Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KARAKTERISASI MORFOLOGI BEBERAPA PADI LOKAL DESA ANIK KECAMATAN MANYUKE KABUPATEN LANDAK NOVIA, EVI FANIA; anggorowati, dini; maulidi, -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.19772

Abstract

Identifikasi sifat penting padi lokal perlu dilakukan untuk mengetahui potensinya yang dapat digunakan dalam program pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter atau ciri morfologi padi lokal Desa Anik Kecamatan Manyuke Kabupaten Landak. Penelitian dilaksanakan di Parit Haji Muksin 2 Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok ( RAK). Percobaan menggunakan lima varietas padi lokal Desa Anik yaitu Poek Salayatn, Sarendah, Ragih, Mareka dan Poek PB dengan 3 (tiga) ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter yang berbeda dari kelima jenis padi lokal yaitu tinggi bibit, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang daun, lebar daun, jumlah gabah per malai first heading, main heading dan umur tanaman. Karakter yang sama dari kelima jenis padi lokal yaitu bentuk lidah 2-cleft dan warna leher daun hijau muda. Faktor yang mempengaruhi keragaman sifat atau karakter dari padi lokal adalah faktor genetik dan lingkungan. Kata Kunci : Kabupaten Landak, Karakterisasi, Morfologi, Padi Lokal
PENGARUH BOKASI AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALLUVIAL tuti, Yuspia; Listiawati, Agustina; Maulidi, -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10495

Abstract

Ampas tahu merupakan, bahan organik yang dapat digunakan untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah alluvial bagi pertumbuhan tanaman lobak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bokasi ampas tahu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial, yang dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Lahan yang digunakan merupakan lahan dengan jenis tanah alluvial, dengan lama penelitian 45 hari mulai dari persiapan media tanam sampai panen. Rancangan ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Perlakuan bokasi ampas tahu (B) yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: b1 = 2,88 kg/petak atau setara dengan 15 ton/ha, b2= 5,76 kg/petak setara dengan 30 ton/ha, b3 = 8,64 kg/petak setara dengan 45 ton/ha, b4 = 11,52 kg/petak setara dengan 60 ton/ha dan b5 = 14,4 kg/petak atau setara dengan 75 ton/ha. Variabel pengamatan dalam penelitian ini meliputi : Luas Daun total (cm2), Kehijauan Daun (spad unit), Berat Kering Tanaman (g), Berat Segar Tanaman (g), Berat Umbi (g), Diameter Umbi (cm), Panjang umbi (cm), dan Hasil/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas tahu sebesar 45 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif bagi pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah alluvial.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH TAOGE TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA TANAH ALLUVIAL Sukartono, Yosua Edi; Sulistyowati, Henny; Maulidi, -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik kompos limbah taoge untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah aluvial. Penelitian di laksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa kompos limbah taoge/polibag, setara dengan 11,48% bahan organik dalam tanah, 170 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 15% bahan organik dalam tanah, 250 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 30% bahan organik dalam tanah, 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah, 670 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 60% bahan organik dalam tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah taoge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Penambahan 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah memberikan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di pre nursery pada tanah alluvial.
Pengaruh Bokasi Ampas Tebu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Pada Tanah Aluvial KHAIRUL, -; WARGANDA, -; MAULIDI, -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 6 No. 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.20767

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan mendapatkan dosis bokasi ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil buncis pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak sejak 23 Mei sampai 20 Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan 4 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel tanaman. Perlakuan tersebut adalah: p0 (tanpa pemberian bokasi), p1 (3,5% bahan organik setara dengan 361 g/polybag), p2 (7% bahan organik setara dengan 895 g/polybag), p3 (10,5% bahan organik setara dengan 1.340 g/polybag), dan p4 (14% bahan organik setara dengan 1.965 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volum akar (cm3), kehijauan daun (spad unit), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hst), jumlah polong per tanaman (polong), berat polong per tanaman (g) dan panjang per polong (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi ampas tebu dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil buncis pada tanah aluvial. Dosis bokasi ampas tebu yang terbaik tidak ditemukan, namun pemberian bokasi dengan dosis lebih dari 3,5% bahan organik setara dengan 361 g/polybag dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman buncis pada tanah aluvial. Kata kunci : bokasi ampas tebu, buncis, tanah aluvial