Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : POLITIK

Tan Malaka, Revolusi Indonesia Terkini Faisal Chaniago; Firdaus Syam
POLITIK Vol 11, No 1 (2015): Politik, Januari-Juni
Publisher : POLITIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.648 KB)

Abstract

AbstrakSangat menarik untuk memahami pandangan Tan Malaka tentang revolusi dengan melihat relevansi kondisi kekinian Indonesia. Oleh karena itu, lewat metode hermeunetika dan teori materialisme histori, diharapkan, pandangan Tan Malaka bisa dipahami, yakni memahami masyarakat dalam konteks tingkah laku secara keseluruhan dengan memandang kultur, cara pikir dan bertingkah laku dari masyarakat tersebut. Hanya dengan inilah kita dapat memahami Tan Malaka dalam zamannya. Baginya revolusi merupakan alat yang tepat buat meraih kemerdekaan.Kata Kunci: Tan Malaka, revolusli, hermeunetika, materialisme histori AbstractIt is very interesting to understand Tan Malaka’s point of view towards revolution by seeing the relevance of Indonesia’s contemporary condition. Therefore, by using hermeunetics methods and the theory of historical materialism,we expect that Tan Malaka’s point of view could be understood; by understanding people in context of whole behavior by looking at the culture, way to think and how to behave from those people. This is the only way for us to understand Tan Malaka in his period. For Tan Malaka, revolution is the proper device to reach the freedom.Keywords: Tan Malaka, Revolution, Hermeunetics,Historical Materialism
Tafsir Kekuasaan Menurut Gajah Mada Yusak Farchan; Firdaus Syam
POLITIK Vol 11, No 1 (2015): Politik, Januari-Juni
Publisher : POLITIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.143 KB)

Abstract

AbstrakDalam perspektif membaca pemikiran politik Gajah Mada tentang kekuasaan ini, akan digunakan perangkat analisis wacana Pecheux dengan metode deskriptif kualitatif. Di sini, wacana merupakan terjemahan dari kata discourse; sebuah konsep yang diperkenalkan oleh Foucault. Dalam hal ini, kekuasaan dalam pandangan Gajah Mada adalah kemampuan untuk mengendalikan tingkah laku orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.Kata Kunci: Gajah Mada, Kekuasaan, analisis wacanaAbstractThe Perspective of political thought reading by Gajah Mada towards its power will use discourse analysis device of Pecheux with qualitative methods. Herein, discourse; a concept presented by Foucault. In this matter, the power in Gajah Mada’s thought is the ability to control someone’s behavior both direct and indirect.Keywords: Gajah Mada, Power, Discourse Analysis
Gerakan Politik Tirto Adhi Soerjo Dharwis Widya Utama Yacob; Firdaus Syam
POLITIK Vol 12, No 1 (2016): Politik
Publisher : POLITIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.347 KB)

Abstract

AbstrakTirto Adhi Soerjo juga dikenal sebagai tokoh pelopor pergerakan nasional yang sangat cerdas, terutama dalam pengembangan nasionalisme Indonesia. Tirto Adhi Soerjo berpikir bahwa bangsa Hindia Belanda dipersatukan bukan oleh kesamaan agama, etnik atau hubungan darah, akan tetapi, oleh kesamaan pengalaman sebagai “orang terperintah” --- penjajahan dapat eksis karena feodalisme dan penguasaan sumber-sumber ekonomi oleh perusahaan Belanda yang saat itu karena lemahnya kontrol kaum priyayi. Selaras dengan itu, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomena sosial --- sehingga tampak dengan jelas, betapa keluhan-keluhan dan penderitaan yang dialami oleh rakyat bangsanya disuarakan lewat Medan Prijaji yang juga sebagai alat untuk memajukan dan mempersatukan bangsa pada proses perjalanannya dapat membuahkan hasil. Usaha Tirto Adhi Soerjo membangkitkan kesadaran bangsanya lewat alat yang lebih modern dapat dilihat sebagai kesadaran bagi bangkitnya gerakan pembebasan. Karena lewat koran inilah gagasan nasionalisme tertulis pertama kali dan dibaca dan menjadi pembentuk kesadaran awal tentang nasionalisme melampaui perbedaan agama, suku, dan organisasi.Kata kunci: Tirto Adhi Soerjo, Gerakan Politik, NasionalismeAbstractTirto Adhi Soerjo also known as the pioneer leaders of national movement that is very smart, especially in the development of Indonesian nationalism. Tirto Adhi Soerjo think that the nation Indies united not by a common religion, ethnicity or blood ties, however, by their common experience as “the terperintah” --- colonization can exist as feudalism and control of economic resources by the Dutch company then because of the weak control of the gentry. Accordingly, the author uses qualitative research methods to approach social phenomena --- so that it appears clearly how complaints and suffering experienced by the people of the nation are voiced through Medan Prijaji also as a tool to promote and unite the nation in the travel process can produce results. Tirto Adhi Soerjo effort to raise awareness of his people through a more modern tool that can be seen as an awareness to the rise of liberation movements. Because the newspapers, is the idea of nationalism was first written and read and be forming early awareness of nationalism goes beyond differences of religion, ethnicity, and organization.Keywords: Tirto Adhi Soerjo, Political Movement, Nationalism.