Noviatri Noviatri, Noviatri
Fakultas Ilmu Budaya Unand

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

VARIASI LEKSIKAL BAHASA MINANGKABAU DI KECAMATAN RANAH PESISIR, KABUPATEN PESISIR SELATAN: KAJIAN DIALEKTOLOGI Risani, Maya; Nadra, Nadra; Noviatri, Noviatri
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 12, No 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i2.45124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Ranah Pesisir; 2)  Memetakan variasi leksikal bahasa Minangkabau; 3) Menghitung persentase variasi leksikal bahasa Minangkabau. Metode yang digunakan adalah metode cakap dilakukan dengan teknik dasar teknik pancing dan teknik lanjutan teknik cakap semuka. Dalam metode cakap digunakan teknik lanjutan, teknik catat dan teknik rekam. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan referensial dan metode padan translasional yang dilakukan dengan teknik dasar teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Selanjutnya, pada tahap penyajian hasil analisis data, digunakan metode formal dan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, (1) Variasi leksikal bahasa Minangkabau di Kecamatan Ranah Pesisir ditemukan sebanyak 190 dari 588 daftar pertanyaan yang diajukan. (2) Sebanyak 190 data variasi leksikal tersebut dipetakan dalam bentuk sistem lambang. (3) Hasil penghitungan dialektometri variasi leksikal bahasa Minangkabau yang ditemukan di Kecamatan Ranah Pesisir termasuk ke dalam kategori beda wicara dan tidak ada perbedaan, dengan hasil persentase sebanyak 17,00%–23,12%. Dari hasil persentase tersebut, daerah yang menunjukkan beda wicara karena secara geografis nagari tersebut letaknya terpencil dan rata-rata masyarakat nagari hanya lulusan SD dan SMP, sedangkan persentase daerah yang tidak menunjukkan perbedaan disebabkan oleh jarak masing-masing TP cukup berdekatan sehingga sering terjadi hubungan komunikasi antarmasyarakat. Kata kunci: bahasa Minangkabau, beda wicara, dialektologi, pemetaan, variasi leksikal  
Variasi bentuk dan pembeda makna gatra sifat yang bersinonim dalam bahasa Rejang isolek Talang Boseng Nadra, Nadra; Noviatri, Noviatri; Juwita, Tiara
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i2.1175

Abstract

This research aims to explain the form, semantic components, and distinguishing features of synonymous adjectives in the Rejang language, based on a study in Talang Boseng Village, Pondok Kelapa District, Central Bengkulu. A descriptive research design with a qualitative approach was employed. Data collection involved interview and observation methods. For data analysis, translational equivalence, distributional, and componential analysis methods were utilized. The distributional method was applied using substitution and expansion techniques. The findings reveal two forms of synonymous adjectives: word-to-word and word-to-phrase. The semantic components of these synonymous adjectives can be categorized into four groups: (1) tending to be similar, (2) tending to be different, (3) exactly the same, and (4) an equal number of similarities and differences. Nine factors differentiating the meanings of these synonymous adjectives were identified: (1) one is more general, (2) more intensive, (3) more emotive, (4) more professional, (5) encompasses acceptance and rejection, (6) more colloquial, (7) local or regional in nature, (8) differences in application, and (9) differences in implication. The distinctiveness of adjectives in the Talang Boseng isolect of the Rejang language is evident in the semantic differences arising from variations in application, which can be further subdivided into temporal and object applications.
Identifikasi Jenis dan Kategorisasi Kata Pembentuk Reduplikasi dalam Media Cetak Lokal Noviatri, Noviatri
Puitika Vol. 20 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v20i2.611

