Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KESERASIAN ALAT GALI MUAT EXCAVATOR LIBHERR 994 DAN ALAT ANGKUT CAT 777D UNTUK PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP JOB SITE PT. ADARO INDONESIA Anisari, Rezky
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Produksi alat muat dan alat angkut sangat perlu dioptimalkan, dengan demikian diharapkan target produksi dapat tercapai. Kegiatan pembukaan tanah penutup dilaku-kan dengan menggunakan alat muat excavator type back hoe Liebherr 994 dengan alat muat off high way truck CAT 777D.Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan kerja alat muat yaitu dengan meningkatkan waktu kerja efektif dengan cara mengurangi hambatan-hambatan yang dapat dihindari sehingga efisiensi kerja, produksi meningkat, dan mengoptimalkan keserasian alat muat.Optimalisasi kerja alat muat sebelum dioptimalkan yaitu 65.9%, dengan hasil produksi 580.31 BCM/jam untuk 1 unit. Setelah dioptimalkan efisiensi kerja menjadi 70.64 %, dan hasilnya meningkat menjadi 622.055 BCM/jam untuk 1 unit alat muat. Sedangkan efisi-ensi alat angkut sebelumnya 62.3% dengan hasil 372.48 BCM/jam untuk 6 unit, diopti-malkan menjadi 67 % dengan hasil produksi 400.58 BCM/jam.Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan alat kerja muat dan alat angkut yaitu de-ngan menambahkan jumlah alat angkutnya, yang awalnya 6 unit ditambah 3 unit lagi, se-hingga nilai keserasian kerja alat muat dan alat angkut menjadi 1.01. Dengan begitu pro-duksi alat angkut pun meningkat menjadi 600.88 BCM/jam.
PERBANDINGAN BIAYA GALIAN TANAH MENGGUNAKAN ALAT BERAT DENGAN PROSES PENGERJAAN MANUAL Kusuma, Gusti Arya; Anisari, Rezky
Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2020
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v4i2.784

Abstract

Abstrak Dalam proyek konstruksi biasanya pihak pengerja dalam hal ini dapat disebut kontraktor lapangan terkadang mengalami beberapa kendala dalam mengerjakan proyek yang tidak mempunyai akses jalan yang baik, permasalahan tersebut adalah sulitnya untuk mobilisasi alat berat.Akan tetapi terkadang pelaksanaan secara manual pun sulit dilaksanakan dikarenakan terbatasnya waktu pengerjaan dan perekrutan pekerja untuk proyek tersebut. Lokasi penelitian untuk ini mencakup daerah Desa tatah alayung kecamatan mandastana kabupaten barito kuala. Metode penelitian data untuk Tugas Akhir ini ialah dengan observasi, yaitu melakukan pengamatan di lapangan berkaitan dengan materi yang dibahas. Observasi dilakukan Daerah Irigasi Rawa (DIR) tanipah Desa Tatah Alayung Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala. Berdasarkan analisis perhitungan didapat Volume pekerjaan galiannya sebesar 216,476.80 m3. Biaya excavator long-arm sebesar 1,928,609,738 rupiah, Biaya excavator long-arm + Ponton sebesar 2,571,479,650 rupiah, dan Biaya excavator standard sebesar 714,480,000 rupiah. Jika pekerjaan dilakukan dengan menggunakan alat-alat manual dan dikerjakan oleh pekerja galian didapatkan hasil sebesar 22,580,000,000 rupiah. Rasio perbandingan biaya antara alat berat dengan pekerjaan manual adalah 2,571,479,650 : 22,580,000,000 atau sama dengan 1 : 8,78 (Bila diambil dari biaya alat berat yang terbesar). Kata kunci : Excavator, Biaya, Pekerja Abstract In construction projects, usually the workman in this case can be called a field contractor, sometimes experiencing some obstacles in working on projects that do not have good road access, the problem is the difficulty of mobilizing heavy equipment. However, sometimes even manual implementation is difficult to carry out due to limited working time and recruitment of workers for the project. The research location for this area includes tatah alayung village, mandastana sub-district, barito kuala district. This data research method is by observation, which is conducting observations in the field relating to the material discussed. Observations were carried out in the Swamp Irrigation Area (DIR) Tanipah, Tatah Alayung Village, Mandastana District, Barito Kuala Regency. Based on the analysis of calculations, the volume of excavation works is 216,476.80 m3. The cost of long-arm excavators is 1,928,609,738 rupiahs, the cost of long-arm excavators + Pontoons is 2,571,479,650 rupiahs, and the cost of standard excavators is 714,480,000 rupiahs. If the work is carried out using manual tools and is carried out by excavated workers, the result is 22,580,000,000 rupiah. The ratio of the cost ratio between heavy equipment with manual work is 2,571,479,650: 22,580,000,000 or equal to 1: 8,78 (If taken from the largest cost of heavy equipment). Keywords : Failure, Settlement, Eccentricity
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WARUNG SOTO BANJAR DALAM MASA NEW NORMAL Imelda, Sri; Rofi'i, Rofi'i; Huwaida, Hikmayanti; Anisari, Rezky
Jurnal IMPACT: Implementation and Action Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Impact
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/impact.v3i1.997

