Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Review xanthan gum: produksi dari substrat biomassa, variabel efektif, karakteristik dan regulasi serta aplikasi dan potensi pasar Prabawa, I Dewa Gede Putra; Salim, Rais; Khairiah, Nadra; Ihsan, Hamlan; Lestari, Ratri Yuli
Jurnal Riset Industri Hasil Hutan Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24111/jrihh.v11i2.5649

Abstract

Xanthan gum is an extracellular polysaccharide produced by a pure culture of Xanthomonas campestris through the fermentation process of carbohydrate sources in controlled conditions. These conditions must be carefully evaluated to obtain an optimal combination between yield and quality of the gum, and also production costs. The issue of this review is to provide a consolidated source of information on studies about xanthan gum production, alternative carbon sources from biomass substrates, effective variables on optimization production, characteristics, applications, and regulations status of xanthan gum. Lastly, the market potential is also discussed in this review.
Jenis-Jenis Serangga Pengunjung Bunga Pacar Air (Impatiens balsamina Linn. :Balsaminaceae) Nadra Khairiah; - Dahelmi; - Syamsuardi
Jurnal Biologi Universitas Andalas Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jbioua.1.1.%p.2012

Abstract

A study of visitor insects to the flower of Impatiens balsamina Linn. has been conducted in two locations, i.e. Ulu Gadut, Bandar Buat, Lubuk Kilangan Subdistrict, Padang City and Koto Tinggi, Surian, Pantai Cermin Subdistrict, Solok Regency in February 2012. The purpose of the study was to determine the species of visitor insects of the flowers of Impatiens balsamina. Direct collection method by using insect net was used in this study. Insects were identified at Laboratory of Animal Taxonomy, Biology Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Andalas University, Padang. The results showed that 16 species of insects that belong to 16 genera, 9 families and 3 orders were recorded. The visitor insects were dominated by Hymenoptera order (68.75%) followed by Lepidoptera (18.75%) and Diptera (12.50%).Keywords: Impatiens balsamina, insects, visitors, flower, species
VARIASI LEKSIKAL BAHASA MINANGKABAU DI KECAMATAN RANAH PESISIR, KABUPATEN PESISIR SELATAN: KAJIAN DIALEKTOLOGI Risani, Maya; Nadra, Nadra; Noviatri, Noviatri
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol. 12 No. 2 (2023): JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) EDISI AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sasindo.v12i2.45124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Ranah Pesisir; 2)  Memetakan variasi leksikal bahasa Minangkabau; 3) Menghitung persentase variasi leksikal bahasa Minangkabau. Metode yang digunakan adalah metode cakap dilakukan dengan teknik dasar teknik pancing dan teknik lanjutan teknik cakap semuka. Dalam metode cakap digunakan teknik lanjutan, teknik catat dan teknik rekam. Pada tahap analisis data, digunakan metode padan referensial dan metode padan translasional yang dilakukan dengan teknik dasar teknik Pilah Unsur Penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik Hubung Banding Membedakan (HBB). Selanjutnya, pada tahap penyajian hasil analisis data, digunakan metode formal dan metode informal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, (1) Variasi leksikal bahasa Minangkabau di Kecamatan Ranah Pesisir ditemukan sebanyak 190 dari 588 daftar pertanyaan yang diajukan. (2) Sebanyak 190 data variasi leksikal tersebut dipetakan dalam bentuk sistem lambang. (3) Hasil penghitungan dialektometri variasi leksikal bahasa Minangkabau yang ditemukan di Kecamatan Ranah Pesisir termasuk ke dalam kategori beda wicara dan tidak ada perbedaan, dengan hasil persentase sebanyak 17,00%“23,12%. Dari hasil persentase tersebut, daerah yang menunjukkan beda wicara karena secara geografis nagari tersebut letaknya terpencil dan rata-rata masyarakat nagari hanya lulusan SD dan SMP, sedangkan persentase daerah yang tidak menunjukkan perbedaan disebabkan oleh jarak masing-masing TP cukup berdekatan sehingga sering terjadi hubungan komunikasi antarmasyarakat. Kata kunci: bahasa Minangkabau, beda wicara, dialektologi, pemetaan, variasi leksikal  
Toponimi Kawasan Penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang Kecamatan Tanjung Gadang Kabupaten Sijunjung Juniarti, Sastra Putri; Nadra, Nadra; Darmawan, Alex
Puitika Vol. 18 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.2.66-79.2022

