Denny Zainuddin, Denny
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Kurikulum Berbasis HAM pada Sekolah Dasar Utami, Penny Naluria; Zainuddin, Denny
Jurnal HAM Vol 1, No 1 (2010): First Edition
Publisher : Badan Strategi Kebijakan Hukum dan HAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30641/ham.2010.1.1-12

Abstract

The Government needs to propose human rights-based education for all level of education, i.e. from Elementary School to  the University. Human Rights education activities expected to become an integrated approach through daily activities of civil society. Human rights-based of education represent of continuing of the Decade for human rights education (1995-2004). Ministry of Education recommended to UNESCO proclaimed human rights-based education system for level of education. Human rights issues will be implemented into curriculum of education for elemantary and secondary level and integrated to religious subjects.
METODE ANALISIS KONFLIK DALAM PENERAPAN REGULASI PENCEGAHAN GANGGUAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (CONFLICT-ANALYTICAL METHOD IN IMPLEMENTING DISTURBANCE PREVENTION REGULATION IN CORRECTIONAL FACILITY) Citrawan, Harison; Zainuddin, Denny
Jurnal Legislasi Indonesia Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Legislasi Indonesia - Maret 2015
Publisher : Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undang, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54629/jli.v12i1.364

Abstract

Gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) padadasarnya ditimbulkan oleh friksi antar para pihak di dalam Lapas. Melalui artikel ini, penulismencoba untuk menguraikan interaksi antara regulasi, petugas, narapidana, dengan sebab-sebabterjadinya konflik di dalam lapas. Adapun penelitian yang menjadi dasar artikel ini bersifatformatif dan dilakukan dengan pendekatan kualitatif di tiga Lapas –dimana belakangan ini terjadikasus gangguan kamtib. Data diperoleh penulis melalui wawancara mendalam kepada parainforman yang dianggap memiliki pengetahuan, otoritas, dan pengalaman terkait gangguankamtib di Lapas. Dari perspektif teori konflik, data yang tersedia dianalisis untuk mendapatkangambaran tentang lima formulasi: konteks, kebutuhan, kapasitas, para aktor, dan konflik yangterjadi di lapas. Adapun penelitian ini menyimpulkan empat poin yakni: pertama, bentukfenomena gangguan kamtib di tiga Lapas lokus evaluasi menggambarkan skenario konflik yangberbeda antara satu dengan yang lain; kedua, berdasarkan analisis skenario tersebut, terdapatfakta bahwa potensi gangguan kamtib di tiga Lapas belum dikelola secara periodik dan sistematisdari tingkat unit pelaksana teknis sampai ke tingkat pembuat kebijakan; dan ketiga, secarasubstantif regulasi yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan DirekturJenderal Pemasyarakatan dalam pelaksanaan mekanisme pengawasan internal (termasuk didalamnya pembentukan dan mekanisme pelaporan satuan tugas internal) belum memuat bentukdan teknik analisis gangguan kamtib dengan pendekatan manajemen konflik antar subjek diLapas.