Abstract

New normal as a new way of life in the midst of the coronavirus pandemic whose recovery rate is increasing. New normal is an accelerated step in the handling of Covid-19 in the field of health, social, and economic. Organizing community empowerment program for Warung Soto Banjar Group in The New Normal Period. This activity was held with Soto Rina Group Partners. The purpose of this community service: 1) the use of health protocol; 2) use of masks; 3) the use of sterilized cash; 4) open a soto stall; 5) increase sales; 6) body temperature gauge; 7) keep your distance at Warung Soto Rina. The method used in community service in the Community Empowerment Program scheme is training. This training was facilitated by the Service Team, the pattern applied consisted of: 1) lectures, this model participants were given material about Covid 19 and its way of transmission, new normal, and health protocols in the business place; 2) sharing experience, this model encourages trainees to tell various issues and cases, as well as the settlement strategies used; and 3) discussions, this model is used to stimulate participants to understand and resolve a given case. The results of devotion contribute to the target audience: On-site health protocols are implemented during the new normal period. Sales of Warung Soto Banjar Rina increased.
KESERASIAN ALAT MUAT DAN ANGKUT UNTUK KECAPAIAN TARGET PRODUKSI PENGUPASAN BATUAN PENUTUP PADA PT. ADARO INDONESIA KALIMANTAN SELATAN Rezky Anisari
POROS TEKNIK Vol. 4 No. 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan di PT Adaro Indonesia menggunakan peralatan mekanis berupa kombinasi dari alat gali muat excavator Hitachi PC 2500 alat angkut HD Komatsu (Hau-ling Dump) 785 untuk melakukan pembongkaran tanah penutup maupun pengambilan bahan galian. Di gunakan juga beberapa peralatan mekanis lain sebagai pendukung ke-lancaran kegiatan produksi maupun untuk memaksimalakan hasil target produksi seperti motor greder, bulldozer, water truk dan feul truk.Dari Hasil perhitungan dan pembahasan uraian materi yang dijelaskan pada bab-bab se-belumnya, maka dapat diambil suatu kesimpulan sebagai berikut :             Waktu siklus Alat gali muat excavator Hitachi 2500 adalah 0.52 menit, Waktu siklus Alat angkut HD Komatsu 785 mempunyai waktu siklus rata-rata sebesar 10.6 menit, Faktor keserasian excavator Hitachi 2500 dan 4 unit HD Komatsu 785 didapat 0.78 dimana (MF < 1) berarti belum se-rasi masih ada waktu tunggu excavator, agar serasi di ambil nilai terkecil dari waktu ma-nuver, waktu isi, waktu dumping dan di dapatkan hasil perhitungan waktu angkutnya se-besar 7.57 menit dan setelah di hitung dengan rumus MF (Match Factor) maka waktu angkut tersebut adalah serasi dengan alat muat yaitu 1.09 = 1.
KESERASIAN ALAT MUAT DAN ANGKUT UNTUK KECAPAIAN TARGET PRODUKSI PENGUPASAN BATUAN PENUTUP PADA PT. UNIRICH MEGA PERSADA SITE HAJAK KABUPATEN BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH Rezky Anisari
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan di PT. Unirich Mega Persada menggunakan peralatan mekanis berupa kombinasi dari alat gali muat Excavator Doosan 500 LCV  dengan alat angkut Dump Truck Hino FM 260 Ti untuk melakukan pembongkaran dan pengangkutan tanah penutup (overburden). Di gunakan juga beberapa peralatan mekanis lain sebagai pendu-kung kelancaran kegiatan produksi maupun untuk memaksimalkan hasil target produksi seperti motor greder, bulldozer, water tank dan fuel tank.  Untuk mencapai hasil produksi yang telah ditetapkan, kegiatan penambangan haruslah dilakukan dengan seoptimal mungkin.Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui produktifitas alat muat, untuk me-ngetahui produktifitas alat angkut dan untuk mengetahui match factor (keserasian kerja) alat muat dan alat angkut.Dari hasil pengamatan dan perhitungan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pro-duktifitas alat muat Excavator Backhoe Doosan 500 LCV sebesar 176.093  bcm/jam. Produktifitas alat angkut DT Hino FM 60 Ti sebesar 32,39 bcm/jam. Keserasian alat muat Excavator Backhoe Doosan 500 LCV dengan alat angkut DT Hino FM 60 Ti adalah 1,10, artinya alat angkut masih ada yang antri. Dengan melihat Produktifitas alat muat di-butuhkan 5 unit alat angkut agar pengupasan batuan penutup berjalan secara optimal
PERHITUNGAN ALAT BERAT UNTUK PEKERJAAN LPB PADA PENINGKATAN JALAN CILIK RIWUT DI KECAMATAN MURUNG – KALIMANTAN TENGAH Rezky Anisari
