Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

JENIS-JENIS TUMBUHAN YANG BERKHASIAT OBAT TRADISIONAL DI KECAMATAN MUTIARA BARAT KABUPATEN PIDIE Miftahulia, Zufahmi, Ervina Dewi
Jurnal Real Riset Vol 3, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jrr.v3i1.358

Abstract

Penelitian ini  yang berjudul “ Jenis-jenis Tumbuhan yang Berkhasiat Obat Tradisional Di Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie “ ini mengangkat masalah adakah jenis-jenis tumbuhan  yang berkhasiat obat tradisional di Kecamatan Mutiara Barat kabupaten Pidie. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui jenis-jenis tumbuhan sebagai obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie. Penentuan sampel untuk penelitian ini hanya diambil satu kemukiman  yaitu sebanyak 6 desa. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pendekatan jenis kualitatif. Teknik analisis data menggunakan  teknik kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada 26 spesies yang terdiri dari 19 famili tumbuhan obat yang digunakan sebagai obat tradisional yang dijumpai di Kecamatan Mutiara Barat Kabupaten Pidie. Berdasarkan  hasil penelitian diketahui bahwa tumbuhan yang paling  banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah dari famili Zingeberaceae.  Sedangkan jenis tumbuhan yang sedikit ditemukan adalah dari famili Liliaceae.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA MODEL LEARNING CYCLE 5E UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMP NEGERI 2 KEMBANG TANJONG Zuraida Zufahmi
Jurnal Sains Riset Vol 9, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v9i2.113

Abstract

Tuntutan generasi yang mampu bersaing secara global adalah generasi yang dibekali dengan kemampuan berpikir kreatif dan memiliki karakter yang kuat. Berpikir kreatif merupakan bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi dan menjadi komponen penting dalam menghadapi isu tuntutan abad ke-21. Kondisi tersebut dirasa perlu dilibatkan siswa dilatihkan kemampuan berpikir kreatif supaya mereka siap menghadapi tantangan yang sulit di masa mendatang. Kemampuan berpikir kreatif bersifat divergen dari siswa mencakup aspek fluency (kelancaran menggukapkan ide), flexibility (kemampuan mengungkapkan ide yang berbeda), originality (keaslian, keunikan ide), dan elaboration (pemberian rinci dan penjelasan pada ide yang dibuat). Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA dengan menggunakan model Learning cycle 5E yang layak untuk melatih siswa berkemampuan berpikir kreatif di SMP Negeri 2 Kembang Tanjong. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2019 di SMP Negeri 2 Kembang Tanjong di kabuapten Pidie dengan model Perangkat pembelajaran Learning cycle 5E untuk melatih berpikir kreatif siswa.Luaran wajib adalah Jurnal nasional tidak terakreditasi dengan pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Learning cycle 5E khususnya pada pembelajaran IPA di SMP. Luaran tambahan jurnal ilmiah terakreditasber ISSN pada tingkat nasional. Pengembangan perangkat menggunakan model pengembangan 4D dengan rancangan One-Group Pre test-Post test Design. Perangkat yang dikembangkan yakni perangkat pembelajaran IPA pada materi pencemaran lingkungan terdiri dari (silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS), Buku ajar Siswa (BAS), dan tes kemampuan berpikir kreatif. Sasaran penelitian adalah perangkat pembelajaran yang diuji cobakan pada 35 siswa SMP kelas VIIB dengan menggunakan perangkat pembelajaran model Learning cycle 5E. Pengumpulan data menggunakan metode obeservasi, tes dan angket. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) dalam penelitian ini adalah tingkat pada tahun pertama adalah 5 dan tahun berikut adalah 6. Perangkat yang dikembangkan valid dengan kategori sangat baik. Terlaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik karena keterlibatan siswa dalam belajar lebih aktif. Kemampuan berpikir kreatif menunjukkan Skor N-Gain berkategori tinggi. Adanya peningkatan kemampuan secara signifikan berpikir kreatif, hal terlihat pada pre-test dan post-test dari indikator yang diukur pada aspek kelancaran (fluency) dan fleksibilitas (flexibility). Indikator elaborasi (elaboration) dan keaslian (originality) merupakan indikator yang memiliki peningkatan rendah dari pre test dan pos test, karena masih banyak siswa yang belum mampu menggaitkan materi yang mereka miliki untuk memperjelas ide dan siswa terpaku oleh beberapa hal yang dijelaskan di buku dalam mengatasi pencemaran lingkungan.Proses pembelajaran mendapat respon positif dari siswa dan kendala proses pembelajaran telah diberikan alternatif solusi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran IPA model Learning cycle 5Elayak dan dapat melatihkan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Negeri 2 Kembang Tanjong. Kata Kunci: Perangkat pembelajaran, Model Learning Cycle 5E, Berpikir kreatif, Pencemaran Lingkungan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA KONSEP SISTEM PENCERNAAN MAKANAN MANUSIA TERHADAP KETRAMPILAN BERFIKIR KRITIS DAN SIKAP SISWA DI SMA NEGERI 1 SAKTI KABUPATEN PIDIE Fadliyani Zufahmi
Jurnal Sains Riset Vol 8, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2273.261 KB) | DOI: 10.47647/jsr.v8i1.31

