Harvani Boky, Harvani
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : KESMAS

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM BERAT ARSEN (As) PADA AIR, IKAN, KERANG, DAN SEDIMEN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TONDANO TAHUN 2017 Mabuat, John Christian; Maddusa, Sri Seprianto; Boky, Harvani
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran lingkungan dapat terjadi baik di udara maupun di air. Di Indonesia sendiri banyak terjadi pencemaran air, khususnya di sungai. Air sungai sebagai salah satu sumber air yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS). Pencemaran yang terjadi di aliran sungai dapat di akibatkan oleh bahan pencemar yang masuk kedalam aliran sungai tersebut. Salah satu bahan pencemar yang masuk yaitu logam berat. Arsen (As) merupakan salah satu logam berat yang menjadi bahan pencemar yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia. Daerah aliran sungai Tondano terdapat banyak lahan pertanian dan peternakan, serta terdapat beberapa industri bengkel otomotif, yang dapat menghasilkan limbah yang mengandung logam berat seperti As. Penelitian ini untuk mengetahui kandungan logam berat As pada air, ikan, kerang dan sedimen di daerah aliran sungai Tondano. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif berbasis laboratorium dengan menggunakan metode AAS (Atomic Absorption Spectophotometer). Sampel air diambil di tiga titik dengan 2 kali yaitu pada pagi dan sore hari, sedangkan sampel sedimen, ikan, dan kerang hanya di ambil 1 kali pengambilan di 3 titik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sampel air pada pagi hari yaitu di titik 1 = <0,0002 mg/l, titik 2 = <0,0002 mg/l, titik 3 = 0,013 sedangkan pada sore hari yaitu titik 1 = <0,0002 mg/l, titik 2 = <0,0002 mg/l, titik 3 = <0,0002mg/l. Sampel ikan titik 1 = <0,0002 mg/kg, titik 2 = <0,0002 mg/kg, titik 3 = 0,04 mg/kg. Sampel kerang titik 1 = 0,10 mg/kg, titik 2 = 0,15 mg/kg, titik 3 = 0,32 mg/kg. Sampel sedimen titik 1 = 3,019 mg/kg, titik 2 = 2,906 mg/kg, titik 3 = 1,386 mg/kg. Dari keseluruhan sampel yang diperiksa menunjukan bahwa sampel air, ikan, kerang dan sedimen belum melebihi batas baku mutu yang ditetapkan.Kata Kunci: Arsen, Sungai, Air, Ikan, Kerang, SedimenABSTRACTEnvironmental pollution could occur in the air and in the water. In Indonesia itself, water pollution occurance is high, especially in river. Considering the river water as one water source that utilized by people who lived in watershed. Pollution occurred in river flow caused by contaminant who got into the river flow. One contaminant which got into is heavy metal. Arsenic is one of heavy metal, it can be a contaminant which can ruin the environment and affect human’s health. Tondano watershed have much agricultural land and farms and has some automotive repair shop industry that can produce waste which contained heavy metal such as Arsenic. This research is to measure Arsenic heavy metal content in water, fish, shell and sediment in Tondano watershed. The method used in this research is descriptive, based on the laboratory examination on arsenic level using water, fish, shell and sediment as samples, used AAS (Atomic Absorption Spectophotometer). The water samples were taken twice, in the morning and afternoon in three locations and at the same time the sediment, fish and shell samples were taken just once in three locations. The result of this research showed that water samples in the morning in first location= <0,0002 mg/l, second location= <0,0002 mg/l, third location= 0,013 the same time in the afternoon in first location= <0,0002 mg/l, second location= <0,0002 mg/l, third location= <0,0002 mg/l. The fish samples in first location= <0,0002 mg/kg, second location= <0,0002 mg/kg, third location= 0,04 mg/kg. The shell samples in first location= 0,10 mg/kg, second location= 0,15 mg/kg, third location= 0,32 mg/kg. The sediment samples in first location= 3,019 mg/kg, second location= 2,906 mg/kg, third location= 1,386 mg/kg. As the samples are examinated, it showed that water, fish, shell and sediment samples had not exceeded the specified quality standard.Keyword: Arsenic, river, water, fish, shell, sediment
KELUHAN MUSCULOSKELETAL PADA PETANI DI KELURAHAN TOSURAYA SELATAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Punusingon, Axel Brayen; Sumampouw, Oksfriani Jufri; Boky, Harvani
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan musculuskeletal disorders (MSDs) adalah keluhan pada bagian-bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang mulai dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit.Penyebab keluhan muskuloskeletal disorders (MSDs yaitu Peregangan otot yang berlebihan, Aktivitas berulang, Sikap kerja tidak alamiah. Faktor Resiko terjadinya keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) yaitu Faktor penyebab sekunder, Penyebab kombinasi, dan Faktor individu.