada sistem Polder Kamal terhadap debit banjir rencana periode ulang 5, 10, dan 25 tahun. Analisis hidrologi yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan alat bantu HEC-HMS dimana perhitungan kehilangan hujan didekati dengan metode SCS-CN dan metode routing menggunakan Kinematic Wave. Evaluasi kapasitas saluran dilakukan dengan membandingkan debit model hasil HEC-HMS dengan debit yang dihasilkan dari analisis luas penampang saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis HMS menunjukkan bahwa kapasitas saluran eksisting pada sistem Polder kamal sebesar 33.40 m3/dt pada kala ulang 5 tahun, 47.30 m3/dt pada kala ulang 10 tahun dan 68.70 m3/dt pada kala ulang 25 tahun, sehingga genangan terjadi akibat adanya antrian air pada saluran di kawasan Polder Kamal tidak dapat dihindari.