Pius Sugeng Prasetyo
Universitas Katolik Parahyangan Bandung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Desentralisasi dan Demokratisasi di Desa: Membangun Akuntabilitas Publik Melalui Kultur Lokal Pius Sugeng Prasetyo
Jurnal Administrasi Publik Vol. 4 No. 1 (2005): Jurnal Administrasi Publik, Volume 4, Nomor 1, April 2005, ISSN 1412 - 7040
Publisher : Centre for Public Policy and Management Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.727 KB)

Abstract

This work argues that developing democracy from the grassroots level is demanded in order to develop democracy in a broad scale. To issue and implement the new policies of decentralization after the fall of Suharto era should be noted as the radical change in managing the public affairs democratically. Even the local autonomy policies are implemented at the lowest level such as village area by introducing the modern democratic things i.e. the new political structure and the new political mechanism. One that should be emphasized that those political engineering is oriented to develop the public accountability as well. However, avoiding the local culture which is still exist in a such society will in fact raise problem, especially in the high pluralistic society like Indonesia. Local culture could be the fundamental element in developing democracy from the grassroots level.Kata kunci: desentralisasi, demokratisasi, kultur, akuntabilitas
Analisis Strategi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kota Bandung dengan Pendekatan Pentahelix Kolaborasi Parjuangan Gultom; Gandhi Pawitan; Indraswari Indraswari; Pius Sugeng Prasetyo; Rulyusa Pratikto
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i1.10968

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi strategi dan kolaborasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung dengan pendektan model pentahelix. Penelitian ini mengunakan medote kualitatif dimana bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, dalam prosedur pengumpulan data dilakukan tiga tahap diantaranya observasi, wawancara, dan dekomentasi, untuk obervasinya mengunakan observasi partisipatif, dimana peneliti akan terlibat ikut serta dengan kegiatan yang dilakukan oleh BNN Kota Bandung, analisis data yang digunakan intractive model yang bersumber miles dan huberman (1984) diantaranya adalah : data collection, data reduction, data display, cunlunsing drawing/verication dan langkah yang terakhir adalah setelah menganalis data peneliti akan melakukan triangulasi, teknik triangulasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan triangulasi dengan metode. Dari hasil yang ditemukan oleh peneliti dalam bentuk kolaborasi yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung dengan mitra kerjanya dengan pendekatan model pentahelix diantaranya sebagai berikut: Dapat membantu menjangkau elemen masyarakat yang belum mengentahui tentang sosialisasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), khusunya pada rentang usia 15-24 tahun di Kota Bandung, diperkuat dengan adanya surat edaran Gubernur Jawa Barat tentang penguatan (P4GN) dan surat edaran Walikota Bandung tentang optimalisasi pelaksanaan (P4GN), mulai timbulnya kesadaran masyarakat tentang bahaya narkoba lewat program ketahanan keluarga dan kelurahan bersinar serta program pengelolahan informasi dan edukasi remaja teman sebaya anti narkoba,terbentuknya pengiat anti narkoba di wilayah Kota Bandung dalam rangka untuk mensosialisasikan P4GN, mulai aktif melaporkan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat, melalui sinergitas kerja sama yang dilakukan, adanya dorongan untuk berani melakukan tes urine, menjadi langkah awal untuk melakukan pencegahan, mampu menekan penyalahgunaan narkoba.
Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir Kota Bandung Menggunakan Perspektif Model CIPP Paundria S W, Raissa Kusuma; Prasetyo, Pius Sugeng
Contemporary Public Administration Review Vol. 1 No. 2 (2024): Contemporary Public Administration Review (CoPAR)
Publisher : Department of Public Administration, Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/copar.v1i2.7710.40-60

