Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Typology of Access to Land Resources and Socio-Ecological Dynamics in the Coastal Community of Pasaran Island, Lampung Province, Indonesia Jessica Vanelia Amanda; Arya Hadi Dharmawan; Soeryo Adiwibowo
Jurnal AGRISEP JURNAL AGRISEP VOL 24 NO 01 2025 (MARCH)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jagrisep.24.01.103-126

Abstract

Differences in land access on Pasaran Island reflect complex inequalities between local and migrant groups, and between communities with different economic power. The social-ecological dynamics involved control of land resources and reclamation. The absence of appropriate regulations has led to tensions. Using a qualitative method using in-depth interviews with 14 informants. Informant selection based on purposive sampling technique based on criteria, primary data was collected from 14 informants who were directly involved in the social-ecological dynamics created on Pasaran Island, including the Local Government (Marine and Fisheries Office of Bandar Lampung City and Land Office of Bandar Lampung City), Head of Village, Head of Neighborhood Association, Local Community (Bugis), Migrant Community (Cirebon and Indramayu), and Community Leaders.  Data collection was closed after data saturation was reached when no more new information emerged, and the data collected as a whole formed a complete story. This research explores issues of access struggle and social-ecological dynamics within the framework of access theory. Based on understanding these land access and socio-ecological dynamics, the government can take more appropriate steps to manage resources, prevent conflict, and support environmental sustainability and community welfare on Pasaran Island.
Dinamika Sosio-Ekologi Pedesaan: Perspektif dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan dan Ekologi Politik Arya Hadi Dharmawan
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 1 No. 1 (2007): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.114 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v1i1.5939

Abstract

Perkembangan bidang keilmuan ekologi-manusia, sosiologi lingkungan, dan ekologi-politik dipandang sangat impresif, selama dua dekade terakhir. Sekalipun berjalan tidak linier, transformasi ekologi-manusia menjadi sosiologi-ekologi-manusia (sosiologi lingkungan) telah mendorong munculnya ekologi-politik sebagai bidang keilmuan baru untuk melengkapi dua bidang sebelumnya. Sekalipun memiliki akar epistemologis yang sama, namun ketiga bidang studi tetap bekerja pada “wilayah keilmuan” yang otonom. Sebagai bidang kajian paling mutakhir, ekologi politik dapat dikatakan sebagai bidang keilmuan yang mengambil manfaat paling besar atas dua bidang keilmuan sebelumnya yaitu sosiologi-ekologi-manusia dan antropologi budaya (cikal-bakal human ecology). Dari perspektif lain, bidang kajian ekologi politik berkembang sebagai konsekuensi kompleksitas persoalan yang dihadapi oleh sistem ekologi planet bumi, dimana relasi manusia dan alam berlangsung relatif rumit dan saling menegasikan satu sama lain. Manakala aspek kekuasaan (power), konflik kepentingan, dan kekuatan-kekuatan ekonomi-politik harus diperhitungkan, maka ekologi-politik lebih mampu membedah persoalan yang tidak dapat dianalisis oleh ekologi manusia. “Dinamika konflik sumberdaya alam dan lingkungan” serta “olah kekuasaan pemangku kepentingan” menjadi fokus kajian ekologi politik saat ini. Dengan makin rumitnya dimensi persoalan ekologi dan lingkungan di abad 21, maka kerjasama para ahli dari ketiga cabang ilmu di atas makin diperlukan.