Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Impact Analysis of Land Use Changes on Inundation Map In The Ciliwung River Watershed Zein, Muhammad Raihan Arkan Abiyan; Anggraheni, Evi; Yahya, Dadang Muhamad
CSID Journal of Infrastructure Development Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid population growth in Indonesia’s DKI Jakarta Province has escalated the demand for housing, increasing built-up land at the expense of green open spaces, known as Ruang Terbuka Hijau (RTH). This shift has significantly reduced the land available for water infiltration, resulting in increased runoff and flow discharge, particularly in the Ciliwung River Watershed. This research aims to map inundation in the Ciliwung River Watershed, which is attributable to land cover changes from 1990 to 2022. The study examines flood flow discharge and inundation patterns by utilizing HEC-HMS 4.10 for hydrological modeling and HEC-RAS 6.1 for 1D and 2D hydraulic models. Boundary conditions were based on recorded flood flow discharge at the Manggarai Water Gate and Katulampa Dam, combined with historical rainfall data, to represent watershed conditions accurately. Applying 1D and 2D models provides a detailed visualization of inundation changes over time. Findings reveal that identical rainfall events result in varying flood flow discharges and inundation extents due to different land covers. The Kinematic Wave routing method demonstrated high accuracy, with Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE) and regression coefficient values of 0.93 and 0.99, respectively. The study concludes that flow discharge and inundation areas increase with the Curve Number (CN) value. Furthermore, the magnitude of rainfall return periods significantly influences discharge volumes and inundation depths, with areas experiencing 0 – 0.3 meters of flooding predominant in the Ciliwung watershed.
Evaluation of the Effectiveness of the Ameroro Dam in Mitigating Flood Risk within the Ameroro River Basin Muh. Rivan Saranani; Evi Anggraheni
Acitya Wisesa: Journal of Multidisciplinary Research Vol. 5 Issue 1 (2026)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jmr.v5i1.971

Abstract

Recurrent flooding in the Ameroro Watershed, Konawe Regency, Southeast Sulawesi, Indonesia, has historically inundated between 1,500 and 2,000 hectares of downstream agricultural land and residential settlements, driven by peak discharges exceeding 400 m³/s that surpass the natural conveyance capacity of the Ameroro River. This study evaluates the flood risk reduction effectiveness of Ameroro Dam, a National Strategic Project with a total reservoir storage capacity of 101.92 million m³, through an integrated hydrological and hydraulic modeling framework. Hydrological modeling was performed using HEC-HMS, applying the SCS Curve Number method for rainfall loss estimation and the SCS Unit Hydrograph for runoff transformation across design return periods of 2, 5, 10, 25, 50, and 100 years. Hydraulic simulation was conducted using HEC-RAS two-dimensional unsteady flow analysis to produce spatially distributed inundation depth and flow velocity maps for pre-dam and post-dam conditions. Flood risk was subsequently quantified using the composite index framework prescribed by Indonesian National Disaster Management Authority Regulation No. 2 of 2012. Based on the dam’s as-built design specifications, the reservoir is projected to attenuate peak flood discharge by approximately 584 m³/s, representing a 66% reduction at the 100-year return period. Analysis of the risk framework further indicates that downstream sub-districts with high social vulnerability are likely to retain medium risk classifications under regulated discharge conditions, demonstrating that structural measures alone are insufficient. A combined structural and non-structural mitigation strategy is recommended to achieve acceptable residual risk levels across the downstream reach.
Evaluasi Efektifitas Saluran pada Sistem Polder Kamal Jakarta Utara Menggunakan HEC-HMS Evy Mutri Listyaningtyas; Evi Anggraheni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 5 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i5.5790

