Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI DENGAN GAMBARAN DIRI REMAJA PUTRI TENTANG PERUBAHAN FISIK MASA PUBERTAS Sulistiyaningsih, Sri Hadi; Sariyani, Desi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 3 (2019): Juli
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.536 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.3.2019.259-266

Abstract

Remaja yang pada masa pubernya tidak mendapatkan pengetahuan dengan cara yang benar dapat menyebabkan berpersepsi dan bersikap terhadap tubuhnya baik secara sadar maupun tidak sadar. Tujuan penelitian ini adalah untuk merngetahui hubungan pengetahuan dan persepsi dengan gambaran diri remaja putri tentang perubahan fisik masa pubertas di Desa Winong Kabupaten Pati. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel sebanyak 45 orang dengan teknik sampling yaitu total sampling dan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan remaja cukup baik, persepsi kurang baik, gambaran diri baik. Ada hubungan pengetahuan dengan gambaran diri remaja putri dengan nilai p = 0,04 dan ada hubungan persepsi dengan gambaran diri remaja putri dengan nilai p = 0,001.   Kata kunci: pengetahuan, persepsi, gambaran diri, perubahan fisik masa pubertas   RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE AND PERCEPTION WITH THE DESCRIPTION OF SELF-YOUTH PRINCIPLES ABOUT THE PHYSICAL CHANGE OF PUBERTAS   ABSTRACT Adolescents who at puberty do not get knowledge in the right way can cause perception and behave towards their bodies both consciously and unconsciously. The purpose of this study was to find out the relationship between knowledge and perceptions and self-image of young women about physical changes in puberty in the Village of Winong, Pati. The type of research used is analytical research with a cross sectional approach. The population and sample were 45 people with sampling techniques namely total sampling and using Chi Square statistical tests. The results showed that teenagers' knowledge was quite good, perception was not good, self-image was good. There is a relationship between knowledge and self-image of young women with a value of p = 0.04 and there is a relationship between perceptions and self-image of young women with a value of p = 0.001.   Keywords: knowledge, perception, self-image, physical changes in puberty
PERBEDAAN BIDAN YANG SUDAH MENGIKUTI DAN YANG BELUM MENGIKUTI PELATIHAN APN DENGAN PERTOLONGAN PERSALINAN SESUAI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR APN Wijayanti, Irfana Tri; Sulistiyaningsih, Sri Hadi
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2016): Juni 2016
Publisher : Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi tingginya komplikasi obstetri adalah asuhan persalinan normal yang mengupayakan kelangsungan hidup dan mencapai derajat kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayinya, melalui berbagai upaya yang terintegrasi dan lengkap serta intervensi  minimal sengga prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat yang optimal (JNPK-KR, 2007). Berdasarkan survey pendahuluan pada 6 bidan di kabupaten kudus terdiri dari 3 bidan sudah pelatihan APN dan 3 bidan belum mengikuti pelatihan APN. 3 bidan yang sudah pelatihan APN 1 diantaranya melakukan pertolongan persalinan sesuai standar APN sedangkan yang 2 bidan belum sesuai standar APN meskipun sudah mengikuti pelatihan.  Sedangkan 3 bidan yang belum mengikuti APN 1 diantaranya menolong persalinan sesuai standar APN, 2 bidan menolong persalinan belum sesuai standar APN. Tujuan penelitian mengetahui perbedaan bidan yang sudah mengikuti dan yang belum mengikuti pelatihan APN dengan pertolongan persalinan sesuai standar operasional prosedur APN.Populasi dalam penelitian adalah bidan di Kabupaten Kudus, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling pada 40 bidan. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskripsi dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa checklist APN yang sudah ditetapkan oleh JNPK-KR. Variabel penelitian bidan yang mengikuti dan yang belum mengikuti pelatihan APN. Pengeolahan data menggunakan komputer yang disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Analisa data menggunakan Mann Whitney U-Test. Hasil penelitian menunjukkantidak ada perbedaan bidan yang mengikuti dan yang belum mengikuti pelatihan APN dengan pertolongan persalinan sesuai standar operasional prosedur APN.   Kata Kunci: Persalinan, SOP APN
Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Deteksi Dini Kanker Payudara Cara Sadari pada Remaja Kasanah, Uswatun; Sulistiyaningsih, Sri Hadi; Fakhiroh, Nurul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara adalah suatu penyakit dimana terjadi pertumbuhan berlebihan atau perkembangan tidak terkontrol dari sel-sel atau jaringan payudara, hal ini bisa terjadi di seluruh wanita penjuru dunia. Pemeriksaan sederhana untuk mendeteksi secara dini kanker payudara yaitu dengan memeriksa payudara sendiri atau disebut dengan istilah sadari. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan pada 20 responden, sebagian besar sudah melakukan sadari dengan benar dan juga sudah mendapat cukup dukungan dari keluarga, namun masih ada responden yang tidak melakukan sadari dan juga tidak mendapat dukungan dari keluarga. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan deteksi dini kanker payudara cara sadari pada remaja dengan desain penelitian analitik korelatif dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas XII MA YSPIS Gandrirojo Kabupaten Rembang yaitu 101 orang. Sampel sebanyak 50 siswi. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden yang melakukan sadari dengan kurang baik adalah responden yang kurang mendapat dukungan keluarga sebanyak 14 siswi (100,0%). Sedangkan responden yang melakukan sadari kategori cukup sebagian besar mendapat dukungan keluarga yang cukup pula yaitu 16 siswi (76,2%). Sadari dalam kategori baik, semuanya mendapat dukungan keluarga yang baik sebanyak 15 siswi (100,0%). Berdasarkan hasil uji korelasi kendal Tau-b diperoleh hasil ada hubungan antara dukungan keluarga dengan deteksi dini kanker payudara cara sadari dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,906 dan nilai signifikan 0,000. Disarankan kepada anggota keluarga, dinas pendidikan, maupun dinas kesehatan untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan menggunakan media massa maupun media sosial tentang pemeriksaan payudara sendiri dengan cara sadari agar masyarakat khususnya remaja putri dapat menerapkan sadari dengan rutin dalam kehidupan sehari-hari untuk mendeteksi dan mencegah kanker payudara.
Hubungan Dukungan Suami dengan Perilaku Penerimaan Diri Wanita Hamil Usia Dini dalam Menghadapi Kehamilan Sulistiyaningsih, Sri Hadi; Kasanah, Uswatun; Sholikah, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Umur mempunyai pengaruh terhadap kehamilan dan persalinan. Ibu yang berumur (<20 tahun) atau berusia dini belum siap secara fisik maupun mental dalam menghadapi kehamilan maupun persalinan. Dari segi fisik rahim dan panggul ibu belum tumbuh mencapai ukuran dewasa, sehingga kemungkinan akan mendapat kesulitan dalam persalinan. Sedangkan mental ibu belum siap untuk menerima tugas dan tanggung jawab sebagai orang tua sehingga diragukan ketrampilan perawatan diri dan bayinya. Dukungan suami juga merupakan andil yang besar dalam menentukan status kesehatan ibu. Jika suami mengharapkan kehamilan, mendukung bahkan memperlihatkan dukungannya dalam berbagai hal, maka ibu hamil akan merasa lebih percaya diri, lebih bahagia dan siap dalam menjalani kehamilan, persalinan maupun masa nifas. Hasil survey terhadap 10 ibu hamil usia dini bahwa 6 orang tidak mendapatkan dukungan dari suami sehingga ibu merasa tidak mampu merawat dan tidak siap dengan kehamilan saat ini, dan 4 orang mendapatkan dukungan dari suami sehingga ibu merasa mampu merawat dan siap menghadapi kehamilannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan perilaku penerimaan diri wanita usia dini dalam menghadapi kehamilan. Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan sebanyak 42 ibu hamil usia dini dengan teknik total sampling. Uji statistik menggunakan Chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden tidak mendapat dukungan suami sebanyak 24 orang (57,1%) dan responden yang mendapatkan dukungan suami sebanyak 18 orang (42,9%). Sedangkan responden yang tidak menerima kehamilannya sebanyak 23 orang (54,8%) dan responden yang menerima kehamilannya sebanyak 19 orang (45,2%). Hasil uji statistic dengan Chi square diperoleh adanya hubungan dukungan suami dengan perilaku penerimaaan diri wanita usia dini dalam menghadapi kehamilan (Chi square hitung 9.259 dan Pvalue 0,002). Diharapkan suami memberikan dukungan penuh selama kehamilan supaya wanita hamil usia dini siap dan menerima kehamilannya.