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 2 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi asal Jalan Cilik Riwut sebelumnya dalam kondisi rusak, perkerasan lama agre-gatnya sudah banyak mengalami kerusakan. Dengan kondsi demikian Jalan Cilik Riwut sangat sulit untuk dilalui. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung biaya kepemilikan alat berat, biaya operasional alat berat, dan kapasitas produksi alat berat pelaksanaan pekerjaan pada Proyek Pe-ningkatan Jalan Dalam Kota Tahun Anggaran 2012.  Dan Jalan Clik Riwut di Kecamatan Murung Kab. Mura Prov. Kalimantan Tengah. Adapun harga satuan untuk Perkerjaan LPB Pada Peningkatan Jalan Clik Riwut di Ke-camatan Murung adalah sebagai berikut : Wheel Loader  Rp. 35.181,45 / M3, Dump Truck Rp. 236.351,08 / M3, Motor Grader Rp. 11.677,94 / M3, Vibro Roller Rp.8.673,60 / M3.
KESERASIAN ALAT GALI MUAT EXCAVATOR LIBHERR 994 DAN ALAT ANGKUT CAT 777D UNTUK PENGUPASAN LAPISAN TANAH PENUTUP JOB SITE PT. ADARO INDONESIA Rezky Anisari
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 10 No 2 (2010)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Produksi alat muat dan alat angkut sangat perlu dioptimalkan, dengan demikian diharapkan target produksi dapat tercapai. Kegiatan pembukaan tanah penutup dilaku-kan dengan menggunakan alat muat excavator type back hoe Liebherr 994 dengan alat muat off high way truck CAT 777D.Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan kerja alat muat yaitu dengan meningkatkan waktu kerja efektif dengan cara mengurangi hambatan-hambatan yang dapat dihindari sehingga efisiensi kerja, produksi meningkat, dan mengoptimalkan keserasian alat muat.Optimalisasi kerja alat muat sebelum dioptimalkan yaitu 65.9%, dengan hasil produksi 580.31 BCM/jam untuk 1 unit. Setelah dioptimalkan efisiensi kerja menjadi 70.64 %, dan hasilnya meningkat menjadi 622.055 BCM/jam untuk 1 unit alat muat. Sedangkan efisi-ensi alat angkut sebelumnya 62.3% dengan hasil 372.48 BCM/jam untuk 6 unit, diopti-malkan menjadi 67 % dengan hasil produksi 400.58 BCM/jam.Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan alat kerja muat dan alat angkut yaitu de-ngan menambahkan jumlah alat angkutnya, yang awalnya 6 unit ditambah 3 unit lagi, se-hingga nilai keserasian kerja alat muat dan alat angkut menjadi 1.01. Dengan begitu pro-duksi alat angkut pun meningkat menjadi 600.88 BCM/jam.
Produktivitas Alat Muat Dan Angkut Pada Pengupasan Lapisan Tanah Penutup Di Pit 8 Fleet D Pt. Jhonlin Baratama Jobsite Satui Kalimantan Selatan Rezky Anisari
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 16 No 1 (2016)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengupasan Lapisan Tanah Penutup merupakan suatu proses pemindahan lapisan tanah penutup yang bertujuan mengambil bahan galian yang berada di bawahnya. Untuk melaksanakan kegiatan produksi pengupasan lapisan tanah penutup di perlukan alat mekanis seperti alat gali muat dan alat angkut. Untuk mengetahui alat muat dan alat angkut bekerja maksimal maka diperlukan perhitungan produktivitas alat. Produktivitas alat merupakan kemampuan kerja alat yang dihitung dalam satuan jam. Untuk menghitung Produktivitas alat diperlukan beberapa data diantaranya waktu siklus alat. Penelitian dilakukan dengan metode observasi lapangan dan wawancara dengan objek studi adalah kegiatan pengupasan dan pengangkutan pada material lapisan tanah penutup di pit 8 fleet D PT. Jhonlin Baratama job site  Satui. Dari hasil penelitan didapatkan rata-rata waktu siklus alat muat aktual yang dihitung berdasarkan data penelitian di lapangan sebanyak 209 data adalah 20,68 detik/siklus. Sedangkan rata-rata waktu siklus alat angkut yang dihitung berdasarkan data di lapangan dengan 100 data adalah 518,35 detik/siklus. Produktivitas aktual alat muat Excavator CAT 390 D adalah 457,32 Bcm/jam dari target yang di rencanakan 427 Bcm/jam maka target telah tercapai. Sedangkan Produktivitas alat angkut Heavy Duty CAT 773 E adalah 126,01 Bcm/jam/unit dari target yang direncanakan 127 Bcm/jam/unit maka target tidak tercapai. Faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas adalah kondisi jalan angkut yang bergelombang dikarenakan kurangnya perawatan pada jalan angkut sehingga mengakibatkan Waktu siklus alat angkut Heavy Duty CAT 773 E mencapai 518,35 detik/siklus.
Perhitungan Produktivitas Bulldozer Pada Aktivitas Dozing Di Pt. Pamapersada Nusantara Tabalong Kalimantan Selatan Rezky Anisari
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v18i1.546

