Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI NASKAH TASAWUF ABDUL MALIK BIN ABU BAKAR KRUI PENENGAHAN LAHAI Hermansyah, Hermansyah; Mahrus, Erwin; Sulaiman, Rusdi
JURNAL PENELITIAN KEISLAMAN Vol 6, No 2 (2010): (Juni)
Publisher : LP2M IAIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Some experts argue that Islam initially spreading in the archipelago was highly influenced by Sufism. One of the advantages of the approach taken by Sufis was that Islam was relatively tolerant with local culture. Because of such an approach, various local people could easily accept Islam, including those coming from rural and remote areas. Some Muslim religious scholars (ulama) recorded this Islamization in their works and manuscripts. One of the manuscripts was written by Abdul Malik bin Haji Abu Bakar Krui Penengahan Lahai. This important document was found in an inland area of West Kalimantan. Through philological and historical examinations to this manuscript, this study finds that Sufism that was spreading in that area was affiliated to Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sufi order. The text explicitly refers to Fath al-‘Ârifin work, written by Khatib Sambas, the founder of the Qadiriyah wa Naqsyabandiyah sufi order. One important teaching offered by this Sufism is the integration between sharia and tasawuf. The text also reveals that the spread of Islam did not neglect to accommodate local culture.
PERANAN KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN PONTIANAK TIMUR DALAM PENYELENGGARAAN ITSBAT NIKAH TERPADU TAHUN 2019 Shafarina, Ainun; Sulaiman, Rusdi; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 1 No. 2 (2021): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v1i2.437

Abstract

Perkawinan yang tidak dicatatkan dapat diajukannya permohonan Itsbat Nikah ke Pengadilan Agama yang berwenang, setelah permohonan itu diterima maka akan diterbitkan buku kutipan akta nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan setempat sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1), (2), (3), dan (4) KHI terkait Itsbat Nikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Latar Belakang Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur berperan dalam Penyelenggaraan Itsbat Nikah secara Terpadu Tahun 2019; 2) Peranan Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur Dalam Penyelenggaraan Itsbat Nikah Terpadu Tahun 2019; 3) Kendala yang dihadapi Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur dalam Perannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Hukum Empiris (sosiologi), dan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data primer yang peneliti gunakan bersumber dari wawancara dengan kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur dan sumber sekunder peneliti bersumber dari data Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A dan Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil. Lokasi penelitiannya dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur Raya 2. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan document review dan wawancara. Untuk memperoleh keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu Pengadilan Agama Pontianak kelas 1-A dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, paparan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Yang menjadi latar belakang Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur berperan dalam kegiatan ini adalah karena masih ada beberapa pasangan sudah menikah secara agama namun tidak mencatatkannya, dan kegiatan ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya oleh Pemerintah Kota Pontianak yang bersifat terpadu. 2) Peranan Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur sangat besar mulai dari tahap awal hingga akhir acara diselenggarakan. Terutama perannya dalam hal administrasi seperti menginput data, verifikasi awal, menjadi panitia kegiatan, memberikan sosialisasi kepada peserta, hingga buku nikah mereka diterbitkan. 3) Kendala yang dihadapi oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak dari beberapa aspek seperti kurangnya pemahaman peserta mengenai wali nikah, kurangnya persyaratan dari para peserta, dan lain sebagainnya. Kata kunci: Itsbat Nikah Terpadu, Kantor Urusan Agama, Pontianak Timur
BETWEEN RELIGION, CONFLICT, AND CHILDREN: A Narrative Study of Religious Moderation in the Ahmadiyah Case of Sintang Kurniawan, Heri; Sulaiman, Rusdi; Fahmi, Reza
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2021 destruction of an Ahmadiyya place of worship in Balai Harapan Village, Sintang Regency, West Kalimantan, represents a vivid example of ongoing religious conflict in Indonesia. This conflict reflects not only interfaith tensions but also leaves deep psychosocial impacts, particularly on children living near the site. This study aims to describe the conflict narrative, analyze religious moderation practices as a resolution strategy, and identify the psychological impact on children as indirect victims of conflict. Using a qualitative approach with a narrative case study design, data were collected through in-depth interviews, observation, and document review. The findings reveal that local religious moderation practices successfully reduced tensions temporarily, but failed to address the structural roots of the conflict. Affected children exhibited mild to moderate trauma symptoms without receiving professional intervention. This study underscores the urgency of integrating religious moderation with child protection policies in the context of religious-based conflicts.