Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : INTEKNA

KAJIAN POTENSI ZONA GENANGAN AIR KOTA BANJARMASIN Muhlis, Adriani; ., Darmawani; Sobatnu, Ferry; Inayah, Nurul
INTEKNA Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjarmasin merupakan kota yang dijuluki “Kota Air” atau “Kota Seribu Sungai” yang terdapat banyak sungai. Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk dan aktivitasnya, kota Banjarmasin secara fisik kualitas sungainya mulai terus mengalami penurunan yang disebabkan berkurangnya jumlah sungai yang akan berdampak pada berubahnya fungsi ruas sungai dan anak sungai yang diaki-batkan oleh perkembangan perumahan dan ba-ngunan di pinggir sungai.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji daerah potensi zona genangan air de-ngan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografi (SIG) menggunakan metode tumpang susun untuk mengidentifikasi daerah yang berpotensi terjadinya genangan air di wilayah kota Banjarmasin.Kegiatan penelitian ini memberikan kesimpulan terdapat 30 (tiga puluh) potensi zona ge-nangan air yang tersebar di 3 (tiga) wilayah Kecamatan di kota Banjarmasin, yaitu di kecamatan Banjarmasin Barat 7 titik yang berpotensi, Banjarmasin Timur 5 titik yang berpotensi dan Banjarmasin Tengah 18 titik yang berpotensi. Hasil identifikasi zona ge-nangan air yang terlihat secara langsung pada ruas-ruas jalan yang merupakan infra-struktur  utama kota, hal ini diakibatkan pada wilayah tersebut merupakan wilayah yang awal mulanya adalah suatu urukan pada daerah rawa.
PERMODELAN ELEVASI DIGITAL PADA LAHAN RAWA Sobatnu, Ferry
INTEKNA Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perkembangan pemetaan secara digital adalah pemodelan peta dalam bentuktiga dimensi secara visual. Dengan menampilkan peta secara tiga dimensi, dapat denganmudah mengidentifikasi perbedaan ketinggian suatu lokasi. Digital Elevation Model(DEM) merupakan salah satu model untuk menggambarkan bentuk topografi permukaanbumi sehingga dapat divisualisasikan kedalam tampilan 3D (tiga dimensi). Salah satucara untuk memperoleh data DEM saat ini adalah dengan pemanfaatan teknologiPenginderaan Jauh (Remote Sensing). Metode DEM ini dapat dipakai sebagai model,analisa, representasi fenomena yang berhubungan dengan topografi atau permukaanlain. Penggunaan DEM dalam proses analisis limpasan permukaan akan membantuketelitian dalam mengidentifikasikan kemiringan lahan, arah aliran, akumulasi aliran,panjang lintasan aliran dan penentuan daerah pengaliran.Metode penelitian yang diterapkan untuk menggambarkan DEM, yaitu menerapkanstruktur dalam bentuk Raster-Grids yang sering pula digunakan terminologi lattice untukmerujuknya; yaitu interpretasi permukaan grids yang disajikan oleh sejumlah titik sampleyang berukuran sama (equally Spaced) yang direferensikan terhadap titik awal yangsama (origin) dan jarak sampling konstan yang sama pula dalam arah absis (x) danordinat (y). Setiap mesh point (grid atau piksel) ini berisi nilai ketinggian (z) untuk lokasiyang bersangkutan yang merujuk pada nilai dasarnya. Sementara itu, nilai-nilaiketinggian permukaan untuk lokasi-lokasi yang terletak di antara mesh point (milik latticeyang bersangkutan) dapat ditaksirkan dengan menginterpolasikan berupa nilai ketinggianmilik mesh point yang bersebelahan.Hasil penelitian ini menunjukan keberhasilan dalam membangun proses penyiapan/pengadaan, updating data untuk pembuatan DEM dengan melakukan interpretasi citrasatelit LandSAT-7 dan melakukan interpolasi nilai elevasi berdasrakan tingkat warnapada fixsel citra dengan mengacu pada sempel topografi lapangan.
