Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SEJARAH MUSHAF 'UTHMANI (MELACAK TRANFORMASI AL-QUR'AN DARI TEKS METAFISIK SAMPAI TEXTUS RECEPTUS) Samsukadi, Mochamad
Religi: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (UNIPDU) Jombang Jawa Timur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an diwahyukan kepada Nabi Muhammad dalam bentuk oral, tidak dalam bentuk teks mushaf yang bisa dibaca. Namun dalam perkembangannya, al-Qur'an tersebar di kalangan umat Islam dewasa ini dalam bentuk teks tercetak dilengkapi dengan tanda baca dan diakritikal untuk memudahkan bagi pembacanya. Sampai menjadi teks standar (textus seceptus) saat ini, al-Qur'an menghabiskan waktu yang panjang dan melibatkan banyak ulama lintas generasi. Perkembangan itu dibagi menjadi lima periode, yaitu: periode oral, periode kodifikasi, periode penyempurnaan tanda baca dan diakritikal, periode cetak dan periode teks standar al-Qur’an pada tahun 1923 yang kerjakan oleh Tim dari Universitas al-Azhar Mesir. Semua periode ini hanyalah usaha ulama untuk memberikan tanda baca saja, sehingga al-Qur'an mudah dibaca, tidak merubah teks aslinya, sebagaimana dituduhkan oleh sebagian sarjana Barat.Allah gave the oral revelation to Prophet Muhammad, not in written manuscript. However, during the development, Quran has been spread in printed text with diacritical and punctuation sign for easier to read. Moreover, many ulema across generation have spent unlimited time to make the recent standard text of Quran. The development was divided into five period; they are oral, codification, refinement of punctuation and diacritical, printed, and standard text period that was done by a Al Azhar University of Egypt team in 1923. All of the period were some information of how the ulema give the punctuation for the Quran to be easy to read and  not to change the original text as alleged by some western scholar.
PARADIGMA STUDI HADIS DI DUNIA PESANTREN Samsukadi, Mochamad
Religi: Jurnal Studi Islam Vol 6, No 1 (2015): April
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (UNIPDU) Jombang Jawa Timur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur'an dan Hadis menempati posisi setral dalam ajaran Islam. Semua keilmuan Islam bermuara pada keduanya. Sudah seharusnya studi al-Qur'an dan Hadis mendapatkan perhatian lebih dari pada disiplin keilmuan yang lain. Namun ironisnya, sulit ditemukan pesantren, sebagai pusat kajian Islam, yang fokus pada studi al-Qur'an dan Hadis. Melalui kajian literatur, artikel ini berusaha melacak tradisi pesantren dalam studi al-Qur'an dan Hadis, terutama studi Hadis. Dari kajian ini diketahui, kajian utama di pesantren adalah fikih dan ilmu bahasa Arab, sedangkan kajian al-Qur'an dan Hadis hanya sebagai pendukung dari kajian utama. Hal ini dikarenakan adanya asumsi di kalangan masyarakat pesantren bahwa Hadis adalah sebagai bagian inheren dari Nabi yang sakral, sehingga tidak sembarang orang bisa mengkajinnya. Di sisi lain pola pendidikan pesantren lebih menekankan pendekatan amaliah dari pada ilmiah. Sehingga wajar jika studi Hadis di pesantren hanya bersifat pengantar saja dan hampir mustahil ditemukan kajian Hadis yang mendalam, seperti fikih dan bahasa, di pesantren.Koran and Hadith has a central placed in Islamic learning. All of islamic learning are from both. Therefore, Koran and Hadith studies must have more attention than the other. Unfortunately, it is difficult to find out islamic study center which focus on Koran and Hadith studies. Based on this phenomenon, this article tried to trace pesantren tradition ini especially Hadith studies. The result was, the main studies in pesantren are fiqh and arabic. Meanwhile Koran and Hadith studies support the main one. This is the fact based on the assumption among the pesantren society that hadith is sacred part of the prophet Muhammad, not everyone can learn it. In addition, pesantren education pattern emphasize on charity approach than scientific. Therefore, Hadith study in pesantren is merely introductory, no in depth study such fiqh and language.
Persepsi Peserta Didik Terhadap Guru PAI Ideal di SMP Islam Al-Islah Trowulan Mojokerto Sholihah, Maratus; Samsukadi, Mochamad
Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan salah satu penentu keberhasilan dalam pendidikan. Adanya inovasi pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia yang dihasilkan dari upaya pendidikan harus bermuara pada guru. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya peran guru dalam dunia pendidikan.  Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi peserta  didik terhadap guru PAI yang ideal. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif  yang didukung dengan angket. Hasil yang diperoleh merupakan hasil dari data deskriptif.  Metode yang digunakan untuk memperoleh data adalah metode observasi, interview, dokumentasi, dan angket. Dan yang dipakai untuk menganalisis dari angket adalah dengan menggunakan tehnik presentase. Dari penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam diperlukan guru PAI  yang ideal, peserta didik  salah satu unsur pokok yang paling berkepentingan didalam interaksi pendidikan. Persepsi peserta didik sangat mendukung dan membantu untuk menjadikan kualitas dan mutu guru PAI lebih berkompeten.
KHITBAH SANTRI JAMA’AH TABLIGH DI PONDOK PESANTREN AL-FATAH TEMBORO KABUPATEN MAGETAN Khotami, Dewi Afifatul; Samsukadi, Mochamad; Makmun, Moh
JAS : Jurnal Ahwal Syakhshiyyah Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS)
Publisher : Fakultas Agama Islam UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jas.v5i1.18200

Abstract

This study starts from the framework of thinking that the sermon carried out by the Tablighi Jama'ah santri at the Al-Fatah Islamic Boarding School Temboro, Magetan Regency, is a form of the sermon process that applies legal rules and regulations such as the prevailing Islamic law or fiqh munakahat. For this reason, at the beginning of starting the intention to preach from the male students, sowan came to meet the Kyai, Ahlu Shuro' (a legal expert in discussing a problem with the muftis to produce a fatwa by means of ijtihad). After that proceed to the nadzor process (seeing potential partners) with the aim of not causing regret between the two parties in the future when the marriage contract occurs. Besides that, the santri sermon at Pondok Al-Fatah Temboro not only runs perfectly, there are also problems with cancellation or termination of the sermon either by one party or both parties directly canceling it due to the factors that influence it. The purpose of this study is to find out how the preaching of the Tablighi Jama'ah santri at the Al-Fatah Islamic Boarding School Temboro and to find out the form of relevance of the sermon in Islamic law. This study uses a qualitative approach or field research with the miles and huberman method.