Abstract

Penelitian tentang “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Konsep SistemPencernaan Makanan Manusia Terhadap Ketrampilan Berfikir Kritis dan Sikap Siswa di SMA Negeri 1Sakti Kabupaten Pidie”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ketrampilan berfikir kritisdan sikap siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw dengan model pembelajaran konvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain penelitian pretest-postest control group design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes objektif berupa tes pilihan ganda. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari N-Gain dan membandingkan N-Gain kelas eksperimen dengan N-Gain kelas kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t independen sample t-test. Hasil analisis dengan menggunakan Uji T (t-test) Independent sample T-test, diperoleh bahwa nilai thit (12,13) sedangkan nilai ttabel (α = 0,05) yaitu (1,645), jadi dapat disimpulkan bahwa thit. ≥ttabel pada (α = 0,05), maka Ha diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar pada siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Kata kunci:Jigsaw, Berfikir Kritis, Pencernaan Makanan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 2 MEUREUDU KABUPATEN PIDIE JAYA Zuraida Zuraida; Zufahmi Zufahmi
Education Enthusiast : Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol 1, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1221.708 KB) | DOI: 10.47647/.v1i2.450

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan model inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa SMA Negeri 2 Meureude Pidie Jaya. Metode penelitian menggunakan desain one group pre-test post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Meuredu berjumlah 90 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dipilih secara randomsampling, sampel yang terpilih adalah siswa kelas X-1 berjumlah 22 siswa sebagai kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan model inquiri dan kelas X-2 berjumlah 20 siswa sebagai kelas kontrol yang diajarkan dengan menggunakan model konvensional.Pengumpulan data menggunakan metode (1) pengamatan, (2) tes hasil belajar  dan  (3) dokumentasi serta (4) serta angket respon siswa. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Mengunakan instrumen penelitian berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lember Kerja Siswa (LKS) dan tes hasil belajar berupa soal tes.Teknik analisis data dengan Analisispeningkatanhasilbelajar Gain yang dinormalisasi (N-gain) dan pengujian hipotesis  uji independent sample t-test(Uji-t).Tahapan model inkuiri dalam kegiatan pembelajaran terdiri dari orientasi masalah, merumus masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis dengan mengalisis data serta membuat kesimpulan. Berdasarkan tahapan tersebut model inkuiri memiliki kesesuaian dengan materi Pencemaran lingkungan.  Hasil belajar setelah penerapan model Inkuiri pada materi Pencemaran lingkungan terjadi peningkatan dengan peroleh N-gain sedang serta kendala yang ditemukan penelitian sudah dicari alternatif solusi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model inkuiri pada materi Pencemaran Lingkungan pada SMA Negeri 2 Meuredu Pidie Jaya dapat meningkatkan Hasil Belajar.Kata Kunci : Model Inkuiri: Hasil Belajar, Pencemaran Lingkungan
HUBUNGAN KEKERABATAN FAMILI RUTACEAE BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI KECAMATAN BANDAR BARU Zufahmi Zufahmi; Nurlaila Nurlaila
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.496 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4227

Abstract

Penelitian  yang berjudul Hubungan Kekerabatan Famili Rutaceae Berdasarkan Karakter Morfologi Di Kecamatan Bandar Baru telah dilakukan pada bulan September sampai Oktober 2017 di Kecamatan Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui hubungan kekerabatan famili Rutaceae berdasarkan karakter morfologi di Kecamatan Bandar Baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua jenis tumbuhan yang terdapat di kawasan Kecamatan Bandar Baru. Lokasi pengambilan sampel ditetapkan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan enam jenis tumbuhan family rutaceae di Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya yang terdiri dari jeruk siam (Citrus nobilis), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), jeruk purut (Citrus hystrix), jeruk lemon (Limonia acidissima), jeruk bali (Citrus maxima), dan jeruk kingkit (Triphasia trifoliata). Koefisien kemiripan 0,62 terdiri dari 3 kelompok. Kelompok I terdiri dari jeruk siam (Citrus nobilis), jeruk siam (Citrus nobilis), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan jeruk purut (Citrus hystrix). Kelompok II terdiri dari jeruk purut (Citrus hystrix). Kelompok III terdiri dari jeruk bali (Citrus maxima).
KARAKTERISTIK TANAMAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) BERDASARKAN PENANDA MORFOLOGI DAN POLA PITA ISOZIM PEROKSIDASE Zufahmi Zufahmi; Suranto Suranto; Edwi Mahajoeno
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 3, No 1 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK III 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.529 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v3i1.2694

