Joseph Rengkung
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HOTEL RESORT DI PULAU SILADEN. Arsitektur Neo Vernakular Tirsa Tellah; Joseph Rengkung; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25057

Abstract

Melesatnya jumlah wisatawan yang berkunjung di Sulawesi Utara khususmya di Manado yang mencapai angka fantastis dan terus meningkat setiap tahun di daerah-daerah pusat wisata salah satunya Pulau Siladen yang memiliki begitu banyak keunggulan alam dan sangat menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung, hal ini berdampak pada jumlah akomodasi yang berada di Pulau Siladen yang terbilang sedikit untuk dapat mewadai wisatawan yang terus bertambah, dengan demikian di butuhkan sarana akomodasi yang mampu menibangi jumlah wisatawan yang berkunjung ke pulau siladen yaitu Hotel Resort sebagai salah satu fasilitas penginapan yang menunjang kebutuhan akomodasi di Pulau Siladen.Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Sulawesi Utara khususnya Pulau Siladen yang berguna untuk menaikan devisa negara, dengan menghadirkan Hotel Resort yang memiliki tingkat kenyamanan dan mampu memanfaatkan lingkungan sekitar untuk memikat minat wisatawan, dengan penerapan Tema Arsitektur Neo-Vernakular.Metode perancangan di gunakan Glass Box Method yang kriterianya berupa sasaran yang telah di tentukan, analisa sebelum memecahkan masalah mensistensikan output secara sistematis, kemudian mengevaluasi secara logis suatu rancangan, sehingga menghasilkan gambar-gambar desain perancangan Hotel Resort di Pulau Siladen seperti rencana tapak, layout, denah, dengan konsep bangunana yang sesuai dengan penerapan Arsitektur Neo-VernakularKata kunci : Hotel Resort, Arsitektur Neo-Vernakular, Pulau Siladen.
HOTEL RESORT DI LUWUK. Neo Vernacular Architecture Andre I. Tahaka; Joseph Rengkung; Pingkan P. Egam
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25551

Abstract

Perancangan kawasan wisata merupakan hal penting dalam meningkatkan kualitas kawasan dalam aspek fisik. Kabupaten Banggai merupakan sebuah wilayah yang memiliki banyak potensi - potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai daerah wisata. Kota Luwuk yang merupakan Ibukota Kabupaten Banggai memiliki potensi alam yang menarik dan natural sehingga dapat dijadikan daya tarik kalangan masyarakat luas untuk mengenal wilayah tersebut. Pengadaan wadah salah satu alternatif dalam pengembangan kebutuhan wisatawan, perancangan Hotel Resort di kota Luwuk merupakan salah satu strategi yang diambil untuk menyediakan wadah bagi penikmat wisata masyarakat luas baik dalam skala domestik maupun mancanegara. Dalam mengangkat potensi budaya lokal tema perancangan diambil “Neo-Vernacular Architecture” dimana tema ini menghadirkan rancangan yang mengangkat karakteristik lokal secara spesifik sebagai identitas budaya lokal. Strategi korelasi tema dan objek rancangan dikolaborasikan dalam elemen arsitektur seperti pada rancangan atap, material lokal yaitu kayu kumea yang diposisikan pada permainan selubung bangunan.Kata Kunci : Pariwisata, Hotel Resort, Neo-Vernacular Architecture.
PLAZA KOMIK DI MANADO. Folding Architecture Fricilia Lalamentik; Joseph Rengkung; Ricky Lakat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.26200

Abstract

Istilah komik menjadi hal yang sudah tidak asing lagi untuk di denga, baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari seseorang bisa mendapatkan media komik di toko buku maupun rental buku yang telah tersebar di setiap tempat yang ada di Indonesia.Di Manado sendiri sebenarnya terdapat beberapa sekolah seni/komik namun masih banyak orang yang belum mengetahui hal tersebut dikarenakan belum adanya informasi yang jelas. Dengan dibentuknya tempat khusus yang mewadahi kegiatan produksi komik serta tempat untuk melakukan eksebisi khususnya dalam bidang komik secara baik. Sesuai dengan namanya maka bangunan ini akan berfungsi sebagai studio komik serta menjadi tempat yang dapat menampung kegiatan-kegiatan tentang komik dan juga sebagai tempat pelepasan komik baru yang akan beredar dipasaran sesuai dengan fenomena yang ada.Perancangan desain ini mengambil tema “Folding Architecture” ini karena mengambil unsur dasar dalam sebuah komik yaitu kertas karan tema ini juga dapat diartikan kedalam bahasa indonesia yaitu arsitektur melipat dimana dilihat dari sisi arsitektur tema ini juga bisa menggunakan unsur kertas didalamnya. Kata Kunci : perkembangan komik di manado, plaza komik, folding architecture