Claudia S. Punuh
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KAWASAN RESOR DANAU LOWO DI DESA SAMPALOWO KABUPATEN MOROWALI UTARA SULAWESI TENGAH: Arsitektur Tepi Air Wiwin Afdiati; Rieneke L.E. Sela; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup yang lebih modern dan penumpukan banyak aktivitas membuat masyarakat mendambakan sesuatu yang jauh dari keramaian dan kepenatan sebagai tempat untuk beristirahat, berekreasi, dan menenangkan diri. Oleh karena itu, pembangunan kawasan resor dapat menjadi solusi dalam memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat serta diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan perekonomian daerah. Pembangunan kawasan resor tidak terlepas dari pentingnya peran dunia arsitektur agar dapat menghasilkan suatu objek yang dapat dinikmati secara optimal. Metode yang digunakan dalam proses perancangan Kawasan Resor Danau Lowo adalah proses desain glass box. Metode perancangan glass box diibaratkan sebagai kotak kaca yang di mana setiap prosesnya dapat diargumentasikan dan bersifat logis. Perancangan kawasan resor ini menghasilkan objek wisata alam yang memiliki nilai fungsionalitas tanpa mengabaikan nilai estetika dan kekuatan pada objek rancangan. Kata Kunci: Morowali Utara, Kawasan Resor, Arsitektur Tepi Air
RUMAH SAKIT KHUSUS PENYAKIT INFEKSI DI KOTA MANADO: Arsitektur Biofilik Hasriansyah Daud; Michael M. Rengkung; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit khusus infeksi penyakit menangani kekhususan penyakit yang diakibatkan oleh mikroorganisme patogen yang menunjang kebutuhan pemeriksaan kesehatan, penyembuhan, perawatan, dan isolasi penderita penyakit. Menghadirkan desain Rumah Sakit Khusus Penyakit Infeksi di Kota Manado adalah respon penanganan jenis penyakit menular lewat wadah arsitektur untuk memaksimalkan fungsi penyembuhan dan perawatan pasien penderita lewat pengaplikasian tema rancangan desain Arsitektur Biofilik yang menghadirkan kedekatan dengan alam lewat 3 prinsipnya yaitu nature in the space, natural analogue, dan nature of the space. Hasil perancangan kemudian akan menampilkan penerapan desain yang selaras dengan alam untuk pemenuhan kenyamanan pengguna objek yang mencangkup tampilan bagian luar maupun dalam objek. Kata Kunci : Kota Manado, Rumah Sakit Khusus, Penyakit Infeksi, Arsitektur Biofilik
MUSEUM BUDAYA BOLAANG MONGONDOW DI KOTAMOBAGU: Pendekatan Tradisional Kontemporer Vira V. Podomi; Raymond D. Ch. Tarore; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang banyak akan suku bangsa dan adat budaya yang harus dijaga juga dilestarikan, sebagaimana ada dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 yang di antaranya kurang lebih; bahwa benda budaya yang dilestarikan merupakan kekayaan budaya bangda yang penting. Di Indonesia yang terkenal dengan penggunaan multikulturalismenya, salah satunya Bolaang Mongondow, memiliki sejarah yang berbeda sebagai landasan pembangunan sosial, budaya dan politi. Sebagai daerah yang sangat diminati daerah Bolaang Mongondow terkenal dengan sejarah terbentuknya masyarakatnya sendiri, karena tidak lepas dari nilai-nilai moralnya, sehingga sudah menjadi kebiasaan dari Bolaang mongondow. Dalam hal ini budaya dapat membangun ciri khas daerah dan juga daapat menarik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Upaya melestarikan dan memperhatikan tak lepas dari pemilik dan pengguna yaitu masyarakat tidak dapat dipisahkan ataupun dihilangkan. Perancangan Museum budaya Bolaang Mongondow di Kotamobagu bertujuan untuk mendukung program Pemerintah daerah, untuk wadah pendidikan bagi para generasi muda, sebagai pusat informaasi budaya di kotamobagu untuk semua kalangan masyarakat serta dapat menjadi sarana wisata edukasi rekreatif. Museum Budaya Bolaang Mongondow di Kotamobagu dengan tema Pendekatan Tradisional Kontemporer akan menjadi tempat informasi tentang kebudayaan berupa warisan budaya, sebagai tempat mengumpulkan, merawat, menyajikan dan melestarikan yang dengan tujuan studi, penelitian, kesenangan ataupun hiburan. Kata Kunci : Bolaang Mongondow, Museum Budaya, Pendekatan Tradisional Kontemporer
MEMORIAL FUNERAL PARK DI MANADO: Modern garden Kevin Anter; Frits O. P. Siregar; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 1 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 1, Mei 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai bagian dari RTH (Ruang Terbuka Hijau), kawasan pekuburan seharusnya menjadi sebuah taman kota, yang menjadi tempat resapan air dan juga menjadi tempat berbagai aktivitas sosial yang dilakukan didalamnya. Hal ini tertulis dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 5 tahun 2008 tentang pemanfaatn Ruang Terbuka Hijau di Kawasan perkotaan. Di Sulawesi Utara khususnya Kota Manado dan kota-kota besar lain yang ada di Sulewesi Utara, kawasan pekuburan hanya menjadi tempat pemakaman jenazah dimana banyak yang tidak tertata, pemanfaatan lahan yang kurang optimal, banyak Kawasan pekuburan yang tidak mempunyai lahan kosong sehingga 1 makam bisa diisi lebih dari 1 jenazah. Seperti contoh pekuburan bahu banyak 1 makam yang disi bahkan sampai 4 jenazah didalamnya. Banyak Kawasan pekuburan memberi dampak negative terhadap lingkungan sekitarnya yaitu membuat tanah disekitar Kawasan pekuburan menjadi turun. Kawasan pekuburan yang seharunya menjadi taman kota. Oleh karena itu dalam perancangan ini akan menghadirkan Kawasan pekuburan dengan konsep memorial park yang tertata rapih memiliki suasana yang beda dengan tempat pemakaman pada umumnya. Dengan penerapan tema modern garden dengan perancangan yang baik akan mengubah suasana Kawasan pekuburan, sehingga orang yang datang di kawasan pekuburan ini tidak merasa seperti datang ke ke kawasan pekuburan. Kata kunci : Kawasan Pekuburan, Memorial park, Sulawesi Utara, Kota Manado, Modern Garden
MEDAN OCEANARIUM PARK. Arsitektur Metafora Rebecca A. G. Hutabarat; Fela Warouw; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.24637

