Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Dengan Metode Debat Zahrah, Chilwaddiniz; Winarno, Winarno; Permata Hartanto, Rima Vien
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v5i1.3619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dengan debat mampu meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas XI TKJ 2 SMK Gondang. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan evaluasi, serta (4) refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI TKJ 2 SMK Gondang yang berjumlah 31 siswa. Sumber data penelitian, diperoleh berdasarkan hasil tes dan observasi. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan metode observasi, tes dan dokumentasi. Uji validitas data menggunakan trianggulasi data dan metode. Analisis data menggunakan teknik analisis komparatif dari hasil observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek hasil belajar pada siklus I nilai rata-rata sebesar 70,71 yang kemudian meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata sebesar 86,84. Presentase siswa yang tuntas pada siklus I sebanyak 58,06% dan yang tidak tuntas sebanyak 41,94%, sedangkan pada siklus II presentase siswa yang tuntas sebanyak 93,55% dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 6,45%. Pada aspek keaktifan siswa pra siklus didapatkan persentase ketuntasan 62,5%, pada siklus I persentase mengalami peningkatan menjadi 77,5% dan pada siklus II persentase ketuntasan menjadi 100%.  Proses pembelajaran pada prasiklus bersifat teacher-centered dan menggunakan model pembelajaran ceramah sehingga kegiatan belajar  menunjukkan keaktifan dan hasil belajar siswa rendah. Pelaksanaan siklus I terjadi peningkatan walaupun belum maksimal. Pelaksanaan siklus II menyebabkan keaktifan dan hasil belajar siswa meningkat lebih tinggi sehingga pembelajaran di kelas berkualitas. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dengan debat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam pembelajaran PPKn siswa kelas XI TKJ 2 SMK Gondang.
Penerapan Metode Pembelajaran Debat Untuk Pembentukan Karakter Pancasila Pada Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Kradenan Puspita Sari, Rika; Hendri Nuryadi, Muhammad; Permata Hartanto, Rima Vien
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4655

Abstract

Pergantian kurikulum yang cepat membuat guru dan siswa kesulitan beradaptasi meski Kurikulum Merdeka lebih sederhana dan mendalam dibanding Kurikulum 2013. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk menganalisis metode pembelajaran debat dapat membentukan karakter Pancasila pada kelas VIII SMP Negeri 1 Kradenan. 2) Untuk menganalisis karakter pancasila sesudah melaksanakan metode pembelajaran debat pada kelas VIII SMP Negeri 1 Kradenan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan 1) Penelitian Kepustakaan. 2) Penelitian Lapangan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian disimpulkan bahwa metode pembelajaran debat dapat membentuk karakter Pancasila dengan mengintegrasikan nilai-nilai luhur dalam tiga ranah utama, yaitu spiritual-moral, kemandirian-kolaborasi, dan global-nasionalis. Melalui proses debat yang mencakup persiapan, pelaksanaan, dan refleksi, peserta didik dilatih untuk berpikir kritis, bersikap toleran, berakhlak mulia, serta memiliki semangat gotong royong dan kesadaran kebangsaan dengan langkah 1) pemilihan topik debat 2) pembentukan kelompok 3) pembagian peran 4) penyusuan argumen 5) simulasi debat 6) pelaksanaan debat 7) evaluasi dan refleksi dan 8) kesimpulan. Debat juga menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan nilai-nilai seperti disiplin, kepemimpinan, keseriusan, dan sopan santun di tengah transisi Kurikulum Merdeka. Karakter Pancasila peserta didik setelah melaksanakan metode debat menunjukkan perkembangan karakter positif seperti 1) aspek beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia 2) aspek kemandirian menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia 3) aspek gotong royong semangat kebangsaan 4)aspek bernalar kritis internalisasi nilai pancasila 5)aspek kreatif dalam menerapkan keadilan sosial 6) aspek kebhinekaan global. Peserta didik menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan, mampu mengontrol emosi, dan aktif berkontribusi dalam menyelesaikan masalah bersama.
PARALEGAL DAN AKSES PEREMPUAN TERHADAP KEADILAN :KAJIAN TENTANG PERANAN PARALEGAL DALAM PEMBERDAYAAN HUKUM UNTUK MENINGKATKAN AKSES PEREMPUAN TERHADAP KEADILAN Permata Hartanto, Rima Vien; Grahani Firdausy, Adriana
Yustisia Vol 3, No 2: August 2014
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/yustisia.v3i2.11098

