Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERBANDINGAN KAPASITAS VITAL PAKSA PARU PADA MAHASISWA PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Barakati, Rokky V.; Lintong, Fransiska; Moningka, Maya E.W.
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.7407

Abstract

Abstract: Indonesia is one of the countries with the highest smoking prevalence in the world. Tobacco is a major component of smoking may cause the death of half of its consumers. Cigarettes contain more than 4000 chemicals are exposed through cigarette smoke. Lung function as an exchange of oxygen and carbon dioxide into place exchange of substances contained in cigarettes, which would cause damage to the lungs. This study aimed to know the difference of Forced VitalCapacity (FVC) among students smokers and non-smokers in the Medical Faculty of Sam Ratulangi University. This was a cross sectional analytic survey (cross-sectional). The location was at Prodia Laboratory Manado. There were 40 samples ion this stiudy. The results showed that the value of p= 0.003 <α =0.05, and concluded that there were significant differences between students who smoked and who did not.Keywords: students smokers, students non-smokers, forced vital capacityAbstrak:Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka prevalensi merokok tertinggi di dunia. Tembakau yang merupakan komponen utama rokok dapat menyebabkan kematian setengah dari penggunanya. Rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia yang dipaparkan melalui asap rokok. Paru-paru yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen dengan karbon dioksida menjadi tempat pertukaran zat yang terkandung dalam rokok, yang akan menyebabkan teradinya kerusakan pada paru-paru. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan Kapasitas Vital Paksa (KVP) pada Mahasiswa perokok dan bukan perokok di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik. Desain penelitian yaitu cross sectional atau studi potong lintang, dimana pengukuran hanya dilakukan satu kali pada satu saat pada suatu populasi di wilayah tersebut. Lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium Klinik Prodia Manado. Sampel pada penelitian ini berjumlah 40 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai p = 0.003 < α = 0,05, dan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara Mahasiswa perokok dan bukan perokok.Kata kunci: mahasiswa perokok, mahasiswa bukan perokok, kapasitas vital paksa paru
PENGARUH AIR MINERAL DAN AIR MINUM BEROKSIGEN TERHADAP SATURASI OKSIGEN DARAH PESENAM ZUMBA Pelealu, Brenda N. E.; Moningka, Maya E.W.; Rumampuk, Jimmy F.
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.7413

Abstract

Abstract: During physical activity, blood flow and oxygen usage will increase in order to transport oxygen which is required by muscles during exercise. One of the parameters to check the amount of oxygen that is bound to hemoglobin is oxygen saturation. This study aimed to determine the level of blood oxygen saturation of those who consumed mineral water and high oxygenated water during zumba gymnastics. This was an analytical experiments method with pre and post test approach. Total samples were 31 people who met the criteria and were willing to become the respondents. Data were analyzed using Wilcoxon Test. The results showed that the oxygen saturation before and after consuming mineral water (97.5±0.9) and (97.7±1.03) meanwhile before and after consuming high oxygenated water (97.6±0.75) and (98.7±0.44). The Wilcoxon test showed that there was a significant difference of blood oxygen saturation between before and after consuming high-oxygenated water (p=0.000) whereas for other respondents who consumed mineral water, there was no significant difference in their condition before and after consuming mineral water (p=0.198). Conclusion: There was a higher increase in blood oxygen saturation value before and after consuming oxygenated water compared to before and after consuming mineral water.Keywords: oxygen saturation, mineral water, and oxygenated water.Abstrak: Ketika beraktivitas fisik, aliran darah dan penggunaan oksigen akan meningkat untuk mengangkut oksigen yang diperlukan pada otot selama latihan. Salah satu parameter untuk melihat kadar oksigen yang berikatan dengan hemoglobin adalah Saturasi Oksigen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai saturasi oksigen darah pada orang yang mengkonsumsi air mineral dan air beroksigen tinggi pada senam zumba. Penelitian ini menggunakan metode analitik eksperimental dengan pendekatan pre and post test. Sampel penelitian berjumlah 31 orang yang memenuhi kriteria dan bersedia menjadi responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saturasi oksigen sebelum dan sesudah mengonsumsi air mineral (97,5±0,9) dan (97,7±1,03) sedangkan sebelum dan sesudah mengonsumsi air beroksigen tinggi (97,6±0,75) dan (98,7±0,44). Hasil uji Wilcoxon test menunjukkan perbedaan yang signifikan pada responden sebelum dan sesudah mengonsumsi air beroksigen (p=0,000) sedangkan ketika responden mengonsumsi air mineral terdapat perbedaan yang tidak signifikan pada kondisi sebelum dan sesudah mengkonsumsi air mineral (p=0,198). Simpulan: Terjadi peningkatan yang lebih tinggi dalam nilai saturasi oksigen darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi air beroksigen dibandingkan dengan air mineral.Kata kunci: saturasi oksigen, air mineral, air beroksigen.
Pengaruh Cold Water Immersion Terhadap Tingkat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) Pasca-Latihan Sepak Bola pada Siswa SMA Negeri 3 Manado Koapaha, Brigitha Dinda; Lintong, Fransiska; Danes, Vennetia R.; Rumampuk, Jimmy F.; Moningka, Maya E.W.
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 5 No. 12 (2025): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v5i12.32577

