Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KOHESIVITAS KELOMPOK DITINJAU DARI KOMITMEN TERHADAP ORGANISASI DAN KELOMPOK PEKERJAAN tyastuti, Purwaningtyastuti; Wismanto, Yohanes Bagus; Suharsono, M
PREDIKSI Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen terhadap organisasi dan kelompok pekerjaan dengan kohesivitas kelompok. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan antara komitmen terhadap organisasi dengan kohesivitas kelompok dan ada perbedaan kohesivitas kelompok ditinjau dari kelompok pekerjaan (tenaga edukatif dan administrasi) di Universitas Semarang. Subyek penelitian berjumlah 240 subyek .Penelitian ini menggunakan Skala kohesivitas dan Skala Komitmen Organisasi dan dianalisi dengan menggunakan teknik product moment dari Pearson untuk hipotesis pertama dan Uji-t untuk hipotesis kedua.Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi yang signifikan antara komitmen terhadap organisasi dengan kohesivitas kelompok (r = 0,649 dengan p<0,01) dan tidak ada perbedaan kohesivitas antara kelompok pekerjaan di Universitas Semarang ( nilai uji beda 1,103 dengan p = 0,274 (p<0,05 ) .Kata kunci : kohesivitas kelompok , komitmen terhadap organisasi
Resiliensi pada Remaja yang Terinfeksi HIV/AIDS (ODHA) Anna Dian Savitri; Purwaningtyastuti Purwaningtyastuti
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v3i2.1724

Abstract

This study aims to determine the resilience picture of adolescents infected with HIV AIDS. Subjects in this study were adolescents who tested positive for HIV / AIDS, were undergoing ARV treatment and were willing to become research subjects. The informants who supported this research came from volunteers and the leadership of the shelter where the subjects resided. The method used in this research is a qualitative paradigm with a case study approach. Subject and informant data collection through structured interviews, while the analysis technique used uses triangulation of sources, by comparing the analysis of subject data with research informants. The results of this study are high levels of Sy resilience. Aspects of I Have include support and attention from others, Sy prioritizes pleasure and comfort, has a role model, has the drive to be independent, and has experienced health discrimination, gets good education and safety services. Factor I Am includes having an attractive attitude, expressing love through actions, and caring. I Can aspects include being able to express what is felt and thinking, being able to solve problems, being able to control emotions, and being able to foster good relations with others. The subject has good resilience and is able to accept his conditionKeywords: Resilience, Youth, HIV / AIDSDaftar PustakaAzwar, S. 2003. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset  Calhoun, J.F. dan Acocella, J.R. 1995. Psikologi Tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan. New York : Mc Graw Hill  Chaplin, C.B. 1995. Kamus Lengkap Psikologi. (Terjemahan: Kartini Kartono).ed 1. cetakan ke-2. Jakarta: Grafindo Persada.Davidoff. 1991. Psikologi Suatu Pengantar. Jilid 2. Alih Bahasa : Mari Jumiati.Jakarta : Erlangga  Gerungan, W.A. 1996. Psikologi Sosial. Bandung : PT Eresco  Herdiansyah, Haris. 2015. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu Psikologi. Jakarta : Salemba Humanika  Hurlock, E. 2004. Psikologi Perkembangan. Jakarta : Erlangga Press  Kementrian Kesehatan RI (2012) : MEDIAKOM Mengenal, Mencegah Pertumbuhan HIV-AIDS. Jakarta.  Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), (2003) Strategi Nasional Penanggulangan AIDS, 2003-2007, Menkosesra, KPAN, Jakarta.  Kurniawan, Y., & Noviza, N. (2018). Peningkatan Resiliensi pada Penyintas Kekerasan terhadap Perempuan Berbasis Terapi Kelompok Pendukung. Universitas Islam Negeri Walisongo, 2(2), 125 142. http://dx.doi.org/10.21580/pjpp.v2i2.1968  Sarafino. 1998. Health Psikologi : Biopsychosocial Interaction. USA : John Willey and sons  Smet, B. 1994, Psikologi Kesehatan. Jakarta : PT Grasindo
Perilaku Altruisme pada Relawan Konselor Remaja Anna Dian Savitri; Purwaningtyastuti Purwaningtyastuti
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.253 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v11i1.7293

Abstract

Pelatihan Resiliensi pada Remaja Panti Asuhan Kimmy Katkar; Purwaningtyastuti Pungky; Retno Ristiasih Utami
Jurnal Surya Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.4.1.2021.89-96