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memliki kekayaan laut yang melimpah. Kekayaan laut inilah yang menjadi andalan pemerintah dalam menunjang pembangunan bangsa dan devisa negara melalui sector pariwisata. Pengembangan wisata bahari merupakan salah satu pemanfaatan kekayaan laut dan keindahan bawah laut  yang  sangat diminati oleh para wisatawan. Oceanarium adalah salah satu objek wisata bahari laut yang memungkinkan kita melihat keindahan bawah laut tanpa harus menyelam. Oceanarium ini bertujuan sebagai salah satu wahana rekreasi serta edukasi mengenai kekayaan alam laut Indonesia kepada para wisatawan. Selain itu diharapkan meningkatkan sektor pariwisata, pendidikan maupun ekonomi. Pantai Cermin terletak di Kabupaten Serdang Bedagai,  Sumatera Utara. Dalam peraturan pemerintah Serdang Bedagai, Kawasan Pantai Cermin Theme Park merupakan kawasan pengembangan pariwisata. Lokasi objek perancangan Oceanarium berada di Kawasan Pantai Cermin Theme Park. Serta Tema yang dipilih dalam objek perancangan adalah Arsitektur Metafora.Kata kunci : Oceanarium, Pantai Cermin, Metafora
HOTEL RESORT DI PULAU SILADEN. Arsitektur Neo Vernakular Tirsa Tellah; Joseph Rengkung; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25057

