Nahdalina Nahdalina
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, Universitas Gunadarma

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KETERSEDIAAN PENGGUNA JASA DALAM MEMBAYAR TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS : KOPAJA P20 JURUSAN SENEN – LEBAK BULUS) Lestari, Nincy Ayu; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta menyediakan sebuah pilihan baru untuk mengurangi permasalahan kemacetan di Jakarta Pusat dengan mengintegrasikan dua transportasi massal yakni Kopaja P20 dan Transjakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengguna jasa bersedia membayar lebih jika dimensi dari kualitas servis dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan pengguna jasa ditingkatkan. Terdapat 5 faktor yang memiliki pengaruh penting dari kepuasan pengguna jasa, faktor-faktornya adalah bukti wujud, keandalan, keresponsifan, jaminan dan empati. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner di Kopaja P20 dimana perubahan dilakukan.  Data kemudian diuji dengan menggunakan perhitungan statistik dan berdasarkan hasil analisis regresi logistik biner didapat faktor-faktor yang paling berpengaruh adalah faktor keresponsifan, bukti wujud dan jaminan, dengan nilai kecenderungan (odds ratio) yang dapat diketahui bahwa pengguna jasa untuk bersedia membayar karena faktor keresponsifan sebesar 3,7, faktor bukti wujud sebesar 4,3 dan faktor jaminan sebesar 3,0.  Kata Kunci: Willingness To Pay, Integrasi Transjakarta Kopaja, Busway
ANALISIS ANTRIAN DAN TUNDAAN AKIBAT LAMPU LALU LINTAS DAN PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API MENGGUNAKAN METODE ANTRIAN DETERMINISTIK (STUDI KASUS: PERLINTASAN KERETA API TANJUNG BARAT JAKARTA SELATAN) Winarsih, Neneng; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar antrian dan tundaan akibat lampu lalu lintas dan penutupan pintu perlintasan kereta api di Tanjung Barat Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode antrian deterministik. Hasil pengamatandi lokasi, menunjukkan akibat adanya penutupan pintu perlintasan kereta api, dapat mengurangi nilai kapasitas pada jam sibuk pagi sebesar 28,4% dan pada jam sibuk sore sebesar 13,8 %. Berdasarkan perhitungan derajat kejenuhan, diketahui lokasi tersebut dalam kondisi Oversaturated. Besarnya rata-rata antrian selama 2 jam sibuk pagi jika terjadi penutupan pintu perlintasan sebesar 309 smp/lajur dan jika tidak ada penutupan pintu perlintasan kereta sebesar 131 smp/lajur. Besarnya peningkatan antrian karena adanya penutupan pintu perlintasan kereta api pada jam sibuk pagi sebesar 136 %.Besarnya rata-rata tundaan selama 2 jam sibuk pagi jika terjadi penutupan sebesar 39,98 menit/smp. Rata-rata tundaan jika tidak ada penutupan pintu 14,22 menit/smp.Besarnya rata-rata antrian selama 2 jam sibuk sore jika terjadi penutupan pintu perlintasan sebesar 238 smp/lajur. Besarnya rata-rata antrian jika tidak ada penutupan pintu perlintasan kereta sebesar 136 smp/lajur. Besarnya peningkatan antrian karena adanya penutupan pintu perlintasan kereta api pada jam sibuk sore sebesar 75%. Rata-rata tundaan selama 2 jam sibuk sore, jika terjadi penutupan pintu perlintasan kereta api sebesar 6,69 menit/smp, sedangkan jika tidak ada penutupan pintu perlintasan sebessar 3,82 menit/smp.  Kata kunci: Antrian, Arus Jenuh, Kapasitas, Perlintasan Kereta Api, Tundaan.
PEMILIHAN PENANGANAN GANGGUAN OPERASIONAL KRL JABODETABEK MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Lastin, Wike Wedya; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem operasi kereta rel listrik sangat rentan dengan gangguan. Sedikit saja gangguan yang terjadi dapat mengakibatkan penundaan, keterlambatan bahkan pembatalan perjalanan kereta api. Diperlukan perekapan penanganan gangguan menurut ahlinya untuk diketahui oleh pengandali perjalanan kereta rel listrik lainnya sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan saat terjadi gangguan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan penanganan gangguan operasional KRL Jabodetabek serta mengetahui keputusan-keputusan yang diambil menurut beberapa pakar. Metode yang digunakan adalah melakukan wawancara kuesioner kepada 5 pakar atau ahli penanganan gangguan pada dinas PT. Kereta Api (Persero) yaitu Senior Menejer KRL Jabodetabek, Senior Menejer operasional PK.OC, Kepala Pusat Pengendalian Operasional Kereta Api (Pusdal Opka) Daop 1 Jakarta, Menejer Operasional PT. Kereta Api (Persero), Pelaksana PK.OC, selanjutnya dari pendapat ke 5 ahli dilakukan analisis dengan mengggunakan Analitical Hierarchy Process (AHP).  Kata Kunci :Gangguan, operasional, kereta rel listrik, Analitical Hierarchy Process (AHP). 
ANALISIS PENERAPAN TRANSIT SIGNAL PRIORITY (TSP) PADA SISTEM TRANSJAKARTA BUSWAY Studi Kasus: Koridor VI (Ragunan – Kuningan) Arief, Mohammad Ikhsan; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 13, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transjakarta Busway System is a BRT System deployed in DKI Jakarta. For more than 7 year operating, there’re still some obstacles in the system in which make the Busway system can’t operate effectively. In order to fix the system, for travel time aspect, there will be held a research in Simulation of Transit Signal Priority (TSP) in Transjakarta Busway System. The research will be held on the 6th Corridor (Ragunan – Kuningan). TSP is an intelligent transport system which modified the traffic light to better accommodate transit vehicle, so the travel time will be reduce but somehow the non-transit traffic is less disturbed. Simulation will be executed by VISSIM, a traffic simulator program. There will be three scenarios for TSP application: phase extension, red truncation, and phase advance. Based on VISSIM simulation, after TSP is deployed, the average travel time for Transjakarta Bus is 24.39 percent reduced for northbound travel (from Ragunan to Kuningan Timur) and 25.86 percent reduced for southbound travel (from Kuningan Timur to Ragunan) in peak period. For off peak period, the decrease is 26.44 percent for northbound travel and 34.92 percent for southbound travel. While the average side-street queue length increased by 2.10 percent and 1.20 percent for average cross-street queue length on peak period. And, the average side-street queue length on off peak period is increased by 28.87 percent. While the average cross-street queue length is increased by 1.67 percent.Keywords: Transit Signal Priority (TSP), Transjakarta Busway, VISSIM
OPTIMASI JUMLAH ARMADA BUSWAY KORIDOR 7 DENGAN BIAYA MINIMUM PENGGUNA JASA Suwarno, Nono; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 18, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2019.v18i1.1960

