Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengatur Suhu Ruangan Tertutup menggunakan PLC Schneider TWIDO COMPACT berbasis SCADA - WONDERWARE INTOUCH Fandidarma, Bayu; Sunaryantiningsih, Ina; Pratama, Abdi
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v2i2.12246

Abstract

Ditandai dengan munculnya PLC (Programmable Logic Controller) sebagai pengganti sistem kendali konvensional. Selanjutnya lahirlah sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acqusition) yang memungkinkan manusia untuk mengendalikan dan memonitor kerja PLC secara real time dan remote dengan menggunakan protocol Modbus TCP/IP.Arsitektur dasar SCADA terdiri dari lima komponen penting yaitu plant berupa mesin yang diamati, RTU (Remote Terminal Unit), MTU (Master Terminal Unit), HMI (Human Machine Interface), dan database server.Dalam penelitian SCADA yang dirancang, RTU menggunakan sebuah PLC Twido TWDLCAE40DRF untuk mengendalikan sebuah plant berupa modul Temperatur Controlled System – Leybold 734 12 yang dapat dikendalikan dengan pengendalian PID. Sedangkan MTU menggunakan PLC Modicon M340 BMX P4 2030. Kemudian HMI dirancang menggunakan perangkat lunak Wonderware Intouch 10.1 versi demo. HMI menampilkan proses pengendalian dan trend pengendalian. Data pengendalian kemudian dicatat pada suatu database. Sistem SCADA ini berhasil memiliki fungsi untuk memantau dan mengendalikan plant lalu mencatat hasilnya pada sebuah database.
Perhitungan Keandalan Sistem Distribusi 20 kV Menggunakan Metode SAIDI dan SAIFI di PT. PLN (Persero) ULP Maospati Zaki, Ahmad; Yuniahastuti, Irna Tri; Sunaryantiningsih, Ina
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v2i2.12253

Abstract

Sistem distribusi memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan jaminan serta kualitas penyaluran energi listrik, sehingga dapat memenuhi standart baik secara teknis maupun non teknis pada konsumen. Untuk melakukan perhitungan keandalan sistem pembangkit listrik salah satunya dengan menggunakan metode SAIDI dan SAIFI. Berdasarkan hasil perhitungan, nilai SAIDI pada masing – masing penyulang di ULP Maospati dengan nilai 2,018480854 jam/pelanggan/tahun. Nilai SAIFI pada masing – masing penyulang di ULP dengan nilai 5,233709981 kali/pelanggan/tahun. Perhitungan nilai CAIDI, nilai tertinggi pada penyulang Tegalarum dengan nilai 0,914285714 jam/tahun serta nilai terendah pada penyulang Karas dengan nilai 0 jam/tahun
Penggunakan E-KTP Sebagai Kunci Kontak Sepeda Motor Anshori, Muhammad Yusuf; Sunaryantiningsih, Ina; Endramawan, Prabakti
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v2i2.12260

Abstract

Banyaknya Pengguna Kendaraan Bermotor para pengendara banyak yang belum mencukupi umur untuk berkendara khusunya pada sepeda motor. masalah lainnya kebanyakan kehilangan kendaraan yang disebabkan kejahatan untuk itu pemasangan Gps tracker sebagai pengontrol lokasi kendaraan agar lebih mudah. Penelitian pembuatan alat E-KTP Sebagai kunci Kontak Sepeda Motor Berbasis Arduino ini untuk membantu pengguna sepeda motor agar lebih terkontrol untuk penggunakannya. penelitian ini dilaksanakan di labolatorium Teknik Elektro Universitas PGRI Madiun selama 5 bulan yang bertujuan untuk mengetahui perancangan dan cara kerja alat E-KTP Sebagai Kunci Kontak Sepeda Motor Berbasis Arduino. pengujian alat ini dapat bekerja dengan baik bagi pengguna yang sudah cukup umur (E-KTP) dan juga alat ini dilengkapi Gps tracker untuk mengetahui lokasi kendaraan bermotor.
ANALISA POTENSI SUMBER DAYA AIR SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) Anam, Muhammad Syafi'ul; Sunaryantiningsih, Ina; Yuniahastuti, Irna Tri
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v3i01.13485

