Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA ITATS UNTUK BERWIRAUSAHA DENGAN METODE ANALISIS DISKRIMINAN ., Suparto; Baros, Cristiana
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.219 KB)

Abstract

Pengaruh pendidikan kewirausahaan selama ini telah dipertimbangkan sebagai salah satu faktor penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan hasrat, jiwa dan perilaku berwirausaha di kalangan generasi muda. Salah satu faktor pendorong pertumbuhan kewirausahaan disuatu negara terletak pada peranan universitas melalui penyelenggaraan pendidikan kewirausahaan. Di era globalisasi saat ini, wirausaha sebagai salah satu alat untuk mencapai keunggulan kompetitif. Minat berwirausaha pada mahasiswa dibentuk melalui pengalaman langsung atau pengalaman yang mengesankan dan hal ini akan menyediakan kesempatan bagi individu untuk mempraktekkan, memperoleh umpan balik dan mengembangkan keterampilan yang mengarah pada efikasi personal dan pengharapan atas hasil yang memuaskan. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa Fakultas Teknologi ITATS. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa ITATS untuk berwirausaha. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis diskriminan yang digunakan untk mengklarifikasi suatu indidvidu atau observasi ke dalam kelompok yang saling bebas dan menyeluruh berdasarkan sejumlah variabel bebas. Beberapa variabel bebas yang digunakan adalah; pengeluaran, pendidikan, lingkungan keluarga, IPK dan usia. Sedangkan variabel responnya adalah minat mahasiswa dalam berwirausaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa berwirausaha adalah pendidikan, lingkungan keluarga, pengeluaran dan usia. Diantaranya faktor yang dominan adalah pendidikan. Kata Kunci: Kewirausahaan, Analisis Diskriminan, Minat Mahasiswa
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN KONSUMEN DI RESTORAN BUKIT DARMO GOLF SURABAYA ., Suparto; Wanodya, Elok
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Adhibaladika Agung merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembang property dan lapangan golf.Salah satu unit usaha yang ada pada PT. Adhibaladika Agung adalah unit usaha penyediaan layanan makanan(restoran). Masalah pelayanan apabila kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karenasifatnya yang sangat sensitif. Demikian juga dengan pelayanan restoran yang ada di Bukit Darmo Golf Surabaya.Meskipun sistem pelayanannya sudah didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tatakarma yang baik tetapi dirasa masih belum cukup memberikan kepuasan kepada konsumen (pelanggan). Penelitianini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen restoranBukit Darmo Golf Surabaya. Dimensi jasa (layanan restoran) yang digunakan dalam penelitian ini adalah;Reliability, Responsiveness, Assurance, Emphaty dan Tangibles. Dengan menggunakan metode Analisa RegresiLinear Berganda didapatkan hasil bahwa dimensi Reliability dan Responsiveness di restoran Bukit Darmo GolfSurabaya mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap kepuasan konsumen restoran. Baik secara uji serempakdan uji parsial kelima dimensi tersebut, yaitu; tangible (X1), realibility (X2), responsiveness (X3), assurance(X4), danemphaty(X5) berpengaruh terhadap kepuasan konsumen restoran (Y).Kata kunci : Kepuasan Konsumen, Dimensi Jasa dan Analisa Regresi Linier Berganda
Gerakan Dakwah Pada Organisasi Perti: Historis, Pemikiran, Dan Implementasi Manajemen Dakwah Dalam Konteks Nasional Dan Global ., Wahidin; ., Suparto
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper examines the da’wah movement within Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), one of Indonesia’s oldest Islamic organizations, focusing on its historical foundation, religious thought, and organizational management in the context of national and global challenges. Founded in 1928 in Candung, West Sumatra, PERTI emerged as a traditionalist response to Islamic reform movements, maintaining Ahlussunnah wal Jamaah teachings through education and community-based da’wah. Using a qualitative descriptive approach with library research methods, this study explores the historical evolution of PERTI, its da’wah ideology, and its implementation of da’wah management. The findings show that PERTI emphasizes education as a central medium of da’wah, with madrasahs and pesantren functioning as centers of Islamic propagation and moral formation. The organization applies a collegial and consultative management model, integrating religious leadership and community engagement. However, PERTI faces modern challenges, including digital transformation, leadership regeneration, and competition with transnational Islamic movements. Strengthening digital literacy, enhancing educational modernization, and promoting inter-organizational collaboration are essential for PERTI’s continued relevance
Transformasi Manajemen Dakwah Ahmadiyah Di Indonesia: Kajian Atas Adaptasi Organisasi Terhadap Regulasi Dan Stigma Sosial ardani, baharudin; ., Suparto
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 3 (2026): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the management transformation of the Indonesian Ahmadiyya Community (JAI) in response to severe institutional pressures, primarily driven by the 2008 Joint Ministerial Decree (SKB 3 Menteri) and discriminatory local regulations. Employing the P-O-A-C (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) management framework and organizational adaptation theory, the analysis focuses on JAI's mechanism for survival amidst legal stagnation and social stigma. The findings indicate that JAI achieved resilience through two core strategies: (1) Strengthening centralized internal management and focusing the actuating function on internal tarbiyat (spiritual training) to build members' psychosocial resilience. (2) Strategic external adaptation by shifting from theological dakwah (bil lisan) to humanitarian service (dakwah bil hal) under the Humanity First banner. While the humanitarian program successfully built a positive narrative and legitimacy, this strategy reflects a managerial trade-off: diverting resources from the core theological mission for survival, suggesting a strategic functional secularization. Theoretically, this study affirms that spiritual conviction serves as a crucial intangible asset for mobilizing human resources within a persecuted minority organization..
Model Struktur Organisasi Kolaboratif Pada Lembaga Dakwah Dan Pengaruhnya Terhadap Etos Kerja Karyawan trizuwani, siti; ., Suparto
Journal of Business Economics and Management | E-ISSN : 3063-8968 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The organizational structure of Islamic da’wah institutions in Indonesia is still dominated by hierarchical models that create barriers in coordination, communication, and employee participation. This study aims to conceptually analyze how the implementation of a collaborative organizational structure can strengthen employee work ethic within da’wah institutions. The method used is a literature review by examining national journals, organizational management books, and scientific publications related to da’wah and organizational structure from 2014–2024. The analysis was conducted through theme identification, concept categorization, and argumentative synthesis. The findings show that a collaborative organizational structure which includes decentralization, two-way communication, cross-functional work, flexibility, and facilitative leadership positively influences five dimensions of work ethic: intrinsic motivation, a sense of responsibility and trustworthiness (amanah), creativity, internalization of Islamic values (shura, ta'awun, ukhuwah), and team cohesion. This model not only improves work systems but also strengthens the mission of da’wah by positioning work as a form of worship. The implication is that da’wah institutions need to consider designing more flexible and participatory structures aligned with Islamic principles. Future research is recommended to test these conceptual findings through field studies or case studies to obtain empirical evidence