Abstract

Transjakarta busway merupakan ikon baru di DKI Jakarta. Sistem angkutan umum berbasis Bus Rapid Transit (BRT) yang berlaku di DKI Jakarta ini dioperasikan untuk memperbaiki sistem angkutan umum dan salah satu upaya pemerintah untuk mengurai kemacetan di DKI Jakarta. Adanya sistem angkutan massal yang cepat, aman, nyaman dan ekonomis diharapkan para pengguna kendaraan pribadi dapat beralih ke angkutan massal ini. Permasalahan utama pada angkutan massal ini salah satunya adalah waktu tunggu kedatangan bis diluar waktu antara yang diharapkan pada jam sibuk. Permasalahan ini terjadi di hampir semua koridor, termasuk koridor tujuh yang menghubungkan terminal Kp. Rambutan – Kp. Melayu. Analisis biaya minimum dapat menjadi acuan dalam mengoptimalkan jumlah armada. Biaya minimum pengguna jasa didapat dengan menjumlahkan biaya waktu tunggu dengan biaya pembebanan biaya operasonal.  Penelitian ini hanya meninjau 5 periode selama pelayanan koridor dalam satu hari.  Hasil analisis menunjukan bahwa pada periode jam sibuk (07.00 – 10.00) menghasilkan jumlah armada 45 bis dengan biaya minimum Rp. 1.969,-/pnp, sedangkan pada jam tidak sibuk jumlah armada operasi adalah 21 bis (05.00-07.00) dengan biaya minium Rp. 3.159,-/pnp. Sedangkan untuk jam puncak (17.00 – 18.00) jumlah armada yang dioperasikan 52 bus dengan biaya minimum sebesar Rp. 1.351,-/pnp dan jam tidak puncak (05.00 – 06.00) jumlah armada yang beroperasi 6 bus dengan biaya minimum pengguna jasa sebesar Rp. 9.124,-/pnp.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI JALAN TOL AKIBAT RESIKO KETERLAMBATAN PROYEK DAN KESALAHAN PREDIKSI LALU LINTAS (Studi Kasus: Jalan Tol Pejagan Pemalang) Wahyudi, Riski; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Proyek Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2019): September
Publisher : Civil Infrastructure Engineering and Architectural Design

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.82 KB) | DOI: 10.14710/potensi.2019.5316

Abstract

Demand uncertainty and traffic forcase  uncertainty can lead to inaccuracies in the estimation of the revenues which are supposed to cover construction, operation and maintenance of toll roads. In addition, the delay in construction projects results an increase in the planned execution time of the project and increased in construction costs. This study focuses on the effect of project delays and the risk of traffic prediction in toll road project investments. The basis of this research is find out impact of the risks in project to feasibility analysis, so that the changes in the value of the investment feasibility indicator in bisnis plan can be obtained.  This study carried out using several technical economic methods to obtain the value of the investment feasibility indicator such as NPV, IRR, BCR and WACC. Pantura is the only one road which people use to move from Pejagan to Semarang. Therefore, an alternative road is needed to break traffic such as Pejagan-Pemalang Toll Road. Obtain from the calculation results, there are 4 risk comparison methods : analisis investmen according to business plan, project 2 years delay with business plan traffic, project on time with existing traffic after toll road operation and project 2 years delay with excisting traffic. The value of NPV, IRR and BCR after 2 years project delay with existing traffic  are Rp6,541,793,515,548,  9.1%, 1.239 and 8,5%. After comparison, the risk of construction delay affects significant changes in IRR and BCR, while the error traffic prediction results in a large NPV change, and the error in traffic assumption is the most influential risk for finance in the Pejagan Pemalang toll road construction project.
Optimasi Kinerja Sistem Sisi Udara dengan Pendekatan Pemodelan Sistem Dinamis Rachmansyah, Iqbal; Nahdalina, Nahdalina
WARTA ARDHIA Vol 50, No 1 (2024)
Publisher : Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v50i1.558.26-40

