Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AKURASI ARAH KIBLAT BEBERAPA MASJID KUNO DI PULAU SERIBU MASJID Wafiroh, Ani
Nurani Vol 18 No 2 (2018): Nurani: jurnal kajian syari'ah dan masyarakat
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/nurani.v18i2.2775

Abstract

Dalam sejarah Islam, penentuan arah kiblat terus mengalami perkembangan. Ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup, para sahabat cukup menanyakan kepada Nabi perihal arah kiblat karena apa yang dikatakannya mendekati kebenaran. Persoalan arah kiblat mengemuka bersamaan dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW dan penyebaran agama Islam di luar kota Mekah. Telah banyak metode penentuan arah kiblat yang telah ditemukan oleh para ulama, seperti Tongkat istiwa’, Rubu’ mujayyab, Kompas, Theodolite. Dengan metode-metode tersebut, penelitian ini telah meneliti dua masjid kuno yang ada di pulau Lombok, yakni Masjid Kuno Bayan Belek dan Masjid Kuno Gunung Pujut. Pendekatan kajian yang digunakan adalah ualitatif, sementara pendekatan analisisnya adalah historis-empiris, dan metode penggalian datanya adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitan ini, ditemukan fakta bahwa arah kiblat dua masjid kuno baik Masjid Kuno Bayan Beleq maupun Masjid Kuno Gunung Pujut merupakan hasil ijtihad para ulama yang mendirikan masjid itu. Hal ini terjadi dengan dua alasan: pertama¸ pada saat masjid itu dibangun sekitar 300-500 tahun yang lalu, belum ditemukan peralatan modern yang dapat membantu untuk pengukuran arah kiblat masjid. Kedua, tidak adanya satupun catatan yang menuliskan terkait tata cara atau metode pengukuran arah kiblat kedua masjid kuno ini. Selanjutnya, akurasi arah kiblat antara Masjid Kuno Bayan Beleq dan Masjid Kuno Gunung Pujut cukup jauh berbeda. Kedua masjid ini memiliki tingkat akurasi yang tidak sama, artinya dimungkinkan bahwa kedua masjid ini dibangun oleh dua awlia/ulama yang berbeda. Masjid Kuno Bayan Beleq memiliki akurasi yang cukup baik, hal ini terlihat dari data yang didapatkan. Masjid Kuno Bayan Beleq memiliki angka azimuth kiblat sebesar 2990 20’ 23“ UTSB atau 290 20’ 23“ BU (Barat Laut). Sementara, Masjid Kuno Gunung Pujut memiliki kemelencengan akurasi arah kiblat yang cukup besar, dimana Masjid Kuno Gunung Pujut memiliki angka azimuth kiblat sebesar 2710 28’ 05“ UTSB atau 80 28’ 05“ BU (Barat Laut). Arah kiblat Masjid Kuno Gunung Pujut melenceng sebanyak 200 49’ 23” ke arah Selatan dari Arah Kiblat seharusnya.
OPTIMALISASI PERAN PIK-R (PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA) DALAM MENEKAN ANGKA PERNIKAHAN DINI DI KECAMATAN NARMADA Wafiroh, Ani; Ahmad Fiqqih Alfathoni
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 15 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v15i1.9852

Abstract

Beberapa referensi menunjukkan bahwa faktor utama penyebab pernikahan dini adalah ekonomi dan kemiskinan. Akan tetapi berbeda halnya di Kecamatan Narmada, faktor utama pernikahan dini justru disebabkan oleh orang tua. Hal tersebut karena Remaja seringkali merasa tidak nyaman ketika berada di rumah. Oleh karena itu, perlu ada solusi lain seperti optimalisasi peran PIK-R sehingga remaja dapat dibantu dan memiliki wadah sendiri untuk berbagi. Penelitian ini memiliki dua tujuan, (1) mengetahui faktor penyebab pernikahan dini di Kecamatan Narmada, (2) optimalisasi peran Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dalam menekan angka pernikahan dini. Metode yang digunakan yakni metode kualitatif dengan mengamati fenomena pernikahan dini. Adapun hasil yang diperoleh yakni faktor utama penyebab pernikahan dini di Kecamatan Narmada ternyata berasal dari orang tua, teman sebaya, tokoh agama, lingkungan, pendidikan dan ekonomi atau kemiskinan, hasil yang kedua PIK-R harus terlibat aktif dalam membantu permasalahan remaja, sehingga remaja memiliki tempat/wadah untuk sharing ‘berbagi’ permaslahannya, baik masalah keluarga maupun lingkungan. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa (1) permasalahan remaja dapat juga diatasi dari remaja dan untuk remaja itu sendiri (2) rumah harus menjadi tempat yang nyaman bagi remaja untuk tinggal.
STRATEGY IN APPLYING LOVE LANGUAGE TO ENHANCE THE QUALITY OF RELATIONSHIP IN CAREER FAMILY Fajriantini, Yaumul Sabrina; Wafiroh, Ani; Fiqqih Alfathoni, Ahmad
Familia: Jurnal Hukum Keluarga Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/familia.v6i2.295

Abstract

Love language is a trendy term these days. However, the application of love language is largely ignored by society, especially career families. For this reason, this study aims to describe how career families apply love language strategies in improving the quality of their relationships and how it impacts their family harmony. A qualitative research method was used to collected a phenomenological approach. Data collection techniques were used through in-depth interviews and observations of career families. The results of this study are career families who apply the concept of love language in their families will make it easier for them to improve the quality of family relationships where there are many demands by career families both at work and very little time with family. Therefore, love language is very necessary in career families. In addition, there are impacts if career families do not apply love language in their families, so that small conflicts arise in the household, such as infidelity, differences of opinion, and damage to the relationship between children and parents.