Abstract

Jakarta merupakan kota metropolitan sekaligus pusat pemerintahan Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berada pada kawasan dataran rendah, sehingga memiliki tingkat kerentanan banjir/genangan cukup tinggi. Untuk mengatasi permasalahan banjir di wilayah Jakarta yang tidak dapat mengalirkan air secara gravitasi, sistem polder merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan banjir yang terjadi. Salah satu polder penting di kawasan Jakarta Utara adalah Polder Kamal, yang berfungsi melindungi area permukiman dan infrastruktur di sekitarnya dari ancaman genangan dan banjir serta pasang surut air laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kapasitas saluran eksisting pada sistem Polder Kamal terhadap debit banjir rencana periode ulang 5, 10, dan 25 tahun. Analisis hidrologi yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan alat bantu HEC-HMS dimana perhitungan kehilangan hujan didekati dengan metode SCS-CN dan metode routing menggunakan Kinematic Wave. Evaluasi kapasitas saluran dilakukan dengan membandingkan debit model hasil HEC-HMS dengan debit yang dihasilkan dari analisis luas penampang saluran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil analisis HMS menunjukkan bahwa kapasitas saluran eksisting pada sistem Polder kamal sebesar 33.40 m3/dt pada kala ulang 5 tahun, 47.30 m3/dt pada kala ulang 10 tahun dan 68.70 m3/dt pada kala ulang 25 tahun, sehingga genangan terjadi akibat adanya antrian air pada saluran di kawasan Polder Kamal tidak dapat dihindari.
Analisis Penerapan Kolam Retensi Sebagai Upaya Penanganan Banjir dengan Model 2-Dimensi Daniel Martua; Dwita Sutjiningsih; Evi Anggraheni; Nurul Hamid
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5 No 4 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Departemen Teknik Sipil ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Cipinang merupakan salah satu sungai yang mengalir pada wilayah Provinsi DKI Jakarta. Hampir setiap tahunnya Sungai Cipinang mengalami banjir dan luapan dari banjir tersebut menggenangi beberapa wilayah di DAS Cipinang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis terhadap genangan banjir yang terjadi pada wilayah studi baik dari segi luas dan dampak yang diberikan terhadap masyarakat dalam DAS Cipinang. Banjir yang terjadi pada DAS Cipinang disebabkan oleh kondisi DAS Cipinang yang telah mengalami perubahan dari tahun ke tahun serta kondisi dari Sungai Cipinang yang sudah tidak dapat melalukan debit hasil dari hujan dengan periode ulang yang sesuai dengan desain rencana dari Sungai Cipinang yaitu 50 tahunan. Luas genangan yang muncul akibat hujan tersebut kurang lebih 9% dari luas keseluruhan DAS. Untuk melakukan pemetaan genangan digunakan bantuan aplikasi Arc-GIS sebagai aplikasi analisis spasial, HEC-HMS sebagai aplikasi analisis hidrologi yang akan menghasilkan hidrograf banjir, dan HEC-RAS sebagai aplikasi analisis hidrolika yang akan menyimulasikan aliran serta menghasilkan peta genangan banjir 2-Dimensi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terkait salah satu upaya penanganan banjir pada DAS Cipinang berupa pembangunan kolam retensi berjumlah 16 buah kolam yang dapat menurunkan luas genangan yang terjadi sebesar 6% serta mengurangi kedalaman sebesar 20 cm dan durasi debit puncak yang terjadi.
Analysis of the Suitability of C-Band Radar-Based Rainfall Data with Rain Gauge Stations in the Upper Ciliwung Watershed, Indonesia Ghinannafsi, Daffa Aliyo; Anggraheni, Evi; Rizal, Muhammad; Halim, Peter Hartono
CSID Journal of Infrastructure Development
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Accurate rainfall estimation is essential for hydrological modelling and flood risk management, particularly in mountainous watersheds where rain gauge coverage is limited. This study evaluated the performance of a calibration correction method for C-Band radar rainfall estimates in the Upper Ciliwung Watershed using data from five rain gauge stations and 100 rainfall events. Data quality was verified through outlier and consistency tests before applying a daily calibration correction factor derived from gauge observations. Radar performance was evaluated using the Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), Percent Bias (PBias), and Root Mean Square Error (RMSE). Before correction, radar estimates substantially overestimated rainfall, with NSE values below -500, RMSE values above 300 mm, and PBias exceeding 1000% at all stations. A uniform correction factor of 0.077 reduced systematic bias, decreasing RMSE to below 35 mm and improving NSE values, although no station achieved the satisfactory threshold (NSE > 0.5). Accuracy after correction ranged from 13.22% to 56.28%. The results demonstrate that the calibration method substantially reduced radar bias but did not achieve sufficient accuracy for direct hydrological applications. Additional correction techniques are required before C-Band radar rainfall data can be reliably integrated into hydrological models and operational flood warning systems in the Upper Ciliwung Watershed.
Kajian Limpasan Permukaan pada DAS Mampang Menggunakan Model SWAT Arin Anggiarini; Evi Anggraheni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v13i1.864

Abstract

Abstrak Pemahaman mengenai proses dan besarnya limpasan yang terjadi beserta faktor yang mempengaruhinya sangat diperlukan sebagai acuan untuk pelaksanaan manajemen pada kawasan perkotaan yang lebih efektif. Studi ini dilakukan di DAS Mampang yang di dalamnya merupakan area Jakarta Selatan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengkaji besarnya limpasan di DAS Mampang menggunakan model SWAT (Soil and Water Assesment Tool). Data input yang digunakan dalam pemodelan SWAT yaitu Digital Elevation Model (DEM), peta tanah, peta penggunaan lahan dan data iklim serta debit observasi untuk keperluan kalibrasi dan validasi menggunakan perangkat lunak SWAT-CUP. Hasil studi ini menunjukkan bahwa rata-rata limpasan yang terjadi di DAS Mampang adalah sebesar 709 mm/bulan dengan curah hujan 1170 mm/bulan atau dengan koefisien limpasan sebesar 0,61 hal ini menunjukkan bahwa limpasan yang terjadi di DAS Mampang adalah sebesar 61% dari tinggi hujan yang terjadi. Kata kunci: Limpasan, DAS Mampang, SWAT, SWAT-CUP  Abstract An understanding of the process and amount of runoff that occurs as well as the factors that influence it are needed as a reference for urban areas management to be more effective. This study was carried out in the Mampang watershed located in Southern Jakarta. The purpose of this study is to assess the amount of runoff in the Mampang Watershed using the SWAT (Soil and Water Assessment Tool) model. The input data used in the SWAT modeling are the Digital Elevation Model (DEM), soil maps, land use maps and climate data as well as observation discharge for calibration and validation purposes using the SWAT-CUP software. The results of this study indicate that the average runoff that occurs in the Mampang Watershed is 709 mm/month with a rainfall of 1170 mm/month or with a runoff coefficient of 0.61. This shows that the runoff that occurs in the Mampang watershed is 61% of the rainfall that occurs. Keywords: Runoff, Mampang Watershed, SWAT, SWAT-CUP
Analisis Banjir pada Polder Sunter Timur II dengan Menggunakan HEC-RAS (Ras Mapper) Agis Setiyowati; Evi Anggraheni
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1003