Abstract

Labu kuning (Cucurbita moschata) merupakan tumbuhan alternatif pengganti pangan yang memiliki kandungan gizi yang tinggi dan mudah tumbuh diberbagai habitat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya variasi tanaman labu kuning dan hubungan kekerabatan berdasarkan penanda morfologi dan pola pita isozim peroksidase di Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan secara ekploratif di 6 Kabupaten Propinsi Aceh yang meliputi kabupaten Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Pengamatan morfologi meliputi batang, daun, bunga, buah dan biji. Analisis isozim menggunakan Polyacrylamide Gel Electrophoresis (PAGE) dengan pewarnaan enzim peroksidase. Data morfologi dan pola pita isozim dianalisis dengan menggunakan software UPGMA NTSYS untuk memperoleh dendrogram hubungan kekerabatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya 9 varian labu kuning dengan bentuk buah yang bervariasi dimana bentuk bulat panjang memiliki penanda morfologi daun yang berbeda dibandingkan delapan varian lainnya. Hasil dendrogram penanda morfologi menunjukkan labu kuning berbentuk bulat panjang terpisah dari delapan varian lainnya. Analisis pola pita isozim peroksidase menunjukkan sembilan pita isozim dengan nilai Rf 0; 0,1; 0,2; 0,3; 0,4; 0,42; 0,5; 0,56; dan 0,58. Berdasarkan penanda morfologi dan pola pita isozim peroksidase pada koefisien kemiripan 0,67 dendrogram terbagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 terdiri dari varian berbentuk bulat (I) dan bulat lonjong (IV). Kelompok 2 disusun oleh bentuk bulat ceper (II), pir (III), segiempat (VI), bulat melintang (V), silinder (IX), dan botol (VIII), sedangkan kelompok 3 ditempati oleh bentuk bulat panjang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SISTEM EKSKRESI MANUSIA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 JANGKA BUYA Zuraida, Zufahmi, Yuliana
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v3i1.240

Abstract

Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep Sistem Ekskresi Manusia di Kelas XI SMA Negeri 1 Jangka Buya. Penelitian ini termasuk penelitian eksprimen. Populasi Penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Jangka Buya dan Sampel diambil 2 kelas secara random yaitu XI1 sebagai kelas eksprimen dengan jumlah 24 siswa dan kelas XI3  sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 24.  Pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan tes. Teknik analisis data dengan Analisispeningkatanhasilbelajar Gain yang dinormalisasi (N-gain) dan pengujian hipotesis  uji independent sample t-test(Uji-t). Peningkatan hasil belajar menunjukkan Skor N-Gain berkategori sedang sebesar 0,60 pada kelas eksperimen dan kelas kontrol Skor N-Gain berkategori rendah dengan skor rerata 0,32.Hipotesis penelitian menggunakan uji-t diperoleh nilai t = 5,91 jadi t hitung > ttabel yaitu 5,91 > 1,68 dengan demikian Ha diterima dengan taraf signifikan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dapat diterima kebenarannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaranproblem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep sistem ekskresi pada manusia di SMA Negeri 1 Jangka Buya.Kata Kunci: Penerapan, Problem Based Learning, Sistem Ekskresi Manusia, Hasil Belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAKE AND GIVE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DI SMP NEGERI 1 SIMPANG TIGA Nurul Ulfa, Zuraida, Zufahmi
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v2i2.201

Abstract

Peneltian ini berjudul “Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Take and Give untuk meningkatkan hasil belajar pada konsep klasifikasi makhluk hidup di SMP Negeri 1 SimpangTiga”. Pelaksanaan penelitian dilakukan di kelas VII pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019SMP Negeri 1 SimpangTiga. Metode penelitian menggunakan pretest-posttest control group design. Penentuan sampel dalam penelitian ini diambil dari hasil pre-test seluruh kelas VII, kemudian dipilih sebanyak dua kelas yang akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol, yaitu kelas yang memiliki nilai rata-rata kelas yang mendekati, kemudian dipilih secara acak untuk dijadikan yang mana kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas yang terpilih sebagai kelas eksperimen adalah kelas VII-A dengan jumlah siswa 28 orang, sedangkan kelas kontrol adalah kelas VII-B dengan jumlah siswa 28 orang. Pengumpulan data dengan cara dokumentasi dan tes. Teknik analisis data dengan Analisispeningkatanhasilbelajar Gain yang dinormalisasi (N-gain) dan pengujian hipotesis  uji independent sample t-test ( Uji-t). Peningkatan hasil belajar menunjukkan Skor N-Gain berkategori sedang sebesar 0,68 pada kelas eksperimen dan kelas kontrol Skor N-Gain berkategori rendah dengan skor rerata 0,21.Hipotesis penelitian menggunakan uji-t diperoleh nilai t = 6,90, jadi t hitung > ttabel yaitu 6,90 > 1,67, dengan demikian Ha diterima dengan taraf signifikan 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dapat diterima kebenarannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwapenerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Take and Give dapat meningkatkan hasil belajara pada konsep klasifikasi makhluk hidup di SMP Negeri 1 Simpang Tiga.Kata Kunci: Penerapan,  kooperatif Tipe Take and Give, Klasifikasi Makhluk Hidup, Hasil Belajar siswa
KEANEKARAGAMAN JENIS TANAMAN OBAT DI KECAMATAN PEUKAN BARO KABUPATEN PIDIE Zufahmi Zufahmi
Jurnal Agroristek Vol 1, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.485 KB) | DOI: 10.47647/jar.v1i1.56

