Muh. Sain Hanafy, Muh. Sain
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Kampus II: Jalan Sultan Alauddin Nomor 36 Samata-Gowa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KONSEP BELAJAR DAN PEMBELAJARAN Hanafy, Muh. Sain
Lentera Pendidikan Vol 17, No 1 (2014): Jurnal Lentera Pendidikan
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Belajar dan pembelajaran merupakan dua konsep yang saling berhu­bungan dan tidak dapat dipisahkan. Keduanya merupakan aktivitas utama dalam pendidikan. Belajar dimaknai sebagai proses perubahan perilaku sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya. Peru­bahan perilaku hasil belajar bersifat kontinyu, fungsional, positif, aktif, dan terarah. Proses perubahan tingkah laku dapat terjadi dalam berbagai kondisi berdasarkan penjelasan dari para ahli pendidikan dan psikologi. Adapun pembelajaran adalah kegiatan yang berproses melalui tahapan perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pembelajaran merupakan usaha yang dilakukan untuk menfasilitasi terjadinya proses belajar pada anak didik. Pembelajaran dimaknai pula sebagai interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan belajar. Dengan demikian, efektivitas sebuah proses pembelajaran ditentukan oleh interaksi ketiga komponen tersebut.Abstract: Learning and instruction are the two concepts that are related to each other, and they cannot be separated. Both of them are the main activities in education. Learning is defined as the process of changing behavior as a result of individual interaction with their environment. The changing of behavior is continuous, functional, positive, and directed. The process of changing behavior stimulated in many different conditions based on the explanation from educational and psychological experts. Instruction is defined as the activities processing from planning, implementation, and evaluation. Instruction is the effort to facilitate students’ learning. Instruc­tion is also defined as the interaction of students, educators, and learning resources in a learning environment. Therefore, the effectiveness of ins­truction is determined by the interaction of these three components. 
TERAPAN GAGASAN GARDNER BAGI PENGEMBANGAN TEORI BELAJAR Hanafy, Muh. Sain
Jurnal Diskursus Islam Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v2i2.6526

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi membuktikan asumsi globalisme tersebut dengan temuan aneka alat yang memperpendek jarak komunikasi personal. Berbagai media muncul yang memudahkan umat manusia untuk mencapai keinginannya. Dunia memasuki fase baru yang persoalannya jauh lebih kompleks dari dunia yang dikenali sebelumnya. Problemnya adalah bahasa sains rupanya tidak cukup memadai menyadarkan orang atas gejala alam hingga tuntutannya para saintis sebaiknya mulai belajar linguistik. Linguistik penting karena fenomena alam tidak berbicara bahkan atas dirinya namun berekspresi dan menstimulasi manusia untuk memahaminya. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan deskriptif yakni untuk menjelaskan gagasan Gardner yang memperkelankan Multiple intelegence. Multiple intelegence adalah salah satu teori yang mentransendensikan berbagai disiplin pengetahuan untuk kepentingan pembelajaran yang di dalam prakteknya mengklasifikasi kecenderungan belajar setelah menyelami karakter dasar kecerdasan personal. Teori ini sedemikian rupa bermanfaat untuk mendekatkan pembelajar dengan persoalan-persoalan nyata kehidupannya.ABSTRACTThe development of communication technology proves the assumption about globalism with the invention of various tools that can shorten the distance of personal communication. The diverse media appears that allows man to achieve their will. The world enters a new phase which its problems are more complicated than the known world before.The problem is that the scientific languages seem not to be enough to disenchant man on natural phenomenon so that scientists need to learn about linguistics. The linguistics are important thing since the natural phenomena are silent but attracting man's attention to understand it. The research method in this article uses description, that is, exploring Gardner's paradigm that introduces multiple-intelligence. The multiple-intelligence is one of theories that transcend any knowledge disciplinary in the sake of learning which its implementations classify learning tendencies after recognizing the basic character of individual intelligence. The theory is more beneficial to familiarize students with their own real-lifel problems.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMK NEGERI 4 MAKASSAR Rusdi, Muh.; Mahmud, Moh. Natsir; Hanafy, Muh. Sain; Yaumi, Muhammad
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 3 (2017): December
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i3.7081

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang pelaksanaan pendidikan karakter dan resolusi untuk peningkatannya di SMK Negeri 4 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan multi disipliner (berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu pengetahuan), yaitu: pendekatan yuridis normatif, pedagogis, psikologis dan sosiologis. Sumber data primer adalah a). Guru Pendidikan Agama Islam, b). Peserta didik, dan c). Pengurus organisasi Remaja Pencinta Mesjid (RPM), sedangkan data sekunder, yaitu data yang berupa catatan atau dokumen–dokumen yang terkait dengan fokus penelitian yang diarsipkan oleh pihak sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui 1). Observasi (observation); 2). Wawancara mendalam (indepth interview); 3). Studi dokumentasi; dan 4). Focus Group Discussion (FGD) yang terbagi kedalam 2 (dua) sesi, yakni: 1) FGD siswa; dan, 2) FGD manajemen sekolah. Analisis data dilakukan berdasarkan model interaktif dari Miles dan Hubermann. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan yaitu: 1). Reduksi data; 2). Penyajian data; dan 3). Verifikasi dan penarikan kesimpulan. Untuk mengecek keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan kredibilitas. Adapun teknik yang dilakukan antara lain: 1). Pengamatan secara seksama yang dilakukan secara terus menerus; 2). Triangulasi; dan 3). Melakukan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanan pendidikan karakter di SMK Negeri 4 Makassar, terdiri dari: 1) Pendidikan karakter di setiap mata pelajaran yang dilakukan oleh setiap guru sebelum memulai materi mata pelajaran dengan durasi sekitar 5 (lima) menit; 2) Menjadikan pembentukan karakter sebagai salah satu target capaian pembelajaran yang diposisikan sebagai penopang kompetensi kerja, yakni pengetahuan dan keterampilan kerja yang menjadi kecirian dari SMK Negeri 4 Makassar sebagai sekolah kejuruan; 3) Menjadikan penilaian sikap sebagai syarat mutlak bagi siswa untuk naik kelas; 4) Membangun budaya berkarakter dalam lingkungan sekolah, yang diwujudkan melalui program 3S (Senyum, Salam dan Sapa) dan budaya lingkungan bersih; dan, 5) Mewajibkan siswa untuk mengikuti kegiatan pramuka, yang diakui secara nasional sebagai kegiatan yang ekstrakurikuler yang bermuatan pendidikan karakter.