Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Vegetasi Dan Cadangan Karbon Ekosistem Cemara Laut Sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim Di Pantai Muaro Kualo Bengkulu Lisya Anggraini, Putri; Sulistiyani, Ani; Fatimatuzzahra, Fatimatuzzahra; Rahmawati, Pratiwi
Indobiosains 2025: Volume 7 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/indobiosains.v7i2.19657

Abstract

The vegetation composition and structure influence the dynamic of coastal ecosystem at Cemara beach, Kualo Bengkulu. Vegetation play a key role in protecting the environment from natural disasters such as tsunamis, coastal erosion, wave, habitat destruction, and water degradation. Therefore, understanding it is crucial for providing data on coastal vegetation and the impacts of disturbances. This study aims to present baseline data on vegetation composition and structure and carbon stocks. This supporting sustainable coastal forest management as a coastal mitigation effort. The method used purposive sampling with quadratic-transec plot to analyzed vegetation, carbon stocks, and environmental factors. The measurement results are as follows: light intensity in shaded areas was 941 cd, in exposed areas 1465 cd, soil pH 6.8, temperature 36.3°C, wind strength 2.3 knots, and air humidity 58 Rh. Sampling was carried out by counting vegetation in the strata of stakes, poles, and trees. while carbon stocks were calculated in poles and trees. The study obtained 12 types of plants in details: the sapling  was dominated by Terminalia catappa (IVI: 61%), the poles were dominated by Pandanus utilis (IVI: 181.96) and the trees were dominated by Casuarina equisetifolia (IVI: 251.89).
Kajian Adaptasi Nymphaea pubescens, Salvinia molesta, Rhizophora mucronata, dan Eleocharis dulcis di Rawa Kumayan Sulistiyani, Ani; satriawan, Dedi; Mubarokah, Arin Ulfiana; Amelia, Eda; Napitupulu, Jesica Laura
Konservasi Hayati Vol 22 No 01 (2026): April
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v22i01.46738

Abstract

Pulau Kumayan merupakan kawasan rawa di Kota Bengkulu dengan kondisi ekologi yang kompleks, namun kajian adaptasi flora akuatik terhadap perubahan lingkungan masih terbatas. Urgensi penelitian didasari oleh meningkatnya degradasi rawa dan perubahan iklim yang mengancam biodiversitas flora akuatik, sehingga pemahaman mengenai mekanisme adaptasi menjadi penting untuk upaya konservasi. Penelitian bertujuan mengkaji strategi adaptasi morfologi dan anatomi empat flora akuatik: Nymphaea pubescens, Salvinia molesta, Rhizophora mucronata, dan Eleocharis dulcis, serta keterkaitannya dengan fisiologi tumbuhan dan  faktor abiotik lingkungan. Metode penelitian melalui jelajah, pengamatan morfologi, dan analisis deskriptif anatomi preparat mikroskopis organ daun, batang, dan akar. Data abiotik lingkungan menunjukkan intensitas cahaya tinggi (88–98%), suhu air 27,0–28,0°C, pH asam (5,5–6,0), dan salinitas rendah (0,2–0,3 ppt). Hasil kajian menunjukkan bahwa spesies di zona floating (N. pubescens dan S. molesta) mengembangkan adaptasi morfologi berupa perluasan lamina daun, modifikasi trikoma dan kutikula sebagai mekanisme evaporative cooling untuk menjaga stabilitas suhu enzim fotosintesis. Spesies zona emergent (E. dulcis dan R. mucronata) ditemukan mengalami reduksi helaian daun dan perkembangan jaringan klorenkim korteks batang guna optimalisasi asimilasi. Secara anatomis, keempat spesies mengembangkan sistem aerenkim dan sklerenkim terlignifikasi untuk memberikan integritas mekanik pada substrat lumpur sekaligus memfasilitasi transportasi oksigen longitudinal guna mencegah kekurangan oksigen. Selain itu, ditemukannya stomata tipe kriptofor dan xilem yang luas pada R. mucronata menunjukkan mekanisme konservasi air meskipun berada pada lingkungan salinitas rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi flora akuatik pada setiap zonasi ditentukan oleh interaksi sinergis antara morfologi dan anatomi dalam merespons stres abiotik di ekosistem rawa.