Abstract

AbstractIndonesiahas alonghistoryin terms ofwomen’s access tojustice. The growth ofwomen’s organizationssince thelast two decadespushingthe strugglewomen’s access tojustice. Talks onwomen’s access tojusticeis thusbecoming veryrelevanttodaybecauseIndonesian womenstill facemany obstaclesin accessingjusticethrough the mechanism oflaw andjustice. Variousstudiesandreportshave revealedmany obstaclesthat women facein accessingjustice. To helpthe constraintsfaced by womenin accessingjustice, the role ofmediator(intermediaries) such asparalegals, local elite, localactivistsevenasNon GovernmentalOrganizations(NGOs) that providehelp, support, andservicesfor womento be important. Paralegalis a”tool” that isessential toimprovingwomen’s access tojustice. In generalparalegalis a person whoprovides assistanceto fight for justicein society. Workis doneby usingthe existing regulatoryorother legalbreakthrough. This paperdescribes howthe role ofparalegalsin thelegal empowermentto improvewomen’s access tojustice.Keywords: Paralegal, Women’s Accessto Justice, Legal EmpowermentAbstrakIndonesia memiliki sejarah cukup panjang dalam hal akses perempuan terhadap keadilan.Tumbuhnya berbagai organisasi perempuan sejak dua dekade terakhir mendorong perjuangan akses perempuan terhadap keadilan. Pembicaraan tentang akses perempuan terhadap keadilan dengan demikian menjadi sangat relevan sebab hingga saat ini perempuan Indonesia masih menghadapi banyak kendala dalam mengakses keadilan melalui mekanisme hukum dan keadilan. Berbagai studi dan laporan telah mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi perempuan dalam mengakses keadilan. Untuk membantu kendala yang dihadapi perempuan dalam mengakses keadilan, maka peranan penengah (intermediaries) seperti paralegal, elit lokal, aktivis lokal bahkan organisasi seperti Lembaga Swadaya Masyarakar (LSM) yang menyediakan bantuan , dukungan dan layanan terhadap perempuan menjadi penting. Paralegal merupakan “alat” yang penting untuk meningkatkan akses perempuan terhadap keadilan. Secara umum paralegal adalah orang yang melakukan pendampingan untuk memperjuangkan keadilan dalam masyarakat. Kerja ini dilakukan dengan menggunakan peraturan yang ada atau terobosan hukum lainnya.Tulisan ini menguraikan bagaimana peran paralegal dalam pemberdayaan hukum untuk meningkatkan akses perempuan terhadap keadilan.Kata Kunci: Paralegal, Akses Perempuan terhadap Keadilan, Pemberdayaan Hukum
PENGUATAN NILAI-NILAI TOLERANSI OLEH MAJLIS TAFSIR AL QUR’AN (MTA) PUSAT SEBAGAI UPAYA MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI KOTA SURAKARTA Setiawan, Diky; Permata Hartanto, Rima Vien; Muchtarom, Mohammad
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i1.34784

Abstract

The purpose of this study are 1) to describe the implementation of strengthening tolerance values by Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA) Center, 2) to describe the impact of strengthening the tolerance values by Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA), 3) to know the supporting factors and the inhibitors of strengthening tolerance value by Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA) as an effort to maintain the harmony between one and another religious groups. This study uses a qualitative research approach, this type of research is described qualitatively. The data sources are obtained from informants, places, events, and documents. Based on the results of this study, it can be concluded that (1) The implementation of strengthening tolerance values by Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA) Center is carried out through recitation and activities in various fields such as: education, social, and health, which contain values the value of respecting, respecting, accepting differences, and mutual cooperation based on the Qur'an and the Sunnah, (2) The harmony between religious communities in the society is always guarded by Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA), this is evidenced in the research findings where there is good relations between the congregation of the MTA and non-Muslim citizens around MTA, (3) The supporting factors of the strengthening of tolerance values in the Majlis Tafsir Al Qur'an (MTA) are: the value of tolerance in the Qur'an and the Sunnah (the Prophet's hadith) in the teachings of Islam, facilitates the strengthening of tolerance values that can be accepted by the congregation, the teaching material is conveyed in a language that is easily understood by worshipers, and the understanding of tolerance in MTA is relatively high. The inhibiting factors are: there is no study material that specifically made to discuss about the values of tolerance, the existence of a society that is easily provoked by issues and slander that develops so that it prevents MTA activities, and there are some individuals (Ex MTA) who vilify MTA. Key words: Strengthening The Tolerance Value, The Harmony Between Religious Communities, Majlis Tafsir Al Qur’an (MTA) Center