Ade Mulyanah
Balai Bahasa Bandung Jln. Sumbawa No. 11, Bandung 40113, Telp. (022) 4205468

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ekspresi Kreativitas Topik dalam Menulis Pentigraf dan Strategi Pengembagannya Karya Siswa Sekolah Indonesia Jeddah Asteria, Prima Vidya; Parmin, Parmin; Sutikno, Sutikno; Mulyanah, Ade
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.57005

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan keberagaman topik yang dipilih oleh siswa dalam menulis pentigraf dan bagaimana siswa mengembangkan cerita sesuai dengan struktur yang ditetapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif dengan data berupa tulisan pentigraf karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) keanekaragaman topik pentigraf siswa dalam mengekspresikan kreativitas penulisan pentigraf, (2) terdapat cerita yang belum memenuhi syarat sebagai pentigraf karena jumlah katanya yang kurang dan berlebihan, (3) selain itu, terdapat strategi pengembangan efektif sesuai dengan teori struktur pentigraf yang terdiri dari (1) abstraksi, (2) komplikasi, dan (3) resolusi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap ekspresi kreatif siswa melalui pentigraf dan memberikan landasan bagi pengembangan strategi pengajaran karya sastra yang lebih inovatif dan efektif di lingkungan pendidikan
Ekspresi Kreativitas Topik dalam Menulis Pentigraf dan Strategi Pengembagannya Karya Siswa Sekolah Indonesia Jeddah Asteria, Prima Vidya; Parmin, Parmin; Sutikno, Sutikno; Mulyanah, Ade
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.57005

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan keberagaman topik yang dipilih oleh siswa dalam menulis pentigraf dan bagaimana siswa mengembangkan cerita sesuai dengan struktur yang ditetapkan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode deskriptif dengan data berupa tulisan pentigraf karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) keanekaragaman topik pentigraf siswa dalam mengekspresikan kreativitas penulisan pentigraf, (2) terdapat cerita yang belum memenuhi syarat sebagai pentigraf karena jumlah katanya yang kurang dan berlebihan, (3) selain itu, terdapat strategi pengembangan efektif sesuai dengan teori struktur pentigraf yang terdiri dari (1) abstraksi, (2) komplikasi, dan (3) resolusi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap ekspresi kreatif siswa melalui pentigraf dan memberikan landasan bagi pengembangan strategi pengajaran karya sastra yang lebih inovatif dan efektif di lingkungan pendidikan
Cross-Cultural Communication of Foreign Students in the Indonesian Language Regarding Cultural Expressions Mulyanah, Ade; Krisnawati, Ekaning
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 6, No 2 (2022): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ijsascs.v6i2.73914

Abstract

Understanding cross-cultural communication is an important aspect of determining the success of communication. Understanding cross-cultural communication is the key to the success of communication (Griffin, 2010). Differences in cultural value orientation also cause differences in cross-cultural communication. What is considered good or bad behaviour, appropriate or inappropriate, polite or impolite in one culture is often perceived as different or contradictory to other cultures. This paper discusses cross-cultural understanding for international students regarding salutations and cultural expressions in the Indonesian language from a sociolinguistics point of view. This research uses a descriptive method. The data collection technique was done virtually by interviewing and filling out questionnaires. By applying the theory of Gudykunst (2003) and Gudykunst and Ting-Toomey (in Jati, 2013), this study quantitatively tested the impact of culture on direct and indirect communication. There are so many theories that discuss the differentiating factors in the emergence of cross-cultural communication. (Liliweri, 2009) explains that several systems cause differences in cross-cultural communication. The study results reveal that cultural expressions should consider cultural aspects in addressing people in certain cultures. The aspects emerge in the stratification of people in society by politely addressing them for those who are respected. They can give titles when addressing them in their equality, the same status, the same position, and other cultural perspectives. The use of the title Bapak/Pak, Ibu/Bu, Mbak, Mas, Adik/Dik, and Kakak/Kak need the students' cultural knowledge. Moreover, the study indicates how international students in Indonesian academic settings should understand implicit cultural expressions such as mau ke mana, dari mana, and apa kabar. Those expressions tend to be understood not only linguistically but also culturally.