Abstract

The background to writing this article was the variety of linguistic phenomena in reduplication used in local print media. This phenomenon is evident in the diversity of types and categories of essential words/primary forms that form reduplication. This research aims to describe the types and categorization of words that form reduplication in local print media. There are three research methods and techniques used in this paper, namely: methods and techniques for providing data; methods and techniques for data analysis; and methods and techniques for presenting data analysis results. In providing data, the observation method is used with basic techniques, tapping techniques, advanced techniques, skillful free-involvement listening techniques, and note-taking techniques. The matching process and the addition method were used to analyze the data. An informal presentation method is used to present the results of data analysis. The population of this study consisted of reduplications used in two local print media, namely the Padang Ekspress and Singgalang newspapers. The research sample was reduplication in the Padang Ekspress and Singgalang newspapers published from January to August 2024. The findings in this research are based on the type of reduplication, there are four types of reduplication used in local print media, namely complete/whole reduplication, partial reduplication, reduplication with a combination of affixes/affixes, and phoneme-changing reduplication. Based on the categories of words that form reduplication, reduplication in local print media is formed by repeating ten categories of essential words/primary forms, namely repetition of basic words/basic forms in the categories of noun (KB), verb (KK), adjective (KS), word numbers (Kbil.), question words (KT), pronouns (KG), demonstrative words (KP), adverbs (adv.), unique morphemes (MU), and words of greeting (KSp).
VARIASI LEKSIKAL BAHASA MINANGKABAU DI KECAMATAN RANAH PESISIR, KABUPATEN PESISIR SELATAN: KAJIAN DIALEKTOLOGI Risani, Maya; Nadra, Nadra; Noviatri, Noviatri
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol. 12 No. 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i2.45124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Ranah Pesisir; 2)  Memetakan variasi leksikal bahasa Minangkabau; 3) Menghitung persentase variasi leksikal bahasa Minangkabau. Metode yang digunakan adalah metode cakap dilakukan dengan teknik dasar teknik pancing dan teknik lanjutan teknik cakap semuka. Dalam metode cakap digunakan teknik lanjutan, teknik catat dan teknik rekam. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan referensial dan metode padan translasional yang dilakukan dengan teknik dasar teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Selanjutnya, pada tahap penyajian hasil analisis data, digunakan metode formal dan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, (1) Variasi leksikal bahasa Minangkabau di Kecamatan Ranah Pesisir ditemukan sebanyak 190 dari 588 daftar pertanyaan yang diajukan. (2) Sebanyak 190 data variasi leksikal tersebut dipetakan dalam bentuk sistem lambang. (3) Hasil penghitungan dialektometri variasi leksikal bahasa Minangkabau yang ditemukan di Kecamatan Ranah Pesisir termasuk ke dalam kategori beda wicara dan tidak ada perbedaan, dengan hasil persentase sebanyak 17,00%“23,12%. Dari hasil persentase tersebut, daerah yang menunjukkan beda wicara karena secara geografis nagari tersebut letaknya terpencil dan rata-rata masyarakat nagari hanya lulusan SD dan SMP, sedangkan persentase daerah yang tidak menunjukkan perbedaan disebabkan oleh jarak masing-masing TP cukup berdekatan sehingga sering terjadi hubungan komunikasi antarmasyarakat. Kata kunci: bahasa Minangkabau, beda wicara, dialektologi, pemetaan, variasi leksikal  
Penggunaan Adverbia Bahasa Indonesia dalam Media Cetak Lokal di Kota Padang: Kajian Morfologis dan Sintaksis Noviatri, Noviatri; Aslinda, Aslinda
Puitika Vol. 16 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.16.1.61--77.2020

Abstract

The writing of this paper is motivated by the phenomenon of the use of adverb in print media, especially in local newspapers in the city of Padang. The use of adverb, shows the diversity of forms with different behaviors. In this connection, this study aims to describe the forms of adverb used in local print media in the city of Padang and explain their morphological, syntactic and semantic behavior. There are three research methods and techniques used in this paper, 1) data supply methods and techniques, 2) data analysis methods and techniques, and 3) data analysis methods and techniques. The population of this study is the entire use of adverb in local newspapers in the city of Padang. The research sample is adverb used in two newspapers, the Padang Ekspres newspaper and the Haluan newspaper. Based on its shape, there are two forms of adverb used in local newspapers, namely monomorfemis and polymorphemic adverbs. Based on the behavior, the adverbs used in local newspapers have different behavior. Keywords: Adverb, newspaper, forms, behavior
Prefiks {meN-} dalam Kumpulan Cerpen Kupu-Kupu Banda Mua Karya Elly Delfia: Tinjauan Morfologi Saputra, Yori Leo; Noviatri, Noviatri; Syafyahya, Leni
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.34-51.2022