Abstract

Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) merupakan keluhan nyeri otot yang muncul 24–72 jam setelah aktivitas fisik intens, khususnya pada latihan sepak bola yang melibatkan kontraksi eksentrik dan beban fisik tinggi. Pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), banyak atlet muda menjalani latihan intens tanpa pengetahuan memadai mengenai pemulihan, sehingga rentan mengalami nyeri otot berkepanjangan. Kondisi ini menunjukkan perlunya metode pemulihan yang efektif, salah satunya Cold Water Immersion (CWI). Mengetahui pengaruh CWI terhadap tingkat DOMS pasca latihan sepak bola pada siswa SMA Negeri 3 Manado. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan pre-test and post-test with control group. Sebanyak 22 responden laki-laki usia 14–18 tahun dipilih melalui teknik total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok kontrol (n=11) dan kelompok intervensi dengan CWI (n=11). Tingkat nyeri diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) dan McGill Pain Questionnaire (MPQ) pada tiga waktu pengukuran: pre-test, 24 jam pasca-latihan, dan 48 jam pasca-latihan. Data dianalisis secara deskriptif, diuji normalitas menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji homogenitas menggunakan Mauchly's Test of Sphericity, serta dianalisis menggunakan Friedman Test sebagai uji non-parametrik. Dilakukan pemeriksaan tingkat DOMS menggunakan VAS dan MPQ sebagai instrumen penelitian, yang dilihat dari hasil analisis data Friedman Test dengan nilai signifikansi < 0,001 (<0,05).  Terdapat pengaruh yang signifikan dari intervensi CWI terhadap tingkat DOMS pasca latihan sepak bola pada siswa SMA Negeri 3 Manado.
Perbandingan Efektivitas White Noise dan Pink Noise Terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar Berdasarkan D2 Test of Attention Pada Mahasiswi Kedokteran Anjanisuari, Ni Made Dwi Ayu; Rumampuk, Jimmy F.; Moningka, Maya E.W.
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3748

