Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Bencana Hidrometeorologi: Strategi dan Tantangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Membentuk Kesiapsiagaan Masyarakat Alfien Yoesra; Susilo, Cipto; Yudarmawan, Faris
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 4 No. 2 (2025): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v4i2.1603

Abstract

Bencana Hidrometeorologi pada tahun 2024 di Indonesia tercatat 1560 kejadian. Kabupaten Jember merupakan kabupaten yang berisiko tinggi terjadi becana Hidrometeorologi. Tercatat kejadian bencana Hidrometeorologi pada akhir akhir tahun 2024 di Kabupaten Jember terjadi berupa banjir dan angin puting beliung. Masyarakat yang berada di daerah yang rawan bencana diharapkan untuk siaga akan terjadinya becana. Dalam mewujudkan kesiapsiagaan masyarakat, BPBD Kabupaten Jember memiliki strategi dan tantangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengekplorasi upaya yang akan atau telah dilakukan BPBD Kabupaten Jember dan tantangan dalam membentuk kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana Hidrometeorologi. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif riset dengan pendekatan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah anggota/petugas BPBD Kabupaten Jember. Pengambilan data dilakukan dengan focus grup diskusi (FGD), Analisa data yang digunakan adalah transkip thematic analyse. Hasil dalam penelitian ini terkait strategi BPBD Kabupaten Jember dalam membentuk kesiapsiagaan masyarakat adalah; 1) pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), 2) edukasi kesiapsiagaan bencana, 3) latian gabungan kesiapsiagaan bencana, 4) penguatan mandiri dengan cara Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) pada siswa sekolah, 5) pemasangan rambu-rambu untuk kesiapsiagaan bencana. Sedangkan tantangan yang dihadapi dalam membentuk kesiapsiagaan masyarakat: 1) kurangnya kesadaran masyarakat untuk ikut dalam kegiatan kebencanaan di desa, 2) ketersediaan waktu yang dimiliki oleh masyarakat untuk mengikuti kegiatan kebencanaan
Behavioral risk factors and maternal nutrition as predictors of pre-eclampsia among pregnant women in rural areas: cross-sectional study Azza, Awatiful; Esti Yunitasari; Mira Triharini; Susilo, Cipto
Jurnal Ners Vol. 18 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v18i3.47248

Abstract

Introduction: The behavior of pregnant women in caring for pregnancy is influenced by the environment, culture, and lifestyle of the community. This study aimed to analyze the behavior of pregnant women and their nutritional status during pregnancy contributes to the incidence of pre-eclampsia  in rural areas. Methods: This study used a cross-sectional approach to 210 pregnant women who visited a community health center in East Java, Indonesia, in the period June 2020-February 2022. Potential risk factors, including maternal behavior in care during pregnancy, and obesity were evaluated as determinants of pre-eclampsia and its subtypes. The assessment instrument uses a structured questionnaire and has been tested for validity and reliability. Logistic regression analysis was used to determine potential risk factors. Odds ratios with 95% confidence intervals (CI) were calculated to estimate the effects of individual factors. All statistical analyses were performed with SPSS version 22.0 with a p-value < 0.05 considered significant. Results: There were 65 (31%) pregnant women experiencing pre-eclampsia from 210 samples. Maternal behavior during pregnancy could predict the incidence of pre-eclampsia (p = 0.001; 95% CI 0.121-0.583; OR = 0.266) while obesity was able to predict pre-eclampsia (p = 0.00; 95% CI 1.705-5.209; OR = 3.00). the age of pregnant women p = 0.014; 95% CI 1.143-3,355; OR = 1.959), and history of hypertension p = 0.036; 95% CI 1.053 – 4.550; OR = 2.189). Conclusions: The behavior and nutritional status of pregnant women have been proven to influence the incidence of pre-eclampsia.
Pelatihan Triase Dan Pertolongan Pertama Korban Bencana Pada Tim Reaksi Cepat Desa Tangguh Bencana Di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember Yoesra, Alfien; Susilo, Cipto
Jurnal Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpi.v1i3.3130

