Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

MEMAHAMI KORUPSI DI DAERAH PASCA DESENTRALISASI: BELAJAR DARI EMPAT STUDI KASUS Budi Setiyono
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Program Magister Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1207.22 KB) | DOI: 10.14710/politika.8.1.2017.27-62

Abstract

Since ‘reformasi movement’ and decentralization takes place, a lot of local government officials (politicians and bureaucrats) are jailed due to their involvement in corruption cases. While on the one hand, this may an evidence that corruption eradication efforts have shown positive results, but on the other hand, it leaves ironic heartbreaking questions. Why these officials caught in corruption cases? Are they economically shortage that forced them to illegally "steal the state money" for themself, their family, as well as their patrons? Or is it related to the wider socio-political context that they can not control? This paper shows that the causes, patterns and modes of corruption at local level were very diverse. In addition to factors related to moral hazard, corruption is also associated with poor government administration, convoluted and unclear regulations, rigid organizational hierarchy, and political rivalry that can lead to an entrapment of official in actions that are perceived as corrupt. These conditions are exacerbated by the weakness of the behavior and commitment of law enforcement agencies in combating corruption. It is urgent, therefore, to develop an integrated system and strategy to increase the effectiveness of corruption eradication. We need to form an a comprehensive policy of combating corruption which is based on the principle of accountability and public participation.Keywords: local government corruption, anti-corruption measures, accountability, governance.
PERANCANGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKING PANEL SURYA MENGGUNAKAN CONVERTER ARUS SEARAH TIPE BOOST DENGAN METODE ALGORITMA PERTURB AND OBSERVE PENGISIAN BATERAI PANEL REMOTE TERMINAL UNIT PT. PLN Anggie Maulana; Budi Setiyono; Sudjadi Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan energi surya sebagai sumber energi listrik memiliki beberapa kelemahan, seperti daya listrik yang dihasilkan oleh panel surya dipengaruhi oleh iradiasi sinar matahari, suhu lingkungan, dan sudut datang matahari. Hal ini menyebabkan daya yang dihasilkan akan mengalami fluktuasi. Maximum Power Point Tracking (MPPT) merupakan suatu metode untuk memaksimalkan daya keluaran yang dihasilkan oleh panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem MPPT menggunakan rangkaian boost converter dengan algoritma Perturb and Observe. Pengujian sistem MPPT dilakukan dengan memvariasi nilai iradiasi dan beban, kemudian menganalisis daya keluaran panel surya tersebut, serta membandingkan daya keluaran sistem yang menggunakan MPPT dan tidak menggunakan MPPT terhadap perubahan beban. Sistem pencarian titik daya maksimum panel surya menggunakan rangkaian boost converter dengan algoritma Perturb and Observe telah berhasil direalisasikan. Daya maksimum yang dihasilkan sistem MPPT dengan variasi beban 50 Ω, dan 100 Ω pada iradiasi 1077 W/m2 dan suhu 30oC adalah 40,16 W dan 41,33 W, sedangkan pada iradiasi 767 W/m2 dan suhu 30oC adalah 30,57 W dan 33,52 W. Sistem MPPT dapat mempertahankan nilai daya pada titik maksimalnya saat terjadi perubahan beban, sedangkan pada sistem yang tidak menggunakan MPPT nilai daya yang dihasilkan akan berubah-ubah sesuai dengan perubahan beban.
EFEKTIVITAS KERJA: PEMERINTAH DESA DALAM MENGELOLA DANA DESA Arif Purnomo; Budi Setiyono; Yuwanto .
Jurnal Education and Development Vol 11 No 1 (2023): Vol.11 No.1. 2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.683 KB) | DOI: 10.37081/ed.v11i1.4303