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro adalah pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai penggerak utama turbin dan generator. Daya yang dihasilkan oleh PLTMH bergantung dengan debit air yang mengaliri dan tinggi jatuh air yang tersedia pada Bendungan Gonggang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daya pembangkitan listrik dengan memanfaatkan sumber daya air pada Bendungan Gonggang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan untuk mengetahui data sekunder dan data primer berdasarkan studi literasi yang sudah dilakukan. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai potensi daya pembangkitan listrik pada Bendungan Gonggang dengan melakukan observasi lapangan selama 4 bulan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil rata-rata potensi daya pembangkitan listrik di Bendungan Gonggang yaitu sebesar 492 kW
Perencanaan Turbin Screw pada studi potensi hydropower di kawasan air terjun serambang park Sunaryantiningsih, Ina; vidyastari, rhesma intan
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/electra.v3i2.15968

Abstract

Energi telah menjadi kebutuhan bagi umat manusia, potensi hydropower merupakan salah satu energi yang dapat diperbarui (renewable energy) yang dapat di kembangkan. Air terjun Serambang Park merupakan tempat wisata yang belum mendapatkan aliran listrik PLN. Sedangakan Air terjun serambang Park memiliki potensi yang luar biasa karena bangunan teknik sipil pada tempat wisata tersebut telah siap apabila terbangannya PLTMH. Dari analisa perhitungan potensi hydropower di kawasan tersebut didapatkan potensi  Daya sebesar: pada perhitungan di titik.1 yaitu  23.15 KW, perhitungan di titik ke 2 yaitu 30.87 KW. Dari hasil perhitungan daya pada potensi tersebut dipilih turbin ulir dan disimulasikan dengan Debit air pada perhitungan di titik 1. Sebesar 1.05 m3/s dapat menghasilkan 400 rpm. Pada perhitungan titik ke.2 dengan Debit sebesar 1.4 m3/s dapat dihasilkan 780 rpm, dan titik ke.3 Debit air sebesar 1.57 m3/s dihasilkan 900 rpm.  
ANALISIS PEMELIHARAAN KINERJA DENGAN METODE THERMOVISI PADA JARINGAN SUTT 70KV GI MANISREJO Dirgantara, Mahadika Putra; Sunaryantiningsih, Ina
ELECTRA : Electrical Engineering Articles Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeliharaan kinerja Sistem Utilitas Tenaga Listrik (SUTT) memainkan peran penting dalam memastikan ketersediaan dan keandalan infrastruktur tenaga listrik. Penelitian ini memperkenalkan pendekatan inovatif yang menggabungkan metode termovisi dengan analisis pemeliharaan kinerja untuk mengevaluasi kondisi termal serta kinerja jaringan SUTT. Metode termovisi digunakan untuk mendeteksi hot spot dan anomali termal pada peralatan jaringan, yang dapat mengindikasikan potensi kegagalan sistem. Selain itu, analisis pemeliharaan kinerja mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi kinerja jaringan, seperti suhu operasional, beban listrik, dan tingkat keausan peralatan. Hasil pengukuran termovisi pada jaringan SUTT 70 kV GI Manisrejo arah Caruban dilakukan pada dua tower, yaitu tower 176 dan tower 175, dengan hasil sebagai berikut: Tower 176 memiliki rata-rata arus sebesar 54 A, suhu klem berkisar antara 30°C hingga 33°C, serta suhu konduktor rata-rata 26°C. Tower 175 memiliki rata-rata arus 54 A, suhu klem antara 31°C hingga 34°C, dan suhu konduktor rata-rata 27°C. Berdasarkan hasil tersebut, kondisi kedua tower dinyatakan baik karena nilai arus, suhu klem, dan suhu konduktor masih berada dalam batas standar. Tindak lanjut yang dilakukan adalah pengujian rutin setiap enam bulan. Selain itu, perhitungan nilai emisivitas pada jaringan SUTT 70 kV GI Manisrejo arah Caruban juga dilakukan pada kedua tower. Hasilnya, tower 176 memiliki nilai rata-rata emisivitas pada setiap phasa berkisar antara 0,4771 hingga 0,4937. Sementara itu, tower 175 memiliki nilai rata-rata emisivitas pada setiap phasa berkisar antara 0,4655 hingga 0,4937. Hasil perhitungan emisivitas dan selisih suhu menunjukkan bahwa kedua tower berada dalam kondisi yang baik karena masih sesuai dengan standar yang ditetapkan. Tindak lanjut yang dilakukan adalah pengujian rutin setiap