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana keluhan musculoskeletal pada petani di Kelurahan Tosuraya Selatan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitian yang digunakan yaitu survei analitik dengan desain cross sectional. Lokasi Penelitian di Kelurahan Tosuraya Selatan Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Mei-Juli 2017. Subjek penelitian yaitu 41 petani.keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) menggunakan Nordic Body Map (NBM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs) pada petani paling tinggi di tubuh bagian pinggang dan bokong pada umur 15-64 tahun (95,1%),dengan Masa kerja >10 tahun (85,4%) dan merokok sebanyak 11-20 batang/hari (53,7%).Kesimpulan penelitian ini yaitu keluhan musculuskeletal disorders (MSDs) pada petani di Kelurahan Tosuraya Selatan Kabupaten Minahasa Tenggara paling tinggi pada bagian tubuh pinggang dan bokong,berumur 15>64 tahun,masa kerja >10 tahun dan merokok 11>20 batang/hari.Kata kunci: Petani,Keluhan Musculoskeletal disorders (MSDs),NBM, Minahasa Tenggara.ABSTRACT Complaints of musculuskeletal disorders (MSDs) are a complaint on the skeletal muscle sections felt by a person ranging from very mild to very painful complaints. Causes of musculoskeletal disorders (MSDs, excessive muscle stretching, repetitive activity, unnatural work attitude) Risk factors complaints of musculoskeletal disorders (MSDs) are secondary causal factors, Causes of combination, and individual factors.This research was conducted to find out how musculoskeletal complaints to farmers in South Tosuraya Village South Minahasa Regency Type of research used is analytical survey with cross sectional design. in South Tosuraya village of Southeast Minahasa District in May-July 2017. Research subjects were 41 farmers with musculoskeletal disorders (MSDs) using Nordic Body Map (NBM) .The results showed that complaints of Musculoskeletal disorders (MSDs) were highest among farmers in the body the waist and buttocks at the age of 15-64 years (95.1%), with the working period> 10 years (85.4%) and smoking as much as 11-20 cigarettes / day (53.7%) .The conclusion of this study is complaint musculuskeletal disorders (MSDs) in farmers in South Tosuraya Village South Minahasa Regency is highest in waist and buttocks, aged 15> 64 years, tenure> 10 years and smoking 11> 20 cigarettes / day.Keywords: Farmers, Complaints Musculoskeletal disorders (MSDs), NBM, Southeast Minahasa.
ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN DAN KAPANG PADA IKAN KAKATUA ASIN (Scarus sp), IKAN TERI KERING (Stolephorus sp), DAN IKAN ASAP JULUNG-JULUNG (Hemiramphus brasiliensis) DI PASAR PINASUNGKULAN KAROMBASAN DI KOTA MANADO Wongkar, Juvitria Yakhin; Pinontoan, Odi Roni; Boky, Harvani
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pengolahan ikan secara tradisional memiliki peranan penting di Indonesia khususnya bagi nelayan tradisional. Hampir 50% hasil tangkapan ikan diolah secara tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Proses pengawetan ikan yang dilakukan seperti Ikan Asin, Ikan Kering, dan Ikan Asap. Tujuan dari pengawetan yaitu menghambat atau mencegah terjadinya kerusakan, mempertahankan mutu, dan menambah cita rasa, sehingga dapat mempermudah penanganan dan penyimpanan. Untuk menjaga keawetannya banyak produsen bahkan penjual mencampurkan bahan tambahan pangan yang berbahaya seperti formalin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keberadaan formalin dan kandungan kapang pada Ikan Kakatua Asin, Ikan Teri Kering, dan Ikan Asap Julung-Julung di Pasar Pinasungkulan Karombasan di Kota Manado. Jenis penelitian dilaksanakan di Pasar Pinasungkulan Karombasan Kota Manado. Subjek penelitian ini adalah 12 sampel ikan dari 4 pedagang. Metode pengambilan sampe menggunakan teknik acak sederhana. Variabel yang diamati yaitu formalin dan kapang. Data hasil pemeriksaan laboratorium disajikan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian dengan parameter formalin menunjukkan bahwa dari 12 sampel ikan yang di ambil di Pasar Pinasungkulan Karombasan Kota Manado tidak ada yang mengandung formalin. Parameter kapang dapat dilihat bahwa semua sampel mengandung kapang, sampel yang mengandung kapang tertinggi adalah sampel B1 dengan nilai 1,82 x 104 koloni/gr dan sampel yang mengandung kapang terendah adalah sampel B3 dengan nilai < 10 koloni/gr. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa semua sampel tidak mengandung formalin dan 10 sampel mengandung kapang yang jumlahnya diatas batas maksimum menurut Badan Standardisasi Nasional (2009).Kata Kunci: Ikan Kakatua, Teri Kering, Asap Julung-julung, Formalin, KapangABSRACTTraditional fish processing has important role in Indonesia, especially for traditional fisherman. Nearly 50% of catched fishes traditionally consumed by majority of citizens. Fish preservation is done in form of salted fish, dried fish, and smoked fish. The purpose of preservation is thus prevent spoiling, maintain quality, adding taste, or merchants add ease handling and storage. To keep preservation, many producers harmful additional ingredients of formaline and mold on fish Scarus sp, Stolephorus sp, and Hemiramphus brasiliensis at Pinasungkulan Traditional Market, Karombasan, Manado City. This research is located at Pinasungkulan Traditional Market, Karombasan, Manado City. Subject of this research are 12 fish samples from 4 merchants. Sampling technique is random simple technique. Observed variables are formaline and mold. Data result form laboratory examination is presented to by qualitative and quantitative. Result of this research with formaline parameter showed that in 12 fish samples there were no formaline contens among all samples. For mold parameter, all 12 samples contain mold, with the highest mold contentwas in B1 sample with value of 1,82 x 104 koloni/gr and the lowest mold content was in B3 sample with value of <10 koloni/gr. Based on the conduced research, it can be concluded that there were no formalin contents among all samples and 10 sample contained mold above maximum level according to Badan Standardisasi Nasional (2009).Keywords: Scarus sp, Stolephorus sp, Hemiramphus brasiliensis, formaline, mold