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori kata dasar yang dapat bergabung dengan prefiks {meN-} dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua dan fungsi prefiks {meN-} setelah bergabung dengan kata dasar tersebut serta mendeskripsikan makna gramatikal prefiks {meN-} setelah bergabung dengan kata dasar yang terdapat dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua karya Elly Delfia. Penelitian ini menggunakan metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto (2015). Pada tahap penyediaan data digunakan metode simak, dengan teknik dasarnya adalah teknik sadap, dan teknik lanjutannya adalah teknik Simak Bebas Libat Cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode agih. Teknik dasar yang digunakan adalah Bagi Unsur Langsung (BUL), dan teknik lanjutannya adalah teknik ganti dan teknik peluas. Pada tahap penyajian hasil analisis data digunakan metode formal dan informal. Simpulan dari penelitian ini adalah: Kategori kata dasar yang dapat bergabung dengan prefiks {meN-} dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua adalah kata kerja, kata sifat, kata benda, dan kata bilangan. Selain itu, ditemukan kata dasar berbahasa Inggris yang berkategori kata kerja dan kata sifat. Kemudian, juga ditemukan kata dasar berbahasa Minangkabau yang berkategori kata kerja. Ada dua Fungsi prefiks {meN-}, yaitu mengubah kategori kata (afiks derivasional) dan tidak mengubah kategori kata (afiks derivasional). Makna gramatikal prefiks {meN-} yang ditemukan dalam kumpulan cerpen Kupu-Kupu Banda Mua, yaitu: makna ‘suatu perbuatan yang aktif lagi transitif’, makna ‘menjadi atau proses’, makna ‘berlaku’, makna ‘menuju ke tempat’, makna ‘membuat’, makna ‘mengucapkan’, makna ‘mengeluarkan (suara), makna ‘memperingati’, makna ‘memberi’, makna ‘ada di/tinggal di’. Selain itu, ditemukan makna kontekstual, yaitu: makna ‘terpancar/bersinar’, makna ‘bertambah’, dan makna ‘menutup’.
Variasi Bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota: Tinjauan Dialektologi Ariesty, Angelia; Nadra, Nadra; Noviatri, Noviatri
Puitika Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.1-14.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka; 2) Memetakan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka; 3) Menghitung persentase variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka. Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan adalah metode cakap dengan teknik dasar: teknik pancing dan teknik lanjutan, yakni teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik catat. Dalam analisis data digunakan metode padan translasional dan padan referensial dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) sebagai teknik dasar dan hubung banding membedakan sebagai teknik lanjutan. Selanjutnya, dalam penyajian analisis data digunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, (1) terdapat 130 variasi leksikal dari 600 daftar pertanyaan yang diajukan kepada informan di Kecamatan Mungka. (2) sebanyak 130 data yang berbeda tersebut kemudian dipetakan dalam bentuk peta lambang. (3) Hasil penghitungan dialektometri variasi leksikal bahasa Minangkabau yang ditemukan di Kecamatan Mungka termasuk ke dalam kategori tidak ada pembeda, dengan hasil persentase sebanyak 6%―18,5%. Dari hasil presentase tersebut, daerah yang tidak menunjukkan perbedaan disebabkan oleh luas daerah yang tidak begitu besar, masyarakatnya pun mudah berkomunikasi dengan masyarakat daerah lain, sehingga bahasa Minangkabau yang digunakan tidak terlalu banyak memiliki perbedaan.
Preposisi dalam Hikayat Raja Handak Zulfa, Zulfa; Nadra, Nadra; Noviatri, Noviatri
Puitika Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.51-71.2021

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan linguistik dalam bidang kajian Sintaksis. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk preposisi yang digunakan dalam Hikayat Raja Handak dan mendeskripsikan makna masing-masing bentuk preposisi yang ditemukan. Metode yang digunakan dalam penyediaan data adalah metode simak dan teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, serta teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik sadap bebas libat cakap. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung sebagai teknik dasar dan teknik baca markah sebagai    teknik lanjutan. Metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis data adalah metode informal. Berdasarkan hasil analisis data terhadap penggunaan preposisi dalam Hikayat Raja Handak, ditemukan bentuk-bentuk preposisi dan makna preposisi. Bentuk-bentuk preposisi yang ditemukan adalah bentuk preposisi tunggal dan bentuk preposisi majemuk. Contoh preposisi tunggal adalah preposisi ke, preposisi di, preposisi dari, preposisi oleh, preposisi dengan, dan preposisi pada. Contoh preposisi majemuk adalah preposisi kepada dan preposisi daripada. Makna preposisi daripada adalah menyatakan perlawanan, menyatakan sebab, dan menyatakan asal atau sumber. Makna preposisi dengan adalah kesertaan dan cara. Makna preposisi ke adalah   tempat dengan kondisi arah. Makna preposisi kepada adalah tujuan. Makna preposisi di adalah tempat dengan kondisi letak. Makna preposisi pada adalah tempat dengan kondisi letak. Makna preposisi oleh adalah pelaku. Makna preposisi dari adalah  asal atau sumber.
Idiom Bahasa Indonesia Berupa Bagian Tubuh dalam Koran Padang Ekspres: Kajian Morfologi dan Semantik Ilahi, Atika Kurnia; Noviatri, Noviatri; Syafyahya, Leni
Puitika Vol. 16 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.16.2.58--73.2020

Abstract

Penelitian ini menggunakan tiga tahap, yaitu 1) tahap penyediaan data, 2) tahap analisis data, dan 3) tahap penyajian hasil analisis data. Pada tahap penyediaan data, digunakan metode simak dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik lanjutannya teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan, yaitu padan referensial, dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu. Teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding membedakan. Selain itu, digunakan metode agih dengan teknik dasar, yaitu teknik Bagi Unsur Langsung. Teknik lanjutannya teknik sisip dan teknik balik. Pada tahap penyajian hasil analisis data, digunakan metode penyajian informal. Berdasarkan analisis data, ditemukan idiom berupa bagian tubuh manusia yang terdapat dalam koran Padang Ekspres, di antaranya adalah: 1) putar otak terbentuk dari kategori KK+KB yang bermakna ‘berpikir keras’, 2) kepleset lidah terbentuk dari kategori KK+KB yang bermakna ‘salah bicara’, 3) aman di bibir terbentuk dari kategori KS+FP yang bermakna ‘hanya omongan; hanya sekadar diucapkan’, 4) urat nadi terbentuk dari kategori KB+KB yang bermakna ‘jalan raya atau alur lalu lintas (yang digunakan untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lain)’, 5) mata hati terbentuk dari kategori KB+KB yang bermakna ‘perasaan yang dalam’. Â