Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penelitian Eksperimental Geser-Friksi Sambungan Tiang Kayu Lontar (Borassus flabellifer) dengan Batu pada Rumah Tradisional Ammu Hawu (NTT) Suwantara, I Ketut; Rusli, Rusli
Jurnal Teknik Sipil Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2370.639 KB)

Abstract

Abstrak. Ammu Hawu sebagai rumah tradisional asli Indonesia memiliki sistem struktur tiang-tiang di atas pondasi batu. Jenis pondasi batu/umpak yang sering digunakan pada bangunan tradisional mampu meningkatkan kinerja struktur secara keseluruhan akibat gaya lateral. Perilaku ini dikenal sebagai sistem base isolation, cara populer untuk melindungi struktur dari gaya lateral yang ditimbulkan akibat gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter nilai friksi yang terjadi pada sambungan tiang dengan batu. Penelitian ini dilakukan melalui pengujian eksperimental di laboratorium dengan jumlah benda uji 3 (tiga) buah. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban aksial konstan (terdapat 3 variasi beban aksial untuk masing-masing benda uji) dan beban lateral bertahap sampai dengan kondisi permukaan penampang kayu Lontar (Borassus flabellifer) dan batu mengalami kondisi slip. Nilai friksi dihitung dengan membandingkan kedua beban tersebut. Hasil penelitian menunjukkan besarnya friksi yang terjadi antara kayu Lontar berbentuk silindris dengan batu adalah sebesar m = 0,35. Nilai friksi yang diperoleh dari penelitian ini direkomendasikan sebagai parameter nilai friksi antara kayu Lontar dengan batu.Abstract. Ammu Hawu been native tradisional houses in Indonesia have poles above the stone foundation structure system. This type were often used in traditional houses, it can improve overall structure performance due to lateral forces. This behavior is known as base isolation system, the popular ways to protect the structure from lateral force. The objective of this research is to recognize friction value parameter that occur in pole-stone foundation connection. This research was conducted through experimental testing in laboratory with 3 specimen tests. Testing was done by providing constant axial load (there were 3 variations of axial load each specimens) and lateral load incrementally untill the papyrus (Borassus flabellifer) and stone surface conditions sliped. Friction value was calculated by comparing both of the loads. Result shown friction between papyrus and stone was equal to m = 0.35. This friction value obtained to recommended as a parameter value to the friction between papyrus and stone.
Study of Problem Identification and Solution for Handling the Housing Stimulant Grant Program in the COVID-19 Pandemic: A Case Study in Muncan Village, Bali Juniartini, Ni Luh Putu; Suwantara, I Ketut; Setiawan, I Nyoman Anom Fajaraditya
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 3 (2020): December 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51172/jbmb.v1i3.138

Abstract

Purpose: The housing rehabilitation program for low-income people is carried out by the Indonesian Ministry of Public Works and Public Housing. Muncan Village is one of the areas that received 2020 house rehabilitation assistance (BSPS) for Karangasem Regency. Research methods: Preventive measures are needed, especially for the Field Facilitator Team as the front guard, so that the BSPS program channelled adequately. The key to smooth distribution, in addition to the precise mechanism, must also follow the government's recommendations and implement health protocols. Findings: Constraints on distribution activities, starting from November 2019 to the initial process in April 2020. Field constraints, social aspects, education, and the community's situation become challenges in these activities. But beginning in 2020, the COVID-19 pandemic made the distribution of aid even more complicated with adjustments to the rules and recommendations of the government in conducting activities. Implications: Additional mission the field team to accelerate the handling of the pandemic, an appeal about anticipating COVID-19 also needs to convey. Strategies related to initiatives provide a masker for beneficiaries to foster protocol awareness and motivation regarding applicable rules.
Kinerja Sistem Struktur Rumah Tradisional Ammu Hawu dalam Merespon Beban Seismik Suwantara, I Ketut; Suryantini, Putu Ratna
Jurnal Permukiman Vol 9 No 2 (2014)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2014.9.102-114

Abstract

Ammu Hawu merupakan salah satu rumah tradisional dengan struktur kayu Lontar (Borassus flabelifer), memiliki kestabilan secara struktural terhadap beban lateral gempa. Hal ini dibuktikan dengan kondisi struktur yang tetap utuh ketika terjadi gempa Flores (2012). Penelitian ini mengkaji kinerja sistem struktur keseluruhan (3 dimensi) secara numerik dengan input data berupa hasil uji sifat mekanis elemen struktur, friksi pada pondasi, sambungan terkritis pada struktur, dan rekam data gempa riwayat waktu Flores. Hasil analisis menunjukkan deformasi yang terjadi melebihi kinerja batas layan, namun belum melebihi kinerja batas ultimit yang disyaratkan pada peraturan gempa Indonesia, kinerja struktur dinilai baik karena gaya-gaya dalam yang terjadi pada elemen struktur lebih kecil daripada kekuatan tekan kayu Lontar. Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum tidak terjadi kegagalan pada elemen struktur balok maupun kolom, melainkan perilaku kegagalan terjadi pada sistem sambungannya. Hal ini menunjukkan struktur masih kuat untuk menahan beban sendiri, hidup, dan gempa. Tingkat kestabilan yang sangat baik pada struktur karena tidak mengalami kegagalan struktur (collapse) setelah dilakukan analisis numerik dengan gempa riwayat waktu. Sistem pondasi umpak memberikan dampak positif terhadap sistem struktur karena gaya lateral akibat gempa tidak seluruhnya diterima dan ditahan oleh struktur bangunan. 
Kinerja Termal pada Rumah Tradisional Sao Ria di Desa Ngalupolo dan Nggela Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Suwantara, I Ketut; Damayanti, Desak Putu
Jurnal Permukiman Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2013.8.98-107

Abstract

Tulisan ini mengkaji mengenai kinerja termal bangunan tradisional Sao Ria di Desa Ngalupolo dan Desa Nggela, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kajian-kajian terdahulu masih sebatas pada kajian bentuk, ruang, dan makna bangunan. Keunggulan bangunan sebagai wadah aktifitas yang nyaman pada kondisi iklim setempat, masih sangat jarang diangkat. Sebagai suatu evalator research, maka kajian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kinerja bangunan pada musim kemarau dan hujan. Data untuk pengukuran statis berupa karakteristik Sao Ria, suhu (t), kelembapan (RH), dan kecepatan angin (V), diperoleh dari hasil pengukuran survei lapangan selama 1x24 jam. Alat yang digunakan adalah Hioki Loger, Questem-34, dan Thermohigrometer Kanomax. Analisis yang dilakukan adalah dengan membandingkan perbedaan suhu yang terjadi sebagai indikator kenyamanan ruang dalam yang terbentuk. Hasilnya dikomparasi dengan pengukuran respon termal penghuni terhadap kondisi ruang yang terjadi. Ditemukan bahwa meskipun kondisi kelembapan setempat > 80%, dengan kecepatan angin 0,1 s/d 1 m 2, namun kinerja kedua Sao Ria menunjukkan bahwa suhu ruang dalam mampu lebih hangat pada musim hujan dan juga sebaliknya. Hal ini menunjukkan termal statis sebanding dengan respon termal. Temuan ini dapat menjadi dasar pembelajaran dalam hal pengembangan disain bangunan masa kini, dengan mengadopsi sistem kinerja bangunan Sao Ria tersebut.