Abstract

Latar Belakang: Konsentrasi belajar merupakan aspek penting dalam menunjang keberhasilan akademik mahasiswi kedokteran yang sering menghadapi beban akademik tinggi, distraksi lingkungan dan media sosial. Adapun stimulus audio seperti white noise dan pink noise diketahui berpotensi meningkatkan fungsi kognitif, namun perbandingan efektivitas keduanya terhadap konsentrasi masih terbatas. Tujuan: Menganalisis perbandingan efektivitas paparan white noise dan pink noise terhadap tingkat konsentrasi belajar berdasarkan d2 Test of Attention pada mahasiswi kedokteran. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan two group pretest-posttest comparative design. Sampel terdiri dari 50 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi angkatan 2023 yang dipilih melalui purposive sampling. Subjek dibagi menjadi dua kelompok intervensi, sebelum diberikan intervensi subjek diberikan pre-test tanpa intervensi audio dan post-test masing-masing mendengarkan kelompok intervensi white noise atau pink noise dengan intensitas 55–60 dB selama 9 menit. Tingkat konsentrasi diukur menggunakan d2 Test of Attention dengan parameter Concentration Performance (CP). Analisis data dilakukan dengan paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil: Uji paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi yang signifikan pada kedua kelompok setelah intervensi (p < 0,001). Hasil independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan signifikan efektivitas antara white noise dan pink noise (p = 0,033), dengan rata-rata skor CP lebih tinggi pada kelompok white noise (181,04) dibandingkan kelompok pink noise (156,16). Kesimpulan: Terdapat perbandingan efektifitas antara white noise dan pink noise dalam mengukur konsentrasi belajar mahasiswi kedokteran, namun white noise terbukti lebih unggul dibandingkan pink noise.
Hubungan Energi Kinetik dan Potensial dalam Gerakan Lay Up pada Pemain Bola Basket DBL Manado Independent School Warouw, Jovando T.; Moningka, Maya E.W.; Danes, Vennetia R.; Lintong, Fransiska; Rumampuk, Jimmy F.
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3786

Abstract

Teknik lay up melibatkan lari, lompatan, dan pelepasan bola ke ring, membutuhkan koordinasi biomekanika yang optimal untuk mencapai akurasi dan efesiensi gerak. Aspek pada teknik lay up dari sudut pandang fisika diantaranya energi kinetik & energi potensial, yang bergantung pada kemampuan fisik atlet. Pada saat atlet berlari energi kinetik yang berperan pada saat berakselerasi menuju ring, dan energi potensial pada saat mencapai ketinggian optimal untuk mencetak poin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up pemain bola basket tim DBL Manado Independent School. Metode yang digunakan observasional analisis korelasi, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up atlet basket. Penelitian ini hanya mengobservasi dan menganalisis hubungan dari kedua energi tersebut yang akan direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan energi kinetik dan energi potensial pada 3 fase yang berbeda. Data yang diperoleh kemudian diuji menggunakan uji pearson. Terdapat hubungan antar energi kinetik dan energi potensial yang ditandakan dengan r = 0,524 dan ?  < 0,05. Terdapat hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up yang ditandakan dengan penurunan energi kinetik dan peningkatan energi potensial sampai ke titik puncak
Analisis Penurunan Torsi Fleksi Siku Sebagai Indikator Fatigue Selama Serial Dumbbell Bicep Curl Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Karel, Aurelio H.; Danes, Vennetia R.; Lintong, Fransiska; Moningka, Maya E.W.; Rumampuk, Jimmy F.
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7284

Abstract

Kemampuan otot untuk menghasilkan gaya akan menurun akibat kontraksi berulang, yang dikenal dengan istilah muscle fatigue. Penurunan ini dapat diukur secara objektif dengan pengukuran torsi, yang secara biomekanik menunjukkan efektivitas gaya otot terhadap sumbu rotasi sendi. Torsi fleksi siku, yang dihasilkan oleh kontraksi otot Biceps brachii, menjadi indikator penting dalam menilai performa otot ekstremitas atas. Namun, penggunaan alat pengukur torsi berbasis elektromiografi (EMG) atau alat isokinetik sering dianggap mahal dan kurang praktis untuk penelitian berskala mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan biomekanika berbasis analisis sudut eksternal dengan software Kinovea untuk menghitung torsi fleksi siku selama gerakan dumbbell bicep curl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat penurunan torsi fleksi siku yang signifikan sebagai indikator muscle fatigue selama serangkaian gerakan dumbbell bicep curl pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain within-subject repeated measures yang melibatkan 20 mahasiswa laki-laki berusia 18-25 tahun. Gerakan tiga set dumbbell bicep curl direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan sudut torsi fleksi siku, kemudian dihitung torsi secara manual. Data antar set diuji dengan Repeated Measures Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan torsi fleksi siku yang signifikan antar set (p < 0,001), dengan uji post-hoc Bonferroni menunjukkan semua perbandingan set bermakna. RPE juga meningkat seiring bertambahnya set. Torsi fleksi siku menurun secara signifikan selama serial dumbbell bicep curl, sehingga dapat digunakan sebagai indikator objektif muscle fatigue.