Hasanuddin Hasanuddin
Biologi Education Department, Syiah Kuala University

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Limbah Kol Dengan Kotoran Sapi Pada Pertumbuhan Vegetatif Mentimun Dian Islamiati; Hafnati Rahmatan; Supriatno Supriatno; Muhibbudin Muhibbudin; Hasanuddin Hasanuddin
Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2022): Biologi Edukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jbe.v14i1.24566

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) ialah sayuran buah yang sangat disukai masyarakat Indonesia karena rasanya yang segar dan enak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi pada pertumbuhan vegetatif mentimun dan mengetahui komposisi pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi yang akan memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan vegetatif mentimun. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial, dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan sehingga diperoleh 24 satuan perlakuan. Parameter penelitian ini adalah panjang tanaman, lebar daun, dan jumlah daun. Data penelitian dianalisis dengan Uji Analisis Varian (ANAVA) dan uji lanjut berupa Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji Jarak Nyata Duncan (JNTD) pada taraf kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan vegetatif mentimun
Araceae Spesies at Ornamental Plant Sales Points in Banda Aceh City Chairun Nisa; Cut Nurmaliah; Hasanuddin Hasanuddin; Dewi Andayani; Djufri Djufri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Araceae is a plant that is known by the public, cultivated and traded to the people of Indonesia and is widely used as an ornamental plant. This study aims to determine the types of Araceae, and the types of Araceae that are most in demand at the point of sale of ornamental plants in Banda Aceh City. This research was conducted in November 2021. The methods used in this study were observation and interviews. The instruments used in this study were observation sheets and interviews. The data were analyzed descriptively qualitatively, that is, all data and information obtained in the field were collected and supported from relevant literature sources, displayed in tabular form and followed by interviews containing information about the types of Araceae, and the types of Araceae that were most in demand. at the point of sale of ornamental plants in Banda Aceh City. The results of the study found 25 species of Araceae. which consists of 13 genera Araceae, namely Aglaonema, Alocasia, Anthurium, Caladium, Colocasia, Dieffenbachia, Epipremnum, Hemalomena, Monstera, Scindapsus, Spathyphyllum, Syngonium, and Zantedeschia. The most popular Araceae species at the point of sale of ornamental plants in the city of Banda Aceh are Aglaonema with 19% enthusiasts and the least popular Araceae species with 2% interest are Colocasia, Epipremnun, Scindapsus, and Zantedeschia.Keywords: Araceae, Species, Ornamental Plants.Araceae merupakan tanaman yang di kenal oleh masyarakat, dibudidayakan dan diperjual belikan kepada masyarakat Indonesia serta banyak di manfaatkan sebagai tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Araceae, dan jenis-jenis Araceae yang paling diminati di tempat penjualan tanaman hias di Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif, yaitu semua data dan informasi diperoleh di lapangan yang terkumpul serta di dukung dari sumber literatur yang relevan ditampilkan dalam bentuk tabel dan dilanjutkan dengan wawancara yang berisi informasi tentang jenis-jenis Araceae, dan jenis-jenis Araceae yang paling diminati. di tempat penjualan tanaman hias di Kota Banda Aceh. Hasil penelitian ditemukan 25 spesies Araceae. yang terdiri dari 13 Genus Araceae yaitu Aglaonema, Alocasia, Anthurium, Caladium, Colocasia, Dieffenbachia, Epipremnum, Hemalomena, Monstera, Scindapsus, Spathyphyllum, Syngonium, dan Zantedeschia. Jenis Araceae yang paling diminati di tempat penjualan tanaman hias di kota Banda Aceh ialah Aglaonema dengan jumlah peminat 19% dan jenis Araceae yang sedikit diminati masyarakat dengan jumlah peminat 2% ialah Colocasia, Epipremnun, Scindapsus, dan Zantedeschia.Kata Kunci: Araceae, Spesies, Tanaman Hias.