Abstract

Melesatnya jumlah wisatawan yang berkunjung di Sulawesi Utara khususmya di Manado yang mencapai angka fantastis dan terus meningkat setiap tahun di daerah-daerah pusat wisata salah satunya Pulau Siladen yang memiliki begitu banyak keunggulan alam dan sangat menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung, hal ini berdampak pada jumlah akomodasi yang berada di Pulau Siladen yang terbilang sedikit untuk dapat mewadai wisatawan yang terus bertambah, dengan demikian di butuhkan sarana akomodasi yang mampu menibangi jumlah wisatawan yang berkunjung ke pulau siladen yaitu Hotel Resort sebagai salah satu fasilitas penginapan yang menunjang kebutuhan akomodasi di Pulau Siladen.Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Sulawesi Utara khususnya Pulau Siladen yang berguna untuk menaikan devisa negara, dengan menghadirkan Hotel Resort yang memiliki tingkat kenyamanan dan mampu memanfaatkan lingkungan sekitar untuk memikat minat wisatawan, dengan penerapan Tema Arsitektur Neo-Vernakular.Metode perancangan di gunakan Glass Box Method yang kriterianya berupa sasaran yang telah di tentukan, analisa sebelum memecahkan masalah mensistensikan output secara sistematis, kemudian mengevaluasi secara logis suatu rancangan, sehingga menghasilkan gambar-gambar desain perancangan Hotel Resort di Pulau Siladen seperti rencana tapak, layout, denah, dengan konsep bangunana yang sesuai dengan penerapan Arsitektur Neo-VernakularKata kunci : Hotel Resort, Arsitektur Neo-Vernakular, Pulau Siladen.
ART CENTER di KOTA TOMOHON. Arsitektur Semiotik Andreano Mawuntu; Vicky H. Makarau; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.25556

Abstract

Seni merupakan cermin dari kehidupan manusia, dalam dunia seni berkembang sebuah ‘pergulatan’ pemikiran tentang hubungan seni dengan realitas kehidupan manusia,baik itu seni modern maupun tradisional. Menurut sebagian insan seni, seni dipahami sebagai suatu karya yang terlepas dari kondisi masyarakat disekitarnya. Kota Tomohon dewasa ini memiliki berbagai macam kesenian yang mulai dikenal oleh banyak masyarakat didalam maupun diluar Kota Tomohon. Menurut kenyataanya, kebanyakan seniman hanya mampu menyalurkan hobby mereka lewat fasilitas seadanya saja, sebagai contoh seorang musisi yang hanya bisa menempatkan keahliannya di tempat-tempat hiburan seperti cafe, gereja, acara pernikahan, dll, dan seorang pelukis yang hanya menerima orderan lukisan jika ada konsumen yang membutuhkan lukisan itu untuk hadiah. Art Center di Tomohon adalah sebuah wadah yang menampung berbagai macam keseinian baik seni tradisional maupun seni modern. Wadah ini mampu untuk mempermudah dan membantu segala aktifitas kesenian baik sarana maupun prasarana dan juga untuk perkembangan segala jenis seni yang ada di Kota Tomohon, wadah ini juga mampu menjadi pusat perhatian dengan merancang bagian luar sebagai suatu bentuk arsitektural yang sengaja dirancang untuk kebutuhan. Pembangunan Art Center di Tomohon dengan Tema Rancangan Arsitektur Semiotik merupakan sebuah wadah yang melayani dan memudahkan para seniman untuk menyalurkan setiap hobby dan kemampuan masing-masing.. Kata kunci : Art Center, Tomohon, Semiotic Architecture.
PUSAT REKREASI DAN OLAHRAGA AIR DI KOTA MANADO. Sustainable Architecture Rangga Papodi; Claudia S. Punuh; Rachmat Prijadi
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 2 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 2, November 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i2.27806