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih sedikitnya penelitian toponimi yang dilakukan di daerah Sumatera Barat. Penelitian toponimi di Kenagarian Tanjung Gadang difokuskan pada nama-nama kawasan tempat tinggal penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan arti leksikal dan arti kultural penamaan kawasan penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang dan (2) mengklasifikasikan nama kawasan penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang berdasarkan asal-usul penamaan.Dalam pemecahan masalah penelitian ini, terdapat tiga tahap strategis yang dilakukan, yaitu penyediaan data, penganalisisan data, dan penyajian hasil analisis data. Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan adalah metode cakap dan metode simak. Dalam analisis data digunakan metode padan translasional dan padan referensial. Selanjutnya, dalam penyajian hasil analisis data digunakan metode informal.Berdasarkan analisis data yang dilakukan, didapatkan arti leksikal dan arti kultural nama kawasan tempat tinggal penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang. Nama-nama kawasan tempat tinggal penduduk di Kenagarian Tanjung Gadang diklasifikasikan menjadi tujuh kelompok. Pengklasifikasian tersebut, antara lain pengklasifikasian nama berdasarkan topografi, tumbuhan, suku masyarakatnya, fungsi daerah, peristiwa yang terjadi, posisi, dan nama binatang.
Nama-Nama Gala Datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam: Tinjauan Antropolinguistik Fadhila, Gia; Nadra, Nadra; Darmawan, Alex
Puitika Vol. 18 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.18.1.1-19.2022

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini, yaitu: (1) Apa saja nama-nama gala datuak dan latar belakang penamaan nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten agam. (2) Apa saja makna nama yang terdapat dalam nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. (3) Apa saja nilai-nilai budaya yang terdapat dalam nama-nama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Adapun tujuan penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan nama-nama latar belakang penamaan, makna nama dan nilai-nilai budaya di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam. Metode dan teknik yang dikemukakan oleh Sudaryanto tahapan dalam penelitian yaitu: metode dan teknik penyediaan data, metode dan teknik analisis data, metode dan teknik penyajian hasil analisis data. Pada bagian penyediaan data, metode yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap. Pada metode simak, teknik yang digunakan ada dua macam yaitu teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasarnya menggunakan teknik sadap, sedangkan teknik lanjutannya menggunakan teknik simak libat cakap (SLC), teknik rekam, dan teknik catat. Pada tahap analisis data, metode yang digunakan adalah metode padan yaitu metode padan referensial. Pada tahap penyajian hasil analisis data, metode yang digunakan adalah metode penyajian informal. Berdasarkan hasil analisis data, nama-nama gala datuak yang ada di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam antara lain, yaitu: Datuak Bagindo Sati, Datuak Rang Batuah, Datuak Nan Barantai, Datuak Mangkudun Datuak Sagalo Kayo, Datuak Panghuu Kayo, Datuak Sinaro Nan Panjang, Datuak Junjungan, Datuak Bapayuang, Datuak Panglimo Kayo, Datuak Putih, Datuak Bakampia Ameh, Datuak Nagari Basa Datuak Sipanjang, Datuak Basa Balimo, Datuak Singo Batuah, Datuak Panduko Sutan, Datuak Rajo Endah Datuak Kampuang Basa, Datuak Diateh, Datuak Maruhun. Latar belakang penamaan namanama gala datuak di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam yaitu: latar belakang penamaan berdasarkan penyebutan sifat khas, penemu dan pembuat, tempat asal, keserupaan. Makna nama pada gala datuak yang ditemukan di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, yaitu: makna nama futuratif terdapat pada makna situasional. Nilai-nilai budaya pada gala datuak yang ditemukan di Nagari Koto Tangah Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam, yaitu: nilai kesejahteraan sosial, nilai politik dan nilai kuasa,nilai keagamaan dan nilai ketuhanan. nilai kerukunan dan penyelesaian konflik nilai pelestarian dan kreatifitas budaya
Sistem Fonologi Bahasa Sunda di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten Ramadhanti, Aulia; Nadra, Nadra; Wahyuni, Sri
Puitika Vol. 17 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.2.70-85.2021

