This Author published in this journals
All Journal LIMNOTEK
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LAJU PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio L) DENGAN PEMBERIAN PAKAN LEMNA (Lemna perpusilla TORR.) SEGAR PADA KOLAM SISTEM ALIRAN TERTUTUP Fachmijany Sulawesty; Tjandra Chrismadha; Endang Mulyana
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 21 No. 2 (2014)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2014.13286

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk meningkatkan kinerja budidaya perikanan melalui pemanfaatan pakan alternative yang murah dan ramah lingkungan. Pakan alternatif yang dipilih adalah jenis tumbuhan air, lemna (Lemna perpusilla Torr) yang dikultur secaraintegratif pada suatu sistem produksi perikanan sehingga mempunyai fungsi sebagai sumberpakan alami sekaligus menyerap bahan pencemar kegiatan budidaya. Pengamatan inibertujuan untuk melihat pengaruh pemberian lemna segar terhadap laju pertumbuhan ikan mas(Cyprinus carpio L) pada kolam sistem aliran tertutup. Biomassa lemna segar digunakan untukmengantikan pellet pada porsi setara 50% dari berat kering pakan yang diberikan pada ikanmas sebanyak 3% dari berat badannya per hari. Pengamatan dilakukan selama 24 minggu.Ukuran berat awal ikan mas rata-rata 4,75 - 6,5 g dngan padat penebaran100 ekor per wadah.Parameter pengamatan adalah berat rata-rata ikan,, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversipakan, faktor kondisi, dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Pemberian campuran lemna segarpada pakan ikan mas memberikan nilai laju pertumbuhan spesifik lebih tinggi, yaitu sebesar2,00 %/hari, dibandingkan dengan yang hanya diberi pakan pellet (1,75 %/hari). Berat ratarata,nilai konversi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup ikan yang diberi pakan campuranlemna segar bertutut-turut: 162,7 g, 2,00, dan 64 %, lebih tinggi dibandingkan dengan ikanyang diberi ransum pellet saja (berturut-turut 108,9 g, 3,34, dan 61 %). Pertumbuhan ikanbersifat allometrik negatif (nilai b < 3) dengan nilai b pada ikan yang diberi pakan campuranpellet dan lemna segar lebih tinggi (2,737) dibandingkan dengan ikan yang diberi pakan pelletsaja (2,537). Hasil ini mengindikasikan adanya pengaruh positif pemberian lemna segar yaitudapat meningkatkan pertumbuhan ikan mas. Pemanfaatan biomassa lemna segar untukcampuran pakan ikan mas dapat meningkatkan efisiensi produksi pada usaha budidaya ikanmas.
LAJU KONSUMSI TUMBUHAN AIR MATA LELE (Lemna perpusilla) OLEH IKAN NILA (Oreochromis sp.) DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA Tjandra Chrismadha; Endang Mulyana
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 26 No. 1 (2019)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2019.13361

Abstract

Salah satu segmen rantai makanan pada suatu ekosistem perairan adalah hubungan pemangsaan tumbuhan air oleh ikan herbivora. Pada penelitian ini dikaji laju pemangsaan tumbuhan air mata lele (Lemna perpussila) oleh jenis ikan herbivora nila (Oreochromis sp.). Penelitian dilakukan di laboratorium. Ikan nila dipelihara pada 6 buah bak fiberglass ukuran 2 x 1 x 1,2 m3 dengan kedalaman air 1 m, yang diletakkan sejajar. Air dialirkan secara sistem aliran tertutup menggunakan 2 pompa, yang mengalirkan air dari kedua sisi bak ke bagian tengah dan kembali ke bak di pinggir melalui sistem pipa U. Jatuhan air diatur untuk menjaga kandungan oksigen terlarut >3 mg/L.  Anakan ikan nila 16,9 ± 0,5 g dipelihara dengan kepadatan bervariasi, 5 ekor, 10 ekor, dan 20 ekor per bak. Biomassa tumbuhan mata lele segar diberikan secara ad libitum sebagai pakan tunggal, yaitu dengan memberikan stok pakan di permukaan air kultur dan menambahkannya secara terukur setiap kali habis. Pengamatan dilakukan selama 114 hari,  terhadap pertumbuhan ikan dan jumlah pakan yang diberikan. Data yg diperoleh selanjutnya diolah untuk mendapatkan laju tumbuh  dan jumlah pakan harian dan kemudian dihitung laju konsumsi ikan terhadap biomassa tumbuhan airnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa laju konsumsi tertinggi terjadi pada ukuran ikan kecil dan kepadatan rendah, yaitu 63,46 % dari berat tubuh per hari, yaitu pada kapadatan kultur 5 ekor/bak pada hari ke-6, pada saat ikan berukuran sekitar 20 g/ekor. Laju konsumsi ini menurun sejalan dengan pertambahan berat badan dan kepadatan kultur, dimana laju konsumsi terendah teramati adalah 24,17% dari berat tubuh ikan per hari, pada saat ukuran ikan mencapai rata-rata 125,7 g/ekor pada kultur dengan kepadatan 5 ekor/bak. Hasil pengamatan juga memperlihatkan kepadatan ikan mengurangi laju konsumsi ikan nila terhadap biomassa mata lele.