Abstract

Efektivitas Pengelolaan Dana Desa merupakan sebuah kemapuan pemerintah desa didalam melaksanakan tugas dan fungsi mengelola dana desa agar tujuan dapat tercapai. Dalam penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk meneliti dan menjelaskan efektifitas pengelolaan dana desa oleh Pemerintah Desa Modang Mas, Kecamatan Mentobi Raya, Kabupaten Lamandau. Pertimbangan yang mendasari penelitian ini yakni pemerintah desa modang mas rutin menerima penyaluran dana desa dari pemerintah pusat untuk digunakan oleh pemerintah desa sesuai dengan susunan-susunan program yang telah dilaporkan. Pada jurnal yang ditulis penulis menerapkan model teori efektivitas kerja dalam (Kurniawan, 2005) yaitu efektivitas kerja merupakan bentuk atas mampunya menjalankan tugas, fungsi (menjalankan sistem yang terprogram dalam misi) berdasarkan sistem lembaga atau institusi dengan cara yang disiplin dan profesional. Hasil penelitian ini menunjukkan efektivitas pengelolaan dana desa di Desa Modang Mas sudah efektif. Hal ini dibuktikan dengan kejelasan tujuan untuk pembangunan dan pemberdayaan, strategi untuk mencapai tujuan yang digunakan melibatkan masyarakat, perencanaan yang dilakukan atas dasar tujuan bersama serta penyusunan program dituliskan padarencana kerja pemerintah desa. Adapun faktor yang mendukung yaitu dana desa menjadi pemasukan bagi desa, kerjasama antar lembaga desa, keterlibatan masyarakat, unggulnya Sumberdaya aparatur desa dan akses jaringan internet sudah memadai.
DIGITALISASI PEMERINTAHAN DESA: HAMBATAN DAN DAMPAKNYA BAGI TATA KELOLA DESA Najich Alfayn, Mukhammad Akhmad; Laila Kholid Alfirdaus; Budi Setiyono
Jurnal Inovasi Ilmu Sosial dan Politik (JISoP) Vol 4 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jisop.v4i2.16386

Abstract

Village digitalization has been studied extensively as a subject worthy of in-depth investigation. This study was the beginning of mapping the effects, challenges, and impacts of rural digitalization. In practice, there were still various obstacles. This study's objective was to investigate the various elements that affect the viability of digitalization in a rural environment. The authors of this study used a qualitative study approach using literature review techniques to collect data and information regarding the implementation of e-government in the village. Supporting data could be obtained from reference books, news articles from the internet, and research journal publications. The findings of this study showed that global modernization and digitalization could not be separated if village governments did not want to be left behind. It was impacted by elements that hindered digitalization, such as demographics, distrust, value, competence, and complexity. Strategic actions must be implemented to maximize the implementation of village digitalization. This study had consequences for Indonesian public institutions, both theoretically and practically. It is possible to carry out further studies in the form of a village government digitalization plan.
Perennial Candidates dalam Politik Lokal di Sulawesi Barat Indonesia Oktav Pahlevi; Budi Setiyono; Fitriyah Fitriyah; Supratiwi Supratiwi; Muhammad Yusri AR
Bulletin of Indonesian Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Bulletin of Indonesian Islamic Studies
Publisher : KURAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/biis.v3i2.1403

Abstract

This paper investigates the phenomenon of perennial candidates—individuals who consistently run for local political office but fail to achieve victory. The focus of this study is Salim S. Mengga within the framework of local politics in West Sulawesi, Indonesia. Employing qualitative research methods, this work adopts an in-depth case study approach. Data collection involves interviews, field observations, and documentation, while data analysis utilizes complex time series techniques. The results indicate that the motivations driving perennial candidates, particularly the Mengga clan, are rooted in political clan egoism, a concept deeply embedded in Sulawesi society. The clan's repeated electoral defeats can be examined through institutional theory, which emphasizes their inability to maintain social capital. From the perspective of power theory, political contests are viewed as battles between clans, where victories are predominantly dependent on familial networks, often overshadowing the role of political parties. System theory suggests that the decline in the clan's cultural and symbolic capital adversely impacts their political power. Additionally, political economic theory attributes their failures to a lack of sufficient economic capital within the clan.
Revitalalisasi Narasi Agrikultur Masyarakat Jawa Pada Program Budaya Di Resto Taman Sehat Rejosari Delanggu Fawarti Gendra Nata Utami; Budi Setiyono; Danar Andhata
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/byp2yq61