Abstract

This study aims to evaluate the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir Bandung City through the perspective of the CIPP model by analyzing the context, input, process, and output of the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir Bandung City. This research was conducted using qualitative research methods with descriptive research type. This research was conducted with primary data sources obtained by interviewing the person in charge of the Youth Care Health Service Program at the Sukapakir Health Center in Bandung City and secondary data obtained from journals and previous research on the evaluation of the Youth Care Health Service Program at the Sukapakir Health Center in Bandung City. Data collection techniques used by observation, interviews, and documentation. In analyzing the data, it was analyzed using content analysis. Based on the results of the discussion, it was found that in the context evaluation which discussed whether the program was held following the needs, the author found the suitability between the needs of adolescents and the objectives of the Adolescent Care Health Service Program at the Sukapakir Health Center in Bandung City, then the input evaluation analyzed the parties who played a role, the source of funds and infrastructure. The results showed that there were adequate human resources according to their fields, as well as the provision of financial resources and the availability of facilities and infrastructure. In the process evaluation, it was found that in its implementation there was a clear time every quarter and it was held effectively by combining the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir with other programs. In the product evaluation, the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir Bandung City is said to be quite successful even though there are sectors that have not significantly developed.
Inovasi dan Tantangan: Kendala Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh di Kelurahan Sukahaji, Bandung Daga, Anastasia Kade; Prasetyo, Pius Sugeng
Contemporary Public Administration Review Vol. 1 No. 1 (2023): Contemporary Public Administration Review (CoPAR)
Publisher : Department of Public Administration, Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/copar.v1i1.7073.74-92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor penghambat pelaksanaan program Kota Tanpa Permukiman Kumuh (Kotaku) di Kecamatan Sukahaji Kota Bandung pada tahun 2018 hingga tahun 2022. Penelitian akan menganalisis permasalahan pelaksanaan program Kotaku berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan menurut Edward III (1980), yaitu faktor internal organisasi dan interaksi antar organisasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data deskriptif kualitatif, dilanjutkan dengan analisis menggunakan Model CIPP (Context, Input, Process, dan Product) untuk menganalisis hasil pelaksanaan program Kotaku di Kecamatan Sukahaji. Berbagai teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini, termasuk wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan implementasi yang disebabkan oleh: (1) kurangnya informasi karena masalah komunikasi dalam konteks internal; (2) penyebaran informasi berdasarkan hierarki dalam struktur informasi; dan (3) kurangnya kolaborasi dan koordinasi dalam pengalokasian anggaran. Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain perlunya pendekatan holistik untuk meningkatkan komunikasi, meningkatkan transparansi, memperkuat kolaborasi antar pihak terkait, dan mengambil langkah nyata untuk mengatasi permasalahan birokrasi, merumuskan kebijakan yang mendukung partisipasi masyarakat, dan menjalin koordinasi yang efektif dalam alokasi anggaran.
Inovasi dan Tantangan: Kendala Implementasi Program Kota Tanpa Kumuh di Kelurahan Sukahaji, Bandung Daga, Anastasia Kade; Prasetyo, Pius Sugeng
Contemporary Public Administration Review Vol. 1 No. 1 (2023): Contemporary Public Administration Review (CoPAR)
Publisher : Department of Public Administration, Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/copar.v1i1.7073.74-92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor penghambat pelaksanaan program Kota Tanpa Permukiman Kumuh (Kotaku) di Kecamatan Sukahaji Kota Bandung pada tahun 2018 hingga tahun 2022. Penelitian akan menganalisis permasalahan pelaksanaan program Kotaku berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan menurut Edward III (1980), yaitu faktor internal organisasi dan interaksi antar organisasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data deskriptif kualitatif, dilanjutkan dengan analisis menggunakan Model CIPP (Context, Input, Process, dan Product) untuk menganalisis hasil pelaksanaan program Kotaku di Kecamatan Sukahaji. Berbagai teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini, termasuk wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan implementasi yang disebabkan oleh: (1) kurangnya informasi karena masalah komunikasi dalam konteks internal; (2) penyebaran informasi berdasarkan hierarki dalam struktur informasi; dan (3) kurangnya kolaborasi dan koordinasi dalam pengalokasian anggaran. Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain perlunya pendekatan holistik untuk meningkatkan komunikasi, meningkatkan transparansi, memperkuat kolaborasi antar pihak terkait, dan mengambil langkah nyata untuk mengatasi permasalahan birokrasi, merumuskan kebijakan yang mendukung partisipasi masyarakat, dan menjalin koordinasi yang efektif dalam alokasi anggaran.
Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja di Puskesmas Sukapakir Kota Bandung Menggunakan Perspektif Model CIPP Paundria S W, Raissa Kusuma; Prasetyo, Pius Sugeng
Contemporary Public Administration Review Vol. 1 No. 2 (2024): Contemporary Public Administration Review (CoPAR)
Publisher : Department of Public Administration, Parahyangan Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/copar.v1i2.7710.40-60

Abstract

This study aims to evaluate the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir Bandung City through the perspective of the CIPP model by analyzing the context, input, process, and output of the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir Bandung City. This research was conducted using qualitative research methods with descriptive research type. This research was conducted with primary data sources obtained by interviewing the person in charge of the Youth Care Health Service Program at the Sukapakir Health Center in Bandung City and secondary data obtained from journals and previous research on the evaluation of the Youth Care Health Service Program at the Sukapakir Health Center in Bandung City. Data collection techniques used by observation, interviews, and documentation. In analyzing the data, it was analyzed using content analysis. Based on the results of the discussion, it was found that in the context evaluation which discussed whether the program was held following the needs, the author found the suitability between the needs of adolescents and the objectives of the Adolescent Care Health Service Program at the Sukapakir Health Center in Bandung City, then the input evaluation analyzed the parties who played a role, the source of funds and infrastructure. The results showed that there were adequate human resources according to their fields, as well as the provision of financial resources and the availability of facilities and infrastructure. In the process evaluation, it was found that in its implementation there was a clear time every quarter and it was held effectively by combining the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir with other programs. In the product evaluation, the Adolescent Care Health Service Program at Puskesmas Sukapakir Bandung City is said to be quite successful even though there are sectors that have not significantly developed.