Abstract

Adolescents who live in orphanages will only have their physiological needs met but not their psychological needs, this is because the condition of the orphanage with the number of caregivers and orphans that are not comparable can cause psychological problems. The lack of guidance from caregivers in more depth can be one of the triggering factors for adolescents who live in orphanages when experiencing problems in their lives to be more susceptible to stress, pressure and depression. This makes it easy for individuals to fall and find it difficult to get back up. The implementation method in this service activity is carried out offline by giving lectures, case studies and games. Activities were evaluated using the pretest and post-test measurement models. Based on the results of the analysis using the Paired Sample T-Test, it was found that there was an increase of 17.98 with a difference in the mean score of pretest 56.95 and post-test 74.93. This shows an increase in resilience in orphaned adolescents after being given training. The activities that have been carried out are very useful for adolescents by increasing resilience and gaining new knowledge which before this activity teenagers did not know the meaning and importance of individuals having high resilience.
Pelatihan Resiliensi pada Remaja Panti Asuhan Kimmy Katkar; Purwaningtyastuti Pungky; Retno Ristiasih Utami
Jurnal Surya Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.4.1.2021.89-96

Abstract

Adolescents who live in orphanages will only have their physiological needs met but not their psychological needs, this is because the condition of the orphanage with the number of caregivers and orphans that are not comparable can cause psychological problems. The lack of guidance from caregivers in more depth can be one of the triggering factors for adolescents who live in orphanages when experiencing problems in their lives to be more susceptible to stress, pressure and depression. This makes it easy for individuals to fall and find it difficult to get back up. The implementation method in this service activity is carried out offline by giving lectures, case studies and games. Activities were evaluated using the pretest and post-test measurement models. Based on the results of the analysis using the Paired Sample T-Test, it was found that there was an increase of 17.98 with a difference in the mean score of pretest 56.95 and post-test 74.93. This shows an increase in resilience in orphaned adolescents after being given training. The activities that have been carried out are very useful for adolescents by increasing resilience and gaining new knowledge which before this activity teenagers did not know the meaning and importance of individuals having high resilience.
PENINGKATAN PEMAHAMAN PENTINGNYA MOTIVASI DIRI SEBAGAI UPAYA MENCEGAH KEMALASAN SOSIAL PADA SISWA SMA Kimmy Katkar; Pundani Eki Pratiwi; Pungky Purwaningtyastuti; Anna Dian Savitri
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v5i2.37603

Abstract

Tugas kelompok merupakan salah satu bentuk kewajiban yang harus dikerjakan oleh siswa sebagai bentuk proses pengembangan kompetensi diri. Namun faktanya adalah tidak semua anggota kelompok ikut kontribusi sehingga membuat anggota lain harus bekerja lebih keras. Tidak adanya motivasi diri dapat mendorong anggota kelompok cenderung berdiam diri tindak bertindak apapun untuk menyelesaikan tugas. Sikap tidak kooperatifnya dalam kelompok akan mendorong munculnya berbagai energi negatif yang dapat mengganggu keharmonisan dalam hubungan pertemanannya dan berpengaruh buruk terhadap hasil akhir. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu siswa SMA agar terhindar dari perilaku kemalasan sosial dengan cara meningkatkan motivasi diri pada masing-masing individu. Metode penyelenggaraan kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara online melalui media zoom dengan memberikan ceramah, studi kasus dan permainan. Pelatihan ini dievaluasi dengan menggunakan model pengukuran pre-test dan post-test. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan teknik pengkodingan deskriptif didapatkan hasil bahwa ada peningkatan motivasi diri pada siswa dari sebelum dan setelah diberikan pelatihan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa, dengan adanya peningkatan motivasi diri dapat mendorong siswa agar dapat aktif berpartisipasi dalam  mengikuti segala kegiatan pembelajaran termasuk mengerjakan tugas kelompok sehingga dapat terhindar dari kemalasan sosial.
Peningkatan Komunikasi Asertif sebagai Upaya Mencegah Kesalahpahaman dalam Komunikasi bagi Ibu-Ibu PKK Purwaningtyastuti Pungky; Anna Dian Savitri; Kimmy Katkar
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v6i3.1805

Abstract

Manusia sering mengalami kendala dalam mengekspresikan emosi, perasaan dan pendapatnya kepada orang lain. Ada yang sungkan dan tidak enak ketika akan menyampaikan pendapatnya. Rasa tidak enak tersebut muncul karena takut menyakiti perasaan orang lain dan dianggap tidak tahu etika. Permasalahan ini berkaitan dengan ketrampilan komunikasi asertif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagi ibu-ibu kader PKK terkait pentingnya komunikasi asertif agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menjalin komunikasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan diberikan ceramah dan tugas yang berisi tentang komunikasi. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan teknik koding deskriptif didapatkan hasil bahwa ada peningkatan pemahaman komunikasi asertif pada ibu-ibu kader PKK dari sebelum dan setelah diberikan psikoedukasi. Hal ini menunjukkan dengan adanya peningkatan pemahaman komunikasi asertif, peserta mampu menerapkan cara berkomunikasi secara asertif dan meminimalisir terjadinya kesalahpahaman saat menjalin komunikasi. Kegiatan ini membawa manfaat yang positif bagi seluruh peserta kegiatan yaitu warga wilayah RW 15 pada umumnya, dan ibu-ibu Kader PKK pada khususnya. Dengan memahami dan mempraktekkan komunikasi asertif maka peserta menyadari makna pentingnya komunikasi asertif untuk membangun komunikasi yang baik.