Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dakwah di Tengah Industrialisasi Media el Ishaq, Ropingi
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 (2013): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.131 KB) | DOI: 10.15642/jki.2013.3.1.137-151

Abstract

This article discusses the position of proselytizing in the middle of the media industry and how this prose–lytizing should be undertaken. This paper argues that the religious contents of publication and broadcast by the mass media tend to be commodified in order to meet the needs of the society, while people use the media for entertainment purposes only. As a result, the content of religion in the media cannot be separated from the element of entertainment. Religion in the media tends to become merely the point entertainment, so that the element of proselytizing and motivation to raise religious awareness tends to be neglected. The purpose of the media as a medium of information, education, edu–tainment, and a tool of social cohesion have not been rea–lized in the current era.Keywords: proselytizing, media industry, media content, the structuration of religion.------------------------------------------------------------------------Artikel ini membahas bagaimana posisi dakwah di tengah industri media dan bagaimana dakwah harus dila–kukan. Tulisan ini berpendapat bahwa konten agama yang dimuat dan ditayangkan oleh media massa cenderung sebagai komoditi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara masyarakat memanfaatkan media sebagai alat untuk memperoleh hiburan belaka. Alhasil, konten agama dalam media tidak dapat dilepaskan dari unsur hiburan. Agama di media menjadi materi hiburan belaka, sehingga unsur dakwah dan motivasi untuk memunculkan kesadaran beragama menjadi terabaikan. Tujuan media sebagai media informasi, edukasi, hiburan yang mendidik, dan sebagai alat perekat sosial menjadi gagasan yang melangit dan belum terwujud di era demokratisasi media saat ini.Kata Kunci: dakwah, industri media, konten media, strukturasi agama.
Kerukunan dan Komunikasi Umat Beragama Masyarakat Kota Kediri Propinsi Jawa Timur Tahun 2024 el Ishaq, Ropingi; Mujib, Abdul; Munif, Achmad; Alamin, Taufik; Winarto, Agus Edy
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.428

Abstract

Kerukunan dan Komunikasi umat beragama di Kota Kediri terbilang cukup baik. Kota Kediri yang dihuni oleh berbagai pemeluk agama dan juga etnis mempu menciptakan kehidupan yang harmonis. Konflik antar umat beragama relative nihil. Bahkan Kota Kediri secara berturut-turut sejak tahun 2020 masuk dalam 10 kota toleran di Indonesia versi Setara Institut. Tentu ini menjadi hal menarik untuk dikaji lebih mendalam. Bagaimana indeks kerukunan beragama Masyarakat Kota Kediri pada tahun 2024 ini. Bagaimana dinamika komunikasi antar umat beragama di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat kerukunan umat beragama secara kuantitatif, dan mendeskripsikan dinamika komunikasi umat beragama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di kota Kediri terbilang sangat tinggi, yakni mencapai angka 91,24 dari skala 10-100. Adapun dinamika komunikasi yang memberikan sumbangsih terhadap tingkat kerukunan umat beragama di Kota Kediri adalah pertama, adanya ruang-ruang terbuka yang memungkinkan terjadinya interaksi social masyarakat secara setara. Kedua, Forum Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri yang aktif melakukan sosialiasi tentang pentingnya kerukunan memiliki peran yang dominan. Ketiga, adanya regulasi yang menjadi payung hukum kehidupan keberagamaan. Keempat, gerakan moderasi beragama yang massif didorong oleh kementerian agama dan diterima masyarakat, turut menciptakan keharmonisan umat beragama.
Kerukunan dan Komunikasi Umat Beragama Masyarakat Kota Kediri Propinsi Jawa Timur Tahun 2024 el Ishaq, Ropingi; Mujib, Abdul; Munif, Achmad; Alamin, Taufik; Winarto, Agus Edy
Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam Vol. 23 No. 2 (2025): Jurnal Realita: Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/realita.v23i2.428

Abstract

Kerukunan dan Komunikasi umat beragama di Kota Kediri terbilang cukup baik. Kota Kediri yang dihuni oleh berbagai pemeluk agama dan juga etnis mempu menciptakan kehidupan yang harmonis. Konflik antar umat beragama relative nihil. Bahkan Kota Kediri secara berturut-turut sejak tahun 2020 masuk dalam 10 kota toleran di Indonesia versi Setara Institut. Tentu ini menjadi hal menarik untuk dikaji lebih mendalam. Bagaimana indeks kerukunan beragama Masyarakat Kota Kediri pada tahun 2024 ini. Bagaimana dinamika komunikasi antar umat beragama di Kota Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Tingkat kerukunan umat beragama secara kuantitatif, dan mendeskripsikan dinamika komunikasi umat beragama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerukunan umat beragama di kota Kediri terbilang sangat tinggi, yakni mencapai angka 91,24 dari skala 10-100. Adapun dinamika komunikasi yang memberikan sumbangsih terhadap tingkat kerukunan umat beragama di Kota Kediri adalah pertama, adanya ruang-ruang terbuka yang memungkinkan terjadinya interaksi social masyarakat secara setara. Kedua, Forum Kerukunan Umat Beragama di Kota Kediri yang aktif melakukan sosialiasi tentang pentingnya kerukunan memiliki peran yang dominan. Ketiga, adanya regulasi yang menjadi payung hukum kehidupan keberagamaan. Keempat, gerakan moderasi beragama yang massif didorong oleh kementerian agama dan diterima masyarakat, turut menciptakan keharmonisan umat beragama.