Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Akuntansi

Sikap Akuntan terhadap Advertensi Jasa Akuntan Publik Nasyiah Hp; Payamta Payamta
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol. 6 No. 1 (2002)
Publisher : Accounting Department, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tanggal 5 Mei 2000 advertensi jasa akuntan publik resmi diijinkan. Logikanya, akuntan publik adalah pihak yang paling berbahagia dengan adanya aturan baru ini. Namun hasil penelitian-penelitian sebelumnya masih belum kuat dukungannya terhadap peraturan iklan akuntansi publik tersebut. Hal ini mendorong peneliti untuk mengetahui apakah akuntan non-publik juga mempunyai sikap yang positif terhadap advertensi jasa akuntan publik ini.Populasi dalam penelitian ini adalah akuntan di Jawa tengah yang berpendidikan S-1 akuntansi. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Uji-t yang terdiri dari One Sample Statistics dan Independent Samples Test digunakan untuk menganalisis data. Uji validitas menggunakan teknik korelasi Product Moment, sementara Cronbach Alpha digunakan untuk menguji reliabilitas. Pengujian normalitas menggunakan Kolmogorv Smirnov serta pengujian homogenitas antar varian menggunakan Lavene’s Test.Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa akuntan bersikap positif terhadap advertensi jasa akuntan publik. Di samping itu, tidak ada perbedaan sikap yang signifikan antara akuntan publik dan akuntan non publik. Dari analisis deskriptif diketahui bahwa akuntan publik masih berikap negatif dilihat dari aspek harga jasa, persaingan antar KAP dan intervensi pemerintah. Akuntan publik dan akuntan non publik setuju bahwa jenis jasa yang paling pantas diadverten-sikan adalah jasa konsultasi manajemen sedangkan media yang paling sesuai adalah majalah profesional. Akuntan publik juga berpendapat bahwa spesialisasi merupakan kandungan advertensi yang paling sesuai, sementara akuntan non-publik menganggap ketersediaan jasa yang paling sesuai sebagai kandungan advertensi.Key words: Sikap, akuntan publik, akuntan non-publik, advertensi jasa akuntan publik
Dampak penggunaan e-filling terhadap kepatuhan wajib pajak: peran perilaku wajib pajak sebagai variabel mediasi Doddy Setiawan; Bobby Kurniawan; Payamta Payamta
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Accounting Department, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jaai.vol22.iss1.art2

Abstract

This research aims at examining the effect of perception of the use of electronic filling (e-filling) on taxpayers’ compliance. Further, the study investigate the role of intention to use as mediating variable on the relation between perception of e-filling and taxpayers’ compliance. Perception of the use of e-filling divide into: perceived usefulness and perceived ease of use. Sample of the study are individual taxpayer with taxpayer registration number. The study conducted at regency at Central Java Province consist of Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Klaten and Karanganyar. The sample of the study consists of 750 taxpayers. The study use SEM analysis to test the hypothesis. The result of the study show that that both perceived usefulness and perceived ease of use have positive effect on taxpayers’ compliance and intention to behave mediate the relationship between perceived usefulness and perceived ease of use on taxpayers’ compliance.
Distributed intelligent executive information system: pengaruhnya terhadap proses pembuatan keputusan eksekutif Payamta Payamta
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol 2, No 1 (1998)
Publisher : Accounting Department, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arakel ini bertujuan untuk menjelaskan perkembangan computer based information system yang mendukung fungsi eksekutif dalam decision makingprocess. Semakin kompleks dan bergolaknya lingkungan bisnis sangat diperlukan adanya pembuatan keputusan yang semakin cepat. EIS membantu untuk mengenali masalah-masalah secara dini dan menentukan solusinya secara cepat. DIEIS merupakan pengembangan EIS dengan di dukung oleh perpaduan konsep Distributed Decision Making (DDM) dan Group Decision Support System (GDSS). EIS yang di dukung dengan Multiple Expert System (ES) yang heterogen dan Distributed Intelligent Processing (DIP), menjadi kemampuan DIEIS lebih inteligen untuk membantu mengatasi masalah-masalah yang kompleks. Adanya dukungan eksekutif dan terpenuhinya kebutuhannya merupakan faktor kesuksesan im-plementasi DIEIS, yaitu semakin meningkatkan kecepatan pada identifikasi masalah, pembuatan keputusan, dan perluasan dalam pembuatan keputusan.
Pengaruh variabel - variabel keuangan dan signaling terhadap penentuan harga pasar saham di Bursa Efek Jakarta Payamta Payamta
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol 4, No 2 (2000)
Publisher : Accounting Department, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan unluk menguji apakah variabel-vaIiabel keuangan dan signaling yang disajikan dalam prospektus penawaran saham berpengaruh secara signifikan terhadap penentuan harga pasar saham perusahaan sesudah penawaran umum perdana (IPO). Penelitian ini dilakukan terhadap data sekunder. Populasinya adalah perusahaan go public yang telah tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ) tahun 1994-1996. Dengan teknik purposif sampling, diperoleh sebanyak 55 perusahaan sebagai anggota sampel. Penelitian ini penting dilakukan, mengingat bahwa studi empiris tentang peranan informasi pada prospektus terhadap penentuan harga pasar saham (return saham) di Indonesia belum banyak di lakukan, dan hasilnya tidak selalu konsisten.Adapun masalah yang akan diteliti adalah bagaimana pengaruh variabel keuangan dan signaling mempengaruhi penentuan harga pasar saham. Berdasarkan permasalahan dan kerangka pikir itu, peneliti menguji hipotesis. Hipotesis altematif (HA) dirumuskan: 'VaIiabel-variabel keuangan dan signaling baik secara individu maupun secara serentak berpengaruh signifikan dalam menentukan harga pasar saham perusahaan yang melakukan IPO. Uji regresi linier berganda digunakan untuk menguji hipotesis ini dengan bantuan program Micro Statistic. Uji T untuk menguji pengaruh veriabel independen secara individu terhadap variabel dependennya (Ha1 – Ha8), sedangkan Uji F digunakan untuk menguji pengaruh variabel-vaIiabel independen Secara simultan terhadap variabel dependen (HA).
The development of fraud prevention policies in the public sector: A bibliometric analysis Mabel, Serah Novarida; Payamta, Payamta; Winarna, Jaka
Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia Vol 29, No 1 (2025)
Publisher : Accounting Department, Faculty of Business and Economics, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jaai.vol29.iss1.art10

Abstract

Fraud in the public sector has become a global issue that impacts national finances, institutional integrity, and public trust. This study aims to analyze fraud prevention strategies in the public sector through a bibliometric approach based on 61 Scopus-indexed articles published between 2015 and 2024. The methodology employed is bibliometric analysis with the help of VOSviewer software to identify research trends, influential authors, and key topics related to fraud prevention. The findings suggest that new technologies such as artificial intelligence (AI), blockchain, and data analytics play a crucial role in enhancing transparency and detecting fraud more effectively. Furthermore, an ethical organizational culture, strong leadership commitment, and robust internal control systems are important factors in mitigating fraud risks. This study concludes that an approach combining cutting-edge technology and strong governance is necessary for sustainable fraud prevention in the public sector.