enam bulan. Dengan demikian, berdasarkan hasil pengukuran termovisi, perhitungan nilai emisivitas, dan selisih suhu, dapat disimpulkan bahwa kondisi jaringan SUTT yang diuji berada dalam kategori baik serta sesuai dengan standar yang berlaku. The maintenance of Electrical Utility System (SUTT) plays a crucial role in ensuring the availability and reliability of electrical infrastructure. This study introduces an innovative approach that combines the thermographic method with performance maintenance analysis to evaluate the thermal condition and performance of the SUTT network. The thermographic method is used to detect hot spots and thermal anomalies in network equipment, which may indicate potential system failures. Additionally, performance maintenance analysis considers various factors affecting network performance, including operational temperature, electrical load, and equipment wear levels. The thermographic measurements were conducted on the 70 kV SUTT network at GI Manisrejo towards Caruban, focusing on two towers, namely tower 176 and tower 175, with the following results: Tower 176 recorded an average current of 54 A, clamp temperature ranging from 30°C to 33°C, and an average conductor temperature of 26°C. Meanwhile, tower 175 had an average current of 54 A, clamp temperature ranging from 31°C to 34°C, and an average conductor temperature of 27°C. Based on these results, both towers were found to be in good condition, as the current values, clamp temperatures, and conductor temperatures were within standard limits. The follow-up action taken was a routine inspection every six months. Additionally, the emissivity values of the 70 kV SUTT network at GI Manisrejo towards Caruban were calculated for both towers. The results showed that tower 176 had an average emissivity value per phase ranging from 0.4771 to 0.4937, while tower 175 had an average emissivity value per phase ranging from 0.4655 to 0.4937. The emissivity calculations and temperature differences indicated that both towers were in good condition as they remained within the established standard limits. The follow-up action taken was a routine inspection every six months. Thus, based on the thermographic measurements, emissivity calculations, and temperature differences, it can be concluded that the tested SUTT network is in good condition and complies with the applicable standards
Optimizing Solar Panel Output with an IoT-Based Solar Tracker: UNIPMA Integrated Lab Case Study Yuniahastuti, Irna Tri; Sunaryantiningsih, Ina; Firmansyah, Arizhal; Akbar, Dian Faisal
invotek Vol 24 No 2 (2024): INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/invotek.v24i2.1222

Abstract

The development and development of new renewable energy has become increasingly widespread recently, one of the most widely used is solar panels. The biggest disadvantage of installing solar panels is that they are not able to follow the movement of the sun so that the power output produced is less than optimal. A solar tracker is a device used to optimize the absorption of sunlight by solar panels by following the movement of the sun. However, the use of sensors on solar trackers often requires quite complicated manufacturing. Therefore, this research aims to design a solar tracker without sensors in photovoltaic (PV) systems. The method in this research is to compare the power produced by solar panels with and without solar trackers based on IoT (Internet of Things) case studies at the UNIPMA Integrated Lab. Data collection was carried out in real time over a period of 3 days starting at 09.00 WIB with a solar panel tilt of 45° until 15.00 WIB with a solar panel tilt of 135°. The results of measurements using a solar tracker on photovoltaic (PV) showed an average current of 0.74 amperes (A), an average voltage of 18.7 volts (V), and an average power output of 14.4 watts. (W). Meanwhile, measurement results without a solar tracker showed an average current of 0.6 amperes (A), an average voltage of 17.9 volts and an average power output of 11.04 watts (W). So, the power produced with a solar tracker is more optimal than without a solar tracker.