Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INTEKNA

Penentuan Kesesuaian Lahan Berbasis Sistem Informasi Geografis Studi Kasus Daerah Rawa Kanamit, Kabupaten Pulang Pisau Batara, Yastin David
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kalimantan Tengah khususnya dan Indonesia pada umumnya diperlukan sistem informasi sumberdaya air dan lahan rawa. Daerah lahan Rawa Kanamit di Kalimantan Tengah direncanakan  menjadi andalan lumbung padi dengan luas areal irigasi 1150 ha. Hasil yang telah diperoleh dimasukkan dalam pengembangan Pusat Data dan Informasi Daerah Rawa dan Pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian lahan dalam satuan lahan unit berdasarkan tabel ISDP 1996. Data topografi, pasang surut, kedalaman pirit, dan drainabilitas dianalisis menjadi peta (data spasial). Untuk pembuatan data atribut, pengklasifikasian data, dan pengklasifikasian satuan lahan unit berbasis sistem informasi geografi (SIG).Hasil penentuan klasifikasi kesesuaian satuan Lahan Unit (LU) adalah LU I, V, dan IX dengan masing-masing luasan yang didapat adalah 508,217 ha (44,19 %) cocok untuk tanaman padi pasang surut), 287,029 ha (24,96 %) dan 124,824 ha (12,48 %). Masing-masing lahan unit V dan IX cocok untuk tanaman palawija, dan padi tadah hujan.
ANALISIS PERBANDINGAN DIGITAL TERRAIN MODEL DARI DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER YANG TERKOREKSI DATA SOUND VELOCITY PROFILER DAN TANPA KOREKSI Firdaus, Irfan; Sai, Silvester Sari; Batara, Yastin David
INTEKNA Jurnal Informasi Teknik dan Niaga Vol 24 No 1 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 1, Mei 2024
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan data multibeam echosounder memiliki proses yang rumit karena memerlukan beberapa koreksi yang akan digunakan untuk mendapatkan nilai kedalaman yang sebenarnya. Koreksi ini didapatkan dari pergerakan kapal selama pengukuran berlangsung dan karena faktor laut baik dari segi angin dan gelombang di wilayah pengukuran. Koreksi ini antara lain koreksi pasang surut, profil kecepatan suara dan pergerakan kapal. Pada penelitian kali ini membahas tentang salah satu koreksi yaitu SVP (sound velocity profiler) pada multibeam echosounder. Untuk data yang digunakan adalah data pengukuran batrimetri yang diambil pada bendungan Selorejo. Data diolah menggunakan software EIVA NaviSuite untuk memperoleh model visualisasi berupa digital terrain model dari data yang diolah menggunakan koreksi SVP dan data yang diolah tanpa koreksi. Dari data tersebut akan dianalisa untuk kualitas data berdasarkan standar IHO-S44 untuk mengetahui apakah data pengukuran layak digunakan. Lalu untuk analisis model digital terrain modelnya menggunakan slope (kelerengan). Dari hasil analisis kedalaman DTM tanpa koreksi diperoleh dan paling dangkal memiliki nilai -5,18 m dari permukaan air dan kedalaman paling dalam memiliki nilai -17,07 m. Sedangkan hasil DTM menggunakan koreksi di diperoleh nilai paling dangkal dari permukaan air yaitu -5,18 m dan nilai paling dalam adalah -17,13 m dari permukaan air. Pada hasil analisis didapatkan beberapa berbedaan dari kedua data yang mana pada penggunaan parameter slope, dtm yang menggunakan koreksi memiliki total luas 63688.1904 m2 sedangkan yang tidak menggunakan koreksi memiliki nilai 64101.39 m2, maka didapatkan selisih sebesar 413.2 m2.