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI JARINGAN JALAN KABUPATEN Noor, Adderian; Sobatnu, Ferry
INTEKNA Vol 13, No 3 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Barito Timur merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Barito Selatanyang hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan. Tahap pembangunan tersebutterdiri dari beberapa aspek, salah satunya adalah pembangunan jaringan jalan KabupatenBarito Timur. Guna mendukung kemajuan kegiatan pembangunan jaringan jalandi Kabupaten Barito Timur terutama dalam pengolahan dan manajemen data jaringan jalanmaka perlu memanfaatkan teknologi informasi berupa Sistem Informasi Geografis(SIG). Hal tersebut yang mendorong penulis untuk membuat suatu rancangan aplikasiSistem Informasi Jaringan Jalan dengan menggunakan salah satu software SIG yaituMapinfo Professional 9,0 SCP.Dengan memanfaatkan program MapInfo Proffesional 9.0 SCP, maka data spasial dandata atribut jaringan jalan yang sebelumnya tidak terintegrasi dapat digabungkan sertadapat ditampilkan secara bersama-sama. Program ini dapat memudahkan dalam updatingdata baik berupa data atribut maupun data spasial sehingga dapat bermanfaat bagiinstansi yang memonitori pekerjaan jaringan jalan terutama Dinas Pekerjaan Umum diKabupaten Barito Timur.
PERMODELAN ELEVASI DIGITAL PADA LAHAN RAWA Sobatnu, Ferry
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu perkembangan pemetaan secara digital adalah pemodelan peta dalam bentuktiga dimensi secara visual. Dengan menampilkan peta secara tiga dimensi, dapat denganmudah mengidentifikasi perbedaan ketinggian suatu lokasi. Digital Elevation Model(DEM) merupakan salah satu model untuk menggambarkan bentuk topografi permukaanbumi sehingga dapat divisualisasikan kedalam tampilan 3D (tiga dimensi). Salah satucara untuk memperoleh data DEM saat ini adalah dengan pemanfaatan teknologiPenginderaan Jauh (Remote Sensing). Metode DEM ini dapat dipakai sebagai model,analisa, representasi fenomena yang berhubungan dengan topografi atau permukaanlain. Penggunaan DEM dalam proses analisis limpasan permukaan akan membantuketelitian dalam mengidentifikasikan kemiringan lahan, arah aliran, akumulasi aliran,panjang lintasan aliran dan penentuan daerah pengaliran.Metode penelitian yang diterapkan untuk menggambarkan DEM, yaitu menerapkanstruktur dalam bentuk Raster-Grids yang sering pula digunakan terminologi lattice untukmerujuknya; yaitu interpretasi permukaan grids yang disajikan oleh sejumlah titik sampleyang berukuran sama (equally Spaced) yang direferensikan terhadap titik awal yangsama (origin) dan jarak sampling konstan yang sama pula dalam arah absis (x) danordinat (y). Setiap mesh point (grid atau piksel) ini berisi nilai ketinggian (z) untuk lokasiyang bersangkutan yang merujuk pada nilai dasarnya. Sementara itu, nilai-nilaiketinggian permukaan untuk lokasi-lokasi yang terletak di antara mesh point (milik latticeyang bersangkutan) dapat ditaksirkan dengan menginterpolasikan berupa nilai ketinggianmilik mesh point yang bersebelahan.Hasil penelitian ini menunjukan keberhasilan dalam membangun proses penyiapan/pengadaan, updating data untuk pembuatan DEM dengan melakukan interpretasi citrasatelit LandSAT-7 dan melakukan interpolasi nilai elevasi berdasrakan tingkat warnapada fixsel citra dengan mengacu pada sempel topografi lapangan.
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI JARINGAN JALAN KABUPATEN Noor, Adderian; Sobatnu, Ferry
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 13 No 3 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Barito Timur merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Barito Selatanyang hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan. Tahap pembangunan tersebutterdiri dari beberapa aspek, salah satunya adalah pembangunan jaringan jalan KabupatenBarito Timur. Guna mendukung kemajuan kegiatan pembangunan jaringan jalandi Kabupaten Barito Timur terutama dalam pengolahan dan manajemen data jaringan jalanmaka perlu memanfaatkan teknologi informasi berupa Sistem Informasi Geografis(SIG). Hal tersebut yang mendorong penulis untuk membuat suatu rancangan aplikasiSistem Informasi Jaringan Jalan dengan menggunakan salah satu software SIG yaituMapinfo Professional 9,0 SCP.Dengan memanfaatkan program MapInfo Proffesional 9.0 SCP, maka data spasial dandata atribut jaringan jalan yang sebelumnya tidak terintegrasi dapat digabungkan sertadapat ditampilkan secara bersama-sama. Program ini dapat memudahkan dalam updatingdata baik berupa data atribut maupun data spasial sehingga dapat bermanfaat bagiinstansi yang memonitori pekerjaan jaringan jalan terutama Dinas Pekerjaan Umum diKabupaten Barito Timur.
