Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KLASIFIKASI CITRA REKAMAN SINYAL ELEKTROKARDIOGRAM MENGGUNAKAN METODE ANALISIS TEKSTUR, K-NN DAN MULTILAYER PERCEPTRON Sofie, Mohamad; Rizal, Achmad
Jurnal Simetris Vol 7, No 1 (2016): JURNAL SIMETRIS VOLUME 7 NO 1 TAHUN 2016
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.016 KB)

Abstract

Sinyal elektrokardiogram (EKG) memiliki informasi yang menggambarkan kondisi kesehatan jantung. Beragai teknik analisis sinyal EKG dikembangkan untuk mengetahui kelainan di jantung secara ototmatis. Pada kenyataannya di Indonesia, kebanyakan perangkat EKG hanya menghasilkan rekaman berupa kertas EKG sehingga metode pengolahan sinyal tidak bisa diterapkan. Pada penelitian ini dilakukan pengenalan kelainan jantung melalui citra rekaman EKG menggunakan analisis tekstur. Garis sinyal EKG yang tergambar dalam citra rekaman EKG diharapkan bisa dibedakan antara kondisi yang satu dengan yang lain. Untuk ekstraksi ciri digunakan ciri statistik orde 1 dan grey level co-occurence matrix (GLCM) pada arah 0o, 45o, 90o, dan 135o. Untuk klasifikasi digunakan K-nearest neighbor (K-NN) dan multilayer perceptron (MLP). Akurasi yang dihasilkan mencapai 44.12% untuk lima kelas data dan 65.82% untuk dua kelas data. Penggunaan teknik pengolahan ctra terbukti mampu meningkatkan akurasi yang semula rendah.Kata kunci: analisis tekstur, K-NN, multilayerperceptron, citra rekaman EKG, pengolahan citra.
MONITORING HEART RATE DAN SATURASI OKSIGEN MELALUI SMARTPHONE Utomo, Ary Sulistyo; Negoro, Erda Hermono Puspo; Sofie, Mohamad
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 1 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.303 KB) | DOI: 10.24176/simet.v10i1.3024

Abstract

Pada tubuh manusia terdapat beberapa tanda vital yang dapat mencerminkan indikasi dari kondisi kesehatan seseorang diantaranya yaitu tekanan darah, respirasi, denyut nadi dan suhu tubuh. Pada saat kondisi pasien dalam keadaan sakit parah sehingga berada pada ruang ICU maka diperlukan suatu pemantaunya yang dapat dipatau setiap saat dan kapanpun. Sehingga keluarga pasien dapat membantu pemantau tersebut, maka peneliti membuat alat monitoring heart rate dan saturasi oksigen yang dapat dimonitoring melalui smartphone. Pembuatan alat ini menggunakan sistem IoT (Internet of Things), dimana alat ini menggunakan sensor yang digunakan yaitu sensor heart rate dan sensor SPO2 MAX 30100, serta mikrokontroller Arduino nano dan ESP01 sebagai pengolah data dan koneksi Wi-Fi. Data tanda vital akan ditampilkan di aplikasi blynk pada smartphone android. Selisih pembacaan nilai heart rate dan saturasi oksigen pada alat dan pasien monitor terbesar 0,8% untuk heart rate dan 1% untuk saturasi oksigen. Pengiriman data hasil pembacaan sensor heart rate dan saturasi oksigen berhasil dimonitoring secara langsung melalui smartphone.
MONITORING HEART RATE DAN SATURASI OKSIGEN MELALUI SMARTPHONE Utomo, Ary Sulistyo; Negoro, Erda Hermono Puspo; Sofie, Mohamad
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 10, No 1 (2019): JURNAL SIMETRIS VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.303 KB) | DOI: 10.24176/simet.v10i1.3024

Abstract

Pada tubuh manusia terdapat beberapa tanda vital yang dapat mencerminkan indikasi dari kondisi kesehatan seseorang diantaranya yaitu tekanan darah, respirasi, denyut nadi dan suhu tubuh. Pada saat kondisi pasien dalam keadaan sakit parah sehingga berada pada ruang ICU maka diperlukan suatu pemantaunya yang dapat dipatau setiap saat dan kapanpun. Sehingga keluarga pasien dapat membantu pemantau tersebut, maka peneliti membuat alat monitoring heart rate dan saturasi oksigen yang dapat dimonitoring melalui smartphone. Pembuatan alat ini menggunakan sistem IoT (Internet of Things), dimana alat ini menggunakan sensor yang digunakan yaitu sensor heart rate dan sensor SPO2 MAX 30100, serta mikrokontroller Arduino nano dan ESP01 sebagai pengolah data dan koneksi Wi-Fi. Data tanda vital akan ditampilkan di aplikasi blynk pada smartphone android. Selisih pembacaan nilai heart rate dan saturasi oksigen pada alat dan pasien monitor terbesar 0,8% untuk heart rate dan 1% untuk saturasi oksigen. Pengiriman data hasil pembacaan sensor heart rate dan saturasi oksigen berhasil dimonitoring secara langsung melalui smartphone.
An IoT-based Baby Scales for Stunting Monitoring in Indonesia Sofie, Mohamad; Olla, Patrisius Kusi; Kusumaningtyas, Pramesti; Chambali, Fani Maduratni
Indonesian Journal of Electronics, Electromedical Engineering, and Medical Informatics Vol. 5 No. 4 (2023): November
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijeeemi.v5i4.191

Abstract

The Indonesian government has tried to do prevention stunting case by monitoring and recording the toddlers growth. The problems are the process of recording and entering toddler growth data is still done manually. This is not effective if done over a large area such as in Indonesia because it takes a long time to collect data and has a large possibility of recording errors. The aim of this research is to design an IoT-based baby scale by adding Node MCU ESP32 in to digital baby scales; so the data read by the scales recorded directly in the central data base. The scales are connected to the data base and web page via a WiFi network. The measurement data will be processed in the cloud to obtain a nutritional status classification. It makes the process of determining nutritional status faster. Based on the research conducted, the use of IoT-based baby scales can simplify the process of measuring toddlers' weight and height. The results of unit testing show that the tool is running well with the level of accuracy are 0,3% still within tolerance limits. The next research is expected to add location features, resumes per area and improve access levels on web pages for data security.