Abstract

Kecamatan Peukan Baro merupakan salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Pidie, Aceh. Kecamatan ini dinilai berpotensi memiliki keanekaragaman jenis tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis tanaman obat di Kecamatan Peukan Baro Kabupaten Pidie. Penelitian ini dilaksanakan di 14 desa yang berada di Kecamatan Peukan Baro. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan langsung serta dokumentasi tanaman. Teknik analisis data menggunakan teknik kuantitatif yang selanjutnya dikaji menggunakan rumus Shannon-Wienner. Hasil Penelitian ditemukan 31 jenis tanaman obat yang terdiri dari 21 famili. Keanekaragaman jenis tanaman obat di Kecamatan Peukan Baro tergolong tinggi dengan nilai indeks 3,2169. Jenis tanaman obat terbanyak berasal dari famili Zingiberaceae. Bagian yang paling banyak digunakan sebagai obat adalah daun. Kata Kunci: Keanekaragaman, Shannon- Wienner, Tanaman obat
HUBUNGAN KEKERABATAN TUMBUHAN FAMILI CUCURBITACEAE BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DI KABUPATEN PIDIE SEBAGAI SUMBER BELAJAR BOTANI TUMBUHAN TINGGI Zufahmi Ervina Dewi Zuraida
Jurnal Agroristek Vol 2, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.192 KB) | DOI: 10.47647/jar.v2i1.88

Abstract

Cucurbitaceae merupakan tumbuhan yang dapat tumbuh di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Memiliki kandungan gizi yang tinggi dan serat buah yang halus sehingga mudah dicerna,  banyak digunakan sebagai obat tradisional sebagai anti diabetes, anti hipertensi, anti tumor, immunomodulasi, dan anti bakteri karena banyak mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif seperti fenolat, flavonoid, vitamin (termasuk vitamin β-karoten, vitamin A, vitamin B2, α-tokoferol, vitamin C, dan vitaminE) ,asam amino, karbohidratdan mineral(terutamakalium), kandungan energirendah(sekitar 17 Kcal/100 glabusegar)dan serat dalam jumlah yang besar.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kekerabatan jenis tumbuhan famili Cucurbitaceae berdasarkan karakter morfologi di Kabupaten Pidie. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Agustus 2018 di Kabupeten Pidie, terdiri dari Kecamatan Pidie, Mila, Indrajaya, Peukan Baro, Mutiara, dan Tangse. Pengamatan morfologi dilakukan dengan mengamati organ batang, daun, bunga, buah dan biji. Analisis data dengan menggunakan software UPGMA NTSYS untuk memperoleh dendrogram hubungan kekerabatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 8 (delapan) jenis tumbuhan famili Cucurbitaceae terdiri dari Cucumis sativus (mentimun), Luffa acutangula (gambas/oyong), Ligenaria siceria (labu air), Cucurbita moschata (waluh), Sechium edule (labu siam), Citrullus vulgaris (semangka), Cucumis melo (melon), dan Momordica charantia (pare). Karakterisasi morfologi pada tumbuhan famili cucurbitaceae menunjukkan adanya variasi morfologi pada organ batang, daun, bunga, buah dan biji. Pada koefisien kemiripan 0.67, dendogram dibagi menjadi 4 (empat) kelompok. Kelompok 1 terdiri dari Cucumis sativus (mentimun), Luffa acutangula (gambas/oyong), Ligenaria siceria (labu air), dan Citrullus vulgaris (semangka). Kelompok 2 terdiri dari Cucurbita moschata (waluh) dan Cucumis melo (melon). Kelompok 3 terdiri dari Sechium edule (labu siam). Kelompok 4 terdiri dari Momordica charantia (pare).Kata kunci: Cucurbitaceae, Karakter Morfologi, Dendogram