Sistem Pendukung Keputusan Identifikasi Rumah Tangga Terindikasi Miskin Menggunakan Metode Simple Additive Sobatnu, Ferry; Suhel, Henyningtyas; Hairidawati, Rahmi
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v17i1.488

Abstract

Kemiskinan adalah suatu kondisi ketidakmampuan secara ekonomi untuk memenuhi standar hidup rata-rata masyarakat di suatu daerah. Kondisi ketidakmampuan ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok baik berupa pangan, sandang, maupun papan. Kemampuan pendapatan yang rendah ini juga akan berdampak berkurangnya kemampuan untuk memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan. Banjarmasin pada tahun 2014 memiliki jumlah penduduk sebanyak 666.223 jiwa. Angka ini meningkat pada tahun 2015 menjadi 675.440 jiwa. Berdasarkan sebaran jumlah penduduk kota Banjarmasin, dapat diketahui bahwa tingkat penduduk terbanyak berada di kecamatan Banjarmasin Selatan yaitu sekitar 23,34 persen. Pertambahan jumlah penduduk tersebut secara tidak langsung berdampak pada jumlah rumah tangga terindikasi miskin di Kota Banjarmasin. Untuk Mengetahui kajian identifikasi rumah tangga terindikasi miskin di Kelurahan Kelayan Selatan dengan analisis spasial SIG. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey dengan pengambilan data secara acak (Proportional Random Sampling) dan menggunakan metode analisis pembobotan (scoring) dengan (SAW) Simple Additive Weighting. Hasil dari pembuatan peta rumah tangga terindikasi miskin Kelayan Selatan mencapai 1.109.748 (28,91%) dan tingkat rumah tangga tidak terindikasi miskin mencapai 1.225.977 (31.94%) beserta dengan informasi didalamnya yaitu data sekunder dan data primer
KAJIAN POTENSI ZONA GENANGAN AIR KOTA BANJARMASIN Muhlis, Adriani; ., Darmawani; Sobatnu, Ferry; Inayah, Nurul
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS SPASIAL KAWASAN MUARA SUNGAI VETERAN UNTUK MENDUKUNG PROGRAM PENANGANAN BANJIR DI KOTA BANJARMASIN Sobatnu, Ferry; Inayah, Nurul; Sari, Dewi Nur Indah
INTEKNA Jurnal Informasi Teknik dan Niaga Vol 23 No 2 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 2, Nov 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Veteran termasuk dalam program jangka pendek normalisasi dan penataan sungai dari 10 program khusus di kota Banjarmasin. Perumusan suatu kebijakan, pengambilan keputusan ataupun pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian dapat mengacu pada informasi Geospasial. Penelitian ini memanfaatkan teknologi geomatika dan survei untuk dapat menunjukan kondisi geospasial aktual pada kawasan muara Sungai Veteran, dengan melakukan serangkaian kegiatan pengukuran terestris dan hidrometris secara langsung di lokasi penelitian serta pemetaan secara digital menggunakan citra satelit Pleiades yang telah terkoreksi sebagai sumber data spasial. Hasil analisis spasial menggunakan metode Gridding dapat menunjukkan secara akurat bentuk geometrik permukaan lahan dalam tampian model 3 dimensi. Hasil pemetaan memperlihatkan kondisi terjadinya penyempitan pada badan sungai Veteran di jarak 58 meter dari tepi sungai Martapura dengan lebar mencapai 8 meter dan pada jarak 78 meter sampai dengan 145 meter lebar badan sungai hanya mencapai 3 meter. Hasil pemodelan menunjukkan skala terbaca titik terdangkal adalah mencapai (-) 0,074 meter pada muara sungai Veteran, dan hasil titik terdalam adalah mencapai (-)13,311 meter pada area Sungai Martapura. Kondisi dasar penampang muara sungai veteran menunjukan tingkat kemiringan relatif datar. Kondisi seperti ini dapat mempengaruhi volume aliran air sungai Veteran. Hal ini menunjukkan sistem drainase alam yang buruk, dimana faktanya kota Banjarmasin masih masuk di dalam zona perairan pasang surut. Informasi Geospasial yang dihasilkan ini sangat bermanfaat dan dapat dijadikan referensi dalam perencanaan dan perancangan proyek normalisasi sungai, khususnya di kawasan muara sungai veteran, sehingga diharapkan dapat mengembalikan fungsi awal dari sungai tersebut yaitu mencegah terjadinya banjir di kota Banjarmasin.