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini berjudul Revitalisasi Narasi Agrikultur Masyarakat Jawa Pada Program Budaya Di Resto Taman Sehat Rejosari Delanggu. Resto Taman Sehat Rejosari (Tasero) merupakan satu resto yang dibangun dengan konsep agrikultur Jawa yang berada di Desa Rejosari, Delanggu. Resto yang dibangun pada tahun 2021 ini berada di tengah persawahan dengan konsep hidden gem yang tidak terlihat dari jalan, dan hadir dengan konsep bangunan, sajian menu, serta program-program berdasarkan pada pengetahuan-pengetahuan  masyarakat petani di Jawa khususnya di Delanggu. Upaya untuk menyuguhkan bukan hanya terkait kearifan lokal dalam hal menu, layanan dan fasilitas tetapi juga mengembalikan dan mengenalkan kepada pengunjung masyarakat luas untuk dapat menyuguhkan pengetahuan-pengetahuan yang ada pada kebudayaan petani yang sekarang sudah tergerus dengan berbagai kebudayaan baru dan modernitas adalah pentingnya dari penelitian yang akan dilakukan. Dengan pembuatan film pendek gambaran kehidupan petani di Delanggu berupa simbol, pengetahuan, kearifan lokal dan mentranformasikan dalam pertunjukan. Sehingga pengunjung dapat melihat dan menyimak berbagai pengetahuan budaya masyarakat petani. Kegiatan dilakukan dengan melaksanakan pemetaan lapangan, melihat dokumen atau arsip, dan melakukan wawancara. Data yang diperoleh dari analisis ini digunakan untuk membuat program workshop, serta pendokumentasi berbagai kegiatan petani, dan tranformasi dalam karya pertunjukan, seperti panen padi dengan ani-ani lengkap menghadirkan proses bancaan wiwit, mengidupkan Dewi Sri pada saat padi menguning dengan tarian,  yang disusun secara runtut dengan narasi pengetahuannya. Tujuan rekonstruksi kegiatan Pengabdian masyarakat ini adalah ditargetkan menghasilkan workshop dalam bentuk pertunjukan sebagai model transformasi simbol, alat-alat pertanian, budaya, kearifan lokal di Desa Rejosari Delanggu dapat dimanfaatkan untuk mendorong dan mendukung kegiatan edukasi dan pelestarian budaya petani. Sekaligus sebagai model pengembangan resto berbasis pengetahuan budaya petani di Jawa.
The Spaces of Sekaten: Contesting Islamic Values and Market Logic in the Ritual Landscape of Surakarta, Indonesia: - Mukhlis Anton Nugroho; Bambang Sunarto; Budi Setiyono
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 10 No. 2 (2025): Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v10i2.7001

Abstract

Sekaten is a Javanese Islamic ritual that was originally designed as a medium of da‘wah, integrating Islamic teachings with local cultural expressions through music, symbols, and ceremonial spaces. While Sekaten is also celebrated in other Javanese courts such as Yogyakarta, the Surakarta version displays a distinctive spatial configuration in which the royal square is dominated by a large-scale commercial night market and its ritual sites are more sharply separated between sacred and profane functions. This study aims to explore the segmentation of space within the contemporary Sekaten ritual in Surakarta and to analyze the shift from its religious orientation toward a celebratory, commodified form. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through field observation, in-depth interviews, and literature study. The findings reveal a spatial triad in the current ritual configuration: the courtyard of the Great Mosque functions as a site for symbolic Islamic da‘wah, the mosque interior serves as a contemplative spiritual space, and the royal square (alun-alun) has evolved into a festive marketplace. This spatial segmentation reflects a broader shift in public perception—where once the ritual emphasized spiritual reflection, it is now increasingly viewed as entertainment and economic spectacle. The study concludes that reinvigorating the ritual’s spiritual dimensions is essential to preserving Sekaten’s identity as a cultural heritage of Javanese Islam amidst the forces of secularization and market commodification.