Abstract

Penelitian sistem fonologi bahasa Sunda ini bertujuan untuk mengetahui bunyi, fonem, dan pola suku kata bahasa Sunda yang terdapat di Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Metode yang digunakan untuk memperoleh data ialah metode simak dan metode cakap. Selama proses pengumpulan data berlangsung, hasilnya direkam dengan media handphone dan dicatat menggunakan traskripsi fonetik. Metode analisis data yang digunakan untuk menganalisis bunyi bahasa adalah metode padan artikulatoris dan padan translasional. Kemudian data-data tersebut dikelompokkan berdasarkan persamaan dan perbedaan bunyi. Untuk menganalisis fonem bahasa digunakan prosedur analisis pasangan minimal dan distribusi komplementer, sedangkan untuk menganalisis pola suku kata digunakan prosedut fonotaktik. Hasil analisis data disajikan dengan pebyajian formal dan informal. Hasil penelitian terhadap bahasa Sunda di daerah pengamatan, ditemukan adanya tujuh fonem vokal dengan variasinya, seperti: [a~ã], [ɤ̃~ɤ], dan [i~I~ĩ]; enam belas fonem konsonan, seperti /b/, /j/, /c/, dan fonem /k/ dengan variasinya [k~ɂ]; enam fonem difong, seperti /uy/, /ay/, dan /iə/; dua fonem semivokal /w/ dan /y/. Ditemukan pula sembilan belas deret vokal, seperti: /o.e/, /a.a/, dan /u.i/; 34 deret konsonan, seperti: /ŋ.b/, /n.j/, dan /l.b/; dua belas gugus konsonan, seperti /pr/, /kl/, dan /jr/; empat deret konsonan gabungan dari deret dan gugus konsonan, yaitu: /ŋkl/, /ŋkr/, /mpl/, dan /ncl/. Kata dasar dalam bahasa Sunda terdiri atas satu hingga empat suku kata dan pola yang terdapat dalam bahasa Sunda, yaitu: V pada [a.bi], VK pada [əm.be], KV pada [po.toŋ], KVK pada [cak.cak], KKV pada [klu.wih], dan KKVK [aŋ.kluŋ].
Variasi Bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka Kabupaten Lima Puluh Kota: Tinjauan Dialektologi Ariesty, Angelia; Nadra, Nadra; Noviatri, Noviatri
Puitika Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.1-14.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka; 2) Memetakan variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka; 3) Menghitung persentase variasi leksikal yang terdapat dalam bahasa Minangkabau di Kecamatan Mungka. Metode dan teknik penyediaan data yang digunakan adalah metode cakap dengan teknik dasar: teknik pancing dan teknik lanjutan, yakni teknik cakap semuka, teknik rekam, dan teknik catat. Dalam analisis data digunakan metode padan translasional dan padan referensial dengan teknik pilah unsur penentu (PUP) sebagai teknik dasar dan hubung banding membedakan sebagai teknik lanjutan. Selanjutnya, dalam penyajian analisis data digunakan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, (1) terdapat 130 variasi leksikal dari 600 daftar pertanyaan yang diajukan kepada informan di Kecamatan Mungka. (2) sebanyak 130 data yang berbeda tersebut kemudian dipetakan dalam bentuk peta lambang. (3) Hasil penghitungan dialektometri variasi leksikal bahasa Minangkabau yang ditemukan di Kecamatan Mungka termasuk ke dalam kategori tidak ada pembeda, dengan hasil persentase sebanyak 6%―18,5%. Dari hasil presentase tersebut, daerah yang tidak menunjukkan perbedaan disebabkan oleh luas daerah yang tidak begitu besar, masyarakatnya pun mudah berkomunikasi dengan masyarakat daerah lain, sehingga bahasa Minangkabau yang digunakan tidak terlalu banyak memiliki perbedaan.
Variasi Leksikal Bahasa Minangkabau di Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar: Tinjauan Dialektologi Pujiama, Selvi Oktary; Nadra, Nadra; Usman, Fajri
Puitika Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.33-50.2021

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntukmendeskripsikan varaisi leksikal bahasa Minangkabau Isolek Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang meliputi lima titik pengamatan yaitu Nagari Labuah (TP 1), Nagari Parambahan (TP 2), Nagari Cubadak (TP 3), Nagari Lima Kaum (TP 4), dan Nagari Baringin (TP 5). Dalam mendeskripsikan varaisi leksikal, data penelitian dikumpulkan dengan metode cakap semuka dengan teknik lanjutannya teknik pancing disertai dengan teknik catat dan teknik rekam. Data dianalisis dengan metode padan referensial dan metode padan translasional yang dilakukan dengan teknik dasar teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung banding membedakan (HBB). Tahap penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan metode informal. Perhitungan perbedaan leksikal antartitik pengamatan dilakukan dengan menerapkan rumus dialektometri. Temuan-temuan hasil penelitian berupa 210 variasi leksikal dari 692 daftar tanyaan yang digunakan. 
Preposisi dalam Hikayat Raja Handak Zulfa, Zulfa; Nadra, Nadra; Noviatri, Noviatri
Puitika Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.17.1.51-71.2021

Abstract

Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menambah wawasan linguistik dalam bidang kajian Sintaksis. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk-bentuk preposisi yang digunakan dalam Hikayat Raja Handak dan mendeskripsikan makna masing-masing bentuk preposisi yang ditemukan. Metode yang digunakan dalam penyediaan data adalah metode simak dan teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, serta teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik sadap bebas libat cakap. Metode yang digunakan dalam analisis data adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung sebagai teknik dasar dan teknik baca markah sebagai    teknik lanjutan. Metode yang digunakan dalam penyajian hasil analisis data adalah metode informal. Berdasarkan hasil analisis data terhadap penggunaan preposisi dalam Hikayat Raja Handak, ditemukan bentuk-bentuk preposisi dan makna preposisi. Bentuk-bentuk preposisi yang ditemukan adalah bentuk preposisi tunggal dan bentuk preposisi majemuk. Contoh preposisi tunggal adalah preposisi ke, preposisi di, preposisi dari, preposisi oleh, preposisi dengan, dan preposisi pada. Contoh preposisi majemuk adalah preposisi kepada dan preposisi daripada. Makna preposisi daripada adalah menyatakan perlawanan, menyatakan sebab, dan menyatakan asal atau sumber. Makna preposisi dengan adalah kesertaan dan cara. Makna preposisi ke adalah   tempat dengan kondisi arah. Makna preposisi kepada adalah tujuan. Makna preposisi di adalah tempat dengan kondisi letak. Makna preposisi pada adalah tempat dengan kondisi letak. Makna preposisi oleh adalah pelaku. Makna preposisi dari adalah  asal atau sumber.