Abstract

Abstrak Banjir di Jakarta menimbulkan kerusakan dan kerugian, menjadi latar belakang dilakukannya analisis banjir di Polder Sunter Timur II yang disajikan dalam makalah ini. Wilayah hilir Jakarta terbagi menjadi 43 sistem polder dan salah satunya adalah Polder Sunter Timur II. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan luas daerah banjir rencana Polder Sunter Timur II. Analisis hidrologi menggunakan software HEC-HMS dan analisis banjir menggunakan HEC-RAS (Ras Mapper). Data input yang digunakan dalam pemodelan yaitu Digital Elevation Model (DEM), hidrograf, peta penggunaan lahan. Daerah tangkapan air polder Sunter Timur II sebesar 1,328 km2. Hasil simulasi HEC-HMS didapat debit banjir rencana kala ulang 5, 10 dan 25 tahun yaitu sebesar 185 m3/dt, 208,7 m3/dt, 234,3 m3/dt. Hasil simulasi HEC-RAS menunjukkan luas daerah banjir dengan debit banjir kala ulang 5, 10 dan 25 tahun adalah 857,08 Ha, 885,62 Ha, 979,59 Ha. Kata kunci: banjir, sistem polder, analisis hidrologi, HEC-HMS, HEC-RAS Abstract Flood in Jakarta cause damage and losses are the reason for flood analysis of the East Sunter II Polder presented in this paper. Downstream area of Jakarta is divided into 43 polder systems and one of them is East Sunter II Polder. This study aims to obtain the flood area of Polder East Sunter II plan. Hydrological analysis using HEC-HMS software and flood analysis using HEC-RAS (Ras Mapper). Input data used in modeling are Digital Elevation Model (DEM), hydrograph, land use map. Catchment area of the East Sunter II polder is 1,328 km2. The result of HEC-HMS, for 5-, 10- and 25-year return period flood discharge is 185 m3/s, 208,7 m3/s, 234 m3/s. The results of HEC-RAS show that the flood area with 5, 10 and 25-year return period flood discharge is 857,08 Ha, 885,62 Ha, 979,59 Ha. Keywords: flood, polder system, hydrology analysis, HEC-HMS, HEC-RAS
Evaluasi Dampak Perubahan Tutupan Lahan dan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap Fluktuasi Debit Banjir di DAS Mampang Dianah Sarah; Evi Anggraheni
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5948

Abstract

Studi ini dilakukan di DAS Mampang yang memiliki kerentanan banjir tinggi akibat urbanisasi masif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak perubahan tutupan lahan terhadap debit limpasan permukaan melalui studi komparatif implementasi regulasi tata ruang (RTRW Kota Depok dan RDTR Provinsi DKI Jakarta). Analisis dilakukan dengan memodelkan nilai CN historis periode 2000–2024 serta peta rencana tata ruang menggunakan metode SCS-CN yang diintegrasikan ke dalam model HEC-HMS. untuk mengukur peningkatan debit limpasan puncak sebagai konsekuensi dari perubahan fisik lahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan nilai CN yang konsisten, dari 82,830 (tahun 2000) melonjak menjadi 89,853 (tahun 2024). Temuan krusial menunjukkan bahwa kondisi eksisting tahun 2024 telah melampaui ambang batas nilai CN rencana (89,813) yang diproyeksikan sebagai instrumen pengendalian jangka panjang hingga tahun peruntukannya. Fenomena ini membuktikan terjadinya rekonstruksi fisik yang berjalan lebih cepat daripada konsepsi regulasi, sehingga DAS Mampang mencapai "titik jenuh" hidrologi secara prematur. Simulasi HEC-HMS mengonfirmasi dampak tersebut, di mana debit banjir puncak kala ulang 25 tahun meningkat dari 188,6 m³/s (tahun 2000) menjadi 225,9 m³/s (tahun 2024), atau naik sebesar 37,3 m³/s (19,8%) selama 24 tahun. Lonjakan ini membuktikan secara kuantitatif bahwa kapasitas pengendalian banjir yang dirancang berdasarkan dokumen tata ruang berisiko mengalami kegagalan fungsi akibat deviasi pemanfaatan lahan aktual. Hal ini membuktikan bahwa perubahan lahan aktual melampaui regulasi, sehingga diperlukan peninjauan berkala tata ruang berbasis daya dukung air serta penerapan infrastruktur biru-hijau.