Study Of Ethnobotany As A Cooking Spice In The Community Of Glumpang Tiga District, Pidie Regency Sara Kamisna; Cut Nurmaliah; Hasanuddin Hasanuddin; Wardiah Wardiah; Dewi Andayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apriliani, A., Sukarsa. dan Hexsa A.H. 2014. Kajian EtnobotaniTumbuhan Sebagai Bahan Tambahan Pangan Secara Tradisional oleh Masyarakat Di KecamatanPekuncen Kabupaten Banyumas. Jurnal ScriptaBiological, 1(1): 76-84.Garcia, J. 2007. Fighting Biopiracy: The Legislative Protection OfTradisional Knowledge. Journal Berkeley La Raza Law, 18(1):5-27.Hargono., Fitra P. dan Margaretha P.A. 2013. Pemisahan Gingerol DariRimpang Jahe Segar Melalui Proses Ekstraksi Secara Batch. Jurnal Momentum, 9(2): 16-21.Hartanto, S., Fitmawati. Dan Neri S. 2014. Studi Etnobotani FamiliZingiberanceae dalam Kehidupan Masyarakat Lokal di Kecamatan Pangeran Kabupaten Kuantan Singing, Riau. Jurnal Biosaintifika, 6(2): 122-132.Kandari, L.S., P, P. Cristie,. R, K. Sandi., M, R. Kesuma. 2012. Etnobotanical Study Toward Plants in Upper Catchments of Dhauli Ganga in the Central Himalaya. Journal of Mountain Science. 9(1):286-296.Lianah. 2020. Biodiversitas Zingiberanceae. Semarang: Deepublish.Mulyawan, I.B., Handayani B.R., Dipokusumo B., Werdiningsih W., Siska A.I. 2019. The Effect of Packaging Technique and Types of Packaging on the Quality andShelf Life of Yellow Seasoned Pindang Fish. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 22(3): 464-475.Nurcahyati, N. dan Fuad A. 2018. Kajian Etnobotani Tanaman Famili Zingiberanceae Pada Masyarakat Suku Using Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Biosense, 1(1): 1-12.Prabaningrum, H., Ary S.N., Fibria K. 2018. Keanekaragaman Tumbuhan yang Berpotensi sebagai Bahan Pangan di Cagar Alam GebunganSemarang. Jurnal Biologi dan Pembelajaran, 5(2): 26-31.Raodah. 2019. Pengetahuan Lokal tentang Pemanfaatan Tanaman Obat pada Masyarakat Tolaki di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Jurnal Pangaderen. 5(1): 46-63.Sufi, R. 2004. Budaya Masyarakat Aceh. Badan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.Suryadharma, I. 2008. Diktat Kuliah Etnobotani.Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.Apriliani, A., Sukarsa. dan Hexsa A.H. 2014. Kajian EtnobotaniTumbuhan Sebagai Bahan Tambahan Pangan Secara Tradisional oleh Masyarakat Di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Jurnal ScriptaBiological, 1(1): 76-84. Garcia, J. 2007. Fighting Biopiracy: The Legislative Protection OfTradisional Knowledge. Journal Berkeley La Raza Law, 18(1):5-27. Hargono., Fitra P. dan Margaretha P.A. 2013. Pemisahan Gingerol DariRimpang Jahe Segar Melalui Proses Ekstraksi Secara Batch. Jurnal Momentum, 9(2): 16-21. Hartanto, S., Fitmawati. Dan Neri S. 2014. Studi Etnobotani FamiliZingiberanceae dalam Kehidupan Masyarakat Lokal di Kecamatan Pangeran Kabupaten Kuantan Singing, Riau. Jurnal Biosaintifika, 6(2): 122-132. Kandari, L.S., P, P. Cristie,. R, K. Sandi., M, R. Kesuma. 2012. Etnobotanical Study Toward Plants in Upper Catchments of Dhauli Ganga in the Central Himalaya. Journal of Mountain Science. 9(1):286-296. Lianah. 2020. Biodiversitas Zingiberanceae. Semarang: Deepublish. Mulyawan, I.B., Handayani B.R., Dipokusumo B., Werdiningsih W., Siska A.I. 2019. The Effect of Packaging Technique and Types of Packaging on the Quality andShelf Life of Yellow Seasoned Pindang Fish. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 22(3): 464-475. Nurcahyati, N. dan Fuad A. 2018. Kajian Etnobotani Tanaman Famili Zingiberanceae Pada Masyarakat Suku Using Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Biosense, 1(1): 1-12. Prabaningrum, H., Ary S.N., Fibria K. 2018. Keanekaragaman Tumbuhan yang Berpotensi sebagai Bahan Pangan di Cagar Alam GebunganSemarang. Jurnal Biologi dan Pembelajaran, 5(2): 26-31. Raodah. 2019. Pengetahuan Lokal tentang Pemanfaatan Tanaman Obat pada Masyarakat Tolaki di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara. Jurnal Pangaderen. 5(1): 46-63. Sufi, R. 2004. Budaya Masyarakat Aceh. Badan Perpustakaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Suryadharma, I. 2008. Diktat Kuliah Etnobotani.Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Types of Epiphytic Orchids (Orchidaceae) in Coffe plantations in Simpang Teritit Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency Selvi Ulan Dari; Cut Nurmaliah; Hasanuddin Hasanuddin; Djufri Djufri; Dewi Andayani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Epiphytic orchids are orchids that live attached to the trunk, branches, or twigs of both living and dead trees. Research on "Types of Epiphytic Orchid Plants (Orchidaceae) in the Coffee Plantation of Simpang Teritit Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency" has been carried out at the Coffee Plantation of Simpang Teritit Village, Wih Pesam District, Bener Meriah Regency from 27 June 2021 to 15 July 2021. This study aims to determine the types of epiphytic orchids and epiphytic orchid host trees. The method used in this research is the method of transect and checkered line. From the results of the study found 12 genera of orchids, consisting of 14 types of epiphytic orchids, namely; Adenoncos elongata J.J.Sm, Appendicula cornuta Blume, Cymbidium dayanum Ridl, Dendrobium truncatum Lindl, Dendrobium crumenatum Swartz, Eria pilifera Ridl, Liparis cespitosa (Lam.) Lindl., Liparis condylobulbon Rch. ) Lindl, Phreatia plantaginifolia (J.Koenig), Polystachya concreta (Jacq.) Garay H.R.Sweet, Thrixspermum incurvicalcar J.J.Sm and Vanda pumila Hook.f. Furthermore, there are 5 types of host trees, namely; Coffea Arabica L., Gliricidia sepium (Jacq)., Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit, Citrus nobilis L., and Citrus reticulate Blanco. The conclusion of this research is that there are 12 genera and 14 types of epiphytic orchids attached to 5 tree species. Orchid type Liparis condylobulbon Rchb.f. is an epiphytic orchid which is mostly found individually.Keywords: orchidaceae, epiphyte, host tree. Anggrek epifit adalah anggrek yang hidup menempel pada batang, dahan, atau ranting pohon baik yang masih hidup maupun yang sudah mati. Penelitian tentang “Jenis-jenis Tumbuhan Anggrek Epifit (Orchidaceae) di Perkebunan Kopi Desa Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah” telah dilaksanakan di Perkebunan Kopi Desa Simpang Teritit Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah sejak 27 Juni 2021 s.d 15 Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis anggrek epifit dan pohon inang anggrek epifit. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode transek dan garis berpetak. Dari hasil penelitian ditemukan 12 genus anggrek, terdiri dari 14 jenis anggrek epifit yaitu; Adenoncos elongata J.J.Sm, Appendicula cornuta Blume, Cymbidium dayanum Ridl, Dendrobium truncatum Lindl, Dendrobium crumenatum Swartz, Eria pilifera Ridl, Liparis cespitosa (Lam.) Lindl., Liparis condylobulbon Rchb.f., Luisia taurina J.J.Sm, Oberonia ensiformis (Rees) Lindl, Phreatia plantaginifolia (J.Koenig), Polystachya concreta (Jacq.) Garay H.R.Sweet, Thrixspermum incurvicalcar J.J.Sm dan Vanda pumila Hook.f. Selanjutnya terdapat 5 jenis pohon inang yaitu; Coffea Arabica L., Gliricidia sepium (Jacq)., Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit, Citrus nobilis L., dan Citrus reticulate Blanco. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat 12 genus dan 14 jenis anggrek epifit yang melekat pada 5 jenis pohon. Anggrek jenis Liparis condylobulbon Rchb.f. adalah anggrek epifit yang paling banyak ditemukan individunya.Kata kunci: orchidaceae, epifit, pohon inang.
The Effect Of Fertilizing Cabbage Waste Compost With Cow Dung on Cucumber Generative Growth (Cucumis sativus L. Varieties Hercules) Dian Islamiati; Hafnati Rahmatan; Supriatno Supriatno; Muhibbudin Muhibbudin; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine how the effect of composting cabbage waste with cow dung on the generative growth of cucumbers and knowing the composition of cabbage waste compost with cow dung which will give the best effect on cucumber generative growth. This study used an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) experiment with 4 treatments and 6 replications. The parameters of this study were plant length, leaf width, and number of leaves. Data were analyzed using Analysis of Variance Test (ANOVA) and further tests in the form of Least Significant Difference (BNT) and Duncan's Real Distance Test (JNTD) at the 95% confidence level. The results showed that the addition of cabbage waste compost with cow dung had a significant effect on increasing cucumber growth, and the best composition of cabbage waste compost with cow dung in increasing cucumber growth was P1 (50% cabbage waste compost + 50% cow dung).Keywords: cucumber, generative growth, cabbage waste compost Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi pada pertumbuhan generatif mentimun dan mengetahui komposisi pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi yang akan memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan generatif mentimun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. Parameter penelitian ini adalah panjang tanaman, lebar daun, dan jumlah daun. Data dianalisis dengan menggunakan Uji Analisis Varian (ANAVA) dan uji lanjut berupa Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji Jarak Nyata Duncan (JNTD) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi berpengaruh nyata dalam meningkatkan pertumbuhan mentimun, dan komposisi pupuk kompos limbah kol dengan kotoran sapi yang paling baik dalam meningkatkan pertumbuhan mentimun adalah P1 (50% kompos limbah kol + 50% kotoran sapi).Kata kunci: mentimun, pertumbuhan generatif, kompos limbah kol.