Joko Sri Sukardi, Joko Sri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSFORMASI NILAI-NILAI INTI BUDAYA DALAM PERBAIKAN SEKOLAH Siswoyo, Dwi; Sukardi, Joko Sri; Efianingrum, Ariefa
FOUNDASIA Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v9i1.26163

Abstract

Kegiatan PPM ini bertujuan untuk menggelorakan spirit perbaikan dan peningkatan mutu sekolah. Upaya tersebut memerlukan berbagai pendekatan, baik struktural maupun kultural. Pendekatan kultural memusatkan perhatian pada kesadaran dan komitmen warga sekolah tentang pentingnya nilai-nilai. Nilai-nilai inti budaya sekolah bersumber dari sekolah dan disepakati bersama oleh warga sekolah. Nilai-nilai tersebut perlu ditransformasikan untuk menginspirasi warga sekolah dalam peningkatan prestasi dan kinerja. Metode kegiatan adalah pelatihan dengan sasaran kepala sekolah, guru, dan perwakilan orang tua siswa di dua sekolah dasar di wilayah Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa transformasi dapat dilakukan setelah nilai-nilai inti budaya sekolah digali dan disepakati bersama. Sekolah perlu mengidentifikasi keunggulan, potensi, tantangan, dan hambatan dalam upaya perbaikan sekolah. Hasilnya menjadi pertimbangan dalam menentukan solusi terhadap problem kontekstual di sekolah. Upaya perbaikan sekolah memerlukan pelibatan orang tua siswa dan kemitraan dengan institusi lain dalam seluruh tahapan proses kebijakan. Mulai dari perancangan, perumusan, implementasi, dan evaluasi program yang mendukung upaya perbaikan sekolah. Kata Kunci: transformasi, nilai budaya, sekolah dasar
Multicultural education patterns in promoting tolerance among high school students Sukardi, Joko Sri; Hanum, Farida; Efianingrum, Ariefa
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 44 No. 3 (2025): Cakrawala Pendidikan (October 2025)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v44i3.84362

Abstract

The study aims to identify: patterns of multicultural education that foster tolerance in SMA BOPKRI 2, SMA N 3, and SMA Al-Azhar 9 Yogyakarta, and the ideal pattern of multicultural education for developing tolerance in senior high schools. The research employed a qualitative descriptive approach. The research subjects included the principal, vice principal, and subject teachers. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using an interactive model consisting of data collection, data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The validity of the data was ensured through triangulation of techniques and sources. The results showed that multicultural education patterns play an important role in developing tolerance in high schools. Specifically: SMA BOPKRI 2 Yogyakarta implemented a multicultural approach in accordance with its mandate, vision, mission, and objectives as a multicultural school; SMA Negeri 3 applied a diversity literacy approach, emphasizing the management of student diversity across ethnic, racial, cultural, linguistic, and religious backgrounds; and SMA Al-Azhar 9 practiced an open and inclusive model of multicultural education aligned with the Islamic principle of Wasathiyah (moderation). The ideal model, which represents the novelty of this research, was conceptualized from the patterns identified in the three schools and is termed the “Moderate Tolerance Empathy Model of Multicultural Education.” This model emphasizes the values of moderate tolerance and empathy as key drivers of mindset, attitudes, and behavior in multicultural senior high schools.
Kesadaran multikultural generasi Z dan implikasinya pada pendidikan Efianingrum, Ariefa; Maryani, Maryani; Sukardi, Joko Sri; Hanum, Farida; Dwiningrum, Siti Irene Astuti
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v22i1.49102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil dan perbedaan kesadaran multikultural generasi Z yang direpresentasikan oleh mahasiswa UNY. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif (metode campuran). Populasi penelitian adalah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta sejumlah 29.983 mahasiswa dengan pengambilan sampel secara acak multistage random sampling. Pelaksanaannya dilakukan dengan membagi populasi menjadi dua bagian, yaitu kelompok mahasiswa eksakta dan mahasiswa sosial-humaniora kemudian diambil sampelnya. Teknik penarikan sampel menggunakan rumus Lemeshow diperoleh sampel sebesar 95,73. Untuk menghindari adanya respon yang droup out maka jumlah sampel dibulatkan menjadi 200 orang untuk masing-masing kelompok mahasiswa eksakta dan mahasiswa sosial-humaniora dengan total 400 mahasiswa untuk kedua kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diadopsi dari kuesioner yang dikembangkan oleh Tim Zamroni dan kawan-kawan. Analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisis data kuantitatif dengan statistik uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesadaran multikultural mahasiswa berdasarkan latar belakang keilmuan, yaitu mahasiswa dari fakultas sosial humaniora dan mahasiswa dari fakultas sains. Perbedaan ini menunjukkan bahwa latar belakang sosial budaya berimplikasi pada perbedaan kesadaran budaya. Diperlukan program yang holistik untuk memperkuat kesadaran multikultural di kalangan generasi Z. The purpose of this research was to describe the profile of multicultural awareness of the students' of Yogyakarta State University (UNY). This study used a descriptive approach by combining quantitative and qualitative methods (mix methods). The quantitative approach is used as the main method and the qualitative approach as the secondary method. The research population was students of Yogyakarta State University with a total of 29983 people. Multistage random sampling was conducted by dividing the population into two parts, namely groups of exact science students and social-humanities students, then the samples were taken. The sampling technique using the Lemeshow formula, obtained a sample of  95.73. To avoid a dropout of responses, the number of samples was rounded up to 200 people for each group of exact science students and social-humanities students with a total of 400 students for both groups. The data collection technique used a questionnaire which was adopted from the questionnaire developed by Tim Zamroni et al. Data analysis was quantitative analysis using T-test statistics. The results indicate that there are differences of the students'multicultural awareness based on scientific backgrounds, such as social humanities and science. This difference shows that scientific backgrounds can form different multicultural awareness. Socio-cultural background influences multicultural experiences in cultural communication and adaptation in social interactions. A holistic program is requiered to strengthen multi-cultural awareness among generation Z.