Abstract

Rekreasi merupakan suatu kegiatan yang sangat penting bagi perkembangan fisik maupun mental masyarakat. Memadukan kegiatan rekreasi dan olahraga atau komersial merupakan suatu yang positif untuk mendukung perkembangan kehidupan seseorang yang modern. Seiring dengan perkembangan peradaban manusia yang terus berkembang, banyak kegiatan rekreasi  yang disempurnakan dan sebagai kegiatan pemersatu masyarakat baik lokal maupun internasional, salah satunya rekreasi air, Oleh karena itu perlu dihadirkannya Pusat Rekreasi Air dan  Olahraga Air di Manado, Yang bisa memadukan kegiatan, rekreasi dan olahraga serta komersial.Dalam perencanaan sebuah Pusat Rekreasi Air dan  Olahraga Air, harus benar-benar direncanakan secara matang, dan disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan masyarakat modern sekarang ini. Berangkat dari keterkaitan antara bangunan/objek rancangan  dengan media penghubung alaminya (Air) maka tema yang diambil untuk bangunan ini yaitu Sustainable Architecture, Konsep ini menerapkan segala sesuatu tentang lingkungan baik itu dari segi bentuk, fisik maupun prinsip lingkungan dan alam kedalam bangunan. Konsep ini menunjukkan bagaimana air dapat berintegrasi dengan arsitektur. Dengan imajinasi yang tepat serta keterampilan, air dapat memperkuat bentuk arsitektur. Konsep ini berkaitan erat dengan penerapan high tech dan ramah lingkungan serta mengeksplorasikan prinsip prinsip air sebagai estetika, utilitas, struktur, dan bentuk ke dalam bangunan. Manado sebagai sebuah  Kota  dengan kebutuhan rekreasi yang cukup baik dan menjadi tolak ukur serta acuan kemajuan perkembangan mental khususnya rekreasi air di belahan timur Indonesia. Untuk itu demi meningkatkan kebutuhan masyarakat akan rekreasi air, maka Tuntutan untuk penyediaan fasilitas rekreasi air dan olahraga air yang representative dan modern sangatlah diperlukan. Kata Kunci : Rekreasi Air, Olahraga Air, Sustainable Architecture
PERPUSTAKAAN UMUM DI TONDANO. High Tech Arsitektur Jonathan V. Pendong; Aristotulus E. Tungka; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30881

Abstract

Perpustakaan merupakan sarana pendidikan nonformal dan informal, artinya perpustakaan merupakan tempat belajar diluar bangku sekolah maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah. Dimana perpustakaan sebagai sumber informasi yang menyimpan karya manusia, karya cetak seperti buku, majalah, dan sejenisnya serta karya rekaman seperti kaset, piringan hitam, dan sejenisnya. Perpustakaan juga menjadi sumber informasi yang menjadi acuan dalam mencari literatur.Dalam menarik minat pengunjung perpustakaan memerlukan sebuah desain ruang-ruang yang bisa menarik minta baca pengunjung perpustakaan karena tatanan fisik merupakan salah satu dasar dalam memenuhi kebutuhan dasar beraktivitas, mempengaruhi penampilan, perasaan, dan kepribadian setiap orang / pengunjung, dan dalam perancangan “Perpustakaan Umum di Tondano” ini penulis menggunakan penerapan tema “High Tech Arsitektur”.                      Kata kunci : Perpustakan Umum, Tondano, Informasi, High Tech Arsitektur
REDESAIN TERMINAL BUS TIPE B DI AMURANG. Arsitektur Perilaku Mirsa M. S. Tarek; Herry Kapugu; Claudia S. Punuh
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31154

Abstract

Kehadiran sebuah terminal di setiap kabupaten/kota merupakan hal yang penting dan esensial. Kabupaten minahasa selatan sendiri memiliki terminal angkutan tipe B yang terletak di Kota Amurang sebagai Ibukota Kabupaten Minahasa Selatan, namun keberadaannya masih diwarnai dengan berbagai permasalahan yang kopleks, yang mengakibatkan terminal Amurang bekerja tidak optimal yang pada gilirannya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Selatan yang di dalamnya Kota Amurang. Hal ini melatarbelakangi gagasan perlunya redesain atau perencanaan kembali terminal tersebut yang mengacu pada RTRW kabupaten Minahasa Selatan, dengan tetap berada dilokasi yang sama yaitu di Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang. Rencana redesain terminal ini digagas dengan mengplikasikan tema “Arsitektur Perilaku” yang diharapkan mampu mewujudkan suatu terminal baru yang lebih optimal dengan menambah fasilitas-fasilitas terminal sebagai penunjang fungsi terminal itu sendiri. Hasil dari perencanaan kembali terminal ini diwarnai dengan konsep-konsep desain yang mengacu pada tema, dengan tidak mengabaikan aspek penting yang bersifat standar dalam rancangan terminal. Redesain Terminal Bus Tipe B di Amurang ini diharapkan mampu menjadi terminal yang benar-benar berjalan sesuai dengan fungsinya.Kata kunci            : Terminal Amurang, Terminal Tipe B, Arsitektur Perilaku