Abstract

Peningkatan pergerakan pesawat yang tidak stabil dengan kapasitas landasan pacu (runway) yang tetap dapat memicu ketidakseimbangan antara pergerakan dan kapasitas, yang berdampak pada penurunan kinerja sistem sisi udara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja historis dan proyeksi sistem sisi udara di Bandara Soekarno-Hatta serta menganalisis dampak penerapan skenario optimasi menggunakan pemodelan sistem dinamis. Model ini telah divalidasi dengan margin error rata-rata kurang dari 5% pada variabel DP, DAC, GDP, dan POP. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario optimasi 1, 2, dan 3 mampu menurunkan rata-rata utilisasi runway masing-masing sebesar 21,7%, 14,0%, dan 32,6%, serta mengurangi biaya tundaan tahunan sebesar 66,8%, 34,1%, dan 72,8% pada periode 2020–2030. Meskipun skenario 3 menghasilkan penurunan terbaik, skenario 1 direkomendasikan karena memberikan pengaruh yang signifikan dengan perbedaan hasil yang tidak terlalu besar dibandingkan skenario 3.
Optimasi Kinerja Sistem Sisi Udara dengan Pendekatan Pemodelan Sistem Dinamis Rachmansyah, Iqbal; Nahdalina, Nahdalina
WARTA ARDHIA Vol. 50 No. 1 (2024)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v50i1.558.26-40

Abstract

Peningkatan pergerakan pesawat yang tidak stabil dengan kapasitas landasan pacu (runway) yang tetap dapat memicu ketidakseimbangan antara pergerakan dan kapasitas, yang berdampak pada penurunan kinerja sistem sisi udara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja historis dan proyeksi sistem sisi udara di Bandara Soekarno-Hatta serta menganalisis dampak penerapan skenario optimasi menggunakan pemodelan sistem dinamis. Model ini telah divalidasi dengan margin error rata-rata kurang dari 5% pada variabel DP, DAC, GDP, dan POP. Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario optimasi 1, 2, dan 3 mampu menurunkan rata-rata utilisasi runway masing-masing sebesar 21,7%, 14,0%, dan 32,6%, serta mengurangi biaya tundaan tahunan sebesar 66,8%, 34,1%, dan 72,8% pada periode 2020–2030. Meskipun skenario 3 menghasilkan penurunan terbaik, skenario 1 direkomendasikan karena memberikan pengaruh yang signifikan dengan perbedaan hasil yang tidak terlalu besar dibandingkan skenario 3.
ANALISIS BIAYA EMISI GAS BUANG KENDARAAN PADA SIMPANG BERSINYAL DI SIMPANG CIRACAS MENGGUNAKAN APLIKASI VERKEHR IN STÄDTEN - SIMULATIONSMODELL (VISSIM) Bustomi, Bustomi; Nahdalina, Nahdalina
Jurnal Ilmiah Desain & Konstruksi Vol 24, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/dk.2025.v24i1.12625

Abstract

Simpang merupakan titik konflik pertemuan suatu kendaraan dari berbagai ruas jalan. Kondisi simpang akan mengalami kemacetan pada saat jam puncak, hal ini menandakan tingginya jumlah emisi gas buang kendaraan yang dihasilkan pada simpang tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja simpang dengan pengaturan fase sinyal kondisi eksisting, mengetahui emisi gas buang kendaraan dan biaya emisi yang dikeluarkan serta mengetahui solusi terbaik dari perbaikan simpang. Data primer didapatkan dengan melakukan survei langsung di lapangan yaitu yang berlokasi di Simpang Ciracas. Data primer yang digunakan adalah data arus lalu lintas, data waktu sinyal, data fase sinyal, data geometrik simpang, data panjang antrian dan data waktu tundaan. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan aplikasi Verkehr In Städten - Simulationsmodell (Vissim) yang mengacu pada pedoman MKJI, 1997. Hasil dari permodelan Vissim yang telah dikalibrasi dan uji validasi menggunakan variabel data panjang antrian dengan kinerja yang dilakukan melalui konfigurasi fase sinyal didapatkan bahwa nilai emisi gas buang CO dan NOx mengalami penurunan rata-rata sebesar 12,24%. Sementara biaya emisi yang dihasilkan saat kondisi eksisting untuk emisi CO sebesar Rp. 123.605.508,37 ton/ tahun dan emisi NOx sebesar Rp. 109.569.187,89 per ton/ tahun pada kondisi eksisting.