Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Resiliensi dan Academic Burnout pada Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi Ningsih, Fitria; Priyanggasari, Al Thuba Septa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8057

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dan academic burnout pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya tuntutan akademik yang dihadapi mahasiswa tingkat akhir, yang seringkali memicu stres dan berpotensi berkembang menjadi academic burnout. Academic burnout ditandai dengan kelelahan emosional, sikap sinis terhadap tugas akademik, serta menurunnya pencapaian diri. Sementara itu, resiliensi dipandang sebagai kemampuan individu untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari tekanan atau kesulitan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi, yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov serta regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara resiliensi dan academic burnout (β = -0,222; t = -2,469; p = 0,015), dengan nilai R² sebesar 0,049 yang menunjukkan resiliensi memberikan kontribusi sebesar 4,9% terhadap academic burnout, serta hasil uji F sebesar 6,097 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi resiliensi, maka semakin rendah tingkat academic burnout yang dialami mahasiswa. Resiliensi berperan sebagai faktor protektif dalam membantu mahasiswa mengelola tekanan akademik selama proses penyusunan skripsi. Oleh karena itu, pengembangan resiliensi menjadi penting untuk menekan risiko academic burnout dan mendukung keberhasilan penyelesaian studi.
Dukungan Sosial Keluarga dan Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir Bule, Pantecosta Fatima Nuwa; Priyanggasari, Al Thuba Septa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8107

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir berada pada fase transisi penting yang ditandai dengan tuntutan akademik, tekanan penyelesaian skripsi, serta kecemasan terhadap masa depan dan dunia kerja. Kondisi tersebut dapat memicu stres, kecemasan, dan penurunan kepercayaan diri, sehingga diperlukan kemampuan resiliensi untuk membantu mahasiswa bertahan dan beradaptasi. Salah satu faktor eksternal yang berperan dalam meningkatkan resiliensi adalah dukungan sosial keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial keluarga dan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa tingkat akhir yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert yang mengukur variabel dukungan sosial keluarga dan resiliensi. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial keluarga dan resiliensi, dengan nilai koefisien regresi β = 0,635 dan signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi sebesar 0,403 menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga memberikan kontribusi sebesar 40,3% terhadap resiliensi mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial keluarga yang diterima, maka semakin tinggi pula tingkat resiliensi mahasiswa tingkat akhir. Dengan demikian, dukungan sosial keluarga berperan penting dalam membantu mahasiswa mengelola tekanan akademik, meningkatkan kepercayaan diri, serta beradaptasi secara positif dalam menghadapi tantangan kehidupan.