M. Mukhlis Kamal, M. Mukhlis
Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Kampus Dramaga, Bogor 16680

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DISTRIBUSI SPASIAL IKAN BARONANG Siganus canaliculatus Park, 1797 PADA HABITAT PADANG LAMUN BERBEDA DI TELUK AMBON DALAM Latuconsina, Husain; Affandi, Ridwan; Kamal, M. Mukhlis; Butet, Nurlisa A.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.545 KB) | DOI: 10.29244/jitkt.v12i1.27908

Abstract

Ikan baronang Siganus canaliculatus merupakan jenis ikan demersal yang berasosiasi dengan padang lamun sebagai tempat asuhan dan pembesaran, mencari makan dan perlindungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial S. canaliculatus pada habitat padang lamun berbeda. Penelitian dilaksanakan pada Agustus 2018-Juli 2019 di perairan Teluk Ambon Dalam. Ikan dikoleksi menggunakan pukat pantai bersamaan dengan pengukuran parameter lingkungan. Analisis statistik ditampilkan secara deskriptif dalam bentuk tabel, histogram, dendrogram dan grafik biplot. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 1.050 ekor yang terdiri atas 598 jantan dan 452 betina. Parameter lingkungan secara umum medukung kehidupan S. canalicultus yang memiliki preferensi habitat berbeda berdasarkan stadia hidupnya, kelompok ukuran dewasa cenderung terdistribusi pada habitat lamun vegetasi tunggal, berbanding terbalik dengan ukuran pradewasa pada habitat padang lamun vegetasi campuran, sedangkan ukuran juvenil terdistribusi luas pada berbagai tipe habitat yang membuktikan fungsi padang lamun sebagai tempat asuhan dan pembesaran.
STATUS STOK DAN LAJU EKSPLOITAS IKAN RED DEVIL (Amphilophus spp.) SEBAGAI DASAR PENGENDALIAN IKAN INVASIF DI WADUK SERMO, YOGYAKARTA Hedianto, Dimas Angga; Kamal, M. Mukhlis; Taryono, Taryono; Nurfiarini, Amula
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.3.2022.119-134

Abstract

Ikan red devil (Amphilophus spp.) merupakan ikan introduksi yang berasal dari Amerika Tengah yang cenderung bersifat invasif di perairan darat Indonesia. Waduk Sermo yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta adalah perairan darat yang memiliki dominansi tinggi dari dua jenis red devil, yaitu A. citrinellus dan A. labiatus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status stok terkini dan dinamika populasi ikan red devil (Amphilophus spp.) sebagai dasar untuk pengendalian ikan asing invasif. Analisis data dilakukan terhadap 4.806 ekor ikan red devil (Amphilophus spp) yang terdiri atas 2.204 ekor A. citrinellus dan 2.602 ekor A. labiatus yang tertangkap menggunakan jaring insang percobaan dengan mata jaring 0,75-2,50 inci (interval 0,25 inci) pada Agustus 2021-Januari 2022. Analisis populasi ikan red devil dilakukan untuk jenis A. citrinellus, A. labiatus, dan gabungan keduanya (Amphilophus spp.) sebagai pertimbangan pengendaliannya. Hasil analisis menunjukkan Amphilophus spp. memiliki pertumbuhan dengan persamaan Lt = 19,3 [1-e0,31(t+0,61)] dari ELEFAN SA (Simulated Annealing) melalui paket TrophfishR. Ikan A. citrinellus memiliki L∞ lebih besar daripada A. labiatus. Laju eksploitasi ikan red devil menunjukkan tingkat pemanfaatan yang optimum (E=0,52). Ratio potensi pemijahan ikan red devil melalui analisis LB-SPR adalah sebesar 29% yang menunjukkan status stok masih dalam kondisi baik. Pengendalian ikan red devil perlu dilakukan dengan penambahan mortalitas penangkapan (F) sebesar 37,5% dari yang ada saat ini dengan estimasi SPR sebesar 19% (titik acuan SPR<20%) sebagai titik acuan batas dan penambahan F sebesar 69,2% (SPR10%) sebagai titik acuan target.Red devil (Amphilophus spp.) is a non-native species originating from Central America which tends to be invasive in inland waters of Indonesia. Sermo Reservoir, located in Kulon Progo Regency, Yogyakarta, is an inland water with high dominance of two species of red devil: A. citrinellus and A. labiatus. This study aims to analyze the current stock status and population dynamics of red devil fish (Amphilophus spp.) as a basis for controlling the invasive species. Data analysis was carried out on 4,806 red devil fish (Amphilophus spp.), consisting of 2,204 A. citrinellus and 2,602 A. labiatus that were caught using experimental gillnets with mesh size 0.75-2.50 inches (0.25 inch per each of intervals) which recorded monthly from  August 2021-January 2022. Analysis of red devil fish populations was carried out for A. citrinellus, A. labiatus, and a combination of those two species (known as Amphilophus spp.) as a consideration for controlling. The analysis resulted in the VBGF of Amphilophus spp. was Lt = 19.3 [1-e0.31(t+0.61)] from ELEFAN SA (Simulated Annealing) which analysis through the TrophfishR package. A. citrinellus has a larger L∞ than A. labiatus. The exploitation rate of the red devil shows the optimum level of exploitation (E=0.52). The spawning potential ratio through LB-SPR analysis was 29% which indicated that stock status is still in good condition. The controlling of invasive red devil fish needs to be done by increasing fishing mortality (F) by 37.5% from current F,  with 19% of estimated SPR (reference point of SPR<20%) as a limit reference point and an increasing F of 69.2% (SPR10%) as a target reference point.