Abstract

Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember sebagai desa yang sangat berisiko tinggi mengalami bencana alam. Hasil mitigasi menggunakan instrument Rapid Health Assessment (RHA) ditemukan bahwa penguatan kapasitas desa dalam indikator peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) terkait tim tanggap darurat bencana, Desa Suci tidak pernah melakukan pembekalan pengetahuan dan skill terkait inisiasi awal pada saat terjadi bencana. Masalah yang dihadapi oleh mitra tersebut kemudian tim pengabdian mengajukan untuk melakukan pelatihan triase dan pertolongan pertama korban bencana untuk Tim Reaksi Cepat (TRC) DESTANA Desa Suci. Metode pelatihan yang dilakukan oleh tim pengabdian dengan cara ceramah, diskusi dan simulasi terkait triase START (Simple Triage and Rapid Treatment), balut bidai dan transport korban bencana. Hasil dari pelatihan triase dan pertolongan pertama korban bencana, berdasarkan evaluasi secara langsung kepada peserta pelatihan bahwa pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan skill anggota TRC dalam melakukan inisiasi awal pada saat terjadi bencana. Hal tersebut digambarkan dengan peserta pelatihan dapat memahami dan melakukan pengelompokan korban bencana sesuai kondisi kegawatdaruratannya dengan teknik triase START, memahami dan bisa melakukan teknik balut bidai serta memahami dan bisa melakukan transport korban bencana.
Efektifitas Kombinasi Ews (Seismograf Dan Cctv) Terhadap Respon Masyarakat Kelompok Rentan Dalam Situasi Gawat Darurat Di Gunung Semeru Prasojo, Ardhi Gigih; Susilo, Cipto; Ali Hamid, Mohammad
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 4 (2025): SEMNAS-HEALTH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Semeru sebagai gunung api aktif di Indonesia memiliki potensi tinggi menyebabkan bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB). Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas memiliki risiko lebih tinggi ketika terjadi erupsi. Sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) menjadi kunci untuk menyelamatkan mereka. Kombinasi antara seismograf dan CCTV dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi informasi untuk merespons bahaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi seismograf dan CCTV terhadap respon masyarakat kelompok rentan terhadap EWS di situasi gawat darurat Gunung Semeru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah masyarakat kelompok rentan di dusun Sumbersari wilayah KRB 3 dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner CASPER Preparedness berbasis skala Guttman. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi α ≤ 0,05. Hasil: Sebagian besar responden menilai kombinasi seismograf dan CCTV kurang efektif (53,3%). Namun, sebanyak 33,3% menilai kombinasi tersebut efektif. Respon terhadap sistem EWS juga mayoritas cukup (60,0%), diikuti respon baik (33,3%). Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,949, menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara efektivitas kombinasi seismograf dan CCTV terhadap respon masyarakat kelompok rentan dalam situasi gawat darurat. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara efektivitas kombinasi seismograf dan CCTV dengan respon masyarakat kelompok rentan terhadap Early Warning System dalam situasi gawat darurat di Gunung Semeru.
MODEL PEMBELAJARAN APLIKATIF DETEKSI DINI STUNTING TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI KADER ‘AISYIYAH Azza, Awatiful; Susilo, Cipto
Ensiklopedia Research and Community Service Review Vol 5, No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/err.v5i2.3797

Abstract

Abstract: Stunting is a significant public health problem in Jember Regency and has a long-term impact on the quality of human resources. Efforts to accelerate stunting reduction require active community involvement through strengthening the capacity of local organization-based health cadres. This study aims to analyze the application of an applied learning model for early stunting detection to improve the competence of 'Aisyiyah cadres in the community. The study used a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest design approach. The subjects were Aisyiyah cadres who participated in early stunting detection training. The intervention was an applied learning model that emphasized direct practice, anthropometric measurement simulations, the use of detection tools, and field mentoring. Cadre competency measurements included aspects of knowledge, attitudes, and skills before and after the intervention. Data analysis was conducted using statistical tests to determine differences in pretest and posttest scores. The results showed a significant increase in cadre competency after being given the applied learning model. There was a very significant difference between pre-test and post-test scores in 20 participants (Z = -3.195, p < 0.001, r = 0.89). Improvements were seen in understanding the concept of stunting, the accuracy of anthropometric measurements, and the ability of cadres to educate mothers of toddlers. The applied learning model has proven effective in increasing cadre readiness for early detection of stunting in the community. This learning model can be used as a community-based training strategy to support programs to accelerate stunting reduction.Keywords: Early Detection; Stunting; Cadre Competency; Applied Learning Model.