Abstract

Kegiatan produksi penambangan di PT. Pamapersada Nusantara diawali dengan pengupasan tanah penutup (overburden). Tanah penutup merupakan lapisan tanah yang berada menutupi lapisan bahan galian sehingga harus terlebih dahulu diangkat agar bahan galian yang diinginkan dapat mudah untuk diangkat. Dalam kegiatannya material overburden diangkut menuju area disposal untuk ditimbun dengan cara digusur menggunakan alat support bulldozer. Disposal merupakan daerah pada suatu operasi tambang terbuka yang digunakan sebagai tempat membuang material tanah penutup. Sebagai upaya mengontrol laju produksi pengisian disposal serta memenuhi plan desain kemajuan disposal, salah satunya yaitu keberhasilan kegiatan penggusuran material overburden dengan memperhitungkan seberapa besar produktivitas aktual peralatan mekanis bulldozer dapat dimanfaatkan seefektif mungkin dalam melakukan pekerjaannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan mengamati secara langsung, diskusi serta studi literature. Objek penelitian dilakukan yaitu alat gusur Bulldozer D155A Komatsu pada area disposal highwall PT. Pamapersada Nusantara. Berdasarkan hasil perhitungan maka didapat produktivitas alat gusur Bulldozer D155A pada tanggal 07 Maret 2017 jam 14:15-15:15 adalah 838,16 Bcm/jam dengan ketercapaian target 69%, dan tanggal 08 Maret 2017 jam 08:30-09:30 adalah 889,60 Bcm/jam dengan ketercapaian target 74%
Koordinasi Simpang Empat Bersinyal Jalan S.Parman-Belitung Dengan S.Parman-Tarakan Kota Banjarmasin Rezky Anisari
Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2017
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v1i1.408

Abstract

Evaluasi lampu lalu lintas di kota Banjarmasin seharusnya dilakukan setiap tahun agar bisa diketahui apakah lampu lalu lintas tersebut sudah berfungsi dengan baik dan benar atau sebaliknya, agar tidak menimbulkan kemacetan, kecelakaan lalu lintas dan sebagainya. Mengevaluasi ulang lampu lalu lintas yang berada di persimpangan jalan S.Parman-Belitung dengan jalan S.Parman-Tarakan Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Agar dapat diketahui kapasitas jalan, waktu siklus, derajat kejenuhan dan koordinasi antar dua persimpangan. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode observasi, yaitu pengambilan data langsung dilapangan data yang diperlukan berupa data primer alat-alat yang diperlukan pada metode penelitian yaitu meteran, blanko dan alat tulis. Pengambilan data dilakukan selama dua hari dipersimpangan S.Parman-Belitung dengan S.Parman­Tarakan Hasil Penelitian pada persimpangan jalan S.Parman-Belitung dengan jalan S.Parman-Tarakan Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan kondisi existing sudah tidak efektif lagi, hal iniut dapat dilihat dari besarnya angka derajat kejenuhan pada tiap tiap lengan simpang yang rata-rata melebihi dari batas ideal yaitu <0,85 dengan demikian jelas bahwa pada simpang-simpang tersebut terjadi kemacetan. Waktu siklus pada kondisi existing pada persimpangan S.parman-Belitung 118 detik dan Persimpangan S,Parman-Tarakan 151 detik. Itu menunjukan bahwa waktu tersebut sangatlah lama sehingga disetting ulang persimpangan S.parman-Belitung 100 detik dan Persimpangan S,Parman-Tarakan 100 detik. Dengan kecepatan kendaraan rata-rata 20 km/jam dari persimpangan S.Parman-Belitung menuju persimpangan S.Parman-Tarakan maka dapat dipastikan bahwa kendaraan yang sudah melewati persimpangan S.parman-Belitung menuju S.Parman-Tarakan tidak akan ikut antrian selanjutnya di persimpangan S.Parman-Tarakan.