Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : INTEKNA

ANALISA PENGATURAN TEGANGAN MENGGUNAKAN REAKTOR SHUNT PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV BARIKIN-TANJUNG Burhan, Puhrani; Graha, Setia; Riadi, Joni
INTEKNA Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu system tenaga listrik yang baik harus memiliki nilai tegangan yang tidak melibihi batas toleransinya, batas  toleransi yang diperbolehkan untuk suatu nilai tegangan ada-lah dibawah 10 % dan diatas 5% dari nilai tegangan nominal, nilai tegangan yang kon-stan akan mengoptimalkan unjuk kerja dari peralatan listrik yang digunakan oleh kon-sumen.Pada penelitian ini tujuan yang akan dicapai adalah untuk menpertahankan tegangan sis-tem yang konstan pada batas toleransinya nominalnya  yaitu 145 KV – 157,5 KV, untuk mencapai tegangan konstan ini dilakukan dengan memasang reaktor shunt pada gardu induk (GI), dimana reaktor shunt berfungsi sebagai pengontrol tegangan system apabila terjadi kenaikan tegangan maupun penurunan tegangan melebihi batas yang diijinkan. Untuk menetukan kapasitas dari pada reaktor shunt yang akan dipasang maka terlebih dahulu harus menganalisa keadaan tegangan system baik dalam keadaan normal mau-pun dalam keadaan tidak normal. Proses pengontrolan tegangan  jaringan  transmisi 150 KV pada penelitian ini disimulasikan dengan menggunakn perangkat lunak power world versi 7.
RANCANG BANGUN PERBAIKAN FAKTOR DAYA Graha, Setia
INTEKNA Vol 14, No 2 (2014)
Publisher : Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beban-beban reaktif dalam suatu sistem tenaga listrik akan mengakibatkanmenurunnya faktor daya (cos ?). Faktor daya yang buruk mengakibatkan konsumsi dayareaktif yang sangat besar. Pada industri, penggunaan daya reaktif ini akan dikenakanbiaya jika faktor dayanya dibawah 0,85 sesuai standar yang telah ditetapkan PT. PLN(persero).Untuk mengurangi bahkan menghilangkan biaya pemakaian kVAR tersebut dapatdilakukan melalui perbaikan faktor daya dengan pemasangan kapasitor denganmengkompensasi beban-beban induktif. Kapasitor ini akan berfungsi sebagai sumberdaya reaktif sehingga beban tidak lagi menyerap daya reaktif dari PLN.Dalam tugas akhir ini, dilakukan perhitungan kebutuhan daya reaktif yang dibutuhkanpada instalasi kelistrikan pada beban motor ac induksi 3 fase dan lampu TL denganmenggunakan metode kVAR, dan perhitungan kapasitas kapasitor bank yangdibutuhkan.Pemasangan kapasitor untuk mengkompensasi beban-beban induktif pada instalasikelistrikan mengakibatkan faktor daya (Cos ) akan meningkat menjadi unity sesuaidengan aturan yang ditetapkan oleh PLN. Sehingga tidak membayar biaya pemakaiankVAR.
RANCANG BANGUN PERBAIKAN FAKTOR DAYA Graha, Setia
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 14 No 2 (2014)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan beban-beban reaktif dalam suatu sistem tenaga listrik akan mengakibatkanmenurunnya faktor daya (cos ?). Faktor daya yang buruk mengakibatkan konsumsi dayareaktif yang sangat besar. Pada industri, penggunaan daya reaktif ini akan dikenakanbiaya jika faktor dayanya dibawah 0,85 sesuai standar yang telah ditetapkan PT. PLN(persero).Untuk mengurangi bahkan menghilangkan biaya pemakaian kVAR tersebut dapatdilakukan melalui perbaikan faktor daya dengan pemasangan kapasitor denganmengkompensasi beban-beban induktif. Kapasitor ini akan berfungsi sebagai sumberdaya reaktif sehingga beban tidak lagi menyerap daya reaktif dari PLN.Dalam tugas akhir ini, dilakukan perhitungan kebutuhan daya reaktif yang dibutuhkanpada instalasi kelistrikan pada beban motor ac induksi 3 fase dan lampu TL denganmenggunakan metode kVAR, dan perhitungan kapasitas kapasitor bank yangdibutuhkan.Pemasangan kapasitor untuk mengkompensasi beban-beban induktif pada instalasikelistrikan mengakibatkan faktor daya (Cos ) akan meningkat menjadi unity sesuaidengan aturan yang ditetapkan oleh PLN. Sehingga tidak membayar biaya pemakaiankVAR.
ANALISA PENGATURAN TEGANGAN MENGGUNAKAN REAKTOR SHUNT PADA SALURAN TRANSMISI 150 KV BARIKIN-TANJUNG Burhan, Puhrani; Graha, Setia; Riadi, Joni
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 13 No 2 (2013)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas Penggunaan Residual Current Circuit Breaker Sebagai Pengaman Manusia Terhadap Arus Bocor Akibat . Kegagalan Isolasi Burhan, Puhrani; Hasta W, Sunu; Graha, Setia; Watoni, M Ali
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/intekna.v18i1.547

Abstract

Arus bocor dapat terjadi karena mengalirnya arus dari kawat fasa (yang bertegangan) ke tanah diakibatkan karena adanya kebocoran isolasi yang disebabkan pengkabelan yang buruk atau alat-alat yang dipakai salah sehingga timbulnya percikan api yang dapat merusak instalasi listrik. Arus bocor ini sangat berbahaya bagi manusia. bahkan bisa mengakibatkan resiko kematian. Resiko kematian pada manusia ialah mengalirnya arus listrik ketubuh manusia dan sangat berbahaya bahwa aliran arus akan merusak dua fungsi tubuh yang vital yaitu pernapasan dan detak jantung, adapun skala resiko berdasarkan arus pengenal dan lamanya waktu kontak/waktu sentuh. Melalui penelitian ini besar nilai arus tambahan (arus pengenal) yang cukup untuk mengaktipkan relai untuk memutus rangkaian (RCCB trip) adalah sebesar 29,4 mA., lebih kecil dari nilai arus kerja dari RCCB sebesar 30 mA. Sehingga RCCB tersebut cukup Efektif Sebagai Pengaman Manusia Terhadap Arus Bocor Akibat . Kegagalan Isolasi